Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 307. Episode Akhir


__ADS_3

Pada saat itu, Kasim Song maju ke depan dan berkata dengan lantang.


"Xia Xi Lin, maju dan terima titah Kaisar." Ucap Kasim Song menatap Xia Xi Lin yang keluar dari ruangan. Sedangkan Bai Mu Yue dibiarkan beristirahat di dalam ruangan. Xia Xi Lin dengan bingung berlutut di depan Kasim Song.


Kasim Song membuka dan membaca titah Kaisar yang telah disiapkan oleh Kaisar Pei An Long selama Bai Mu Yue diperiksa di dalam ruangan oleh tabib Fang.


"Bai Mu Yue hari ini telah berjasa besar bagi keluarga kerajaan Shao. Untuk menghargai jasanya yang besar, mulai hari ini, Bai Mu Yue akan dianugerahi gelar putri dan akan mendapatkan perlakuan yang sama seperti putri kerajaan. Sedangkan Xia Xi Lin, karena keberanian dan kesetiaan nya pada Kekaisaran Shao, dia juga akan dianugerahi dengan gelar nyonya bangsawan khusus yang akan mendapatkan kediaman di luar istana dan akan mendapatkan tunjangan dari istana seumur hidupnya." Kaisar Pei An Long memberi titah melalui Kasim Song. Semua orang turut bahagia.


Sedangkan Xia Xi Lin, saat ini ia sedang linglung hingga ia tidak segera menerima titah itu. Ia benar-benar tidak menyangka akan hal ini.


"Nyonya Xia, tolong segera terima titah Kaisar." Ucap Kasim Song menyadarkan Xia Xi Lin.


"Hamba, Xia Xi Lin menerima titah Kaisar. Hamba yang rendah ini berterima kasih atas berkah Yang Mulia." Xia Xi Lin menerima titah dari tangan Kasim Song.


**


Eksekusi mati para pemberontak akhirnya dilaksanakan dua hari setelah peperangan melawan Kekaisaran Zhao selesai. Seluruh proses dilakukan di dalam alun-alun kota untuk memperingatkan semua orang bahwa siapapun yang berniat memberontak pada Kekaisaran Shao, ia akan dihukum dengan berat tidak peduli siapa dia. Bahkan, mayat Pei Zhong Min yang telah terpisah antara tubuh dan kepalanya akan dibiarkan di alun-alun kota selama saru Minggu sebelum akhirnya akan dibuang ke dalam hutan.


Sedangkan untuk Kekaisaran Zhao yang telah berani menantang Kekaisaran Shao perang juga tidak luput dari kemarahan Pei Zhang Xi. Sebagai wakil dari Kekaisaran Shao, ia mengirimkan surat ancaman pada Kekaisaran Zhao yang menyatakan bahwa Kekaisaran Zhao harus tunduk pada Kekaisaran Shao dan mengakui kekalahan di depan umum, lalu mereka harus memberikan ganti rugi atas kerusakan yang telah terjadi akibat adanya perang. Jika mereka tidak memenuhi tuntutan dari kekaisaran Shao, maka gantian Kekaisaran Shao yang akan menantang perang Kekaisaran Zhao. Tentu saja, Kekaisaran Zhao yang sadar diri atas kelemahan mereka dan memilih untuk menyerah. Dengan enggan, mereka menyetujui permintaan Kekaisaran Shao.


Setelah kematian Pei Zhong Min, kehidupan di dalam istana sangatlah terasa damai. Meskipun para selir masih seperti biasa memperebutkan perhatian Kaisar Pei An Long, pada umumnya keadaan sangatlah stabil dan terkendali.


Lu Jing Yu juga pulih dengan cepat dari luka-lukanya. Karena ia sudah lama tidak bertemu dengan Yun Ying, hari ini Lu Jing Yu memutuskan untuk menemuinya. Anak buah yang diperintahkan oleh Lu Jing Yu untuk menyelidiki Ke Mei Jia juga tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Wanita itu benar bertindak dengan sangat rapi hingga hampir tidak ada bukti yang tersisa. Kasus ini sepertinya sangat tidak mungkin untuk dipecahkan.


Yun Ying terlihat lebih baik dari terkahir kali Lu Jing Yu lihat. Wajah wanita itu sudah terlihat layu seperti terkahir kali. Entah apa penyebabnya, Lu Jing Yu ikut nahagia melihat keadaan Yun Ying yang telah


"Kakak ipar Yun Ying, aku sangat senang melihatmu hari ini." Lu Jing Yu berkata dengan bahagia.


"Aku juga senang melihat putri Mahkota hari ini. Maafkan aku tidak melihat keadaan putri Mahkota begitu mengetahui jika Putri mahkota terluKa akibat perang." Ucap Yun Ying tulus.


"Tidak apa-apa kakak ipar. Semuanya baik-baik saja. Hanya luka ringan."jawab Lu Jing Yu.


"Syukurlah kalau begitu."


"Kakak ipar, sebenarnya aku datang kesini bukan hanya untuk melihat keadaan kakak ipar saja, melainkan juga untuk meminta maaf."


"Minta maaf? Untuk apa?" Yun Ying bertanya dengan bingung.


"Karena aku masih tidak bisa menemukan bukti yang memberatkan Selir Ke. Selir Ke bertindak dengan sangat rapi hingga orang yang aku minta untuk menyelidikinya tidak menemukan apa-apa." Ucap Lu Jing Yu tidak enak hati.

__ADS_1


"Oh itu." Yun Ying menanggapinya dengan senyum mengejek dirinya sendiri. Ia bahkan sudah hampir lupa, namun ia tidak menyangka jika Lu Jing Yu bahkan masih mengingatnya.


"Tidak apa-apa. Lagipula aku sudah tahu akan seperti ini hasilnya." Lanjut Yun Ying masih dengan senyum mencibir di bibirnya.


"Kakak ipar, aku benar-benar minta maaf dengan tulus." Lu Jing Yu semakin tidak enak hati.


"Sudahlah. Tidak perlu dipikirkan lagi. Lagipa akhir-akhir ini aku banyak merengung dan berpikir. Aku pun menyadari jika semua ini memang sudah jalanku. Jika bukan Ke Mei Jia, mungkin anakku juga akan mati karena orang lain. Jadi daripada aku terus berpaku pada seseorang saja, aku mulai berpikir jika aku tidak menjadi kuat dan mampu melindungi diriku sendiri dsn juga anakku, selamanya aku kan menjadi sasaran orang karena aku lemah. Mulai hari ini, aku bertekad jika aku akan menjadi wanita yang kuat dan tangguh yang akan melawan apapun yang berani menyakitiku dan keluargaku." Ucap Yun Ying sungguh-sungguh.


"Baiklah jika kakak ipar bertekad seperti itu. Aku senang kakak ipar telah bangkit." Ucap Lu Jing Yu tulus.


"Salam Putri Mahkota." Seorang pelayan datang saat keduanya sedang berbicara.


"Putri Mahkota, Yang Mulia berada di luar untuk menjemput anda." Seorang pelayan datang dan memberi kabar.


"Yang Mulia?" Alis Lu Jing Yu yang indah mengerut. Pei Zhang Xi tidak berkata padanya untuk menjemput nya setelah ia selesai mengunjungi Yun Ying, jadi ia sedikit terkejut saat mendengar jika Pei Zhang Xi menjemput nya.


"Benar Putri Mahkota."


"Oh. Baiklah kalau begitu. Aku akan segera keluar." Ucap Lu Jing Yu memandang pelayan itu.


"Putri Mahkota, anda sangat beruntung. Yang Mulia Putra Mahkota sangat mencintaimu hingga menolak dengan tegas selir yang masuk dan bahkan berani melawan semua orang di seluruh kekaisaran siapa yang berani mengirim selir padanya." Ucap Yun Ying penuh arti.


Melihat semangat dan tekad Yun Ying, Lu Jing Yu merasa ikut bahagia. "Kakak ipar, jika itu adalah keinginanmu, aku akan mendukung kakak ipar. Tetapi jika suatu saat memerlukan baantuanku, tolong jangan ragu untuk menemuiku."


"Heum. Tentu saja. Aku akan melakukannya jika aku membutuhkan bantuan.


"Baiklah kakak ipar. Kalau begitu aku pamit dulu." Lu Jing Yu berdiri dan pamit.


Seperti yang dikatakan pelayan, Pei ZhanG Xi menunggu di dalam aula samping. Ia duduk menyesap tehnya dengan elegan. Lu Jing Yu yang melihatnya tidak bisa tidak terpesona.


Hah... Meskipun pada saat ini Lu Jing Yu hidup di dunia yang ada di dalam novel entah dengan cara apa, ia tidak pernah menyesali dirinya. Karena di telah berada di tempat ini, ia akan melakukan nya dengan baik. Mengenai bagaimana cara untuk kembali ke dunia asalnya, Lu Jing Yu tidak pernah lagi mencari tahu masalah ini. Baginya saat ini, yang penting adalah hidup di masa saat ini.


Seperti Yun Ying yang akhirnya memilih untuk bertahan dan menjadi kuat demi dirinya sendiri dan juga anaknya, Lu Jing Yu juga akan melakukan yang terbaik dalam kehidupan ini.


Yah..


Seperti itulah hidup. Penuh dengan pilihan. Memilih untuk menyerah atau bertahan. Memilih untuk mengejar kebahagiaan atau hanya pasif menerim kebahagiaan yang datang.


*

__ADS_1


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_307🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


...***...


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Ke Sepuluh🍃...


...🌸Pada malam ke Sepuluh, Allah Ta'ala memberi dia karunia di Dunia dan di Akhirat🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


Salam dari Author.


Halo halo halo kalian semua.


Malam ini akhirnya karya author dengan judul 'Permaisuri Tidak ingin Mati' telah Tamat.


Terima kasih author ucapkan banyak-banyak terima kasih atas segala bentuk dukungan untuk karya Author.


Sebenarnya Author pernah bilang jika setelah karya ini tamat, author kan melanjutkan novel 'The Story of Han Aruna'. Namun karena beberapa hal yang harus Author lakukan, author dengan terpaksa kembali menunda lagi. Mohon jangan marah ea...


Terimakasih kasih semuanya 🥰

__ADS_1


__ADS_2