
Pagi ini halaman aula istana dipenuhi dengan pemandangan yang serba putih. Bukan karena untuk masa berkabung melainkan akan diberikannya hukuman bagi pendosa. Pei Qin Yang berada di bagian paling depan. Hanya wajahnya yang tampak tenang dibandingkan dengan orang lain yang sama berlututnya seperti dirinya. Apalagi Zhu Man Xie yang memiliki wajah seperti orang yang memiliki niat membunuh yang sangat pekat.
Hari ini semua orang di kediaman Raja Yuan akan dihukum atas kejahatan menipu Kaisar. Memang tidak semua orang yang ada sangkut pautnya hal ini, bahkan hanya ada ssangat sedikit orang. Tapi kesalahan itu masih harus diterima oleh semua orang yang berada di dalam kediaman. Bahkan pelayan dan penjaga sekalipun.
Sebenarnya bisa saja untuk tidak melibatkan kediaman Raja Yuan. Yaitu dengan cara Pei Qin Yang harus menceraikan Zhu Man Xie terlebih dahulu. Barulah bisa selamat dari bencana ini. Tetapi Pei Qin Yang bersikeras untuk mempertahankan Zhu Man Xie sehingga seluruh kediaman yang harus menerima hukumannya
Kaisar duduk di singgahsananya dengan tanpa ekspresi. Seperti orang yang sedang berlutut di hadapannya bukanlah salah satu putranya yang disayangi. Tetapi jika orang memperhatikan dada Kaisar yang sesekali bergerak saat ia menghela napas, orang akan tahu bahwa Kaisar sebenarnya sedang bersusah payah menahan emosinya. Siapa orang tua yang akantrga menjatuhkan hukuman pada putra kandungnya sendiri?
Sedangkan duduk di sampingnya, Ratu Zhu tampak pucat. Matanya memerah menahan air mata dan amarah. Ia tidak kuasa menatap wajah putra kesayangannya yang berlutut dengan pakaian putih seperti seorang pendosa. Tangannya mengepal erat di balik lengan bajunya untuk menahan air mata yang hendak jatuh. Meskipun ia sangat ingin menghampiri putranya dan memeluknya. Mengangkatnya berdiri untuk tidak berlutut lagi, tetapi posisinya sebagai ibu negara yang harus ikut menjaga keadilan membuatnya harus menahan diri untuk tetap tenang di tempatnya.
"Yang Mulia Kaisar. Hamba mohon berkenan memberi keringanan hukuman bagi Yang Mulia Raja Yuan." Seorang menteri berlutut di depan singgahsana memohon ampunan untuk Pei Qin Yang. Dia adalah menteri Zhu yang merupakan ayah dari Zhu Man xie. Sedangkan Zhu Yao Yan hanya diam melihat cucu laki-laki dan cucu perempuannya berlutut di halaman pengadilan.
"Mohon beri keringanan Yang Mulia."
__ADS_1
"Mohon beri keringanan."
"Mohon beri keringanan."
Satu persatu menteri ikut berlutut di depan singgahsana Kaisar. Tidak ada yang meminta mereka melakukannya. Mereka melakukannya karena keinginan mereka sendiri. Melihat seorang pangeran yang tidak bersalah berlutut di depan semua orang dengan memakai pakaian serba putih seorang penjahat. Bahkan Lu Qin Hao yang merasa sangat marah saat satu persatu kejahatan Zhu Man xie dibacakan juga ikut berlutut untuk memohonkan keringanan hukuman. Ia berlutut bukan untuk Zhu Man Xie melainkan Pei Qin Yang.
Riak emosi terlintas di mata Pei Qin Yang melihat pemandangan ini. Ia tidak menyangka jika para menteri ini akan membantunya. Pei Qin Yang sudah lama menyerah jika ia akan dijatuhi hukuman mati bersama semua orang di kediamannya. Ia bahkan telah mempersilakan semua orang di kediamannya untuk keluar menghindari hukuman. Tetapi tidak ada dari mereka yang keluar dari kediamannya meskipun ia telah memberi tahu bahwa jika mereka tetap memilih bertahan, mereka mungkin akan ikut mendapatkan hukuman mati.
"Huuf.... kesalahan KEDIAMAN raja Yuan telah menipu kaisar dengan menyembunyikan masalah keguguran dan menipu Kaisar dengan kehamilan palsu adalah kejahatan besar yag sangat sulit diampuni. Raja Yuan tidak mampu mengurus kediamannya barulah hal semacam ini bisa terjadi. Jika kesalahan ini dibiarkan begitu saja, akan menjadi contoh yang buruk di masa depan. Kejahatan besar seperti ini takutnya tidak dapat diampuni. Hukuman mati adalah yang paling ringan." Kaisar Pei An Long menatap Pei Qin Yang tanpa ekspresi.
"Yang Mulia. Mohon belas kasih Yang Mulia." Sekali lgi semua orang berlutut sekali lagi. Kali ini mereka melakukannya berkali-kali.
"Jika masalah ini tersebar di masyarakat, takutnya rakyat akan menilai Kerajaan tidak berlaku adil Karena Raja Yuan adalah seorang pangeran. Meskipun semua orang meminta keringanan hukuman, takutnya masih tidak akan cukup untuk menghindari hukuman. Kasim Song, tolong tulis keputusanku." Kaisar melirik Kasim Song yang menunggu di sampingnya.
__ADS_1
"Baik Yang Mulia." Kasim Song maju dengan hormat. Semua orang menggelengkan kepalanya. Pei Qin Yang menghela napas bersalah saat ia melirik semua orang di kediamannya hang berlutut di belakangnya. Mereka semua tidak bersalah. Tetapi karena pilihannyalah mereka baru bisa dihukum dengan tidak hormat.
Zhu Man Xie tidak memiliki perubahan ekspresi selain emosi yang memuncak di wajahnya. Pada saat ini ia masih tidak bisa menyerah pada egonya. Ia tidak akan berlutut untuk meminta ampunan karena hanya akan sia-sia.
"Tunggu!" Suara seorang pria terdengar dari belakang. Semua orang mengenali suara siapa itu meskipun mereka tidak melihat wajahnya.
Semua orang memberi jalan dengan cara membelah. Pei Zhang Xi berjalan dengan pelan karena ia harus memapah Lu Jing Yu yang berjalan menahan rasa sakit. Di belakang mereka, Bibi pengasuh menggendong bayi mereka yang berjalan dengan Xiao Bei yang memegang payung di tangannya.
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_136♡
*
*
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..