
Selir Su tidak enak badan dua hari ini. Tabib kerajaan telah memeriksanya dan mengatakan bahwa Selir Su hanya kelelahan. Beberapa hari terakhir, selir Su sangat sering membawa Pi Zhi Hui ke paviliunnya untuk bermain dengannya. Meskipun Pei Zhi Hui baru berusia lima bulan, dia sudah sangat aktif dan mulai merangkak kesana kemari. Namun tingkah lucunya membuat semua orang tidak tahan untuk tidak mengikutinya.
Lu Jing Yu ingin datang kemarin begitu mendapat kabar, tetapi kemarin dirinya sangat sibuk karena kemarin adalah jadwal untuk merawat Yun Ying. Jadi dia datang begitu ia selesai merawat ibu Suri. Paviliun Selir Su berada di bagian depan yang cukup dekat dengan taman Harem dimana kekacauan itu terjadi. Jadi saat Lu Jing Yu melihat ada keributan di gazebo yang ada di taman itu, ia segera memer8ntahkan Xiao Bei untuk mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya.
Lu Jing Yu berada tidak jauh dari mereka, jadi Xiao Bei dengan cepat kembali setelah ia bertanya pada seorang pelayan selir yang sedang melihat keributan.
"Bagaimana? Apa yang terjadi sebenarnya?" Lu Jing Yu bertanya dengan tidak sabar. Mertuanya sakit dan membutuhkan istirahat yang cukup. Dan keributan yang terjadi di dekat halamannya pasti akan mengganggu istirahat dan proses penyembuhan nya. Lagipula beberapa hari ini ibu mertuanya sibuk bermain dengan putranya, jadi Lu Jing Yu merasa jika secara tidak langsung dialah yang ikut membuat ibu mertuanya jatuh sakit.
"Menjawab Putri Mahkota. Selir Xiu dan Selir Yu bertengkar. Sekarang Ratu Zhu ada di sana untuk menyelesaikan nya." Xiao Bei menjawab sesuai dengan apa yang didengar dari pelayan. Mendengar informasi dari Xiao Bei, Lu Jing Yu mengerutkan alisnya. Meskipun pertengkaran di Harem sudah biasa terjadi dan tidak mungkin bisa dihindari, pertengkaran mereka tenggelam di kedalaman dan jarang keluar. Jika sampai membutuhkan Ratu Zhu untuk menyelesaikan masalah untuk itu, kali ini pasti pertengkaran yang tidak biasa.
"Ayo kita lihat." Ketika berbicara, Lu Jing Yu sudah berjalan mendekati gazebo.
Setelah beberapa saat, suara seorang wanita yang sedang berteriak terdengar. Karena wanita itu berbicara dengan berteriak, Lu Jing Yu dapat mendengar ucapannya dengan jelas.
"Ratu, kemarin Selir Yu tiba-tiba datang ke paviliun saya dan memprovokasi saya dengan sengaja. Saya sudah berusaha sabar menghadapinya. Tapi hari ini saya benar-benar tidak tahan lagi. Ketika saya sedang melukis pemandangan, dia datang dan menghancurkan lukisan yang baru saja saya buat. Itu buktinya ratu. Saya tidak berbohong."
Lu Jing Yu melihat seorang wanita yang acak-acakan berteriak dengan marah. Tangannya menunjuk sebuah lukisan yang teronggok di pinggir Gazebo.
Saat melihatnya, Lu Jing Yu langsung mengenalinya. Dia adalah Selir Xiu. Usianya masih di akhir dua puluhan. Lu Jing Yu dengan mudah mengenalinya karena penampilannya yang memang masih muda dan cantik. Apalagi ada sebuah ta-hi lalat di sudut kiri bibirnya. Lu Jing Yu terkejut melihat tampilannya kali ini yang sangat berantakan. Sangat berbeda dengan penampilan nya yang biasanya.
"Bukan seperti itu Ratu. Saya memang datang ke paviliun nya kemarin. Tapi itu hanya sebuah kunjungan biasa. Saya hanya ingin mencari teman ngobrol. Tidak memprovokasi seperti yang dikatakan selir Xiu. Dan lukisan itu juga bohong. Saya hanya berjalan-jalan di taman dan tidak sengaja melihat selir Xiu berada di sini dan menghampirinya untuk menyapa. Saya juga tidak tahu bagaimana lukisan itu terjatuh begitu saya sampai. Lalu dengan alasan bahwa saya telah merusak lukisannya, ia mulai menggila dan berteriak." Lu Jing Yu juga mengenali wanita lainnya yang penampilan nya tidak jauh mengenaskan dari Selir Xiu. Dia adalah Selir Yu yang juga masih muda. Kedua selir ini adalah selir Kaisar yang terakhir memasuki istana.
"Itu bohong Ratu. Selir Xiu, katakan bahwa kamu memang sengaja membuang lukisan ku!"
__ADS_1
"Aku bahkan tidak menyentuhnya sama sekali. Bagaimana aku membuangnya? Lagipula tidak ada saksi di sekitar yang dapat membuktikan jika akulah yang merusak lukisanmu."
Lu Jing Yu hampir tiba di sana dan mengamati semua yang terjadi. Setelah ia tiba, ia dapat melihat Ratu Zhu yang memijit pelipisnya dnegan wajah suram. Lu Jing Yu mengetahui jika malam ini adalah jadwal Kaisar untuk menginap di istana Ratu. Ada kejadian seperti itu pasti akan membuat Ratu Zhu sangat kesal. Tiba-tiba Lu Jing Yu ingin menertawakan kemalangan nya.
Seseorang akhirnya menyadari jika Lu Jing Yu telah sampai dan segera memberitahukannya pada pelayan Ratu Zhu.
Lu Jing Yu tidak terus bersembunyi dan berjalan maju. Membuat semua orang praktis memberi jalan. Dan, pertengkaran antara dua orang selir itu seperti sedang dihentikan dengan tombol Pause. Mereka menutup rapat mulut mereka. Seorang pelayan juga dengan sigap meletakkan kursi di samping Ratu Zhu.
"Anak memberi hormat pada Ibu." Lu Jing Yu sedikit menunjukkkan kepalanya. Melipat tangannya di depan dada saat ia telah sampai di depan Ratu Zhu.
"Bangunlah." Ratu Zhu melambaikan tangannya. Ia sangat terkejut melihat Lu Jing Yu datang. Ia benar-benar tidak berharap bahwa Lu Jing Yu lah yang pada akhirnya datang.
"Terima kasih ibu." Lu Jing Yu duduk di kursi yang disediakan. Duduk di samping Ratu Zhu dengan sebuah meja sebagai pembatasnya.
"Bangunlah." Ucap Ku Jing Yu sebelum ia menoleh dan berbicara pada Ratu Zhu.
"Ibu Ratu, anak ini mendengar bahwa ibu Su sakit dan dalam perjalanan ke sana. Namun melihat ada keributan di sini jadi anak ini datang untuk melihatnya. Anak ini terkejut melihat penampilan selir Xiu dan selir Yu. Sebenarnya apa yang terjadi di sini Ibu ratu?"
"Huh! Ini bukan apa-apa. Hanya maslaah kecil saja. Beruntung kamu datang saat ini dan lihat bagaimana aku akan menyelesaikan masalah ini. Jadi di masa depan jika kamu menemui masalah yang sama, kamu akan dapat menyelesaikan nya. Awalnya Ratu Zhu sedikit malas untuk mengurusi masalah ini. Sekarang dengan Lu Jing Yu yang berada di sekitar, secara kebetulan ia bisa memamerkan kekuasaannya di depan wanita itu.
Seperti mendapatkan vitalitasnya lagi, ratu Zhu menegakkan tubuhnya. Mengangkap cangkir tehnya dengan elegan sambil memandang Selir Xiu dan Selir Yu dengan jijik.
Semua orang telah mendengar apa yang dikatakan Ratu Zhu dan mulai tenang. Semua orang memiliki firasat bahwa Selir Xiu dan Selir Yu dalam masalah besar terlepas siapa yang membuat salah dan siapa yang salah.
__ADS_1
Dengan adanya Lu Jing Yu yang merupakan menantu dari rival terbesar Ratu Zhu, semua orang memiliki kekawatiran yang sama.
"Selir Xiu dan selir Yu melakukan hal yang tidak pantas dilakukan oleh seorang selir Kaisar. Perbuatannya yang brutal tidak sesuai dengan etika dasar wanita. Untuk itu selir Xiu dan Selir Yu akan dihukum dikurung selama tiga hari di kediamannya masing-masing. Selain itu diharuskan menyalin kitab etika wanita dan etika Selir Kaisar sebanyak seratus kali." Ucap Ratu Zhu dengan angkuh.
"Mohon ampuni saya Ratu, tapi hukuman ini tidak adil." Selir Xiu berkata dengan takut. Lukisan yang dibuatnya dengan susah payah telah hancur, wajahnya juga terkena cakar dan terasa sakit. Beruntung jika bekas lukanya tidak dalam kalau dalam? Nasibnya akan berakhir! Dia tidak bisa membiarkan Selir Yu lepas begitu saja.
"Sudah berbuat keributan seperti ini masih tidak terima dengan hukaman ringan ini?"
"Tapi ini benar-benar tidak adil Ratu. Saya mohon selidiki dengan jelas siapa yabg bersalah dalam hal uni sebelum memutuskan hukuman."
Ratu Zhu sangat geram. Beraninya selir rendahan melawannya di depan semua orang. Paling penting adalah di depan Lu Jing Yu yang sangat ia benci sampai ke tulang sumsum! Memang pantas diberi hukuman berat.
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_227🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
__ADS_1