
Para perwira keluar dari ruang rapat dengan senyum percaya diri mereka. Semua yang dikatakan Lu Jing Yu di dalam ruang rapat rupanya memberi kepercayaan diri para perwira yang sebelumnya telah jatuh setelah mengalami beberapa kali perang dengan sulit. Mereka hanya berhasil bertahan dan masih mengalami banyak kerugian. Banyak prajurit yang terluka dan juga meregang nyawa pada perang kali ini.
Chu Timur selalu memiliki pergerakan yang tidak dapat ditebak. Strategi perang mereka juga selalu berubah-ubah dan aneh. Dan yang paling tak terduga adalah bahwa mereka selalu sukses memanfaatkan keadaan untuk terus menekan prajurit Shao.
Setelah didesak setengah bulan belakangan, meskipun ada penambahan prajurit bantuan dari ibukota, mereka masih akan kalah jumlah dan kemungkinan besar jika hal ini terus berlanjut tanpa ada solusi, mereka akan kalah pada akhirnya.
Saat ini semangat mereka penuh. Kepercayaan diri mereka juga meningkat. Mereka pergi menyiapkan anak buah mereka untuk melawan pasukan Chu Timur dengan menggunakan strategi baru yang dikatakan Lu Jing Yu pada mereka.
"Memang Pantas menjadi istri yang dinikahi oleh Yang Mulia Raja Rui. Tidak hanya cantik tapi juga cakap." Slaahs atu perwira baru saja memberi perintah pada anak buahnya.
"Benar. Kita juga beruntung dapat bertemu dengan Permaisuri Rui yang hebat." Mereka yang tinggal di pangkalan militer selama bertahun-tahun tidak mengetahui apa yang terjadi di ibukota selama ini. Jadi mereka tidak tahu betapa buruknya citra Lu Jing Yu di luar sana. Saat ini mereka hanya memuji kecakapan Lu Jing Yu.
Sementara Lu Jing Yu dan Pei Zhang Xi sibuk menghadapi musuh, di ibukota pernikahan Pei Qin Yang dan Zhu Man Xie akhirnya ditetapkan. Dan itu adalah satu minggu kemudian dihitung dengan horoskop kedua calon pengantin.
"Kakak kamu sangat beruntung akan menikah dengan Pangeran Pei Qin Yang. Aku dengar pangeran ke empat adalah piramida yang tampan dan juga lembut. Kakak kami sangat beruntung." Zhu Yu Yan, adik kandung Zhu Man Xie yang dua tahun lebih muda darinya memberi selamat pada kakaknya dengan riang.
"Yu Yan jangan mengolok kakak seperti itu." Zhu Man Xie segera tersipu. Seperti gadis muda yang sednag membicarakan cinta pertamanya.
"Aku senang kakak sudah bisa move on. Pangeran ketiga rugi tidak bisa menikah dengan kakak. Itu karena dia telah dijebak oleh gadis sial itu baru bisa menikah. Kalau tidak, pangeran ke empat sudah pasti akan menikah dengan kakak kan?"
"Yu Yan jangan bicara seperti itu jika ada orang lain yang mendengar akan ada masalah."
"Kakak maafkan aku. Aku benar-benar tidak bermaksud seperti itu."
"Sudah lupakan saja. Sebaiknya kita cepat pulang atau kakek akan menghukum kita."
Zhu Yao Yan. Pria tua yang menjadi kelalaian keluarga Zhu masih menjadi orang yang paling ditakuti di kediaman. Bukan hanya di kediaman Zhu, pengaruh Zhu You Yan di istana juga tidak bisa diremehkan. Tidak ada yang mampu menyinggung perasaan Zhu You Yan. Bahkan Kaisar. Di seluruh kekaisaran Shao, hanya pensiunan kaisar yang dapat menyinggungnya.
__ADS_1
Saat ini di kekaisaran Shao sedang terjadi perebutan posisi putra mahkota yang belum ditetapkan. Para pangeran yang kompeten berlomba-lomba untuk posisi itu. Dan Zhu Yao Yan adalah salah satu pihak yang ingin dimenangkan oleh semua pangeran dan bahkan semua orang ingin menjilatnya. Sebab pangeran manapun yang didukung olehnya kemungkinan negara adalah calon putra mahkota yang paling berpotensi.
Sedangkan Menteri Lu, dia selalu netral sebelumnya, tetapi saat ini salah satu pangeran adalah menantunya, jadi sudah latihan pangeran mana yang akan didukungnya.
Lalu setelah pernikahan antara Pei Qin Yang dan Zhu Man Xie lagi-lagi membuat ibukota bergejolak. Jika keduanya menikah bukannya Zhu You Yan akan memihak Pei Qin Yang? Selain cucu menantu, Pei Qin Yang juga adalah cucu luarnya dari putrinya sendiri.
Gejolak di ibukota selalu tidak ada hubungannya dari perbatasan yang ratusan kilometer jauhnya. Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu belum mendengar kabar itu. Lagipula untuk saat ini tidak ada hak yang lebih penting dari mempertahankan kedaulatan perbatasan. Jadi berita yang tidak penting dan tidak ada hubungannya dengan mereka tidak akan pernah sampai ke telinga mereka.
Sudah lima hari lamanya Lu Jing Yu tinggal di pangkalan militer. Dan saat ini sudah larut malam saat Lu Jing Yu kembali ke kamarnya. Yang juga adalah kamar Pei Zhang Xi.
"Kamu sudah bekerja keras hari ini istirahatlah dulu." Pei Zhang Xi juga kembali bersamanya. Ruangan di pangkalan militer tidak sada dengan yang ada di ibukota. Dan mereka harus berbagi di kamar yang sempit.
"Mm... aku akan mandi dulu." Lu Jing Yu sudah terbiasa mandi sebelum tidur.
"Ini sudah malam. Udara sangat dingin. Jangan sampai masuk angin."
"Baiklah. Aku akan meminta Xiao Bei untuk membuatkanmu teh madu nanti."
"Terima kasih Yang Mulia."
Pei Zhang Xi keluar untuk mencari Xiao Bei. Tetapi Xiao Bei sedang pergi ke kamar mandi. Ini bukanlah kediaman Raja Rui yang banyak pelayan. Semua orang pada dasarnya melayani dirinya sendiri. Biasanya akan ada Mo Ting dan Mo Han yang siap sedia melayani Pei Zhang Xi. Tetapi sejak penyerangan intens dari Chu Timur, kedua orang kepercayaan Pei Zhang Xi itu sibuk dengan urusan mereka. Dan tidak ada seorang pun di sekitar saat ini. Jadi mau tidak mau pergi ke dapur untuk meminta juru masak untuk membuatkan teh madu untuk Lu Jing Yu.
"Aku ingin tahu apa yang dilakukan Raja Rui dan istrinya begitu mereka masuk ke dalam kamar mereka." Salah satu prajurit yang ada di dapur berbicara dengan temannya.
"Apa lagi? Mereka adalah pasangan suami istri yang sudah menikah. Menurutmu apa yang tidak bisa mereka lakukan?"
"Tapi aku sering melihat mereka baru kembali ke kamar tengah malam. Mereka berdua sangat sibuk. Aku kira mereka tidak akan memiliki tenaga lagi untuk bertempur di atas ranjang. Dan juga, ranjang di tempat ini keras. Melihat Permaisuri dapat bertahan begitu lama sudah sangat menakjubkan. Jika yang menjadi Permaisuri Rui adalah nona muda manja, jangankan betah di sini. Mereka tidak akan mau menginjakkan kaki ke tempat seperti ini."
__ADS_1
"Inilah perbedaan antara pernikahan karena status dan pernikahan karena rasa cinta yang mendalam."
"Aku benar-benar ingin melihat tampilan kasih sayang mereka di depan umum. Mereka biasanya terlihat sangat dingin satu sama lain. Tidak seperti pasangan lain pada umumnya."
"Bagaimana lagi. Raja Rui sangat dingin. Aku sekarang merasa kasihan terhadap Permaisuri."
"Kamu benar. Permaisuri cerah dan ceria seperti matahari pagi yang penuh semangat. Sedangkan Raja Rui..." Kalimatnya tidak selesai saat seseorang mengintruksinya dari belakang.
"Ehem.. apakah kalian memiliki begitu banyak waktu luang hingga dapat membicarakan atasan kalian dengan begitu bebas?"
Sekelompok prajurit yang sedang bergosip menoleh serempak dan melihat wajah gelap Pei Zhang Xi.
"Maaf Yang Mulia. Kami akan segera melanjutkan tugas. Permisi." Sekelompok prajurit yang baru saja bergosip seperti perempuan kini melarikan diri dengan cepat secepat kelinci yang berlari di atas gurun pasir di siang hari.
"Apakah aku memang begitu dingin?"
...~○○○~...
...♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_40♡...
*
*
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .
__ADS_1