Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 145


__ADS_3

"Hormat saya tuan tuan Zhu." Selir Yue tersenyum dan membungkukkan tubuhnya.


"Anda adalah selir Yang Mulia. Saya tidak pantas mendapatkan hormat dari anda." Zhu Yao Yan melirik selir Yue dengan datar sebelum berbalik untuk menghadapnya setelah mengetahui siapa yang menyapanya.


"Ehem... Tuan tua Zhu, anda adalah pejabat yang paling berpengaruh di kekaisaran ini. Yang Mulia saja menghormati anda sebagai gurunya. Bagaimana anda tidak pantas untuk itu?"


"Tuan Zhu, saya sangat bersimpati atas meninggalnya nona Zhu. Sangat disayangkan seorang gadis berbakat seperti nona Zhu haru meninggal dengan cara yang begitu menyedihkan. Bagaiaman ada seseorang yang tega membunuh gadis baik seperti nona Zhu. Lagipula nona Zhu masihlah bermarga Zhu, dan pangeran ke Lima juga termasuk cucu luar tuan tua Zhu. Bukankan pembunuh itu sama sekali tidak menganggap keluarga Zhu?"


"Apa yang dikatakan Selir Yue memang benar. Orang Berani membunuh keturunanku demi mengambil keuntungan memang orang yang sangat berani." Saat Zhu Yao Yan menatap Selir Yue dengan tatapan tajam yang membuat selir Yue merasa terintimidasi.


"Tuan tua Zhu, putra mahkota berkata jika Nona Zhu dibunuh dengan menggunakan jarum. Di kekaisaran ini masih hanya putri mahkota yang memiliki kemampuan untuk melakukan hal ini. Namun sudah pasti pelakunya bukanlah putri Mahkota, tapi siapa lagi yang bisa melakukannya." Selir Yue kembali menarik Lu Jing Yu dalam pembicaraan untuk mengingatkan semua orang tentang poin penting itu.


"Sepertinya aku mendengar ada yang menyebutkan diriku di sini. Apa aku salah dengar?" Lu Jing Yu tiba-tiba muncul dan menarik semua perhatian.


Setelah Lu Jing Yu sadar dari komanya, ia membuat resep untuk dirinya sendiri dan mempercepat proses penyembuhan bekas luka di perutnya sehingga hari ini ia sudah dapat berjalan dengan lebih santai tanpa menahan rasa sakit yang akan terasa saat ia bergerak.


"Salam Yang Mulia putri mahkota." Semua orang langsung memberikan salam.

__ADS_1


"Silahkan bangun." Ucap Lu Jing Yu dnegan suara yang dalam. "Aku tidak mengira akan mendengar namaku disebut dan menjadi diskusi yang sangat seru di sini. Namun sebelum melanjutkan diskusi yang menarik ini, izinkan aku untuk memberi penghormatan terakhir pada nona Zhu." Lanjut Lu Jing Yu sambil berjalan mendekati peti mati Zhu Man Xie setelah menunduk kan kepalanya saat ia bertemu pandang dengan Pei Zhang Xi.


"Salam putri mahkota. Terima kasih telah bersedia datang untuk melihat Xie'er untuk terakhir kalinya."


"Tidak masalah pangeran ke Lima. Bagaimana pun Kita adalah satu keluarga."


"Aku tahu Xie'er memiliki banyak sah pada anda semasa hidupnya. Saya sebagai suaminya meminta maaf atas namanya."


"Jangan dipikirkan lagi. Aku sudah melupakannya. Yang terpenting adalah menemukan pembunuh nya dan memberikan keadilan bagi nona Zhu."


"Saya rasa putri mahkota sudah mendengar masalah pembunuhan Nona Zhu adalah dengan menggunakan jarum. Aku ingin tahu apakah Putri mahkota mengetahui siapa lagi yang memiliki kemampuan hebat seperti yang dimiliki putri mahkota di kekaisaran ini."


"Benar sekali apa yang dikatakan Putri mahkota. Semua orang mendapatkan pelajaran yang sama tentang itu. Namun hanya beberapa orang saja yang beruntung dapat menggunakan hal ini untuk melindungi diri."


"Itu benar. Aku jadi ingat tentang keterampilan medis yang menggunakan jarum perak. Kabarnya kemampuan itu sangat hebat untuk menyembuhkan penyakit. Sayang sekali kemampuan seperti itu malah sudah punah karena tidak ada lagi yang memperlajarinya karena banyak hal." Untung saja Lu Jing Yu tanpa sengaja menemukan buku di perpustakaan kediaman Pei Zhang Xi di waktu yang tepat. Sehingga ia dapat memberikan alasan yang dapat dipercaya.


"Namun kemampuan menggunakan jarum juga bukan merupakan kemampuan yang tidak dapat dipelajari oleh seseorang. Apalagi di masa lalu kemampuan ini juga berkembang dengan baik jadi ada banyak buku yang menjelaskan masalah ini secara rinci. Jika mereka memiliki tekad yang kuat dan mengetahui dasar-dasarnya, hal itu juga bukan suatu yang mustahil untuk dipelajari lagi." Lu Jing Yu menundukan kepalanya dan tersenyum sinis.

__ADS_1


"Namun, untuk menemukan orang yang telah membunuh nona Zhu tidaklah sulit." Lu Jing Yu mengangkat kepalanya dan menatap semua orang dengan percaya diri.


"Apa yang Yang Mulia Putri Mahkota coba katakan? Bagaimana menemukan orang yang menghilang tanpa bekas?"


"Jarum yang digunakan pada proses ini bukanlah jarum yang biasa digunakan dlaam kehidupan sehari-hari. Kita harus menggunakan jarum khusus yang harus dipesan terlebib dahulu karena jarum ini tidak ada di pasaran."


"Selain dapat dicari dengan cara mengetahui siapa yang datang ke pandai besi untuk menanyakan siapa yang telah memesan jarum itu, ciri fisik orang yang telah terbiasa menggunakan jarum ini juga sangat mencolok. Apalagi pada seorang wanita." Selir Yue tanpa sadar menggenggam tangannya yang ada di balik lengan bajunya.


"Yang Mulia, sampai di sini saya serahkan pada anda." Di bawah tatapan semua orang Lu Jing Yu menghadap Pei Zhang Xi dan berkata dengan jelas sebelum berjalan dan berdiri di samping suaminya itu yang segera memberikan kursi untuknya duduk.


"Luka mu belum kering sepenuhnya. Duduklah. Jangan paksakan dirimu. Serahkan semuanya pada suamimu ini." Pei Zhang Xi mengelus kepala Lu Jing Yu dengan tatapan lembut.


"Ehm." Lu Jing Yu mengangguk samar.


*


*

__ADS_1


~#Permaisuri Tidak Ingin Mati_145#~


Please like, share, vote and comment 😊


__ADS_2