Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 228


__ADS_3

Ratu Zhu menatap selir Xiu dengan tajam. Wajahnya suram. Memerah karena marah. Selir Xiu hanyalah selir kecil dengan posisi yang sangat rendah di harem yang merupakan kekuasaanya, yang bahkan meskipun Selir Su adalah selir kesayangan Kaisar, ia masih harus memberinya wajah. Dan Kaisar juga tidak akan mengatakan apapun untuk itu. namun berani sekali seorang selir rendahan seperti selir Xiu menentang kesabarannya lagi dan lagi.


Selir Yu sejak ia melihat situasi mulai tidak kondusif, ia dengan cerdas menipiskan kehadirannya dan berpura-pura tidak memiliki hubungan dengan semua ini. Dan meskipun ia sangat ingin memohon untuk keringanan hukuman, ia masih cukup masuk akal untuk tidak membuat sang Ratu bertambah marah.


Ratu Zhu baru saja berhasil menenangkan sedikit amarahya dan bersiap untuk memutuskan untuk menambah hukuman bagi selir Xiu karena ia dengan berani menantangnya saat Lu Jing Yu tiba-tiba bicara setelah cukup lama diam.


"Ibu, anak ini berpikir jika memang sebaiknya masalah ini diselidiki terlebih dahulu sebelum diputuskan. Jika tidak, jika kejadian ini mulai tersebar di luar, orang-orang akan mulai berbicara jika istana memberi hukuman tanpa melakukan penyelidikan, hal ini tentu saja berdampak buruk bagi istana, kan?" Lu Jing Yu berbicara dengan serius.


Ratu Zhu meliriknya dan berkata dengan mencibir. "Untuk apa masalah sepele seperti ini diselidiki lagi? Ini sudsh jelas bahwa mereka berdua hanya ingin mencari sensasi untuk mendapatkan perhatian. Aku sudah lama melihat trik yang sama selama bertahun-tahun. Aku tidak akan tertipu dengan trik rendahan seperti ini."


"Tapi mohon maaf ibu, anak ini merasa bahwa masalah ini tidak sesederhana itu. Bagaimana pun, bagi seorang wanita apalagi seorang selir Kaisar, penampilan adalah hal yang paling penting. Jika mereka hanya mencari sensasi, mereka pasti tidak akan berani melewati batas ini."


Semua orang mulai berbisik-bisik. Mereka mulai memikirkan apa yang dikatakan Lu Jing Yu memang masuk akal. Sebagai seorang selir, mereka pasti tidak akan sampai merusak penampilan apalagi sampai membuat wajah mereka menjadi cacat.


"Lalu, jika Putri Mahkota menyarankan untuk menyelidiki masalah ini, sedangkan Tidak ada saksi dan bukti yang bisa menunjukkan siapa yang bersalah dalam hal ini. Aku sangat penasaran apa putri Mahkota memiliki pendapat bagaimana penyelidikan ini dilakukan? Sebagai seorang Putri Mahkota, tidak mungkin kan hanya bisa bicara tanpa bisa bertindak?" Ratu Zhu tersenyum. Menatap Lu Jing Yu dengan sebuah ejekan di matanya. Meskipun Lu Jing Yu telah beberapa kali membuktikan kemampuannya, ia masih tidak dapat yakin selama ia masih belum melihatnya sendiri. Ia tidak percaya ada orang yang akan sangat mampu di dunia ini. Apalagi hanyalah seorang wanita dari rumah Perdana menteri yang bodoh sejak kecil.


"Sebenarnya, untuk menyelesaikan masalah ini tidak susah sama sekali karena semua saksi dan bukti ada di sini." Lu Jing Yu menganggukkan kepala. Memandang semua orang yang hadir dan berakhir pada Selir Xiu dan selir Yu yang langsung memelototkan mata mereka terkejut.

__ADS_1


"Hahahaha... Bagus jika Putri Mahkota sudah memiliki pendapat. Tapi aku masih tidak melihat saksi dan bukti yang Putri Mahkota sebutkan."


Ratu Zhu tidak dapat menahan tawanya. Ia yakin Lu Jing Yu pasti merasa sangat putus asa saat ini dan berbicara sembarangan untuk menyelamatkan mukanya.


Lu Jing Yu menyebutkan saksi dan bukti. Namun sejak awal, tidak ada yang dapat memenuhi kriteria menjadi saksi dan tidak ada sesuatu yang bisa dijadikan bukti. Kecuali pelayan pribadi masing-masing selir dan seonggok lukisan yang telah hancur. Karena kedua pelayan adalah pelayan pribadi, mereka tidak memenuhi syarat untuk menjadi saksi. Mereka hanyalah bawahan yang pasti memiliki kesetiaan pada majikan mereka. Tidak peduli apa, mereka pasti akan memihak majikan yang memberi mereka makan. Dan untuk lukisan itu, lupakan saja! Barang mati tidak akan bisa berbicara.


Ratu Zhu sangat tidak sabar melihat Lu Jing Yu dipermalukan saat ia tidak dapat menunjukkan saksi dan bukti yang dengan percaya diri ia sebutkan. Jadi dia segera mendorongnya.


"Kalau benar ada saksi dan bukti, cepat tunjukkan apa itu agar masalah ini cepar selesai dan tidak mengganggu ketenangan seperti ini." Ratu Zhu tersenyum penuh ejekan.


Setelah Lu Jing Yu berdiri, ia memandang semua orang dengan tatapan yang mendominasi. Diam-diam selir Xiu dan selir Yu merasa takut. Satu persatu dari mereka menundukkan kepalanya saat Lu Jing Yu memandang mereka. Lu Jing Yu menarik sudut bibirnya.


"Saat kejadian itu terjadi memang tidak Sa saksi di sekitar yang dapat menunjukkan siapa yang bersalah, namun saat ini ada banyak orang yang akan melihat. Sebelum aku menunjukkan sebuah bukti yang dikira tidak ada, aku ingin bertanya apakah ada yang bersedia menjadi saksi?" Lu Jing Yu menyapu pandangannya pada semua orang. Yang langsung terkejut.


Ratu Zhu tidak percaya Lu Jing Yu akan mengatakan omong kosong seperti itu. Ia pun segera marah. "Apa yang kamu lakukan Putri Mahkota? Kamu tidak bisa menjadikan orang sebagai saksi secara acak. Jika masalah diselesaikan dengan cara seperti ini, masalah tidak akan selesai." Geram Ratu Zhu.


"Mohon maaf ibu, tapi anak ini tidak berpikir bahwa memilih saksi seperti ini bukannya tidak mungkin. Namun anak ini hanya ingin jika nantinya saat anak ini menunjukkan bukti yang dicari, akan ada saksi. Karena hal ini sangat penting. Jadi ibu, anak ini memohon agar ibu mengizinkan anak ini mengambil penuh atas kasus ini." Lu Jing Yu tidak marah saat Ratu Zhu memarahinya. Ia masih tersenyum saat menoleh dan berbicara pada Ratu Zhu dengan berani meminta untuk mengambil alih kasus.

__ADS_1


Jika Ratu Zhu menyetujui permintaan pengambilan tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini, secara otomatis, Ratu Zhu tidak memiliki hak lagi untuk memutuskan masalah. Yang paling penting adalah bahwa ia harus berpura-pura menjadi patung setelah itu.


Ratu Zhu mengepalkan tangannya. Ia tidak percaya Lu Jing Yu benar-benar berani melakukannya! Namun keadaan sudhs berkembang sejauh ini dan dia tidak mungkin menolaknya di depan semua orang. Namun ia masih berharap untuk melihat pertunjukan yang menarik dimana orang-orang akan mulai menemukan kebodohan Lu Jing Yu saat ia gagal menangani masalah dengan baik.


"Baiklah. Lagipula aku juga ingin tahu kemampuan apa yang dimiliki oleh Putri Mahkota pilihan Putra Mahkota yang sampai membuat syarat tidak masuk akal yang melarang suaminya menikah lagi. Memang layak atau hanyalah sebuah sampah yang tak berguna." Ucap Rayu Zhu sinis. Ia memandang Lu Jing Yu dengan penuh kebencian.


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_228🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉

__ADS_1


__ADS_2