Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
115. Zhu Man Xie Hamil


__ADS_3

Pei Qin Yang menunggu di luar ruangan dengan khawatir. Di dalam, tabib wanita sedang memeriksa keadaan Zhu Man Xie untuk mengetahui apa penyebab wanita itu tiba-tiba saja pingsan. Di luar, Ratu Zhu duduk di gazebo dengan meminum teh untuk meredakan pusing yang dideritanya akibat kejadian malam ini.


Acara perjamuan berantakan akibat kejadian malam ini. Tetapi acara perjamuan untuk pemberian penghargaan tidak boleh sampai tertunda apalagi gagal. Jadi setelah Zhu Man Xie dibawa ke kamar lain untuk diperiksa kondisinya, Kaisar memutuskan untuk membawa semua orang kecuali Pei Qin Yang, Ratu Zhu serta ayah dan ibu KANDUNG Zhu Man Xie yang masih tetap tinggal. kembali ke aula untuk melanjutkan acara yang sempat tertunda.


Untuk masalah Zhu Man Xie masih bisa menunggu sampai diketahui keadaan wanita itu. Lagipula semua bukti memang mengarah padanya yang dapat diputuskan bahwa dialah yang memang bersalah. Utk ukuran menjaga agar Zhu Man Xie tidak kabur, para penjaga disiagakan di sana dengan pimpinan Jenderal Jue Yu Zhao yang dapat dipercaya.


Kembali ke aula, Kaisar meminta kasim memanggil para penari datang untuk menaikkan suasana yang sempat menurun. Di istana, kejadian seperti ini sudah sering terjadi. Jadi dengan sedikit usaha saja sebagian besar orang-orang itu bahkan sudah mengumbar senyum mereka saat melihat kemolekan tubuh para penari yang meliuk-liukkan tubuhnya yang indah di depan para tamu. Di permukaan mereka tampak seperti melupakan masalah itu, namun mereka akan tetap menunggu dan ingin tahu bagaimana akhir dari Zhu Man Xie yang telah memiliki niat yang jahat yang bahkan telah menghilangkan dia nyawa pelayan yang tajam berdosa.


Saat semua orang sudah mengembalikan mood mereka, Pei An Long segera memberi isyarat pada Kasim Song untuk memulai acara pemberian penghargaan.


**


"Tabib bagaimana keadaan Permaisuri ku?" Pei Qin Yang segera menghampiri Tabib yang baru keluar setelah memeriksa keadaan Zhu Man Xie. Saat mengetahui Zhu Man Xie tiba-tiba pingsan, Pei Qin Yang sangat cemas. Bagaimanapun wanita ini adalah istrinya yang sangat ia cintai.  Ratu Zhu mendengar suara putranya dan menajamkan telinganya untuk dapat mendengar jawaban Tabib.


"Selamat Raja Yuan , permaisuri Yuan saat ini sedang hamil. Jadi tolong dijaga emosinya agar tidak memuncak lagi. Kali ini Permaisuri Yuan pingsan karena tekanan yang terlalu kuat yang menyebabkannya kontraksi. Masih beruntung kita tidak kehilangan bayinya. Tapi jika ada lagi lain kali seperti ini, hamba tidak yakin akan mampu menyelamatkan keduanya." Tabib memberi penjelasnya dengan detail.


Tabib lain yang juga memeriksa mengangguk setuju. Berita besar seperti ini harus dipastikan dengan benar sebelum nya atau akan menjadi dosa besar jika terjadi kesalahan. Maka saat Tabib mengetahui kemungkinan bahwa Zhu Man Xie hamil, ia segera memanggil dua tabib lain untuk ikut memastikan. Baru setelah keduanya juga memberikan hasil yang sama, berita kehamilan ini baru bisa diberitahukan.


Pei Qin Yang sedikit linglung saat mendengar berita bahwa Zhu Man Xie tengah hamil saat ini. Jika itu beberapa saat yang lalu sebelum ia mengetahui kejahatan yang dilakukan istrinya, dia mungkin akan menjadi laki-laki yang paling bahagia saat mendengar kabar kehamilan istri sama seperti pria lainnya. Tetapi pada saat ini, ia benar-benar tidak dapat menentukan siapa apa yang harus ia lakukan untuk menghadapi kabar ini?

__ADS_1


Di dalam, Zhu Man Xie yang baru saja siuman juga mendengar penjelasan dari tabib istana dengan senyum mengembangkan di bibirnya. Ia meraba perut datarnya dengan senyum licik di bibirnya.


"Bayi ini datang di saat yang tepat. Dialah yang akan menyelamatkanku. Tunggu pembalasanku Lu Jing Yu! Masa bahagiamu akan segera berakhir. Kamu menyombongkan diri karena kamu tengah hamil saat ini. Tapi sekarang aku juga tengah hamil. Lihat apakah Kaisar masih akan tetap menghukumku meskipun mengetahui jika aku tengah hamil cucu kekaisarannya. Semua orang itu egois. Tidak kecuali Kaisar."  Senyum semakin lebar saat ia memikirkan cara bagaimana ia akan berurusan dengan Lu Jing Yu di masa depan.


"Ini adalah tanaman herbal yang perlu diminum oleh wanita hamil utnuk menguatkan kandungannya. Permaisuri Yuan hampir kehilangan bayinya kali ini dan menyebabkan kandungannya sedikit terguncang jadi memerlukan ramuan herbal untuk menguatkannya." Tabib memberikan daftar herbal pada pelayan dan meminta mereka untuk memasaknya.


"Tabib berkata bahwa Xie'er tengah hamil? Apakah aku tidak salah mendengar?" Ratu Zhu yang berada di gazebo segera bergegas saat mendengar apa yang dikatakan Tabib.


"itu benar Ratu. Permaisuri Yuan tengah hamil. Kami memperkirakan bahwa usia kandungan Permaisuri Yuan baru sekitar enam minggu." Jawab Tabib itu dengan tenang.


"Bagus. Bagus sekali. Kalian boleh pergi saat ini. Tapi pastikan kabar ini menyebar di seluruh sudut istana."


"Baik Ratu."


Maksudnya adalah ia harus memberitahu Kaisar bahwa Zhu Man Xie pada saat ini sedang tidak dapat menerima tekanan apalagi hukuman. Dengan begitu Zhu Man Xie akan dapat lepas dari hukuman apapun yang akan diberikan. Zhu Man Xie yang berada di dalam juga mendengarnya dan mengerti.  


"Kami mengerti Ratu." Ketiga Tabib itu mengangguk paham sebelum ia akhirnya pamit undur diri.


"Yang'er mari masuk dan temui Xie'er." Ratu yang awalnya ingin menyerah pada Zhu Man Xie saat ini memiliki kembali keyakinannya. Zhu Man Xie masih merupakan keponakan dan menantu kesayangannya. Dibandingkan dengan selir Pei Qin Yang yang lain, Zhu Man Xie lah yang memiliki pemikiran yang sama dengannya.

__ADS_1


Tapi Pei Qin Yang berbeda...


"Ibu masuklah dulu. Aku akan masuk nanti. Sekarang aku butuh waktu sendiri untuk berpikir jernih."


Melihat wajah kecewa Pei Qin Yang, Ratu Zhu mengerutkan keningnya.


"Yang'er, apapun yang Xie'er lakukan hari ini, dia melakukannya untukmu. Dia adalah istrimu yang menginginkan kebaikanmu. Hari ini dia telah berada dalam bahaya karena itu, namun takdir masih berpihak pada kami dengan memberikan berita baik ini. Artinya apa? Itu artinya bahwa takdir pun memilihmu menjadi Kaisar." Seakan tahu bahwa ucapannya akan dibantah, Ratu Zhu serem berbalik setelah menyelesaikan kalimatnya dan masuk ke dalam kamar dengan senyum yang lebar.


Pei Qin Yang menatap punggung ibunya dengan nanar. Sejak ia kecil, ia tidak pernah menginginkan status sebagai kaisar milik Ayahnya. Setiap kali ibunya membicarakan bahwa ia akan menjadi jadi Kaisar selanjutnya, ia akan mengepalkan tangannya tanpa kata.


"Huh! Kebaikanku? Apa mereka pernah bertanya padaku apa yang aku inginkan? Saat ini bahkan anakku yang belum lahir sudah menjadi alat bagi mereka."


Mengabaikan perasaan campur aduk Pei Qin Yang, tabib yang memeriksa kondisi Zhu Man Xie melakukan tugasnya dengan baik. Setelah perjamuan selesai, Ia segera dipanggil untuk datang ke ruang belajar oleh Pei An Long. Ia mengatakan hal yang sama seperti yang ia katakan pada Pei Qin Yang sebelumnya.  


"Huft.... aku mengerti." Pei An Long tidak mengatakan apa-apa lagi selain melambaikan tangannya untuk mengusir tabib pergi.


Setelah tabib keluar dari ruangan, Pei An Long meletakkan kuasnya. Berdiri dan berpikir bagaimana ia akan menghadapi kondisi ini agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_115♡

__ADS_1


*


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..


__ADS_2