
Keesokan harinya diadakan acara perburuan di hutan kerajaan sebagai acara penutup. Hutan kerajaan letaknya tidak terlalu jauh dari istana. Hanya membutuhkan setengah jam perjalanan dengan menggunakan kereta untuk sampai di sana karena lokasinya yang berada tepat di selatan setelah keluar dari ibu kota.
Hutan kerajaan juga tidak terlalu luas yang hanya mencakup wilayah dua bukit dan sekitarnya. Karena lokasinya yangn berbatasan langsung dengan wilayah ibukota, ada pagar pembatas yang tinggi yang akan menghalangi binatang buas yang tinggal di dalam hutan masuk ke daam ibukota dan membahayakan warga masyarakat. Namun sebenarnya arena letaknya yang dekat dengan pemukiman tidak begitu banyak biatangn buas yang tinggal di sana. Binatang buas seperti harimau, singa dan beruang pada umumnya tinggal di kedalaman hutan dan jarang keluar jauh dari sarangnya.
Berada di barian paling depan adalah kereta Kaisar yang terlihat paling menonjol baik dilihat dari ukuran maupun keagungannya. Kereta Kaisar Pei An Long terbuat dari kayu pohon hitam yang langka dan mahal. Kayu jenis ini terkenal merupakan jenis kayu yang paling kuat dan paling susah diolah karena membutuhkan pedang dengan mata pisau yang khusus untuk membentuknya. Jadi baik dari bhan maupun biaya pembuatannya, kereta dengan ukiran berwarna emas dan memiliki bentuk yang unik milik Kaisar Pei An Long adalah yang paling indah dan mencolok dengan beberapa penjaga dan pelayan yang menaiki kuda di sekitarnya.
Di belakang kereta Kaisar Pei An Long, kereta kuda yang terbuat dari bahan yang sama tetapi memiliki ukuran yang berbeda dan ukiran yang bukan berwarna emas melainkan putih keperakan berjalan dengan elegan. Berada tepat Di belakang kereta agung milik Kaisar kereta ini benar-benar tidak kelihatan lebih buruk. Kereta ini adalah kereta Pei Zhang Xi.
Kereta dengan kualitas yang begitu baik itu bukan bagian dari properti yang didapatkan oleh Putra Mahkota melaikan milik pribadi Pei Zhang Xi yang dia dapatkan sbeagai hadiah dari kepala suku dalam sebagai ungkapan terima kasih akrena Pei Zhang Xi pernah menyelamatkan satu sukunya dari ancaman pembunuhan masal yang dilakukan oleh bandit gunung yang terkenal kejam.
Biasanya Pei Zhang Xi jarang memakai keretanya ini dan lebih menyukai kereta yang lebih sederhana. Tetapi karena hari ini adalah hari yang istimewa ditambah Lu Jing Yu dan putra mereka, Pei Zhi Hui ikut, dia harus memperhatikan kenyamanan untuk keduanya.
Bagian dalam kereta milik pei Zhang Xi pada kenyataannya bahkan lebih luas dari kereta milik Kaisar Pei An Long. Hal ini karena dinding kereta dibuat lebih tipis. Namun meskipun dindingnya lebih tipis, kekuatannya tidak perlu diragukan. Kayu hitam dikenal dengan kekuatannya. Dan semakin tua kayu itu, maka semakin kuat juga kayu itu. Dan kayu yang digunakan untuk membuat kereta Pei Zhang Xi beberapa puluh tahun lebih lama dari milik Kaisar. Jadi jika dibandingkan, kereta Pei Zhang Xi bahkan masih lebih tahan terhadap serangan. Jangankan panah, pedang yang dihantamkan dengan keras padanya juga toidak akan mampu menembusnya dan mungkin malah pedang itu yang akan patah.
Di dalam kereka, Lu Jing Yu dan Pei Zhi Hui dapat beristirahat dengan santai. Pe Zhi Hui sepertinya sedang balas dendam seakan tahu bahwa miliknya telah diganggu oleh ayahnya sendiri semalam sehingga ia tidak berhenti menyusu sejak ia dibawa masuk ke dalam kereta.
__ADS_1
Pei Zhang Xi melirik putranya yang memegang dada Lu Jing Yu seakan tidak membiarkan orang lain merebutnya darinya mendengus dengan kesal. Semalam Lu Jing Yu bahkan tidak mengizinkannya menikmatinya, namun lihatlah putra nakalnya itu seperti sedang mengejeknya. Dia sudah bergantung dari tadi dan tidak melepaskannya sedikitpun. Bahkan kedua matanya itu begitu berbinar saat menata wajah ibunya yang dengan lembut membals tatapannya.
"Yu'er. Kamu tidak adil." Pei Zhang Xi yang semula duduk di depan keduanya sambil membaca dokumen meletakkan dokumennya di atas meja dan memutar tubuhnya duduk di samping Lu Jing Yu dan memeluk pinggangnya dengan mendominasi. Matanya tidak lupa untuk melirik putranya yang mengedipkan matanya yang cerah seakan memastikan jika putranya itu melihat jika dia juga bisa menempel pada Lu Jing Yu seperti dirinya.
"Apa yang Yang Mulia bicarakan? Apa pantas bicara seperti itu di depan seorang bayi?" Lu Jing Yu berkata dengan tegas. Matanya melotot memberi peringatan pda suaminya. Bayi mereka masih berusia satu bulan dan suaminya ini sudah tidak sabar memperbutkan dirinya dengannya.
"Seperti yang kamu katakan. Dia hanyalah seorang bayi. Jadi dia tidak akan mengerti apa yang kita bicarakan. Bahkan jika aku..." Pei Zhang Xi tidak melanjutkn ucapannya tetapi langsung menunjukkannya dengan tindakan. Ia meletakkan dagunya di atas bahu Lu Jing Yu dan menggigit leher Lu Jing Yu dengan lembut.
"Ssh!" Lu Jing Yu mendesis merasa sensasi gatal di lehernya. Ia tidak menyangka Pei Zhang Xi akan berani menggigit lehernya seperti itu di depan putra mereka yang masih bayi. Namun Lu Jing Yu tidak tahu harus berkata apa dan hanya melototkan matanya sebagai bentuk protes.
Pei Shi Liang hari ini memakai pakaian pria serba hitam. Rambut panjangnya diikat tinggi engan rapi. Sebuah gelang giok terpasang di rambutnya menjadikan tampilannya semakin mempesona. Tidak seperti putri atau nona bangsawan lainnya yang duduk di dalam kereta, Pei Shi Liang mengendarai kudanya sendiri dan duduk dengan gagah di atas kuda berwarna hitam yang elegan. Rambut panjangnya berkibar tertiup angin saat ia melajukan kudanya sedikit lebih cepat untuk mendekat pada kereta Pei Zhang Xi.
"Kakak ipar. Aku melihat ada seeorang yang menjual kue daun bawang goreng. Akan terasa lebih lezat saat dimaan selagi panas dengan ditemani oleh semangkuk bubur kacang hijau. Aku pernah mendengar jika seorang ibu yang sedang menyusui sangat baik jika memakan kacang hijau. Aku ingin bertanya apakah kakak ipar mau aku membelikannya untukmu?" Pei Shi Liang berbicara tepat setelah ia berada di samping jendela kereta.
"Bagus! Aku sudah lama ingin memakannya. Pantas saja aku tadi mencium aromanya yang gurih da manis." Lu Jing Yu membuka tirai kereta dan melihat Pei Shi Liang yang sedang tersenyum di matanya. Dia mencium aroma kue daun bawang goreng ketika Pei Zhang Xi menggodanya. Jadi dia tidak memiliki kesempatan untuk meminta pelayan membelikan beberapa untuknya. Ia sangat senang karena ternyata adik iparnya ini ternyata sangat mempehatikannya dan memiliki pemikiran untuk membelikan kue lezat itu untuknya.
__ADS_1
"Kamu benar. Kue daun bawang sangat cocok dimakan dengan bubur kacang hijau. Dan juga kacang hijau memang baik bagi wanita sepertiku. Jadi minta pelayan untuk membelikan aku beberapa dan belikan juga untuk bibi pengasuh. Oke?"
"Tentu saja." Pei Shi Liang mengangguk dengan antusias sebelum berbalik dan pergi dengan kudanya.
*
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_199🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi cerita, pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
__ADS_1
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉