Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 239. Memastikan Kehamilan


__ADS_3

Lu Jing Yu yakin jika Yun Ying telah memahami maksud perkataannya untuk lebih berhati-hati. Bagaimanapun, ia tidak bisa terus berada di samping Yun Ying. Hanya Yun Ying lah yang dapat menjaga dirinya sendiri.


"Itu bagus kalau kakak ipar tahu. Sekarang aku ingin mendengar alasan yang bagus kenapa kakak tidak datang ke istan untuk perawatan? Jika aku tidak mendapatkan alasan yang tepat, aku juga tidak akan sungkan menghukum kakak ipar." Lu Jing Yu menopan kedua tangannya saat ia memicingkan matanya menatap Yun Ying. Tampak serius.


"Ini.... Sebenarnya aku memiliki firasat bahwa aku.... sudah Hamil." Yun Ying berbicara dnegan wajah menunduk yang memerah malu.


"Apa?!" Lu Jing Yu tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Sedikit kehilangan ketenangannya saat ia menggebrak meja di depannya hingga membuat teh di depannya jatuh dan tumpah. Membuat Yun Ying yang duduk di depannya mengelus dadanya karena terkejut.


Bahkan Pei Zhi Hui yang sednag merangkak pun berhenti hanya untuk menoleh pada ibunya yang sedang memelototkan mata. Setelah melihat wajah ibunya yang terlihat lucu baginya, Pei Zhu Hui menggelengkan kepalanya dengan menggemaskan alih-alih tersenyum sebelum melanjutkan langkahnya.


Namun, mereka semua tidak menyadari bahwa teriakan Lu Jing Yu sudah berhasil menarik perhatian Ke Mei Jia yang baru saja kembali setelah memimpin pelayan untuk membawa makanan ringan dan minuman yang dipesan oleh Lu Jing Yu. Melihat wajah terkejut Lu Jing Yu, Ke Mei Jia menghentikan langkahnya sementara ia menajamkan telinganya. Ia ingin mengetahui apa yang terjadi.


"Hehehe... Maaf-maaf. Aku sangat terkejut. Kakak ipar, tolong katakan sekali lagi. Aku takut telingaku membohongiku." Lu Jing Yu segera menyadari tingkahnya yang aneh dan meminta maaf. Setelah itu ia kembali fokus dan bertanya sekali lagi. Kali ini ia akan memastikan jika telinganya tidak sedang menipunya.


Ke Mei Jia sama penasaran nya dengan Lu Jing Yu. Bisa membuat Lu Jing Yu sampai kehilangan ketenangannya harusnya adalah sebuah berita yang besar. Dan ia yakin jika ia berada di sekitar mereka, mereka tidak akan mungkin memberitahunya dengan begitu mudah. Untuk itu, ia benar-benar harus mengetahuinya. Bibi Niang juga mengerti niat Ke Mei Jia. Dia berbalik dan berpura-pura memeriksa makanan dan minuman di atas nampan. Tentu saja ia tidak ingin jika apa yang dilakukan Ke Mei Jia akan disadari oleh para pelayan itu. Apalagi hampir semua pelayan di kediaman Raja Wei masih merupakan bawahan yang tunduk pada Yun Ying.


"Yu'er... Sepertinya aku sudah hamil. Waktu aku sarapan hari itu, aku tidak bisa makan apapun. Aku akan mual setiap kali aku mencium aroma makanan. Aku hanya bisa makan buah-buahan pada hari itu dan tubuh ku terasa lemas. Karena itulah aku tidak bisa datang ke istana untuk menemuimu." Yun Ying memberi tahu Lu Jing Yu sekaligus menjelaskan absennya dirinya hari itu.


"Oh jadi seperti itu. Bagus sekali. Apakah Raja Wei sudah tahu?"


"Aku belum yakin. Jadi aku belum memberitahu nya. Setelah aku memastikannya, aku baru akan memberitahu nya. Lagipula beberapa hari ini hubungan kami sedang renggang." Yun Ying menghela napas.

__ADS_1


"Huh! Meskipun kakak ipar tidak memberi tahuku, aku sudah tahu bahwa itu pasti ada hubungannya dengan wanita itu kan?"


"Yah... Bagaimanapun dia sudah masuk ke dalam kediaman ini. Apalagi ibu yang telah merekomendasikan nya. Dia mendapat kan dukungan dari ibu. Aku juga tidak bisa menolak perintah ibu." Selir Yao mengenal putranya dengan baik. Ia tahu bahwa putranya sangat mencintai istrinya dan selalu menolak setiap gadis yang direkomendasikan olehnya. Namun ia tidak kehabisan akal, ia menggunakan Yun Ying untuk mengancam Pei Wu Shan. Mengatakan bahwa ia akan berusaha memutuskan hubungan mereka dengan cara apapun jika Pei Wu Shan tidak menyetujui untuk memasukkan Selir kali ini.


Sebagai seorang wanita, selir Yao sangat mengerti egoisme seorang wanita. Sama seperti wanita lainnya, jika Yun Ying mengetahui jika Pei Wu Shan menyetujui wanita lain masuk ke dalam rumah tangga mereka, satu sisi kepercayaan Yun Ying akan hilang padanya. Dan hasil itulah yang diharapkan oleh nya.


Setelah merusak kepercayaan Yun Ying, selir Yao tidak berhenti sampai di situ. Dia masih tidak puas hanya dengan memasukkan Ke Mei Jia, menantu yang telah dipilih nya. Apalagi setelah ia mengetahui jika putranya masih keras kepala dan tidak ingin menghabiskan malam dengan Ke Mei Jia. Selir Yao menggunakan sisi terlemah Yun Ying saat itu.


Secara pribadi, memanggil Yun Ying ke istana untuk memintanya membujuk Pei Wu Shan untuk bermalam dengan Ke Mei Jia. Dia tidak mau tahu seperti apa perasaan Yun Ying saat itu dan tidak menerima penolakan. Dia selalu mengingatkan ketidakmampuan Yun Ying dalam melahirkan seorang putra untuk Pei Wu Shan.


Dengan kebahagiaan Pei Wu Shan sebagai tekanan, Selir Yao akhirnya berhasil membuat Yun Ying meminta pada Pei Wu Shan untuk menghabiskan malam dengan Ke Mei Jia meskipun hatinya merasa sakit dan berakhir pada sebuah pertengkaran antara dirinya dan Pei Wu Shan untuk pertama kalinya.


Tidak jauh dari mereka, Ke Mei Jia mengepalkan tangannya saat mendengar bahwa kemungkinan Yun Ying sedang hamil. Jika Yun Ying benar-benar hamil dan melahirkan seorang bayi laki-laki, maka mimpinya untuk menjadi permaisuri Wei harus ia lupakan selamanya. Sebelum ia berhasil melahirkan bayi laki-laki, Yun Ying tidak boleh melahirkan meskipun itu seorang bayi perempuan. Seorang bayi hanya bisa dilahirkan olehnya dan bukan milik Yun Ying. Jika ada yang menghalangi keinginan nya, dia harus lenyap dari pandangan nya.


Setelah memastikan jika Bibi Niang tidak mengetahui kabar itu, Ke Mei Jia memberi isyarat agar mereka segera melanjutkan langkah mereka. Berjalan dengan anggun di depan para pelayan. Dengan sengaja membuat suara langkah kaki yang cukup keras.


Lu Jing Yu tinggal di kediaman Raja Wei untuk waktu yang cukup lama. Setelah lelah berbincang-bincang di taman, mereka ganti lokasi ke halaman Yun Ying. Tentu saja Ke Mei Jia tidak perlu ikut ke sana. Lagipula apa yang akan mereka lakukan adalah sesuatu rahasia.


Di halaman Cahaya, Lu Jing Yu dan Yun Ying masuk ke dalam bangunan utama hanya berdua. Sedangkan para pelayan yang mengikuti mereka tinggal di luar bangunan. Sedangkan Pei Zhi Hui yang sudah sejak lama tidur, dibawa ke kamar di samping bangunan utama untuk tidur.


Lu Jing Yu memeriksa denyut nadi Yun Ying dengan seksama. Ia harus memastikan betul-betul dan tidak boleh ada kesalahan sedikit pun untuk itu.

__ADS_1


Karena usia kandungan yang masih sangat muda, masih cukup sulit untuk memastikan kehamilan itu. Butuh ketelitian dan waktu. Apalagi Lu Jing Yu baru pertama kali melakukan nya secara langsung. Di dunia aslinya, ia hanya membaca dari buku dan belajar sedikit dari ibunya.


Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama dan pemeriksaan yang sangat teliti, Lu Jing Yu akhirnya dapat memastikan jika kakak iparnya itu memang benar-benar telah berbadan dua.


"Kakak ipar, aku sudah memastikan jika kakak benar-benar hamil. Aku rasa kakak ipar bisa memberi tahu Raja Wei mengenai kabar ini. Dia pasti akan sangat bahagia."


"Kamu benar. Tapi aku masih ragu apakah aku bisa melahirkan bayi ini dengan selamat. Ini bukan kehamilan pertamaku. Aku takut...."


"Kakak ipar, kakak harus yakin saat ini. Kakak ipar tidak boleh sampai memiliki banyak pikiran yang membebani apalagi sampai berpikir jika kakak ipar tidak akan mampu mempertahankan bayi ini. Yakinlah dan semuanya akan baik-baik saja. Aku juga tidak akan diam saja. Aku akan membantu kakak ipar. Aku akan memberikan resep untuk memperkuat kandungan kakak." Lu Jing Yu segera memotong ucapan Yun Ying yang putus asa. Paranoid Yun Ying adalah senjata berbahaya yang mengancam bayinya sendiri.


"Baiklah. Aku akan berusaha. Aku tidka akan membiarkan usaha kerasmu sia-sia. Aku tahu bahwa akulah yang masih harus mengandalkan diriku sendiri. Jika aku masih seperti ini, usaha keras yang kita lakukan selama ini tidak akan ada artinya. Kamu tenang saja, aku akan bertahan kali ini." Yun Ying menganggukkan kepalanya. Dia harus menancapkan kepercayaan dirinya di dalam hati. Dia harus menjadi lebih kuat.


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_239🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏

__ADS_1


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


__ADS_2