Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 267. Membebaskan Pei Zhong Min 3


__ADS_3

Tak Setelah kereta yang membawa Pei Zhong Min meninggalkan penjara sudah berjalan menjauh dari istana, anak buah Pei Zhong Min melakukan tugasnya. Ia dengan sengaja menunjukkan dirinya pada penjaga yang berada di dalam penjara untuk mengalihkan perhatian mereka. Namun meskipun ia sudah bertekad untuk mengorbankan apapun demi mengeluarkan Pei Zhong Min dari penjara, ia masih tidak akan menyerah dengan mudah. Lagipula tujuan utamanya bukan untuk ditangkap melainkan untuk mengalihkan perhatian.


Pria itu bergerak dengan cepat. Setelah ia dengan sengaja menunjukkan dirinya, ia berlari dnegan cepat. Menjauh dari arah keluar dimana Pei Zhong Min berada. Jadi secara otomatis, ia malah berlari lebih jauh ke dalam penjara bawah tanah. Karena itulah, meskipun ia memiliki kecepatan yang lebih unggul daripada rata-rata orang, ia masih dapat terkepung setelah tidak ada jalan lain yang dapat menyelamatkan nya.


"Heh! Mau lari kemana kamu?!" Beberapa penjaga penjara yang mengejarnya menodongkan pedang ke arahnya dengan mengancam.


Dalam keadaan terkepung seperti itu, pria itu masih belum mau menyerah dengan mudah. Jika ia menyerah saat ini, kemungkin kaburnya Pei Zhong Min akan segera diketahui dan mereka akan segera mengerahkan pasukan untuk menangkap nya kembali. Jadi dia akan membuat para penjaga ini sibuk dengan dirinya dan tidak akan menyadari hilangnya Pei Zhong Min.


"Heh! Masih belum mau menyerah?" Penjaga itu berkata dengan angkuh saat melihat pria itu mengeluarkan pedangnya dari sarung pedang di pinggangnya. Mengarahkan pedang ke arah mereka.


"Kesombongan pelayannya bahkan hampir sama saja dengan majikannya!" Penjaga lain berseru. Hampir semua penjaga di sana mengetahui jika pria itu adalah anak buah kepercayaan Pei Zhong Min.


"Benar sekali. Mari tangkap dia dan tunjukkan pada majikannya. Lihat apakah majikan yang sangat dia junjung itu akan memberinya apresiasi? Hahahaha." Semua penjaga tertawa. Mereka semua menikmati melihat keadaan Pei Zhong Min yang sedemikian jatuh.


"Lebih baik aku mati daripada tertangkap oleh kalian." Pria itu menjawab dengan angkuh. Ia telah memasang kuda-kuda yang mantap. Ia sendirian. Sedangkan para penjaga yang mengepungnya ada puluhan orang. Meskipun akhirnya ia harus mati, paling tidak, ia harus melukai mereka sebelumnya. Jadi setelah ia selesai berbicara, ia melompat dan mulai menyerang dengan menggunakan pedangnya.


Kemampuan pria itu cukup tinggi. Ia adalah orang kepercayaan Pei Zhong Min. Tentu saja kemampuannya tidak mungkin biasa-biasa saja. Meskipun dia juga terluka, ia telah berhasil melukai banyak penjaga yang mengepungnya sebelum akhirnya ia dapat ditangkap.


"Hahahaha... Cepat ikat dia dan bawa dia berkumpul dengan tuannya."

__ADS_1


Pria itu mendengus kesal. Bukan karena dia tertangkap, tetapi karena jika mereka membawanya ke sel tempat Pei Zhong Min ditahan mereka akan mengetahui jika majikannya itu hilang sehingga mereka segera mengejarnya. Namun setelah menghitung waktu dan ternyata sudah satu jam lebih setelah ia melihat Pei Zhong Min keluar dari penjara, ia yakin kereta yang membawa Pei Zhong Min pergi sudah berada jauh dari istana. Pria itu akhirnya dapat menghela napas lega.


***


Sebuah kereta menunggu di seberang dinding seperti yang disebutkan oleh anak buah Pei Zhong Min. Kereta itu tidak mewah Sama sekali dan terlihat seperti sebuah kereta yang dimiliki oleh keluarga kecil bahkan lebih cenderung lebih seperti kereta yang biasa disewakan di pinggir jalan. Sang kusir memakai pakaian biasa dan terlihat cemas. Berulang kali ia akan menoleh ke sekitar dan memperhatikan situasi.


Kusir kereta itu juga adalah salah satu penjaga yang juga pernah bertugas di penjara bawah tanah di kekaisaran Zhao. Ia tentu tahu jika pengamanan di penjara seperti itu akan dua kali lebih ketat dari pada penjara biasa. Apalagi penjara yang mereka datangi adalah penjara Kekaisaran Shao yang lebih besar dari Kekaisaran Zhao yang tentu saja keamanannya juga jauh lebih ketat. Jadi saat ini, ia akan bersiap untuk keadaan apapun.


Setelah cukup lama menunggu, suara seperti benda yang jatuh terdengar teredam di dalam kegelapan malam. Dia tidak dipilih secara acak oleh atasannya. Ia dipilih karena ia pernah melihat Pei Zhong Min di masa lalu meskipun itu hanya sekilas pandang. Jadi saat ia melihatnya lagi, ia akan dapat mengenalinya.


Kusir itu melihat ke arah depan dimana arah suara itu berasal dan melihat sosok hitam di kegelapan yang berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke arahnya. Setelah sosok hitam itu semakin dekat, ia langsung mengenalinya sebagai Pei Zhong Min. Keadaan Pei Zhong Min memang sangat berantakan dengan banyaknya luka yang tersebar di seluruh tubuhnya. Dan jangan lupakan pakaiannya yang sangat sangat berantakan, namun kasir itu langsung berhasil mengenalinya. Ia langsung mengambil napas lega setelah ia melihat Pei Zhong Min yang sudah berhasil kabur dari penjara.


"Kau orang yang akan membawaku?" Pei Zhong Min bertanya dengan angkuh.


Pei Zhong Min melirik sekilas kereta yang sama sekali bukan termasuk kriteria kereta yang layak dinaikinya sebelum ia naik dengan satu langkah.


Kusir tidak membuang waktu lebih lama lagi. Setelah melihat Pei Zhong Min naik ke dalam kereta dan duduk di dalam, ia segera melajukan keretanya dengan kecepatan yang sedang. Malam sudah cukup larut dan suara kecil bisa terdengar dengan keras. Jadi untuk mengurangi kecurigaan, ia harus berusaha untuk tidak terlihat mencolok sama sekali.


Setelah menghabiskan dua jam di perjalanan, kereta itu memasuki sebuah halaman yang ada di pinggiran ibukota. Namun meskipun kediaman itu ada di pinggiran ibukota, kediaman itu tidak sederhana dan bahkan terlihat mewah. Halamannya luas dengan bangunan utama yang nampak gagak menyambut tamu yang baru saja datang berada tepat di depan gerbang dengan sebuah taman yang indah membentang di antara keduanya.

__ADS_1


Melihat kereta itu mendekat, para penjaga di depan gerbang membukakan pintu dan membiarkannya masuk dengan lancar. Kusir melajukan kereta melalui jalan di samping bangunan utama menuju ke arah belakang. Yang terdapat banyak paviliun-paviliun yang juga terlihat indah.


Sampai di sebuah halaman yang tenang, kusir itu menghentikan keretanya. Turun dan memberi tahu Pei Zhong Min bahwa mereka telah sampai.


"Yang Mulia, malam sudah larut. Anda akan bermalam di halaman ini untuk malam ini. Di dalam halaman, semua kebutuhan untuk Yang Mulia sudah disediakan." Kusir itu berkata dengan hormat.


"Mm. Aku mengerti." Pei Zhong Min mengangguk ringan sebelum melangkahkan kakinya ke dalam halaman. Saat ini pakaiannya kotor dan perlu diganti.


***


*


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_267🐣


Terima Kasih sudah mampir😘

__ADS_1


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


__ADS_2