Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 134


__ADS_3

"Raja,..raja Rui. Kami hanya berkata seperti apa yang ada di masyarakat saja. Kami tidak bermaksud mengatakan omong kosong." Du Mei segera panik. Ia berani berbicara keras dan mendominasi Karena saat ia masuk ke dalam kamar Lu Jing Yu, Pei Zhang Xi dipanggil Kasim istana untuk berbicara di ruang kerja.


"Maafkan kata-kata omong kosong istri dan putri kedua hamba. Mereka hanya mengkhawatirkan Yu'er."


"Tapi sepertinya yang dikatakan Perdana Menteri Lu tidak seperti yang dikatakan dengan nyonya dan Nona Lu."


"Yang Mulia, aku sedikit lelah." Lu Jing Yu yang mendengar perdebatan semua orang dari tadi sudah bosan dan ingin segera mengakhiri penderitaan nya dengan mengusir Du Mei dan Lu Jing Yi keluar dari kamarnya.


"Kalau begitu kami tidak akan mengganggu lagi." Lu Qin Hao memberi isyarat pada Du Mei dan Lu Jing Yi untuk segera pergi. Ia mengerti jika putrinya sedang menyelamatkan nya.


***


Rumor yang berasal dari kediaman Raja Rui selalu menarik perhatian. Apalagi yang menyangkut mengenai Lu Jing Yu yang sering menimbulkan kontroversi. Sebagai orang di ibukota tidak percaya begitu saja dengan kabar yang menyebutkan bahwa Lu Jing Yu lah yang mendorong Zhu Man Xie yang mengakibatkan tidak hanya permaisuri Yuan itu kehilangan bayinya namun jug dirinya sendiri yang mendapatkan celaka setelah dia tidak sengaja ditarik oleh Zhu Man Xie yang ditariknya.


Di mata masyarakat citra buruk Lu Jing Yu sebelum ia menikah dan masuk ke dalam kediaman Raja Rui sulit untuk dihilangkan. Sedangkan citra baik Zhu Man Xie selama ini membuat semua orang berpikir jika kemungkinan Zhu Man Xie berlaku buruk karena terperdaya oleh seseorang. Namun perubahan yang sangat besar terjadi pada keduanya seperti kepribadian mereka yang tertukar. Membuat semua orang meragukan semua berita yang tersebar. Meskipun banyak rumor buruk tentang Lu Jing Yu, di dalam hati para rakyat memiliki keraguan untuk mempercayai sepenuhnya.


Hari ini tiba-tiba saja sebuah berita tak terduga lainnya tersebar di ibukota. Tetapi kali ini bukan mengenai Lu Jing Yu yang menjadi topik pembicaraan, melainkan Zhu Man Xie yang sebenarnya telah keguguran sebelum kejadian di istana. Tidak ada yang mengetahui dari mana rumor itu berasal tetapi dalam rumor itu disebutkan dengan jelas siapa apa yang terjadi sesungguhnya yang tidak diketahui dan disangka siapapun. Termasuk semua orang yang terlibat dalam kejahatan membohongi kaisar dengan kehamilan palsu.


Sontak berita itu kembali mengguncang ibukota yang sudah sejak awal ramai akan gosip mengenai keluarga kerajaan. Mereka mulai menyayangkan adanya pertempuran sengit yang sebenarnya tidak bisa dipisahkan dari istana belakang. Tempat para wanita berada.


Zhu Man Xie meremas tangannya saat ia mendengar laporan dari pelayan setianya mengenai rumor ini. Ia sudah bisa menebak siapa yang telah menyebarkan berita ini. Tetapi ia benar-benar tidak menyangka jika akan ada orang yang akan mencurigai kehamilan palsunya. Namun semua yang dikatakan dalam rumor semuanya adalah hal yang sesungguhnya yang terjadi. Lengkap dengan siapa saja yang terkait dan akhirnya mati dengan cara yang tidak wajar setelah kejadian itu. Mampu menyebutkan sedetail itu tentu saja bukan orang sembarangan.


"Permaisuri, bagaimana ini?" Pelayan itu panik. Ia lah yang membantu Zhu Man Xie melakukan semua hal yang salah itu.

__ADS_1


Bagaimanapun ia juga tahu bahwa kejahatan yang dilakukan majikan nya salah kejahatan besar menipu Kaisar yang akan mendapatkan hukuman yang berat. Jika kejahatan itu diketahui, tidak perlu diragukan lagi bahwa hukuman yang menantinya adalah hukuman mati. Apalagi untuk pelayan kecil seperti dirinya, bisa saja bahkan mayatnya tidak akan ada yang merawatnya dan kemungkinan yang paling menakutkan adalah mayatnya mungkin akan diberikan untuk memberi makan anjing.


"Apa kamu sudah memastikan semua sudah dibereskan tanpa jejak?" Meskioun Zhu Man Xie terlihat tenang di permukaan, tetapi wanita itu juga panik. Meskipun ia sudah memantapkan hati untuk melakukan apa saja demi mendapatkan apa yang ia inginkan, tetapi menghadapai Masalah seperti ini, ia tidak memiliki pengalaman. Di masa lalu ia menggunakan cara yang halus dengan menjaga citra baiknya.


"Sudah Permaisuri. Hamba yakin tidak ada bukti yang akan mengarah pada Permaisuri."


"Tapi bagaimana mungkin semua bukti bisa tepat seperti itu? Tidak mungkin orang itu tidak memiliki bukti jika dia berani menyebarkan semua ini."


"Lalu apa yang harus kita lakukan permaisuri? Jika ada bukti yang membuktikan hal ini, kita akan dituduh menipu Kaisar dan sudah dapat dipastikan hukumannya adalah hukuman mati. Hamba tidak ingin mati."


"Sini." Zhu Man Xie melambaikn tangannya untuk memberi kode agar pelayannya mendekat agar ia bisa membisikkan apa yang harus ia lakukan.


"Baik Permaisuri. Hamba akan melakukan apa Yang Permaisuri perintahkan." Pelayan mengangguk setuju.


"Tentu saja permaisuri. Hamba akan sangat berhati-hati. Hamba akan memastikan tidak akan ada yang mengetahui apa yang hamba lakukan."


***


Pei Zhang Xi tersenyum senang saat mendengar laporan yang disampaikan Mo Han padanya. Ia masuk Ke dalam kamar dengan senyum lebar di bibirnya membuat Lu Jing Yu yang tengah duduk di atas ranjang sambil menyusui putra mereka ikut tersenyum karena ia tahu apa yang direncanakan oleh Pei Zhang Xi berhasil.


"Apa yang membuat Yang Mulia tersenyum begitu lebar?" Tanya Lu Jing Yu dengan mata yang juga tersenyum.


"Coba tebak."

__ADS_1


"Hem.... Apa karena kaisar memberikan selir untuk Yang Mulia?" Lu Jing Yu menggoda Pei Zhang Xi. Beberapa tamu yang datang menyarankan agar Pei Zhang Xi mengangkat selir. Hal itu juga untuk meringankan beban Lu Jing Yu yang tidak akan dapat melayani Pei Zhang Xi sementara waktu.


"Yu'er jangan bicara macam-macam. Aku tidak akan membiarkan wanita manapun ada di antara kita. Kecuali putri kita nanti." Saat ia berbicara, Pei Zhang Xi mencium bibir Lu Jing Yu dengan lahap. Mengabaikan putra mereka yang mengedipkan matanya yang jernih.


"Yang Mulia. Apa Yang Mulia tidak malu?"


"Tidak. Buat apa malu? Dia sudah mengambil salah satu milikku. Dia merebutnya di depan mataku. Sekarang aku menunjukkan padanya jika dia tidak akan bisa memiliki bibirmu dariku hemp."


"Apa Yang Mulia tidak malu berbicara seperti itu di depan seorang bayi? Lagipula dia adalah putramu sendiri."


"Aku tidak peduli meskipun dia adalah putraku, selama dia menguasai mu, dia adalah musuhku."


~○○○~


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_134♡


*


*


*


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .

__ADS_1


__ADS_2