
Lu Jing Yu menghela napas begitu ia naik kereta dalam perjalanan pulang. Saat ini ia berada sendirian di dalam ekreta sedangkan Pei Zhi Hui bersama dengan Bibi pelayan di kereta satunya. Hatinya masih belum bisa tenang. Meskipun ia yakin saat ini Yun Ying telah mendapatkan kembali kepercayaan dirinya dna telah bertekad untuk memperjuangkan bayinya, tidak menutup kemungkinan gangguan yang berasal dari luar tidak mengganggunya.
Apalagi saat ini ada seorang selir di kediaman Raja Wei. Berita kehamilan Yun Ying pasti bukan kabar baik untuk nya yang tidak menutup kemungkinan jika dia pasti akan mencari masalah untuk itu.
Lu Jing Yu memang tidak mengenal Ke Mei Jia sebelumnya, namun melihat dia hari ini, Lu Jing Yu sudah dapat memastikan jika gadis ini tidak lah sepolos tampilan luarnya. Lu Jing Yu akui jika dia sangat pandai menyimpan niat lainnya di balik topeng wajah nya, tapi hal seperti ambisi itu tidak lah sulit dilihat. Dibandingkan dengan orang-orang yang dengan jelas menunjukkan ketidak sukaannya, orang-orang seperti ini yang pandai menyembunyikan dirinya inilah yang lebih berbahaya.
"Chu Fei, aku ingin kamu mencari dua atau tiga orang lagi yang kompeten dan tempat kan mereka di sisi Permaisuri Wei. Aku sangat mengkhawatirkan keadaannya." Lu Jing Yu berbicara pada Chu Fei yang duduk di depan kereta bersama dengan Quan Yuan yang bertugas menjadi kusir hari ini.
"Baik Yang Mulia." Chu Fei segera membuka tirai sempit dan menjawab dengan hormat. Ia memang selalu kompeten dalam melakukan pekerjaannya. Dia selalu mengerti apa yang diinginkan Lu Jing Yu tanpa harus disebutkan dengan jelas. Itulah sebabnya Lu Jing Yu sangat mempercayai nya untuk menangani banyak masalah untuknya.
"Emmm... Sebelum kamu mengirimnya, biarkan aku bertemu dengan Merkea terlebih dahulu."
"Baik Yang Mulia. Untuk kali ini, apakah ada kriteria yang khusus?" Chu Fei bertanya sambil mengerutkan alisnya. Tidak mungkin Lu Jing Yu memintanya mengirim banyak orang tanpa memiliki alasan. Banyak orang saja sepertinya belumlah cukup.
"Yah. Kamu benar. Utamakan mereka yang setidaknya selain memiliki kesetiaan juga memiliki kemampuan beladiri meskipun itu hanya sedikit." Lu Jing Yu menganggukkan kepalanya. Memang tidak salah ia menjadikan Chu Fei sebagai tangan kanannya. Xiao Bei selalu baik dalam perhatian dan pekerjaan, namun Chu Fei lebih baik dalam menangani hal yang penting.
"Hamba mengerti Yang Mulia. Hamba akan menemukan beberapa dan membiarkan Yang Mulia memilih di antara mereka." Chu Fei mengangguk paham sebelum menutup tirai setelah melihat Lu Jing Yu mulai menutup matanya. Di kepalanya, ia sudah memikirkan ide bagaimana dia akan melakukan pekerjaan yang telah diberikan padanya.
Quan Yuan melirik gadis yang terlihat dingin di sampingnya dengan penasaran. Meskipun mereka sudah lama melayani orang yang sama, nyatanya, Quan Yuan tidak benar-benar mengenal dan mengerti seperti apa Chu Fei yang sebenarnya. Gadis pelayan ini tidak seperti gadis pelayan pada umumnya. Dia selalu tenang dalam melakukan apapun.
"Ada apa?" Chu Fei merasakan tatapan yang aneh dari samping nya dan melihat Quan Yuan yang memandangnya dengan aneh. Ia mengerutkan alisnya saat bertanya. Matanya memandang mata Quan Yuan tanpa ragu mencoba mencari tahu apa yang tersimpan di dalamnya.
__ADS_1
"Tidak ada. Aku hanya ingin tahu apakah kamu butuh bantuan?" Quan Yuan terdiam beberapa saat sebelum akhirnya kembali sadar.
"Bantuan untuk apa?" Chu Fei bertanya dengan bingung.
"Untuk membantu mencari wanita dengan kriteria yang diinginkan Putri Mahkota. Di dalam masyarakat, sangat lah sedikit wanita yang memiliki kemampuan beladiri. Aku penasaran apakah kamu butuh bantuan untuk menemukan mereka?" Quan Yuan tidak menyangka reaksi Chu Fei saat ia menawarkan bantuan padanya adalah sebuah kebingungan dari gadis itu.
"Apakah kamu memiliki seseorang yang kamu rekomendasikan?" Chu Fei memang sudah memiliki rencananya. Namun jika ada orang yang siap di depan mata yang sesuai, pekerjaannya akan jauh lebih mudah dan cepat.
"Hehehehe tidak. Aku kira kita bisa mencarinya bersama-sama." Quan Yuan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Jawabannya sanggup menggoyahkan ketenangan Chu Fei secara langsung. Wajahnya terdistorsi saat mendengar jawabannya. Bagaimana pun, Quan Yuan adalah anak buah Pei Zhang Xi yang selalu mengikuti Pei Zhang Xi sejak masih muda. Dunianya hanya berkutat pada hal-hal yang berkaitan dengan Pei Zhang Xi. Dia tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun dan tidak mengenal baik wanita manapun. Mana mungkin ia mengetahui wanita mana yang memiliki kemampuan beladiri? Ia hanya mengetahui jika Pei Shi Liang melakukan nya dengan baik. Namun, pekerjaan itu pastinya tidak cocok untuknya. Lalu, dia hanya menjawab sekedarnya saja saat Chu Fei bertanya.
"Hah! Lupakan saja ide itu. Aku akan melakukannya sendiri." Chu Fei menghela napas berat. Mamalingkan wajahnya dari Quan Yuan dengan kesal. Ia benar-benar tidak menyangka akan dikecewakan oleh pria itu.
Sebenarnya Lu Jing Yu sama sekali tidak tidur, melainkan berusaha mengingat-ingat detail cerita mengenai pemberontakan yang dilakukan oleh Pei Zhong Min di dalam buku novel.
Sejak ia mengetahui jika plot itu sudah berjalan, Lu Jing Yu tidak mungkin bisa melupakannya begitu saja. Terutama, karena dalam cerita aslinya, Pei Zhang Xi terluka parah dalam pemberontakan itu pada akhirnya meskipun Pei Zhong Min berhasil di kalahkan dan karena pemberontakan itu berhasil mengungkapkan pihak-pihak yang telah bekerja sama dengan para pemberontak.
Mengetahui hasil akhir yang buruk seperti itu yang akan terjadi pada suaminya, tentu saja Lu Jing Yu tidak akan pernah membiarkan hal semacam itu terjadi. Jadi dia harus benar-benar memperhatikan setiap detail kejadian dan juga setiap trik yang digunakan agar dirinya bisa menyelamatkan Pei Zhang Xi dari bencana yang mengerikan itu.
"Haah... Ayolah otak cantikku tolong jangan kecewakan aku kali ini saja. Apa yang terjadi pada pemberontakan itu? Bagaimana trik yang digunakan Pei Zhong Min hingga membuat Pei Zhang Xi menderita kekalahan sampai seperti itu?" Gumam Lu Jing Yu sambil memukul keningnya ringan. Berharap ingatan dari alur plot yang dia lupakan secara ajaib dapat dia ingat.
__ADS_1
Jarak dari kediaman Raja Wei ke istana tidaklah jauh karena kediaman Raja Wei masih berada di dalam ibukota. Tempat itu berada di jalan utama. Yang di kiri dan kanan jalan berjajar kios pedagang yang menjual berbagai macam barang.
Para pedagang sangat aktif dalam menjajakan barang dagangan mereka. Mereka akan berteriak menyebutkan barang yang ada di kedai mereka untuk menarik perhatian pembeli. Keramaian yang ada di luar kereta menarik perhatian Lu Jing Yu.
Meskipun sejak ia melintas ke tempat ini, ia jarang keluar dari kediaman. Jadi saat dia melihat pemandangan otentik khas zaman kuno, ia selalu penasaran dan sangat tertarik.
Lu Jing Yu segera membuka matanya dan membuka tirai. Melihat barang apa saja yang diperjual belikan disana. Apalagi kesempatan seperti ini tidak mudah datang untuk kedua kalinya. Dia ingin melampiaskan rasa penasarannya dan membeli beberapa barang yang menarik yang tidak bisa ia beli saat perjalanan sebelumnya menuju ke hutan Kerajaan karena saat ini ia sedang tidak bersama dengan Pei Zhang Xi.
"Hentikan keretanya di depan." Quan Yuan yang sednag fokus pada jalan di depan terkejut mendengar suara Lu Jing Yu yang tiba-tiba. Tetapi dengan sigap, ia segera menepikan kereta seperti yang diminta Lu Jing Yu.
*
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_240🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
__ADS_1
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉