
Ruangan pribadi yang dimaksud oleh pelayan itu berada tepat di samping ruang pribadi kelas satu. Seperti yang dikatakan pelayan bahwa ruangan itu memiliki ruangan yang juga mewah dengan pemandangan indah di luar jendela. Lu Jing Yu duduk di kursi yang ada tepat di samping jendela dengan posisi malas. Chu Fei melakukan pekerjaan selanjutnya seperti memesan makanan dan juga minuman. Tentu saja semua pesanan adalah jenis yang paling mewah. Chu Fei dengan sengaja membuat beberapa permintaan khusus pada setiap pesanan. Berusaha mengulur waktu selama mungkin untuk mereka, terutama Lu Jing Yu.
"Baiklah nona muda. Kami akan segera menyiapkan pesanan anda sekalian. Dan untuk menemani waktu menunggu, kami telah menyiapkan teh aroma untuk dinikmati." Setelah pelayan yang menyambut berbicara, seorang pelayan datang dengan nampan berisi set teh yang terlihat indah. Dilihat dari tempat teh yang digunakan dapat dipastikan jika teh yang mereka sajikan juga tidak murah.
"Terima kasih banyak. Ini sedikit tanda mata dari nona muda kami." Chu Fei mengulurkan beberapa koin emas ke tangan pelayan itu yang segera tersenyum puas.
"Baiklah. Kalau begitu kami tidak akan menggangu waktu nona muda. Kami permisi." Pelayan itu dengan patuh mundur meninggalkan Lu Jing Yu dan yang lainnya di dalam ruangan yang segera sunyi saat ketiganya saling memandang.
Setelah para pelayan meninggalkan ruangan, Chu Fei dan Pengawal Lin memusatkan perhatian mereka pada Lu Jing Yu yang masih duduk dengan santai di kursi yang terlihat lembut.
Tidak ada yang memperdulikan set teh yang mewah maupun pemandangan di luar jendela yang indah. Ketiganya segera menjalankan rencan mereka dalam sekejap mata.
"Yang Mulia, bagaimana sekarang?" Chu Fei bertanya setelah ia saling pandang dengan pengawal Lin.
"Pengawal Lin, katakan padaku bagaimana biasanya orang-orang di sini menguping?" Lu Jing Yu ingin tahu. Pengawal Lin yang tiba-tiba diberi pertanyaan terkejut. Jadi apakah Lu Jing Yu mengajak mereka datang ke restoran untuk menguping nyatanya berjalan tanpa persiapan?
"Ini sedikit sulit dilakukan Yang Mulia. Dinding di ruang pribadi kelas atas apalagi di restoran kelas atas seperti ini selalu memiliki sistem kedap suara. Yang paling rentan dari setiap sisi hanyalah atap. Namun saat ini masih di siang hari, jika kita naik ke atas atap akan segera ketahuan." Pengawal Lin menjelaskan dengan sabar. Pandangannya pada Lu Jing Yu menjadi rumit.
Ruang pribadi kelas satu berada tepat di sebelah. Dan dari informasi yang mereka dapatkan dari pelayan, meskipun mereka tidak menyebutkan secara langsung pelanggan yang berada di dalam ruangan pribadi kelas satu, dilihat dari betapa tidak berdayanya pelayan menyinggung mereka dapat dipastikan jika pelanggan yang ada di sana bukan dari kalangan orang biasa. Dan tentu saja ketiga sudah menebak dengan tebakan yang sama.
Pada dasarnya, ruang Pribadi kelas atas selalu menggunakan prinsip kedap suara untuk melindungi privasi tamu mereka. Untuk itu, kayu yang tebal dan padat dipilih menjadi dindingnya. Namun meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan jika ruangan itu masih bisa disadap. Apalagi bagi orang seperti Lu Jing Yu yang berasal dari dunia modern yang mengetahui beberapa cara menyadap di dinding.
"Tidak masalah. Aku memiliki cara sendiri." Lu Jing Yu menganggukkan kepalanya paham.
"Chu Fei, ambilkan aku cangkir." Perintah Lu Jing Yu membuat Chu Fei bingung. Namun masih dnwgn patuh mengambilkan cangkir.
Chu Fei mengira jika Lu Jing Yu haus dan bersiap untuk menuangkan teh sebelum dihentikan oleh Lu Jing Yu. "Tidak perlu teh. Aku butuh cangkir kosong."
"Untuk apa Yang Mulia memerlukan cangkir kosong?" Chu Fei bertanya dengan bingung.
"Bawa saja kemari dan lakukan seperti yang aku lakukan. Beri pengawal Lin satu juga." Setelah mendengar perintah Lu Jing Yu, Chu Fei tidak berani mengulur lagi. Segera mengambil tiga cangkir kosong dan memberikan satu untuk pengawal Lin.
Pengawal Lin memandang aneh cangkir indah di tangannya dan bertanya. "Untuk apa ini Yang Mulia?"
__ADS_1
"Sudah aku katakan lakukan saja seperti yang aku lakukan." Lu Jing Yu berjalan dengan santai ke dinding. Menempelkan bibir cangkir di dinding sementara sisi yang lain menempel di telinganya.
Lu Jing Yu tidak pernah menyangka jika suatu hari ia akan menggunakan cara yang menurutnya sangat konyol ini untuk menguping pembicaraan orang lain. Dia juga belum pernah mencobanya sebelumnya. Namun ia berharap caranya ini bisa berhasil.
Harapan Lu Jing Yu terkejut. Cara primitif yang manual ini ternyata bekerja dengan baik. Suara percakapan orang-orang yang ada di ruangan sebelah tersnegar begitu jelas. Lu Jing Yu bahkan telah mengenali beberapa dari mereka.
Namun, Raut wajah Lu Jing Yu langsung berubah begitu mendengar percakapan di ruang pribadi di samping. Wajahnya pucat dan tegang. Jelas wanita itu telah mendengar sesuatu.
Melihat reaksi Lu Jing Yu, Chu Fei dan pengawal Lin segera mengikuti apa yang dilakukan Lu Jing Yu. Dan tak butuh waktu lama hingga wajah mereka yang awalnya bingung segera berubah Menjadi terkejut. Namun meskipun apa yang mereka dengar membuat mereka tidak nyaman dan penuh emosi, mereka tidak berniat untuk mengakhiri semuanya dan terus mendengarkan percakapan di ruangan samping hingga suara tawa terdengar bergema di dalam ruangan dan satu-persatu mengatakan bahwa mereka akan segera kembali.
Tubuh Lu Jing Yu luruh setelah ia selesai mendengarkan pembicaraan di ruangan samping. Chu Fei dengan sigap membantu Lu Jing Yu berdiri sebelum memapahnya untuk duduk di kursinya. Menggunakan cangkir lain dan mengisinya dengan teh yang telah disiapkan. Berharap semoga Lu Jing Yu kembali mendapatkan ketanangannya.
Pengawal Lin tidak menyangka cara Lu Jing Yu yang aneh ternyata snagat efektif. Namun saat ia mendengar dengan jelas isi percakapan mereka, raut wajahnya juga segera berubah. Dia merasa sangat marah. Lalu melihat Lu Jing Yu yang terlihat sangat rapuh yang sangat berbeda dari awal mereka datang, Pengawal Lin menghela napas tanpa daya.
"Yang Mulia. Yang Mulia Putri Mahkota tenang saja. Saya berjanji akan melakukan apapun demi membantu Yang Mulia dan Yang Mulia Putra Mahkota. Bahkan jika saya harus mengorbankan nyawa hamba untuk itu, hamba benar-benar tidak keberatan." Chu Fei berusaha untuk menangkan Lu Jing Yu.
"Yang Mulia, kita harus segera memberitahukan hal ini pada Yang Mulia Putra Mahkota." Pengawal Lin juga berbicara untuk mengutarakan pendapatnya.
"Aku tahu. Setelah kita pulang nanti, tolong bantu aku untuk berbicara pada Yang Mulia."
"Baik Yang Mukia. Kami akan."
Lu Jing Yu berusaha menenangkan dirinya yang masih syok dengan menyesap tehnya dengan perlahan. Dia tidak boleh keluar dari ruangan ini dengan keadaan yang seperti ini atau akan ada orang yang mencurigai mereka.
Namun Restoran Surga Abadi juga bukan satu dua tahun berkecimpung dalam bisnis ini dan mereka tidak kekurangan orang dari status tinggi yang telah mereka layani di restoran mereka. Meskipun permintaan yang disebutkan Chu Fei disebutkan dengan detail, mereka mampu melakukannya dengan lancar. Terbukti, dalam waktu yang cukup singkat, pintu mereka diketuk tepat setelah Lu Jing Yu berhasil menenangkan dirinya. Apalagi Lu Jing Yu menyadari betul bahwa saat ini, ia harus bertindak dengan sangat hati-hati dan tidak boleh bertindak gegabah.
"Pelanggan Yang terhormat, kami datang untuk mengantarkan pesanan. Bolehkan kami masuk?" Suara dari luar terdengar jelas.
"Masuklah." Suara Chu Fei yang jelas terdengar. Ia menghela napas ketika melihat wajah Lu Jing Yu yang tampak rumit di balik cadar yang terpasang di wajahnya.
Dalam sekejap, segala macam hidangan yang telah dipesan Chu Fei secara khusus tersaji di atas meja di ruang Pribadi tersebut.
"Nona muda, saya adalah Manager Wu. Manager utama di restoran ini." Seorang laki-laki dengan penampilan yang rapi yang bertugas memimpin para pelayan yang membawa makanan berbicara setelah para pelayan meletakkan pesanan di atas meja. Beberapa jenis kudapan, teko teh, dan juga makanan utama tersaji di atas meja. "Semua pesanan telah selesai kami hidangkan. Selain itu, kami telah menyiapkan arak bunga yang sesuai diminum oleh wanita muda karena rasanya yang manis dan menyegarkan tetapi aman diminum oleh wanita sebagai ungkapan permintaan maaf kami secara tulus. Arak ini adalah arak yang didatangkan khusus dari taman bunga pribadi kami yang merupakan hidangan spesial di restoran Surga Abadi ini." Setelah manager Wu berbicara, seorang pelayan yang membawa nampan berisi satu botol arak maju dan meletakkan arak yang dibawanya di atas meja.
__ADS_1
"Manager Wu, saya mewakili Nona muda kami untuk mengucapkan Terima kasih atas kemurahan hati anda. Restoran Surga Abadi memang layak menjadi restoran nomer satu di ibukota Kekaisaran Shao ini."
"Terima kasih atas pujian nona muda. Restoran kami memang selalu memprioritaskan kenyamanan dan kepuasan para pelanggan."
"Yah. Tidak heran jika restoran Surga Abadi menjadi yang terbaik." Chu Fei memuji dengan tulus.
Manager Wu tersenyum menanggapi. Tidak satu dua orang yang memuji kenerjanya. Tidak heran setiap orang selalu berdedikasi."Jika ada sesuatu yang perlu pelayan ini lakukan, tolong segera hubungi pelayan ini."
"Baik manager Wu. Silahkan kembali ke bisnis anda."
Makanan di atas meja semuanya jenis makanan mewah. Penampilan dan aromanya menyeruak dan menggoda setiap lidah untuk mencicipi nya. Namun karena suasana yang canggung, makanan itu seakan tidak terlihat.
"Yang Mulia, apakah ada yang ingin anda makan?" Chu Fei segera bertanya. Dia tidak boleh membiarkan Lu Jing Yu seperti ini.
"Tidka Chu Fei. Aku tidak berselera." Lu Jing Yu menggelengkan kepalanya dengan lemah."
"Yang Mukia, Yang Mulia tidak boleh seperti ini. Yang Mulia harus makan meskipun hanya beberapa suap. Jika Yang Mulia tidak dapat menjaga diri dan jatuh sakit, maka...."
"Aku akan makan." Lu Jing Yu segera memotong ucapan Chu Fei dan mengangkat sumpitnya. Memakan makanan yang ada di atas meja meskipun saat ini ia sangat tidak menikmati makanannya.
*
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_244🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
__ADS_1