
Mendengar penjelasan Xia Xi Lin, Lu Jing Yu tidak dapat menahan keterkejutan nya. Menutup mulutnya yang terbuka dengan tidak percaya.
"Nyonya Xia, bagaimana bisa anda menukar putri anda sendiri meskipun anda tahu jika anda akan membahayakan putri anda?" Lu Jing Yu bertanya dengan bibir bergetar. Ia lega melihat putranya baik-baik saja di dalam pelukannya saat ini. Namun saat ia membayangkan anak lain berada di dalam bahaya hanya untuk menggantikan putra nya, ia masih tidak bisa tenang sama sekali.
"Yang Mulia. Nyawa Yue'er tidak ada apa-apanya dibandingkan dnegan nyawa pangeran. Apalagi Yue'er memang sudah tiada jika Yang Mulia tidak menyelamatkan nya. Sekarang ini dapat membalas kebaikan Yang Mulia, Yue'er pasti sangat beruntung." Jawab Xia Xi Lin dengan tenang. Seperti Bai Mu Yue bukannya berada di dalam cengkeraman penculik melainkan sedang berjalan-jalan.
"Nyonya Xia, aku sangat berterima kasih atas niat baik mu untuk menyelamatkan Hui'er. Tetapi kamu tidak bisa memperlakukan nyawa seseorang seperti ini. Apalagi itu adalah putrimu sendiri. Kamu tidak harus memberikan nyawa demi nyawa lain. Bukannya kamu bisa pergi mencari bantuan daripada melakukan hal ini?" Lu Jing Yu menghela napas.
"Ini.... Hamba benar-benar panik sebelumnya dan tidak bisa berpikir lain selain menyelamatkan pangeran kecil."
"Hah... Sudahlah. Lagipula sekarang semuanya sudah terjadi. Lalu katakan, apakah kamu tahu siapa yang menculik Yue'er? Dia telah salah menculik orang. Saat ia sadar nanti, dia pasti akan marah dan kita tidak akan tahu apa yang akan penculik itu lakukan. Jadi tolong katakan agar kita bisa menyelamatkan Yue'er."
"Hamba tidak mengenal laki-laki itu. Tetapi hamba melihat wajahnya dan masih mengingatnya. Laki-laki itu memiliki wajah yang hampir mirip dengan Yang Mulia Putra Mahkota. Namun alisnya tidak tebal dan terlihat hangat. Ada ta-hi lalat di bagian bawah matanya."
"Pei Zhong Min!" Semua orang yang ada di sana langsung berhasil mengenali siapa orang yang menculik Bai Mu Yue setelah mendengar ciri-ciri orang itu dari Xia Xi Lin.
"Baik. Aku mengerti. Karena itu adalah orang itu, sepertinya aku tahu dimana dia akan pergi membawa Bai Mu Yue." Pei Zhang Xi mengangguk paham. Ia segera memimpin pasukan untuk pergi ke luar istana. Mencari Pei Zhong Min.
Sementara itu, Pei Zhong Min yang sedang berada dalam pencarian terkejut melihat keadaan di luar istana begitu ia keluar dari istana setelah berhasil melompat dari dinding. Ketika Long Wei Xuan pergi menyerang ibukota, ia telah menyelinap pergi ke istana untuk melancarkan aksinya. Untuk melakukan aksinya itu, tentu saja Long Wei Xuan mengetahui hal ini dan mendukungnya. Lagipula, jika Pei Zhong Min mendapatkan anak Laki-laki Pei Zhang Xi, anak itu bisa digunakan sebagai sandera olehnya jika terjadi hal yang tidak dia duga. Sayangnya, sebelum Long Wei Xuan bahkan melihat wajah anak yang dia rencanakan sebagai sanderanya, dia sudah kehilangan nyawanya.
Pei Zhong Min telah berada di dalam istana sementara waktu dan tidak mengetahui perkembangan di luar sama sekali. Apalagi jika perkiraannya bahwa pasukan Long Wei Xuan akan menang telak telah berbanding berbalik. Bagaimanapun, Pei Zhong Min ikut dalam perencanaan perang itu. Ia lah yang memberitahu Jenderal Rong dimana letak kelemahan pasukan Pei Zhang Xi. Serta memberitahu mereka dimana saja tempat yang mudah untuk dilewati sehingga mereka dapat dengan mudah datang ke ibukota tanpa menimbulkan keributan besar.
Pada saat ia melewati warga ibukota, tidak ada dari mereka yang tidak membicarakan bagaimana gagahnya Lu Jing Yu yang memimpin pasukan ke gerbang kota. Serta membicarakan bagaimana Lu Jing Yu dengan pintarnya mengalahkan banyak pasukan yang datang menyerang. Untuk memastikan apa yang dia dengar, Pei Zhong Min bersembunyi di dalam gang kecil untuk menguping pembicaraan orang-orang di sekitar. Saat itulah ia akhirnya memastikan jika pasukan Long Wei Xuan yang ia bawa telah gagal.
__ADS_1
Mengetahui hal ini, kemarahan Pei Zhong Min semakin besar. Jika pasukan Long Wei Xuan kalah, kemana dia akan pergi? Menatap anak yang masih tidur di dalam pelukannya, Pei Zhong Min hampir kehilangan kesabarannya. Pei Zhong Min bagaimana pun tidak dekat sama sekali dengan Pei Zhi Hui dan tidak begitu hafal wajahnya, namun ia adalah orang yang cerdas. Dengan sekali lihat, ia langsung menyadari jika anak di dalam pelukannya bukanlah anak yang menjadi targetnya.
"Sialan! Berani sekali mereka menipuku! Ini bukan anak Pei Zhang Xi." Gumamnya marah. Ia sangat marah saat ia menyadari bahwa ia telah ditipu.
Karena anak ini bukan lah anak Pei Zhang Xi, dia tidak ada gunanya sama sekali baginya. Pei Zhong Min meletakkan Bai Mu Yue di atas tanah. Lalu Dengan marah, ia pun mengambil pedang di pinggangnya dan mengayunkan pedang itu tinggi untuk membunuh bayi yang tidak bersalah itu demi melampiaskan kekesalannya.
Klang! Pedang Pei Zhong Min terlempar jauh di atas tanah. Pei Zhang Xi datang tepat waktu sehingga nyawa Bai Mu Yue dapat selamatkan. Jika Pei Zhang Xi datang sedetik lebih lama, nyawa Bai Mu Yue pasti sudah melayang
Pei Zhong Min terkejut saat melihat Pei Zhang Xi telah menemukannya. Adik ke empatnya itu membawa banyak pasukan dan mengepungnya. Tidak ada jalan kabur! Mata Pei Zhong Min melirik anak yang masih tidur di tanah dan segera menyadari jika anak itu tidak sepenuhnya tidak berguna. Setidaknya, mampu membuat Pei Zhang Xi mengejarnya seperti itu, sepertinya anak ini cukup berharga. Dengan segera ia menemukan cara untuk melarikan diri dari pengepungan dan menyelamatkan nyawanya. Tangannya meraih Bai Mu Yue untuk dia jadikan sandera.
Tetapi niatnya dengan mudah dapat dilihat oleh Pei Zhang Xi yang segera menendang tubuh Pei Zhong Min untuk menyelamatkan Bai Mu Yue. Menerima serangan yang tidak terduga, tubuh Pei Zhong Min terpental jauh. Ia meringis kesakitan.
"Tangkap penjahat ini! Jangan biarkan dia kabur lagi." Pei Zhang Xi mengangkat Bai Mu Yue dan menggendongnya di dalam pelukannya saat ia memberi perintah pada Mo Han.
"Lepaskan aku! Dasar kalian manusia tidak berguna! Aku akan memberi kalian pelajaran jika kalian tidak melepaskan aku sekarang!" Pei Zhong Min terus memberontak saat ia ditangkap dan diikat.
"Bawa dia kembali ke penjara bawah tanah. Pastikan untuk mengawasinya kali ini." Pei Zhang Xi kembali memberi perintah. Hukuman Pei Zhong Min pada dasarnya telah ditetapkan. Hukuman untuk setiap pemberontak adalah hukuman mati. Dan Pei Zhong Min telah memenuhi syarat untuk mendapatkan hukuman mati. Ditambah saat ini hukuman telah bersekongkol dengan musuh serta menculi pangeran yang merupakan calon pewaris tahta. Ribuan kematian bahkan tidak dapat mengganti kesalahannya.
*
*
*
__ADS_1
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_305🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
***
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ke Sepuluh🍃...
...🌸Pada malam ke Sepuluh, Allah Ta'ala memberi dia karunia di Dunia dan di Akhirat🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...
__ADS_1