
Mendengar jawaban pengawal Lin, Quan Yuan yang ada di sampingnya segera meliriknya. Ia penasaran apakah Pengawal Lin memang menemukan sesuatu yang tidak sama dengannya. Karena bagaiamana ia melihat dan mengamati, menurutnya tembok istana sudah sangat mampu menahan pasukan musuh.
"Ooh... Tidak apa-apa. Katakan saja dan jangan ragu. Jadi bagaimana menurut mu?" Lu Jing Yu mengerutkan alisnya saat ia melirik Pengawal Lin dengan rasa penasaran. Ia ingin tahu apakah yang ada di dalam novel mengenai tembok ibukota sama dengan apa yang dikatakan Pengawal Lin agar ia bisa membuat rencana yang sesuai.
"Menurut hamba, tembok ibukota memang sudah sangat kuat. Bagaimanapun musuh mencoba merobohkan nya, hamba yakin musuh tidak akan pernah bisa melakukan nya meskipun mereka mengerahkan seluruh tenaga mereka. Namun tembok ini masih sedikit rendah dan akan mudah bagi musuh untuk memanjat nya." Jawab pengawal Lin. Ia kembali melirik Quan Yuan yang memiliki keterkejutan di matanya. Karena Quan Yuan baru menyadari hal ini. Bagaimana sebelumnya ia tidak pernah berpikir sampai seperti itu?
"Baik. Aku tahu sekarang." Lu Jing Yu mengangguk. Lalu tangannya dengan gesit menggambarkan dengan kasar gambar tembok ibukota yang sedang dipanjat oleh musuh.
"Aku punya rencana jika hal ini sampai terjadi." Lu Jing Yu meletakkan gambar itu di atas meja dan menunjukkan gambar itu pada Semua orang.
"Ini... Yang Mulia. Bagaimana anda bisa terpikirkan cara seperti ini?" Quan Yuan bertanya dengan tidak percaya saat ia melihat apa yang digambar oleh Lu Jing Yu. Lu Jing Yu tidak menjelaskannya namun langsung menggambarnya untuk lebih memudahkan dalam pemahaman. Terbukti, dengan saru gambar, semua orang sudah memahami apa yang ia maksudkan.
Bukan hanya Quan Yuan yang terlihat sangat terkejut. Para laki-laki itu sama terkejutnya. Di masa lalu, mereka akan kerepotan untuk menghadapi musuh yang memanjat tembok dengan menggunakan tangga. Karena meskipun mereka telah berhasil menjatuhkan mereka, mereka masih akan datang dan datang lagi. Pun jika mereka merobihkan tangga itu, mereka akan dengan cepat mengembalikan tangga dan berebutan untuk naik. Mereka sangat merepotkan seperti lem yang menempel di helai rambut.
"Mm..Aku hanya berpikir begitu saja. Jadi apakah ini mungkin berhasil?" Lu Jing Yu segera mengalihkan perhatian mereka. Tidak mungkin kan jika ia mengatakan jika cara itu ia dapatkan dari buku sejarah yang pernah ia baca di dunia aslinya? Orang mungkin akan menganggapnya gila jika melakukannya.
"Ya Yang Mulia. Hamba merasa dengan cara ini akan lebih efektif." Quan Yuan mengangguk. Pengawal Lin Dan tiga orang lainnya juga setuju.
"Baiklah. Kalau begitu, siapkan minyak tanah sebanyak mungkin di gerbang kota. Kita tidak tahu berapa tangga yang telah mereka siapkan." Lu Jing Yu menganggukkan kepalanya.
"Baik Yang Mulia." Quan Yuan dan lainnya menjawab stdengan cepat.
"Baiklah. Situasi saat ini seperti nya Tidak menguntungkan bagi kita karena pasukan yang ada di ibukota terbatas sedangkan kita tidak tahu berapa pasukan musuh yang akan datang menyerang. Apakah kalian memiliki usulan bagaimana mengatasi masalah ini?" Lu Jing Yu bertanya dnegan serius.
"Hamba juga tidak tahu seperti apa pasukan yang akan datang menyerang. Namun hamba pernah mendengar jika mereka memiliki cukup banyak pasukan berkuda. Bagaimana jika kita kembali memanipulasi kuda-kuda mereka seperti pertempuran di perbatasan Terakhir kali Yang Mulia?" Pengawal Lin berkata memberikan sarannya. Sampai saat ini ia masih saja kagum saat mengingat betapa mudahnya pertempuran mereka saat itu dengan bantuan Lu Jing Yu.
__ADS_1
"Takutnya ini tidak bisa dilakukan. Yang Mulia. Hamba mendengar jika Kekaisaran Chu telah bergabung dengan Kekaisaran Zhao pada perang kali ini. Jika kita menggunakan strategi yang sama untuk menghadapi musuh yang sama, mungkin strategi itu tidak akan berhasil karena mereka pasti telah mengantisipasi hal semacam ini sebelumnya." Quan Yuan menyela ucapan Pengawal Lin yang segera terdiam. Apa yang dikatakan Quan Yuan sangatlah masuk akal. Jadi bagaimana?
"Aku tahu beberapa cara untuk mengatasi hal ini." Lu Jing Yu berkata dengan yakin. Lalu ia kembali menggambar pada sebuah kertas mengenai cara yang ia maksudkan.
Pada saat Lu Jing Yu serang sibuk mempersiapkan rencananya untuk melawan para musuh, Pei Zhang Xi yang sedang berada di perjalanan tiba-tiba memiliki firasat buruk. Ia segera memerintahkan Mo Han untuk kembali.
Pei Zhang Xi berangkat ke perbatasan dengan pasukan besar. Dan tentu saja, perjalanan rombongan besar itu dengan cepat menjadi pusat perhatian. Begitu juga dengan kabar mengenai perang itu sendiri. Baik mengenai dengan siapa mereka akan berperang dan alasan apa yang membuat perang itu tiba-tiba terjadi.
Kabar mengenai keberangkatan Pei Zhang Xi ke perbatasan juga sampai di telinga musuh. Mereka yang telah menunggu di perbatasan segera bersiap. Juga pasukan musuh yang sedang bersembunyi di tempat persembunyian mereka bersiap untuk bergerak.
"Seperti yang kita perkirakan. Pei Zhang Xi memimpin pasukannya pergi ke perbatasan." Seorang penjaga bayangan datang melaporkan hasil penyelidikan nya pada Jenderal Rong yang merupakan pemimpin perang dari kekaisaran Zhao.
"Ha-ha-ha-ha... Mari kita berangkat. Aku sudah tidak sabar menginjak Pei Zhang Xi yang sombong itu di bawah kakiku ini. Ha-ha-ha-ha...." Seorang pria muda dua puluh tahunan yang duduk di samping Jenderal Rong tertawa bahagia. Laki-laki muda ini adalah Long Wei Xuan. Pengeran Putra Mahkota Kekaisaran Zhao.
Sejak dulu, ia snagat tidak menyukai Pei Zhang Xi karena sikapnya yang menurutnya terlalu kaku. Memang, jika dibandingkan dengan dirinya yang memang suka bersenang-senang sangatlah berbanding terbalik. Apalagi dua tahun yang lalu Pei Zhang Xi pernah mempermalukan dirinya di depan umum. Sudah lama ia ingin membalas dendam pada Pei Zhang Xi karena hal ini. Sekarang kemenangan ada di depan matanya. Ia sudah tidak sabar untuk melampiaskan dendamnya.
"Tunggu sebentar Yang Mulia Putra Mahkota. Meskipun Putra Mahkota Shao telah berangkat ke perbatasan, mereka masih belum pergi terlalu jauh. Jika pada saat ini mereka mendnegar berita penyerangan di ibukota, mereka akan dengan cepat sampai. Jadi sebaiknya kita menunggu beberapa waktu lagi."
Long Wei Xuan awalnya tidak terima, namun setelah ia berpikir sebentar ia pun setuju. "Hemp! Baiklah kalau begitu. Aku setuju untuk menunggu sebentar lagi."
Jenderal Rong menghela napas lega karena Long Wei Xuan akhirnya setuju. Ia khawatir jika laki-laki muda itu tetap keras kepala dan tetap meminta mereka bergerak sekarang. Jika tidak, meskipun ia adalah jenderal yang memimpin perang ini pada kenyataannya, pangeran putra Mahkota masih memiliki hasil keputusan terakhir. Jika laki-laki itu memerintahkan untuk berangkat saat ini, ia tidak memiliki kekuasaan sama sekali untuk menahannya.
"Perintahkan pada semua orang untuk bersiap. Setelah tuga dupa dari sekarang, kita akan segera keluar dari persembunyian dan berangkat ke ibukota." Jenderal Rong memerintahkan pada anak buahnya yang menunggu di samping.
"Baik Jenderal."
__ADS_1
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_292🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
***
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam keempat🍃...
...🌸Pada malam keempat, ia akan mendapatkan pahala seperti ia telah membaca kitab Taurat, Injil. Zabur dan Al-Furqon (Al-Qur'an)🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...