
Wei Qian Nian berjalan tanpa arah. Namun ia memiliki satu tujuan yaitu keimanan Raja Rui. Wei Qian Nian tidak mengenal daerah ibukota sama sekali. Sejak ia datang, ia hanya berada di istana sebelum masuk ke kediaman Jenderal Wang yang mirip dengan neraka di dunia. Jadi dia tidak mengetahui dimana letak kediaman Raja Rui berada. Yang ia ingat adalah Kediaman Raja Rui berada di pinggiran ibukota. Kediaman termewah tetapi terjauh dibandingkan kediaman Raja yang lain.
Tidak pernah berjalan jauh membuat kaki Wei Qian Nian serasa ingin patah. Apalagi dia sudah tidak makan sejak siang hari. Saat ini perutnya keroncongan. Ia bahkan juga tidak memiliki uang sama sekali untuk membeli sepotong rotipun.
Karena lelah dan lapar, Wei Qian Nian duduk di depan rumah makan. Ia mengetahui jika ingin mendapatkan informasi adalah dengan datang ke rumah makan. Tapi saat ini masalahnya adalah bahwa ia tidak memiliki uang sedikitpun.
Penjaga rumah makan melihat Wei Qian Nian di depan rumah makannya dia segera meminta orang untuk mengusirnya.
"Pergi pergi. Jangan berdiri di sini atau kamu akan membuat jijik para pelangganku." Dua orang pria datang untuk mengusir Wei Qian Nian. Kedua orang itu membawa tongkat kayu di tangan mereka untuk memukul Wei Qian Nian yang masih tidak mau untuk minggir. Mengangkat tongkat kayu di udara dengan wajah menakutkan.
"Beri aku makan dan aku akan pergi. Jika tidak memberiku makan, aku akan tetap berdiri di sini meskipun kalian membunuhku." Ancam Wei Qian Nian dengan tangan menopang di pinggangnya.
"Huh! Makan ya makan. Ini. Sekarang cepat pergi." Penjaga yang tadi mask kembali keluar dwnga5n membawa kotak makan dan memberikanya pada Wei Qian Nian.
Wei Qian Nian merasa aneh. Tetapi karena ia lapar, ia tidak lagi memikirkan apa yang terjadi dan pergi setelah menerima kotak makan tersebut untuk dimakan di tempat lain.
Penjaga toko yang baru saja memberikan kotak makan kepada Wei Qian Nian masuk ke dalam sebuah ruangan pribadi di lantai dua untuk melaporkan.
"Hamba sudah memberikan makanan kepada pengemis wanita itu Yang Mulia." Ucapnya pada Pei Zhong Min yang telah memberinya perintah. Penjaga rumah makan itu tidak tahu mengapa pangeran pertama itu memintanya untuk memberikan makanan pada seorang pengemis. Tetapi dia tidak perlu tahu alasannya untuk menjalankan perintah.
"Hem. Ini uang tutup mulut." PEI Zhong Min melemparkan kantung berisi koin emas kepada penjaga toko itu.
"Terima kasih Yang Mulia." Pei Zhong Min melambaikan tangannya untuk mengusir.
__ADS_1
"Apa rencana Yang Mulia menolong wanita itu?" Seorang pria muda yang duduk bersama dengan Pei Zhong Min bertanya sambil memakan kudapannya.
"Dia memiliki dendam yang besar terhadap Raja Rui dan permaisurinya. Bukankah orang yang memiliki musuh yang sama adalah rekan yang baik?"
"Jadi Yang Mulia berniat untuk menggunakan wanita itu untuk berurusan dengan RAJA Rui?"
"Ya. Jangan sepelekan seorang wanita dengan dendam besarnya. Meskipun mereka bodohnya dan lemah. Mereka bahkan lebih menakutkan dari seorang pria. Bukankah JENDERAL wang adalah contohnya?" Pria muda itu tidak menjawab dan hanya memgangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju.
Wei Qian Nian tidak memikirkan apapun saat ia makan. Kotak makanan di tangannya dimakannya dengan lahap. Ia tidak tahu bahwa dia sedang dijadikan alat. Wei Qian Nian telah mendapatan kembali kekuatannya setelah menghabiskan sekotak penuh makanan yang tak mungkin bisa ia habiskan sebelumnya.
Malam sudah larut. Tetapi suara derap kuda masih terdengar ramai di jalanan ibu kota. Begitu juga dengan para tentara yang masih berpatroli dan berjaga. Mereka berjalan berkelompok untuk mencari Wei Qian Nian.
Sedangkan Wei Qian Nian yang mereka cari sedang tidur dengan lelap di atas sebuah tikar yang hampir rusak. Sebelum memutuskan untuk tidur, Wei Qian Nian berjalan di sepanjang jalan untuk mencari tempat kediaman Raja Rui berada. Pada saat itulah dua orang pengemis yang sedang berjalan sedang membicarakannya. Dari kedua pengemis itulah ia akhirnya mengetahui bahwa kediaman Raja Rui ada di sebuah jalan di pinggiran ibukota.
Sementara itu Pei Zhang Xi yang baru datang dari Heaven Lake kembali ke kediaman Raja Rui dengan menggunakan kereta. Seorang pelayan menyamar menjadi Lu Jing Yu untuk mengelabui musuh. Bagaimanapun mereka harus bersiap agar tidak erjadi kesalahan.
"Wei Qian Nian pasti masih berada di ibukota. Tidak mungkin baginya untuk keluar dari ibukota pada saat ibu dengan pengamanan yang ketat dari para tentara." Pei Zhang Xi berbicara pada anak buahnya dari naro Yunguang di ruang kerjanya.
"Benar Yang Mulia."
"Untuk saat ini yang terpenting adalah meredakan amarah para tentara itu. Malam ini juga kita akan menemui mereka untuk memberi penjelasan dan meminta mereka untuk bekerja sama dengan kita." Mendengar rencana Pei Zhang Xi semua orang mengangguk setuju.
"Aku sudah meminta orang untuk membuat gambar Wei Qian Nian. Bawa dan tunjukkan pada orang-orang kita. Katakan pada mereka periksa dengan teliti semua orang yang memiliki ciri-ciri yang mirip dengan orang ini. Aku yakin dia pasti sedang menyamar." Mo Han menyerahkan sebuah gambar pada pemimpin tentara dari biro Yunguang.
__ADS_1
"Baik Yang Mulia." Setelah menerima gambar tersebut, pria itu segera berbalik dan keluar dari ruang kerja.
Di sebuah kamar dengan cahaya temaram, dua orang yang sedang bercumbu saling terikat tanpa memperdulikan keributan yang ada di ibukota. Sang wanita terus me-nge-rang dan Men-de-sah di bawah kekuasaan sang pria. Malam ini permainan mereka lebih panas dari malam biasanya. Mereka jauh lebih bersemangat setelah mengetahui keributan besar yang akan terjadi di luar sana.
Pasukan tentara Jenderal Wang dikenal dengan pasukan yang kuat dan setia. Seribu pasukan mereka mampu mengalahkan dua ribu pasukan. Apalagi jika seluruh pasukan yang berada di perbatasan sampai keesokan harinya. Mereka akan mampu membalikkan ibukota. Betapa bagusnya itu!
"Pelan sedikit Yang Mulia." Qin Sui Lan berkata dengan suara yang bergetar. Tubuhnya tidak berhenti bergerak sejak awal permainan mereka.
"Apakah kamu tidak mengetahui bahwa aku sedang bersemangat permaisuriku?" Pei Zhong Min bukannya memperhalus gerakannya justru mempercepat gerakannya yang membuat Qin Sui Lan bergerak keras seperti kapal yang terombang ambing di atas laut berombak.
"Ah! Aku tahu itu dengan baik. Kamu memang pria yang kejam Yang Mulia."
"Bukankah kamu menyukainya hem?"
"Tentu saja. Raja Rui adalah saingan terbesar untuk kita. Jika kali ini dia tidak dapat mengatasi masalah ini dengan baik, para tentara tidak akan merasa puas sehingga mereka tidak akan membiarkannya naik tahta."
"Hahahaha. Aku tahu menang hanya kamu yang paling bisa mengerti jalan pikiranku Permaisuriku tercinta." Pei Zhong Min tertawa keras. Ia semakin bersemangat menggerakkan tubuhnya.
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_97♡
*
*
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..