Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
79. Lu Jing Yu Memanjakan Xiao Xi


__ADS_3

Pei Zhang Xi dibuat bingung oleh Lu Jing Yu yang terus menangis tanpa mau berbicara. Ia juga tidak mau melepaskan pelukan Pei Zhang Xi karena ia takut jika ia melepaskannya, ia akan kehilangan Pei Zhang Xi seperti sebelumnya.


"Ini aku. Aku kembali. Maaf beberapa hari ini aku tidak punya waktu untukmu."


"Tidak. Jangan minta maaf."


"Sudah. Aku mohon jangan menangis. Kamu tahu sendiri kan kalau aku paling tidak bisa membujuk." Lu Jing Yu memukul lengan Pei Zhang Xi.


"Besok kamu akan mengikuti acara resmi untuk pertama kalinya setelah kamu hamil. Jika kamu menangis seperti ini bagaimana jika matamu nanti sembab, bengkak. Wajah yang cantik ini tidak akan cantik lagi." Pei Zhang Xi mendorong wajah Lu Jing Yu agar ia bisa melihat Wajahnya yang terlihat sangat menyedihkan.


"Aku juga harus ikut?" Lu Jing Yu menghentikan tangisnya dengan cepat.


"Tentu saja. Sebagai seorang pangeran yang sudah menikah tentu saja istriku juga harus mengikuti acara resmi seperti ini."


"Oh ya. Sejak kemarin aku penasaran dan ingin bertanya. Tetapi Yang Mulia selalu sibuk." Lu Jing Yu menggembungkan pipinya. Ia sudah penasaran tetapi ia tidak memiliki banyak waktu bersama dengan  Pei Zhang Xi. Lalu ia juga tidak akan nyaman bertanya pada orang lain.


"Apa yang membuatmu penasaran?"


"Ini mengenai Jenderal Wang. Bukanlah dia yang akan dinikahkan dengan Wei Qian Nian?"


"Benar. Kenapa hal ini membuatmu penasaran.


"Sepertinya Jenderal Wang adalah Jenderal yang hebat melihat bagaimana kalian mempersiapkan penyambutannya. Lalu kenapa ayah kaisar justru menikahkan Wei Qian Nian dengan orang hebat seperti itu. Apa tidak takut dia pada akhirnya akan menghasutnya untuk membalas dendam jika dia menjadi istrinya?"


"Memang benar Jenderal Wang adalah Jenderal muda yang hebat. Aku juga pernah berjuang bersamanya di garda depan. Tidak dipungkiri jika Jenderal Wang memang Jenderal muda yang berbakat dan memiliki kemungkinan besar untuk terus maju dalam karirnya. Tetapi...." Pei Zhang Xi sengaja menjeda ucapannya. Ia ingin tahu apakah benar Lu Jing Yu tidak mendengar semua rumor tentang jenderal Wang. Lagipula ia juga tidak nyaman membicarakan hal ini dengan Lu Jing Yu.


"Apa? Cepat beritahu aku. Aku menjadi semakin penasaran sekarang."


"Dia memiliki... memiliki... orientasi seksual yang menyimpang." Saat mengucapkan kalimat terakhirnya ia membisikkanmya di telinga Lu Jing Yu. Tetapi Lu Jing Yu bukannya memerah seperti biasanya tetapi melotot dan berteriak.

__ADS_1


"Apa?!"


"Iya. Dia sudah pernah menikah beberapa kali dan juga membawa begitu banyak selir setiap kali dia kembali dari perbatasan. Entah gadis-gadis yang malang itu didapatnya dari mana. Tetapi istri-istrinya tidak ada yang bertahan lebih dari tiga bulan. Entah mati karena mendadak sakit atau menjadi gila. Begitupun dengan gadis-gadis yang dibawanya itu."


"Jadi mengirim Wei Qian Nian kesana bukankah untuk membunuhnya juga? Bagaimana jika kerajaan Chu Timur tidak terima?"


"Semuanya atas perintah Kaisar. Lagipula selain orang-orang di kekaisaran ini juga tidak tahu kelakuan menyimpan itu. Yang paling penting adalah dia datang kemari sebagai hadiah. Sebagai barang, terserah pada yang punya mau diletakkan dimana kan? Masalah kemarin juga sudah mengirim utusan untuk memberikan kabar pada Kaisar Chu Timur mengenai kelakuan bejat putrinya. Sebab itu mereka juga tidak bisa melakukan apapun jika putri mereka hanya akan menjadi istri dari seorang jenderal. Itu juga lebih baik daripada hukuman mati yang seharusnya."


"Oh seperti itu."


"Hem. Hari ini aku pulang lebih awal. Apakah sudah terlambat untuk mendapatkan kejutan?" Pei Zhang Xi segera mengalihkan pembicaraan.


"Em... tunggu di sini." Lu Jing Yu pergi mengambil minyak Zaitun yang memang ia minta Xiao Bei untuk selalu mempersiapkannya.


"Aku akan memijit Yang Mulia." Lu Jing Yu berdiri di belakang Pei Zhang Xi. Dengan perlahan menyapukan minyak ke tangannya. Memijit Pei Zhang Xi dengan sedikit tenaga. Di dunia asalnya Lu Jing Yu juga memiliki kelas pijat. Jadi meskipun ia belum pernah menggunakannya sebelumnya, ia masih mengerti dasar-dasarnya.


"Bagaimana? Apa nyaman?" Lu Jing Yu menjulurkan kepalanya dan bertanya.


"Iya. Dari mana kamu tahu cara memijat?"


"Aku hanya memijat asal saja." Jawab Lu Jing Yu sekenanya. Ia tidak mungkin memberitahukan yang sebenarnya.


"Sudah cukup. Kamu pasti lelah." Pei Zhang Xi menarik Lu Jing Yu ke depannya. Lalu mendudukkannya di atas pangkuannya. Lu Jing Yu tidak menduga akan ditarik pada posisi itu. Ia melotot tidak percaya pada Pei Zhang Xi yang malah tersenyum aneh.


"Aku merindukanmu. Berikan aku cuman." Tanpa menunggu, bibir Lu Jing Yu sudah diraup dan dinikmati.


Lu Jing Yu sudah bertekad akan menerima Pei Hang Xi dan akan belajar untuk menjadi istri yang baik untuk mendapatkan hatinya sehingga membuat Pei Zhang Xi tidak akan menyakitinya apalagi membunuhnya suatu hari nanti. Kali ini ia membalas ciuman Pei Zhang Xi meskipun dengan cara yang kaku.


Pei Zhang Xi tidak menyangka bahwa ia akan mendapatkan balasan dari Lu Jing Yu. Menyadari bahwa istrinya menggerakkan dan membuka sedikit mulutnya, ia dengan perlahan mulai memasukkan lidahnya dan semakin memperintens ciumannya. Tangan Lu Jing Yu memeluk erat leher Pei Zhang Xi. Setelah itu hanya decapan yang terdengar aneh di dalam ruangan yang tadinya sepi.

__ADS_1


"Huh  Huh Huh." Pei Zhang Xi melepaskan Lu Jing Yu setelah ia merasa istrinya kehabisan oksigen.


"Nafasku hampir... habis." Ucap Lu Jing Yu kesulitan.


"Ehehehe. Maaf. Apa kamu tahu jika bibirmu ini sangat manis?" Pei Zhang Xi menatap Lu Jing Yu penuh cinta. Tangannya mengelus lembut bibir Lu Jing Yu yang bengkak.


"Maaf belum bisa menjadi istri yang sempurna."


"Tidak apa. Aku juga bukan suami sempurna." Pei Zhang Xi memeluk erat Lu Jing Yu. Menghirup dalam-dalam aroma Lu Jing Yu yang menenangkan untuk menenangkan Xiao Xi yang juga minta jatah. Tetapi belum ia menguasai Xiao Xi, ia segera melotot dan menatap Lu Jing Yu. Yang menyeringai di depannya.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Pei Zhang Xi panik. Melihat pandangan horor Pei Zhang Xi menatapnya, Lu Jing Yu tiba-tiba merasa bahwa ia seperti seorang tante-tante di klub malam yang memaksakan kehendaknya pada pemuda polos nan lugu.


"Aku akan membantu Yang Mulia." Lu Jing Yu masih bisa menyeringai meskipun di dalam hatinya sendiri juga sangat gugup. Bagaimanapun ia juga tidak pernah melakukan hal memalukan seperti ini sebelumnya.


"Apa maksudmu? Yu'er, usia kehamilanmu masih rentan. Aku masih bisa menunggu dua hingga tiga bulan lagi. Tidak perlu memaksakan diri."


"Jangan bicara lagi." Lu Jing Yu mengambil alih dan mencium Pei Zhang Xi dengan mendominasi sedangkan tangannya menjalankan tugasnya dengan baik. Memanjakan Xiao Xi dan membuat Pei Zhang Xi mengerang.


~○○○~


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_79♡


*


*


*


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .

__ADS_1


__ADS_2