Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 147


__ADS_3

Li Zhi Jin menjadi pusat perhatian saat ini. Kejahatan biasanya tidak akan dilakukan tanpa sebab. Tidak mungkin Li Zhi Jin yang sama sekali tidak pernah terlihat di istana bahkan jarang ada yang mengenalinya di ibukota memiliki konflik dengan Zhu Man Xie yang sangat jarang keluar dari kediaman. Bahkan jika ia keluar dari kediaman, itupun selalu bersama dengan para pelayannya maupun bersama dengan nona muda lainnya. Menurut kebiasaan, dia tidak akan bersinggungan dengan Li Zhi Jin yang bahkan sangat kecil kemungkinan bertemu dengannya.


Namun juga tidak mungkin jika dia akan membunuh secara acak seperti yang dikatakannya hanya untuk menguji kemampuan yang baru saja dia kuasai sebagai alasannya membunuh Zhu Man Xie yang jauh dari jangkauannya. Apalagi dengan pertimbangan seorang rakyat biasa tidak dengan sengaja menerobos kediaman seorang pangeran bagaimanapun dengan santai.


Jadi sangat besar kemungkinannya bahwa ia memiliki orang lain yang bertindak bersamanya. Seseorang lain yang mencoba disembunyikan dan dihindarkan dari hukuman yang akan diterima jika dirinya terekspos.


"Li Zhi Jin. Sekali lagi aku bertanya apakah ada orang lain yang bekerja sama denganmu?" Pei Zhang Xi menatap tajam Li Zhi Jin yang kini telah memberanikan diri menatap matanya meskipun sangat sulit. Namun ia menyadari jika ia tidak berani menatap mata Pei Zhang Xi saat ini, laki-laki mendominasi itu masih akan menyimpan kecurigaan padanya.


"Tidak ada. Tidak ada lagi selain aku."


"Kamu benar-benar keras kepala." Pei Zhang Xi menggelengkan kepalanya. "Lalu, bagaimana bisa hiasan rambut giok milik selir Yue bisa menjadi bayaran untuk jarum pesananmu? Apa kamu memiliki jawaban yang memuaskan di sini?" Pei Zhang Xi menyeringai menatap Li Zhi Jin dengan mendominasi.


Li Zhi Jin gugup bagaimana pun ia memiliki kemampuan untuk mempertahankan ketenangannya. Ia terdiam memikirkan jawaban yang dengan cepat ia temukan.


"Aku mendapatkan nya dari seseorang yang menjualnya padaku." Jawab Li Zhi Jin memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Benarkah? Tapi aku tidak percaya orang seperti dirimu mampu membeli hiasan rambut giok ini. Kamu pasti menghabiskan seluruh tabunganmu untuk mendapatkan ini kan?"


Li Zhi Jin menggertak kan giginya. Apa yang dikatakan Pei Zhang Xi memang sebuah kenyataan yang membuatnya tidak memiliki keberanian untuk menikahi wanita yang dicintainya dan harus merelakannya menjadi istri laki-laki lain tanpa ia bisa melakukan apapun untuk itu.


"Heh! Sekarang apa bisa menemukan alasan lainnya? Atau langsung saja kamu dapat hiasan ini dari Selir Yue kan?" Perubahan besar terlihat pada ekspresi Li Zhi Jin yang sudah gugup sejak awal. Selir Yue yang sejak awal menciutkan keberadaanya hingga hampir tidak ada yang menyadari keberadaannya di sekitar mengangkat kepalanya dengan panik.


"Tidak mungkin. Dengan status kami yang sangat jauh, tidak mungkin kami saling mengenal."


"Oh ya? Tetapi aku memiliki seseorang di sini yang dapat memberi kekaksian jika kalian berdua saling mengenal dan bahkan sering bertemu satu sama lainnya."


Seorang penjaga membawa masuk seorang wanita tua yang hampir semua rambutnya telah memutih. Wanita itu menundukkan kepalanya tanpa berani melihat siapapun yang ada di tempat itu. Dia hanyalah seorang pemilik dari sebuah penginapan kecil yang ada di sebuah desa di pinggiran ibukota. Dia bahkan tidak mengetahui alasannya dibawa ke tempat itu oleh beberapa laki-laki berpakaian formal biro Yunguang hingga saat ini.


"Hormat kepada Putra Mahkota." Wanita tua itu membungkuk pada Pei Zhang Xi yang terlihat paling mendominasi di sana. Pei Zhang Xi mengangguk.


"Hamba adalah pemilik penginapan Hua Liang yang ada di desa Xia timur ibukota." Lanjut wanita tua itu.

__ADS_1


"Sekarang angkat kepalamu dan perhatikan baik-baik laki-laki ini." Pei Zhang Xi menunjuk Li Zhi Jin yang memalingkan wajahnya saat perhatian semua orang terlebih lagi wanita tua itu mengarah padanya.


"Apa kamu mengenalinya?" Pei Zhang Xi bertanya dengan senyum di bibirnya.


Wanita tua itu mengangguk dengan keterkejutan di matanya. Ia sudah lama mengenal Li Zhi Jin yang sudah beberapa kali datang ke tempatnya bersama dengan istrinya dalam beberapa tahun ini. Baik penampilan maupun perilakunya selalu menunjukkan bahwa laki-laki itu adalah laki-laki yang miliki budi pekerti yang baik. Namun darimana dia melihatnya saat ini, jelas bahwa laki-laki itu yang biasanya terlihat berpenampilan rapi saat ini lebih seperti seorang penjahat dengan dua orang penjaga yang memegang tangannya di kiri dan kanannya.


"Iya Yang Mulia. Bukankah dia tuan Li? Tuan Li adalah salah satu pelanggan di penginapan saya. Karena penginapan saya berada di desa dan jarang memiliki pengunjung pada hari biasa, hamba dapat mengingat beberapa tamu yang datang ke tempat hamba. Termasuk Tuan Li yang akan datang bersama dengan nyonya Li setiap tahun pada bulan ke lima. "


"Nyonya Li?"


"Benar Yang Mulia. Tuan Li dan nyonya Li adalah pasangan yang sangat serasi dan saling mencintai satu sama lainnya." Saat mengatakannya, wanita tua itu memiliki ekspresi yang lembut. "Terlebih saat nyonya Li hamil putra mereka. Tuan Li mendukung nyonya Li yang sedang berbadan dua." Lanjut wanita tua itu dengan senyum di bibirnya tanpa menyadari bahwa dia sebenarnya telah menjatuhkan bom yang menghancurkan semua orang dengan kalimat yang dia ucapkan dengan nada bahagia.


*


*

__ADS_1


~#Permaisuri Tidak Ingin Mati_147#~


Please like, share, vote and comment 😊


__ADS_2