Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 183


__ADS_3

Xian Zi Xuan dengan sengaja menyunggingkan senyumnya saat ia melirik Pei Shi Liang yang jelas menatap Kaisar Pei An Long dengan penuh keluhan di matanya. Seakan ia tahu bahwa ayahnya mengusulkan pernikahan ini untuknya. Xian Zi Xuan tentu saja melihatnya dengan jelas. Apalagi setelah menatap Kaisar Pei An Long namun ayahnya itu menyadari tatapan permusuhan dari putrinya dan segera memalingkan wajahnya dan Pei Shi Liang akhirnya mengganti targetnya pada Xian Zi Xuan yang semakin senang ketika melihat wajah marah Pei Shi Liang yang menurutnya terlihat lucu.


Namun nyatanya, selain Kaisar Pei An Long, Lu Jing Yu yang juga menyadari interaksi kedua orang itu sejak awal juga memiliki minat di matanya. Jiwa gosipnya segera menggelora dan tidak tahan untuk menyimpannya untuk dirinya sendiri. Ia segera mengungkapkan apa yang dilihatnya pada Pei Zhang Xi.


"Yang Mulia, sepertinya antara Putra Mahkota Shixian dan Liang'er sudah terjadi sesuatu yang tidak kita ketahui."


"Kekaisaran Shixian itu meskipun terlihat begitu damai dan tanpa adanya perebutan kekuasaan di luar, sebenarnya di sana bahkan lebih kejam. Posisi Putra Mahkota Shixian bisa saja terlihat begitu kuat seperti tidak ada yang dapat merebutnya darinya, sebenarnya bahaya dari perebutan tahta selalu mengerikan dimana pun. Jika Shi Liang menikah dengan Putra Mahkota Shixian dengan sifat naifnya saat ini, tidap pasti dia akan mampu bertahan." Pei Zhang Xi berbicara sambil melirik Lu Jing Yu ketika fokus matanya tertuju pada Xian Zi Xuan. Mengawasi pria itu dengan seksama.


"Tapi menilai bahwa Putra Mahkota Shixian bisa bertahan sejak ia dinobatkan menjadi Putra Mahkota hingga saat ini, itu membuktikan bahwa ia mampu. Aku yakin jika ia menikahi Liang'er yang manis, ia juga tidak akan membiarkan ada orang yang akan menyulitkan Liang'er di sana. Apalagi melihat bagaimana Putra Mahkota Shixian menatap Liang'er sejak tadi dengan mata yang hanya tertuju padanya, bukankah ini menunjukkan jika perasaannya pada Liang'er yang begitu dalam?"


"Kamu begitu peduli dengan perasaan orang lain. Kamu bahkan mengerti perasaan pria lain. Yu'er, apa kamu pernah memikirkan perasaanku meski hanya sedikit saja?"


Lu Jing Yu reflek menjauhkan dirinya saat ia menatap tak percaya suaminya yang bertingkah genit ini.


"Yu'er. Apa kamu sudah tidak menginginkanku lagi? Kenapa kamu begitu jauh?" Rengek Pei Zhang Xi dengan suara yang tidak ditekan sama sekali. Semua orang yang setidaknya berada lima meter dari mereka bahkan dapat mendengar rengekannya dengan jelas.


Beberapa cangkir hampir terlepas dari tangan. Beberapa pelayan di dekat mereka tidak beruntung karena disebabkan mereka terlalu terkejut, mereka mulai menumpahkan makanan atau minuman yang mereka bawa di atas nampan mereka. Yang paling terpengaruh adalah selir Su yang tersedak kue osmantus yang baru saja digigit nya ketika mendengar suara rengekan putranya yang terdengar aneh. Sangat mengerikan untuk didengarkan!


"Nyonya berhati-hatilah." Bibi Gu segera memberikan secangkir air putih pada Selir Su. Dan suara batuk Selir Su memecahkan keheningan yang sejenak tercipta.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja. Tapi tolong katakan padaku jika yang aku dengar hanyalah ilusi. Yang mengatakan kata-kata yang membuat orang ingin muntah itu bukanlah putraku yang kaku itu. Itu sangat mengerikan."


"Mohon maafkan hamba nyonya. Tapi yang nyonya dengar memang yang sebenarnya terjadi."


"....." Selir Su hampir kehilangan dirinya sekali lagi.


"Ehem.... Aku sudah lama mendengar kisah cinta antara Putra Mahkota dengan Permaisurinya. Melihatnya sendiri bahkan membuat seseorang akan merasa iri tidak peduli apa." Xian Zi Xuan memecah kecanggungan yang terjadi dengan aneh.


"Meskipun saya tidak memungkiri jika hal pertama yang akan diperhitungkan dalam sebuah pernikahan bagi orang seperti kita adalah manfaat yang dapat diambil dari pernikahan ini pada akhirnya, tapi aku masih berharap jika pernikahan ku selain mendapatkan manfaat juga memiliki sesuatu yang manis seperti yang didapatkan oleh Putra Mahkota Shao. Saya tidak akan menyangkal jika saya memang memiliki minat pada salah satu Putri dari Kekaisaran Shao, namun sayangnya putri cantik itu masih belum dapat menerima saya. Jadi Yang Mulia, tolong beri saya kesempatan untuk memenangkan hati putri Anda." Saat mengatakan kalimat terakhirnya, Xian Zi Xuan melirik Pei Shi Liang yang segera memalingkan wajahnya.


Sebagai seorang wanita, tentu saja Pei Shi Liang akan merasa tersentuh saat mengetahui jika seorang pria akan berusaha untuk mendapatkan hatinya. Ia mengakui jika penampilan Xian Zi Xuan terlihat bagus dari manapun. Selain memiliki ketampanan di atas rata-rata, ia juga memiliki aura yang mengesankan khas seorang pemimpin. Namun justru inilah yang membuatnya enggan membuka hati untuk nya.


Pei Shi Liang tidak memiliki keinginan untuk menikah dengan seseorang yang berasal dari lingkungan kekaisaran manapun. Apalagi seorang Putra Mahkota. Ia hanya ingin seorang pria sederhana dari keluarga biasa karena hanya di kalangan seperti itulah ia mendapati para pria yang tidak memiliki wanita lain di rumahnya selain istri sah mereka.


Pei Shi Liang ingin memiliki suami yang seperti Pei Zhang Xi, yang hanya memiliki Lu Jing Yu di matanya! Sebenarnya Xian Zi Xuan juga telah hanya memilikinya di matanya. Namun karena ketakutannya sendiri lah ia tidak berhasil melihatnya.


Kaisar Pei An Long menganggukkan kepalanya teratur. Ia mengerti apa yang dimaksudkan oleh Xian Zi Xuan. Ia juga melihat mata yang penuh waspada dan curiga milik Pei Shi Liang. Sebagai ayahnya i juga mengerti apa yang diinginkan putrinya ini. Karena hal ini jugalah ia memiliki kekhawatiran terhadap masa depan putrinya. Ia khawatir tidak akan ada yang bersedia menikahnya dengan egoisme nya yang besar terhadap pasangannya yang tidaklah umum dan bahkan dianggap tidak baik dalam masayarakat umum meskipun ia adalah seorang putri.


Saat ini setelah mendengar jawaban Xian Zi Xuan, ia merasa sebagian beban di pundak nya akhirnya terangkat. Ia akan memanggilnya secara pribadi setelah acara berakhir untuk berbicara padanya bukan sebagai seorang Kaisar melainkan sebagai seorang ayah.

__ADS_1


"Tentu saja Putra Mahkota Shixian. Begitu juga dengan harapan saya. Anda menikahi putri saya bukan hanya karena kepentingan politik semata karena bagi saya, seorang anak tidak peduli siapapun itu adalah mata hati yang akan selalu saya sayangi. Saya juga berharap jika anak-anak saya akan bahagia di dalam pernikahan mereka nantinya."


"Mohon Yang Mulia memberi saya kehormatan. Mari bersulang untuk kesepakatan ini." Xian Zi Xuan mengangkat mangkuk araknya yang segera disambut oleh Kaisar Pei An Long.


Kali ini Pei Shi Liang tidak dapat menentukan apapun. Ia tidak bisa memutuskan apa yang terbaik untuknya saat ini. Xian Zi Xuan tidak dapat dipungkiri adalah calon suami yang sempurna. Tetapi masih mengenai statusnya.... Ia benar-benar tidak akan mentolerir suami yang akan membawa pulang wanita lain dalam kehidupan rumah tangganya.


Lu Jing Yu yang sejak awal telah mengabaikan Pei Zhang Xi memperhatikan adik iparnya ini dan dia sedikit banyak mengerti apa yang sedang dihadapi nya. Namun, ia tidak bisa melakukan apapun untuk membantunya. Ia juga tidak dapat menjamin apakah Xian Zi Xuan akan setia padanya sampai akhir atau justru akan menyakitinya dengan snagat parah di masa depan. Ia pun menghela napas.


"Aku akan mengatasi masalah ini. Kita harus memastikan apakah pria ini benar-benar layak untuk Shi Liang atau tidak. Jika nanti aku menemukan jik dia hanyalah ba-ji-ngan lainnya yang hanya ingin main-main, aku sendiri yang akan memastikan dia tidak akan dapat mendekati Shi Liang dalam radius sepuluh kilometer." Pei Zhang Xi menarik pundak Lu Jing Yu agar ia menoleh dan fokus padanya.


"Ehem. Tolong lakukan yang terbaik."


"Dengan satu syarat."


*


*


~🍀 Permaisuri Tidak Ingin Mati_183🍀~

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir 😘


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 like 👍 komentar 📝 vote 🌟


__ADS_2