
Suasana hati Ratu Zhu bagaimana pun telah rusak sejak Lu Jing Yu menunjukkan bukti kuat di depan semua orang. Dan bahkan dirinya telah bersediaenjadi saksi. Dengan bukti kuat seperti itu, tidak mungkin baginya untuk menutup mata hanya demi menyalahkan Lu Jing Yu. Wajahnya telah suram sejak pertama. Dan sekarang bahkan Selir Yu yang tidak tahu diri ini berani-beraninya berniat menyeretnya dalam masalah. Memang tidak dapat dibiarkan!
Selir Yu tidak menyadari tatapan kebencian Ratu Zhu dan masih berharap mendapatkan bantuan dari wanita nomor satu di kekaisaran Shao itu. Dengan cepat ia menyusur dan memegang ujung baju Ratu Zhu.
Menurut pengamatannya selama lima tahun di istana, ratu Zhu menyimpan kebencian terhadap Selir Su dan bahkan sepertinya kebencian ini juga mengarah pada Lu Jing Yu yang merupakan menantu dari musuh bebuyutannya. Dikatakan bahwa musuh dari musuh adalah teman. Namun Selir Yu sepertinya tidak mempertimbangkan kemungkinan untung dan rugi.
Sejak zaman dahulu, dalam dunia politik selalu mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari sebuah kerjasama. Tidak peduli apa, jika kerjasama hanya mendatangkan kerugian, tidak akan memerlukan pemikiran dua kali untuk segera mengakhiri nya. Apalagi pada kasus Selir Yu ini, ratu Zhu tentu saja hanya akan mengalami kerugian jika ia memilih melawan Lu Jing Yu dan memihak Selir Yu, yang notabene bukan apa-apa baginya. Itu tidak mungkin!
Mendengus dengan jijik, ratu Zhu mencibir saat ia mengibaskan lengan bajunya. Membuat Selir Yu yang berpegangan padanya terjatuh ke belakang dengan bunyi Buk saat tubuhnya terbanting ke tanah. "Enyah! Kamu sudah terbukti bersalah masih berniat mengelak!" Ucap Ratu Zhu tegas. Menatap Selir Yu dengan tajam. "Penjaga, seret wanita ini. Wanita berbisa seperti ini tidak cocok berada di dalam istana. Pukul dengan papan sebayaj dua puluh kali sebelum mengirimnya untuk berdoa di kuil Yaowang untuk kemakmuran Kekaisaran." Lanjut Ratu Zhu. Dengan segera, dua orang penjaga segera masuk dan menyeret Selir Yu pergi.
"Ampuni saya Ratu. Saya menyesali perbuatan saya. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan seperti ini lagi." Teriak Selir Yu yang terus memberontak di genggaman para penjaga. Ratu Zhu, sangat kesal dan memalingkan wajahnya. Tidak berniat memandang Selir Yu sama sekali.
Hukuman pukulan papan sebanyak dua puluh kali sama saja dnegan membunuh setengah dari nyawanya. Seorang wanita yang menerima hukuman seperti itu hampir sama dengan meminum ramuan kemandulan dimana dia tidak akan memiliki kesempatan untuk hamil di masa depan. Dengan menahan pukulan sebanyak itu, bagian reproduksi dapat dipastikan akan mengalami masalah. Meskipun masih Memiliki kemungkinan untuk hamil, mempertahankan janin tumbuh dengan sehat hampir mustahil.
Selain itu, dengan mengirimnya ke kuil Yaowang sama saja dengan menjadikannya biksuni. Kuil yang berada di atas gunung itu berada di tempat yang terpencil yang dikelilingi oleh hutan dan ladang yang dikelola oleh para biksuni. Orang-orang yang tinggal kesana kebanyakan adalah wanita-wanita yang tidak memiliki keluarga lagi atau yang dibuang oleh keluarganya. Sehingga merreka tidak memiliki pilihan selain tinggal di dalam kuil entah sampai kapan. Selain itu, Kuil itu adalah kuil khusus untuk para wanita. Tidak ada satu orang laki-laki pun yang akan tinggal atau berkunjung ke sana. Semua dikerjakan oleh wanita. Termasuk bercocok tanam dan membangun.
Selir Yu yang sejak kecil dibesarkan dengan gaya nona muda bangsawan yang manja tidak akan tahan untuk tinggal di tempat seperti itu. Bahkan membayangkannya saja, ia bahkan sudsh dapat membayangkan bahwa tempat itu lebih mengerikan dari pada tinggal di neraka. Tidak perlu berpikir dua kali untuk menolak dikirim ke sana.
__ADS_1
"Putri Mahkota, saya tahu Anda adalah orang yang penuh kasih dan memiliki hati yang sangat lembut. Tolong ampuni saya untuk yang terakhir kali. Tolong jangan biarkan mereka memukulku atau aku akan mati! Tolong aku! Tolong selamatkan aku! Aku tidak ingin pergi ke kuil Yaowang! Aku tidak akan pergi!" Menyadari bahwa Ratu Zhu sama sekali tidak menganggapnya, selir Yu mengganti targetnya dengan Lu Jing Yu dan berteriak keras untuk meminta pertolongan. Namun yang didapatkan juga hanyalah bahu dingin. Lu Jing yu hanya memandangnya tanpa ekspresi saat ia diseret ke halaman belakang untuk menerima hukuman.
Meskipun sebenarnya ia juga menentang hukuman yang sangat kejam itu, ia tidak mengatakan apa-apa. Sudah cukup baginya untuk mencari masalah dengan Ratu Zhu. Lagipula hukuman seperti itu memang telah sesuai dengan aturan yang berlaku di istana. Jika dia berbicara untuk selir Yu, ia akan dinilai jika dia mendukung perilaku Selir Yu.
Selir Xiu, meskipun ia senang kebenaran telah terungkap, ia juga tidak menyangka hukuman yang diterima oleh Selir Yu sangat lah berat. Namun dirinya juga bukan orang yang baik yang akan mengulurkan tangan untuk menyelamatkan orang yang memiliki niat untuk mendorongnya jatuh. Jadi dia hanya menatap Selir Yu yang diseret dengan tatapan rumit.
"Selir Xiu, bagaimanapun juga bersalah dalam hal ini. Hukuman yang telah aku putuskan masih harus dilakukan." Ucap Ratu Zhu saat menatap Selir Xiu yang berdiri di satu sisi dan menyusutkan diri.
"Terima kasih atas keadilan Ratu. Saya telah menyadari kesalahan dan menerima hukuman saya serta akan menjalankan hukuman itu sesuai dengan keputusan yang Ratu berikan." Karena Selir Xiu berkata bahwa ia telah menerima hukumannya, bukan penjaga yang datang untuk mengantarnya menjalani hukuman melainkan para pelayan senior yang juga akan mengawasinya menjalankan hukuman.
Lu Jing Yu juga sudah tidak memiliki urusan lagi dan pergi dari sana. Saat ia melewati Selir Xiu yang amsih berdiri dengan dua bibi pelayan di kedua sisinya, Selir Xiu mengucapkan terima kasih padanya dengan suara yang sangat pelan. Hampir tidak terdengar. Jika Lu Jing Yu tidak memiliki kemampuan mendengar yang baik, sudah dipastikan bahwa ucapan terima kasih itu bahkan tidak akan sampai. Namun pendengaran Lu Jing Yu baik dan dapat mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Selir Xiu dan tersenyum. Ia memang tidak memiliki banyak kesan pada salah satu selir Ayah mertuanya itu, namun dari kesannya, wanita muda ini memiliki kemampuan dan keberanian.
"Yang Mulia sudah membantu mengatasi kasus itu, namun tidak hanya tidak mendapatkan ucapan terima kasih yang tulus, Yang Mulia Ratu bahkan sepertinya tidak menganggap putri Mahkota ada. Benar-benar seperti orang yang menghancurkan jembatan setelah berhasil menyeberang!" Gerutu Xiao Bei yang berjalan di belakang Lu Jing Yu dengan Chu Fei.
"Berhenti berkomentar. Apa kamu tidak takut kehilangan satu-satunya kepalamu jika ada orang yang mendengar? Meskipun kepalamu hanya berisi otak kecil yang hampir tidak dapat digunakan untuk berpikir, tapi jika kamu kehilangannya, kamu tidak akan bisa menggantinya dengan sembarang kepala yang kamu temukan." Chu Fei yang ada di sampingnya menegurnya.
"Apa maksudmu! Aku juga tidak bodoh. Aku tidak akan berbicara jika ada orang di sekitar." Xiao Bei tidak terima dan mulai melawan Chu Fei.
__ADS_1
"Meskipun memang tidak ada orang di sekitar, kita tidak dapat memastikan jika tembok dan lantai di sini akan diam."
"Tapi..."
"Chu Fei benar. Masalah seperti ini tidak boleh dibicarakan keluar atau kamu bahkan mungkin tidak akan tahu bagaimana nyawamu menghilang suatu hari nanti." Lu Jing Yu memotong perdebatan dua gadis pelayan di belakangnya. Xiao Bei langsung diam begitu mendengar suara Lu Jing Yu.
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_230🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
__ADS_1