Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 189


__ADS_3

Pei Shi Liang kembali ke tempat duduknya dengan santai seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. Xing Xi memberinya minum air putih begitu ia duduk. Pei Shi Liang menerimanya dengan senang hati dan berterimakasih. Terbiasa berlatih beladiri, Pei Shi Liang lebih menyukai air putih daripada teh.


Namun tatapan mata Pei Shi Liang tanpa sengaja bertemu dengan mata Xian Zi Xuan yang tampak sedang menelanjangi dirinya. Ia merasa jika Xian Zi Xuan mengetahui apa yang dilakukannya dan membuatnya gugup sehingga tanpa sengaja tersedak air minumnya sendiri.


"Tuan Putri. Apa yang terjadi? Apakah ada yang salah?" Xing Xi panik. Ia segera membantu Pei Shi Liang mengambil cangkir darinya dan meletakkannya di atas meja.


Hidup di dalam istana hampir tidak ada kedamaian sama sekali. Akan selalu ada curiga dan waspada. Ada banyak penghianat yang akan melakukan sesuatu yang jahat demi uang atau dengan terpaksa. Menggunakan racun untuk mendukung rencananya. Seseorang bahkan tidak akan ragu melenyapkan orang lain demi status dan kekuasaan. Itulah mengapa meskipun Xing Xi merasa bahwa ia telah memeriksa dengan teliti dan memastikan jika apa yang dikonsumsi Pei Shi Liang, ia masih tidak dapat meletakkan kekawatirannya sedikitpun.


"Tidak apa-apa Xing Xi. Aku hanya sedikit tidak fokus dan tanpa sadar tersedak." Pei Shi Liang melambaikan tangannya untuk menenangkan Xing Xi yang panik. Ia mengetahui jika pelayannya itu adalah pelayan yang setia dan memperlakukan nya dengan tulus. Ia tidak mau membuatnya khawatir karena kelalaian dirinya.


"Bagus kalau begitu. Hamba merasa snagat takut jika sesuatu terjadi pada putri."


"Bukankah ada kamu? Bukankah kamu telah berjanji padaku jika Tidak akan ada apapun yang terjadi selama kamu ada disini kan?" Pei Shi Liang memicingkan matanya.


"Heum! Tentu saja. Hamba di sini dan tidak akan ada yang bisa menyakiti anda Tuan Putri. Aku akan menggunakan nyawaku sendiri sebagai taruhannya." Xing Xi berkata dengan yakin.


"Hahaha. Oh ayolah. Aku hanya bercanda. Meskipun aku yakin padamu tentang hal itu. Namun kamu masih harus mementingkan nyawamu sendiri daripada orang lain bahkan aku sekalipun. Tidak peduli siapapun itu, sebuah nyawa sangat berharga."


"Tidak mungkin. Aku hanyalah seorang..."

__ADS_1


"Syut. Berhenti bicara. Aku mulai pusing mendengar mu begitu cerewet." Pei Shi Liang tidak ingin mendengar bantahan Xing Xi.


Bagi Xing Xi, Pei Shi Liang bukan hanya seorang majikan untuknya melainkan malaikat penyelamat nya. Itu berawal sepuluh tahun yang lalu. Saat Pei Shi Liang menyelinap keluar istana saat ia masih berusia tujuh tahun. Saat itu ia melihat seorang anak kecil yang dipukuli karena mengambil roti seorang penjual yang jatuh di tanah. Namun penjual itu justru meneriakinya mencuri dan membuat semua orang di sekitar memukul nya tanpa mau mendengarkan penjelasan nya.


Melihat ketidakadilan di depannya tentu saja Pei Shi Liang yang sejak kecil telah terobsesi oleh Pei Zhang Xi tidak bisa hanya berdiam diri. Karena ia masih kecil dan tidak mungkin menyelamatkan anak kecil itu secara langsung, ia berlari untuk mencari tentara yang sedang berpatroli dan meminta bantuannya. Meskipun Dengan kesaksiannya, gadis itu masih belum berhasil diselamatkan. Semua orang akan menuduh jika dia adalah temannya yang pasti membelanya.


Karena itulah ia akhirnya dengan terpaksa menunjukkan identitasnya demi menyelamatkan Xing Xi kecil yang telah pingsan saat diselamatkan. Sejak saat itulah Xing Xi mengikutinya dan dia akhirnya harus menerima hukuman dengan membawa seorang penjaga di sisinya kemanapun ia pergi untuk menghalanginya jika ia kabur lagi.


Setelah Pei Shi Liang tampil, penampilan setelah itu sepertinya tidak lagi menarik. Para tamu masih belum bisa melupakan penampilan Pei Shi Liang yang mengesankan. Hal itu juga membuat hampir semua orang yang akan tampil kehilangan percaya dirinya sebelum mereka tampil. Sehingga waktu seperti berlalu begitu lambat dan membosankan. Hanya beberapa penampilan yang mampu menarik perhatian mereka.


Xian Mu Xuan akhirnya mendapatkan gilirannya untuk tampil. Ia datang dengan persiapan yang lengkap. Ia telah berlatih menari bersama dengan beberapa penari sebelum ia berangkat ke Kekaisaran Shao. Ia sudah menunggu saat ini tiba. Ia harus menunjukkan betapa menakjubkan nya dia sehingga seorang pria kuat akan jatuh cinta olehnya dan bersedia membantunya menyelesaikan masalahnya.


Dengan pakaian serba putih yang berkibar dengan indah membuatnya yang sudah cantik semakin bertambah cantik. Wajahnya dirias dengan indah. Pipinya yang putih merona merah. Hidungnya yang kecil namun lancip membuatnya sangat menarik. Belum lagi bibirnya yang diberi pewarna merah Cibabar. Sangat kontras dengan pakaian putih yang dikenakannya.


Namun dari setiap gerakannya, snagat terlihat jika beberapa kali ia akan bergerak ke arah Pei Zhang Xi. Mengarahkan matanya ke arah pria bersuami itu. Membuat Lu Jing Yu yang duduk tepat di samping Pei Zhang Xi tidak mungkin tidak menyadari nya.


"Yang Mulia. Selamat! Tampaknya ada seorang putri yang memiliki minta terhadap anda." Lu Jing Yu mencibir. Ia benci suaminya ditatap seperti itu oleh gadis lain.


"Yu'er, jangan salahkan pesona suamimu ini. Namun jangan khawatir aku akan berpaling. Di hatiku ini tidak ada lagi tempat yang tersisa untuk orang lain." Pei Zhang Xi tahu Lu Jing Yu cemburu dan segera merayunya.

__ADS_1


"Sepertinya setiap hari kemampuan merayu Yang Mulia semakin tidak tahu malu. Siapa yang mengajari Yang Mulia? Apakaha ada yang mengakatak bahwa itu terdengar Sangat norak?" Lu Jing Yu memicingkan matanya. Ia menyadari semakin lama suaminya ini semakin pandai merayu dan mengucapkan kata-kata manis. Apakah ia harus mulai curiga? Bukankah orang berkata jika suami akan berubah manis saat ada sesuatu yang dia sembunyikan?


"Benarkah? Tapi penjual itu mengatakan jika rayuan itu adalah yang paling bergaya saat ini." Pei Zhang Xi berkata dengan marah. Ia benar-benar merasa ditipu!


"Penjual apa?" Lu Jing Yu terkejut mendengar jawaban Pei Zhang Xi.


"Penjual buku. Aku mempelajarinya dari buku ini. Aku membelinya di sebuah toko di ibu kota dan membacanya saat aku memiliki waktu senggang beberapa waktu yang lalu." Pei Zhang Xi mengeluarkan sebuah buku bersampul merah dari balik jubahnya.


"Huk! Yang mulia membawanya di balik jubah seperti ini?"


"Ya."


"Biarkan aku melihatnya." Lu Jing Yu merebut buku itu dan segera membukanya. Lalu tidak membutuhkan waktu lama, ia tidak bisa menahan tawa setelah membaca beberapa kalimat nya saja.


*


*


~🍀 Permaisuri Tidak Ingin Mati_189🍀~

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir 😘


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 like 👍 komentar 📝 vote 🌟


__ADS_2