
Kabar mengenai ibukota akan diserang menyebar dengan sangat cepat. Itu memang tujuan Lu Jing Yu yang memerintahkan orang untuk menyebarkannya. Lagipula pasukan Kekaisaran Zhao yang bersembunyi telah keluar dari persembunyian mereka tepat setelah semua persiapan selesai dibuat.
Dan seperti yang diperkirakan oleh Lu Jing Yu sebelumnya, keadaan ibukota kacau setelah kabar itu menyebar cepat seperti api. Para menteri datang satu persatu menemui Kaisar Pei An Long untuk meminta petunjuk. Menanggapi hal ini, Lu Jing Yu yang mendengar laporan dari pengawal Lin menyesap teh panasnya dengan santai.
"Lalu bagaimana dengan reaksi Ayah Kaisar?" Lu Jing Yu bertanya dengan mengerutkan alisnya.
"Hamba tidak menyangka jika Yang Mulia kaisar Adalah pemain yang hebat." Pengawal Lin memuji dengan nada yang aneh.
"He-he-he-he. Tidak tidak. Malah akan menjadi aneh jika seseorang seperti Kaisar tidak dapat melakukan hal seperti itu." Lu Jing Yu terkekeh saat ia menggelengkan kepalanya.
"...." Pengawal Lin tidak tahu harus berkata apa. Lagipula ia tidak memiliki hak untuk menilai bagaimana itu.
Kembali dari istana, wajah semua menteri menjadi suram. Mereka semua datang untuk mencari solusi. Berharap jika Kaisar Pei An Long akan memberikan solusi yang memuaskan pada mereka. Namun siapa yang menyangka jika bahkan Kaisar Pei An Long tidak memiliki solusi yang mereka butuhkan dan bahkan membuat semua orang harus bekerja keras mengerahkan penjaga kediaman mereka untuk ikut membantu menahan pasukan musuh di gerbang ibukota. Jika mereka mengirimkan penjag kediaman mereka ke sana, lalu bagaimana keamanan di kediaman mereka sendiri?
"Kenapa masih berpikir dua kali untuk itu? Istana adalah inti dari sebuah Kekaisaran. Sejak leluhur kita, kita telah berada di bawah naungan Kekaisaran Shao, jika pada saat ini Kekaisaran Shao sedang membutuhkan bantuan kita, kita malah lari tanpa membalas budi seperti pengecut?" Seorang menteri tua berkata dengan marah. Ia memandang menteri-menteri di sekitarnya dengan jijik.
"Tuan Bei, bukannya kami tidak tahu balas budi, tetapi kami hanya berpikir logis sebelum mengambil keputusan. Lagipula masalah keamanan bukanlah masalah kecil. Jika kita salah dalam mengambil keputusan, keselamatan seluruh klan akan berada dalam bahaya." Salah satu menteri berbicara dengan datar.
"Seorang bijak pernah berkata lebih baik memiliki seorang musuh daripada seribu teman yang tidak setia." Setelah berbicara, tuan Bei berjalan dengan berat meninggalkan menteri-menteri ini.
Setelah kepergian menteri Bei, semua orang saling memandang. Setelah begitu lama berada di lingkungan yang sama, mereka secara tidak sadar mengembangkan pemahaman diri satu dengan yang lainnya. Sehingga mereka akan saling mengerti hanya dengan anggukan maupun gelengan kepala yang ringan....
Lu Jing Yu menemui Selir Su untuk menitipkan Pei Zhi Hui pada ibu mertuanya ini karena ia akan pergi ke gerbang kota setelah ia mengadakan rapat dadakan dengan Kaisar Pei An Long dan jenderal Hao di ruang kerja Kaisar Pei An Long. Tentu saja awalnya gagasan ini ditolak langsung oleh semua orang saat Lu Jing Yu mengungkapkan keinginannya untuk pergi. Namun setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya semua orang dengan enggan menyetujuinya.
Akhirnya, setelah mendapatkan helaan napas dari Selir Su dan juga ciuman hangat di kening putranya, Lu Jing Yu berangkat dengan semangat juang tinggi. Sebenarnya, Lu Jing Yu sangat takut dengan hal ini, lagipula selalu tidak ada yang pasti dari hasil sebuah perang. Dan meskipun Lu Jing Yu telah mengetahui sebelumnya bagaimana perang ini nantinya dan juga telah mempersiapkan banyak hal untuk menghadapinya, namun ia masih tidak bisa menyingkirkan perasaan khawatir jika usahanya gagal. Namun saat mengingat jika nasib banyak orang dan terutama nasib keluarga yang disayanginya dalam bahaya, ia membulatkan tekadnya. Meyakinkan pada dirinya sendiri jika dia pasti berhasil mengubah cerita menjadi lebih baik.
__ADS_1
Selir Su menatap punggung Lu Jing Yu yang tampak tegar. Ia tahu bagaimana situasi saat ini dan juga menyadari bahaya yang dihadapi oleh bangsanya. Namun saat ini, ia melihat bagaimana menantu nya pergi menghadapi bahaya itu dengan gagah berani tanpa rasa takut. Ia ingin membantu dan pergi bersamanya, namun ia menyadari jika dia terlalu penakut untuk melakukan itu. Jadi, daripada hanya menjadi beban bagi semua orang, ia akan melakukan tugasnya dengan baik. Dan menjaga Pei Zhi Hui adalah sesuatu yang bisa ia lakukan. Menatap cucu laki-laki nya ini, selir Su tidak bisa tidak menghela napas. Bagaimana anak sekecil ini sudah harus ditinggalkan oleh ayah dan ibunya untuk pergi berperang? Bagaimana jika....
Bagaimana jika….
"Tidak. Itu tidak boleh terjadi." Menyadari pemikirannya yang buruk, selir Su segera menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Pergi ke aula leluhur sekarang. Kita harus berdoa agar dewa melindungi kita semua." Selir Su menoleh dan memerintahkan semua orang untuk pergi mengikutinya.
Melihat Lu Jing Yu yang pergi dan bahkan menjadi pemimpin para pasukan di sepanjang jalan dengan memakai pakaian perang, beberapa orang terutama para nona muda dan nyonya dari kediaman bangsawan tidak bisa tidak mencibir meremehkan. Menurut mereka sikap Lu Jing Yu benar-benar tidak pantas dan tidak sesuai dengan norma-norma dan aturan wanita yang mulia. Tetapi pemikiran warga biasa jauh lebih sederhana dari mereka, warga telah berada dalam ketakutan saat terakhir kali mereka mendengar kabar jika ibukota akan diserang. Meskipun mereka sepertinya tidak yakin jika Lu Jing Yu akan mampu melindungi mereka hanya dengan mengandalkan kekuatan yang seadanya, mereka masih bisa tersentuh dengan tindakan heroiknya. Tidak sedikit para pemuda yang akhirnya ikut bergerak menjadi relawan untuk membantu sebisa mereka. Melihat hal ini, Lu Jing Yu merasa sangat bahagia.
"Yang Mulia, banyak pemuda yang bergabung di sepanjang jalan." Quan Yuan mensejajarkan kudanya dengan kuda Lu Jing Yu sebelum berbicara.
"Mm. Semakin banyak bantuan, semakin baik." Lu Jing Yu mengangguk sambil tersenyum. Ia semakin yakin jika keputusan nya untuk ikut saat ini adalah pilihan yang tepat.
Para menteri di istana kebanyakan adalah menteri tua yang hanya pandai berpolitik dan tidak pernah mengikuti perang sebelumnya. Jangankan ikut berperang, bahkan memegang senjata saja kemungkinan besar mereka tidak bisa. Sedangkan para jenderal yang tersisa adalah jenderal junior yang bertugas menjaga kestabilan saja. Sedangkan Jenderal Hao harus tetap berada di dalam istana untuk melindungi Kaisar Pei An Long. Apalagi pembuat ide dan strategi kali ini adalah Lu Jing Yu, selain dia sendiri, tidak ada yang memahaminya lebih baik darinya. Jadi Lu Jing Yu memang pilihan terbaik meskipun dia adalah seorang wanita.
Pada umumnya, menilai seberapa kuat dan kokonya gerbang ibukota, sangat mustahil bagi musuh untuk masuk ke dalam ibukota. Namun meskipun begitu, tidak ada yang tidak mungkin terjadi di dunia. Meski pintu gerbang tidak bisa ditembus, namun masih memiliki kemungkinan untuk merobohkannya. Dengan didorong pohon kayu oleh banyak orang dalam jangka waktu tertentu, bukan tidak mungkin jika pintu gerbang pada akhirnya akan roboh.
Begitu juga dengan tembok tebal yang tinggi. Para musuh mungkin akan kesulitan jika mereka harus merobohkan tembok tebal itu untuk dapat masuk ke dalam ibukota, namun lain halnya jika mereka memanjat tembok tersebut. Meskipun ada kemungkin jika mereka yang sampai di atas mungkin akan diserang segera setelah mereka sampai, tapi jika mereka datang dengan cepat, pasukan yang berada di atas akan kuawalahan dan memiliki kemungkinan untuk membuka gerbang dari dalam.
Pada saat ini, Lu Jing Yu telah sampai di depan gerbang kota. Ia menatap gerbang yang kokoh yang tampak angkuh berdiri tepat di depan matanya. Dia telah berada lama di dunia ini, namun baru kali ini ia memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam. Jika itu di masa lalu, dia akan dengan bersemangat pergi masuk dan melihat-lihat di dalam. Meneliti apakah itu sama dengan apa yang dia lihat di dalam gambar di dalam buku sejarah. Namun sayangnya, kali ini dia masuk dalam situasi perang yang genting.
"Yang Mulia, kita masuk sekarang?" Quan Yuan bertanya dengan hormat.
"Mm. Ya." Lu Jing Yu mengangguk dan menjawab dengan datar.
__ADS_1
*
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_295🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
***
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Keenam🍃...
...🌸Pada malam Keenam, Allah Ta'ala akan memberikan pahala seperti orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...