Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
105. Membuat Iri


__ADS_3

Sejak pagi suasana hati Lu Jing Yu sedang tidak baik. Sejak Kaisar menghukum Pei Zhang Xi atas kesalahan yang gak tidak pernah ia lakukan membuatnya membenci Kaisar dengan sangat. Lu Jing Yu sendiri juga tidak mengerti kenapa. Padahal Lu Jing Yu bukan orang yang akan menyimpan dendam begitu dalam. Tapi saat ini tanpa dapat ia cegah ia sangat membenci Kaisar bahkan jika ada yang menyebutnya membuat ya marah tanpa alasan.


"Yu'er jika kamu tidak ingin pergi maka tidak masalah. Aku akan menemukan alasan yang bagus untuk menghindari undangan ini." Pei Zhang Xi yang melihat wajah cemberut Lu Jing Yu yang sedang dirias segera berbicara.


"Huh! Aku tidak bisa terus begini Yang Mulia. Aku marah tanpa alasan pada ayah Kaisar sudah sangat keterlaluan. Padahal selama ini aku sudah mengerti alasan Ayah Kaisar melakukan hal itu. Tetapi entahlah aku masih tidak bisa menghilangkan rasa benci ini." Ucap Lu Jing Yu merasa bersalah.


"Tidak apa-apa itu mungkin bawaan bayi yang ada di damai kandunganmu. Mungkin dialah yang tidak terima jika ayahnya menerima ketidakadilan."


"Selain itu, hari ini Xin Mo Yan DAN Xin Mo Yin juga akan diberikan penghargaan.  Jika aku tidak datang aku yakin mereka tidak akan senang kan?"


"Kamu benar."


"Yang Mulia bagaimana penampilanku? Saat ini aku tidak bisa lagi memakai baju yang indah. Seluruh bajuku sudah tidak muat. Yang Mulia, apa ya gue harus aku kenakan?" Naf-su makan Lu Jing Yu meningkat setahun melestarikan trisemester pertama. Selanjutnya Lu Jing Yu makan seperti tidak memiliki rasa kenyang. Tubuhnya yang kurus kering sedikit demi sedikit mulai terisi.


"Cantik. Kamu selalu menjadi wanuta yang paling canrik di mataku. Kalau kamu bertanya padaku, aku sebenernaya lebih menyukaimu tanpa baju." Ucap Pria Zhang Xi tanpa malu. Xiao Bei dan Chu Fei yang masih ada di dalam ruangan yang sama segera memerah. Meskipun mereka sudah sering mendengar ucapan Absurd tanpa saringan Pei Zhang Xi, mereka masih selalu saja merasa malu mendengarnya.  


"Hentikan omong kosong Yang Mulia. Aku bertanya dengan sungguh-sungguh, jawablah Yang Mulia."


"Kalau pakaian menururtku adalah Yang penting pakaian itu nyaman digunakan saja. Jangan lupa memakai mantel. Meskipun saat ini masih musim panas, udara di malam hari masih sangat dingin." Pei Zhang Xi memakaikan mantel anda Lu Jing Yu sebelum membantunya berjalan ke luar setelah melihat pakaian yang dipakai oleh Lu Jing Yu sudah sesuai.


Di dalam kereta ia bersandar di pelukan Pria Zhang Xi sambil memakan kue kering yang dibuat oleh Chu Fei. Pei Zhang Xi akan mengelap bibir Lu Jing Yu yang terkena rumahan kue kering dengan ibu jarinya dengan lembut.


"Sudah mau jadi ibu rapi anaknya masih saja belepotan." Ucap Pei Zhang Xi sambil mengambil rumahan roti dari sudut bibi Lu Jing Yu dengan bibirnya sendiri.


"Yang Mulia, aku sudah gendut sekarang. Apa Yang Mulia akan mencari istri lain? Bukankah di setiap acara oerjamuam seperti ini selalu ada hal seperti ini?" Lu Jing Yu menghentikan kegiatan  makanannya saat matanya memandang para gadis yang sedang berada ini dalam kereta menunggu giliran mereka untuk masuk ke dalam gerbang istana.

__ADS_1


"Apa yang kamu takutkan? Bukankah aku sudah memberikan emang harta milikku padamu. Jika aku skali keluar dari tempat ini, bukankah itu artinya jika aku berani melirik wanita lain untuk menjadi istriku, aku akan segera terusir dari kediaman dalam keadaan yang tidak  memiliki apapun." Apakah ada gadis yang bersedia menikah dengan suami yang tidak memiliki apapun?"


"Huh! Siapa tahu ada. Bukankah ada satu kasus dimana pria akan masuk ke dalam kediaman istrinya?"


"Memang ada


Tapi kamu dipastikan yakin bahwa aku tidak akan pernah seperti itu. Hatiku hanya ada satu. Dan semaunya sudah penuh dengan dirimu. Tidak ada lagi ruang di hati ku yang bisa menampung orang lain."


"Sepertinya Yang Mulia semakin pintar merayu?"


"Hehehe. Apa kamu baru tahu bahwa suamimu ini romantis?  Tapi ini memang dari lubuk hatiku."


Mo Han yang ada di depan mencibir. Dialah yang diperintahkan untuk mencari buku yang secara khusus menulis bagaimana merayu seorang wanita.  


Pei Zhang Xi berjalan sambil memeluk Lu Jing Yu dengan erat di sepanjang jalan. Mantel hangat yang dikenakan Lu Jing Yu didekap erat agar hawa dingin tidak sampai menerobos masuk sampai di kulitnya.


Semua orang yang dilewati oleh mereka segera menyingkir memberikan jalan. Mereka terkejut lagi dan lagi setiap kali mereka melihat mata Pei ZHANG Xi yang sarat akan kelembutan saat ia memandang Lu Jing Yu. Apalagi di dalam mata Pei Zhang Xi penuh hanya ada bayangan Lu Jing Yu seperti di dunia ini hanya ada Lu Jing Yu. Saat mereka bersama, seperti dunia Pei Zhang Xi berpusat pada Lu Jing Yu seorang.


Para pelayan yang melihat kemesraan mereka merasa iri. Mereka berharap suatu hari bisa mendapatkan suami yag menempatkan istri di mata mereka. Tidak perlu pria yang hebat atau memiliki status tinggi seperti Pei Zhang Xi. Jika memiliki laki-laki itu memikiki sedikit saja sikap Pei Zhang Xi dalam memperlakukan Lu Jing Yu, mereka akan bersedia menghabiskan hidup dengannya.


Tentu saja bukan hanya para pelayan yang merasa iri, bahkan nona muda yang turut di undang dalam perjamuan atau mengikuti orang tua mereka juga merasakan hal yang sama. Mereka mulai membayangkan jika yang ada di posisi adalah mereka dan bukan Lu Jing Yu. Mereka mengenal Lu Jing Yu dan segala rumor yang beredar tentangnya. Lalu mereka mulai mengejek bahwa Lu Jing Yu ya gak tidak lebih baik dari mereka tidak pantas mendapatkan kemuliaan itu dan semua cinta serta kasih sayang Pei Zhang Xi.


Zhu Man Xie yang saat itu sedang berjalan bersama dnegan Pei Qin Yang juga merasakan hal yang sama. Pei Zhang Xi bukan hanya tampan, tetapi dia juga memiliki kemampuan untuk menjadi putra mahkota.


Zhu Man Xie melirik Pei Qin Yang yang sedang menatapnya dengan dingin mencibir. Suaminya ini memang tampan dan memperlakukan dirinya dengan baik. Tetapi dia tidak memiliki kemampuan untuk bersaing menjadi putra mahkota bahkan tidak memiliki ambisi untuk itu. Dia kmenyedal telah memilikinya menjadi suaminya saat ini.

__ADS_1


Apalagi saat ini ia sudah mengetahui bahwa kakeknya ternyata tidak mendukungnya untuk menjadi putra mahkota. Kakeknya masih terlihat netral. Padahal ia mengira karena Pei Qin Yang adalah cucu luar Kakeknya dari putri kandungnya sendiri, Kakeknya akan mendukung cucunya untuk narik tahta. Tetapi nyatanya, Kakeknya tidak menunjukkan sikap untuk memberikan dukungannya.


"Apa yang membuatmu menjadi seperti ini?" Pei Qin Yang yang menyadari pandangan kecewa Zhu Man Xie bertanya. Meskipun ia merasa kecewa terhadap sikap perubahan istrinya ini, ia masih memiliki cinta untuknya. Apalagi serah ibunya memanggilnya dan memberinya nasihat untuk memperhatikan Zhu Man Xie.


"Aku menikahi Yang Mulia karena aku pikir Yang Mulia akan memiliki kualifikasi untuk menjadi putra mahkota yang akan menjadi Kaisar nantinya. Tetapi Yang Mulia bahkan tidak memiliki ambisi. Yang mulia hanya akan diam saja tanpa membuat perubahan. Apa yang Mulia tidak mengetahui keinginan ibu untuk menjadikan Yang Mulia Kaisar?"


"Xie'er,apa kamu tidak ingin memiliki kehidupan yang damai?"


"Untuk apa hidup yang damai tapi tidak memiliki kekuasaan dan masih harus memberi hormat pada orang lain?"


"Apakah jika aku mendapatkan itu untukmu kamu akan kembali menjadi gadis polos yang dulu aku kenal?"


"Yang Mulia, dunia ini selalu berubah. Tidak ada yang akan tetap sama. Jika kamu tidak mengetahui. Gunakan kepala orang lain, maka orang lain itulah yang akan menginjak kepalamu.  Tergantung pilihan mana yang Yang Mulia pilih pada akhirnya."


"Hah.... aku sebenarnya tidak memiliki pemikiran yang sama denganmu. Tetapi jika dengan aku ikut dalam perdebatan posisi putra mahkota ini akan membuatmu puas, aku akan melakukannya untukmu."


"Kalau begitu lakukan saja yang terbaik untuk itu. Jika tidak, aku sendiri yang akan berjuang untuk sampai di tempat tertinggi." Zhu Man Xie tersenyum. Meskipun senyumnya terlihat tetapi jejaka kebencian dan ambisi yang membara terlihat jelas di matanya.


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_105♡


*


*


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .

__ADS_1


__ADS_2