
Zhu Man Xie mundur dua langkah setelah mendapatkan pertanyaan tajam disertai dengan sorot mata menuduh dari Pei Zhang Xi yang membuatnya gemetar. Ia meremas tangannya di balik lengan bajunya yang lebar. Ia menggertakkan giginya saat melihat tatapan orang-orang yang turut menatapnya dengan penuh tanya. Mereka seakan ikut mempertanyakannya.
"Tentu saja aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu terhadap Permaisuri anda Raja Rui, awalnya aku terkejut setelah melihat mayat mengerikan itu memakai pakaian yang sama dengan yang dikenakan Permaisuri Rui hari ini di perjamuan. Namun aku juga merasa lega saat mengetahui bahwa mayat yang mengerikan itu bukanlah Permaisuri Rui. Itu saja." Dengan senyum yang polos Zhu Man Xie menjelaskan dirinya. Alasannya dapat diterima. Lagi pula semua orang juga terkejut saat mengetahui bahwa yang ada di kamar itu bukanlah Lu Jing Yu setelah mereka mengenali pakaian yang dikenakan wanita itu juga.
Lu Jing Yu saat ini benar-benar kembali membuka matanya mengenai sosok Zhu Man Xie yang digambarkan dengan sosok wanita yang baik dan lemah lembut di dalam novel. Andai saja ia tidak mengingat tentang adanya plot yang menjebak Lu Jing Yu asli di dalam novel yang membuatnya semakin dibenci oleh Pei Zhang Xi, mungkin dialah yang saat ini menjadi mayat yang mati mengenaskan itu.
"Apakah benar seperti itu?" Semua orang menoleh begitu mendengar suara wanita yang rendah namun berkharisma.
Flash Back On...
Lu Jing Yu melirik ke sekeliling tempat dimana pelayan membawanya. Ia menemukan pelayan yang menumpahkan air di jubah Pei Zhang Xi di aula perjamuan sedang bersembunyi di balik dinding. Lau ia memutar otaknya untuk lepas dari situasi yang menjebaknya.
Di saat itulah ia mengingatkan satu plot misterius yang ada di dalam novel karena di dalam novel tidak dikatakan siapa pelaku yang telah menjebak Lu Jing Yu hingga sampai dinodai oleh seorang pengemis yang sengaja dibawa masuk ke dalam istana. Pengemis itu telah diberi obat afrodisiak untuk melancarkan aksinya. Lu Jing Yu bergidik dan mengelus perut buncitnya saat menyadari bahaya yang menghadang di depannya.
Ia harus mencari cara untuk lolos dari bencana ini dan terhindar dibenci oleh Pei Zhang Xi yang dengan susah payah ia dapatkan cintanya.
Lu Jing Yu diam-diam mengeluarkan jarum akupunktur yang selalu dibawa di balik ikat pinggangnya. Ia memutuskan untuk masuk ke dalam rencana mereka terlebih dahulu agar ia dapat lepas tanpa menderita cidera yang mungkin akan membahayakan ditanya dan juga bayi di dalam kandungannya.
"Yang Mulia dimana? Apa masih belum sampai?"
"Kita sudah hampir sampai Permaisuri." Jawab pelayan itu memberi isyarat pada pelayan yang bersembunyi untuk mendekat. Lu Jing Yu menyadari hal itu tetapi ia berpura-pura tak tahu dan malah mempercepat langkahnya mendahuluinya.
Saat sudah dekat dengan kamar, Lu Jing Yu berbalik tiba-tiba dan menembakkan jarum akupunktur di titik pingsan mereka berusaha serempak. Seketika kedua pelayan itu terjatuh tak sadarkan diri.
Dengan susah payah Lu Jing Yu menarik tubuh pelayan yang bersembunyi ke balik semak-semak dan bertukar pakainya dengannya. Setelah ia bertukar pakaian dengan pelayan itu, Lu Jing Yu kembali menariknya masuk ke dalam kamar.
Seperti yang dia duga, sudah ada pria yang berada di dalam kamar itu yang juga sedang tak sadarkan diri. Tetapi wajahnya yang memerah menunjukkan bahwa seseorang telah memberinya obat perangsang. Setelah memasukkan pelayan itu, Lu Jing Yu keluar dengan cepat dan dengan segera mencari orang untuk mencarinya.
__ADS_1
Pada saat itu ia tidak sengaja melihat pelayan ibu suri yang sedang berjalan melewati taman. Ia pun meminta bantuan darinya untuk membantunya bertemu dengan ibu suri.
Ibu suri yang mendengar cerita Lu Jing Yu mengepalkan tangannya dengan erat. Ia sudah terbiasa menghadapi intrik licik di istana.
"Baiklah. Nenek akan menyelesaikan masalah ini untukmu. Tidak nyaman bagimu yang hamil besar begini untuk turun tangan." Ibu Suri menepuk tangan Lu Jing Yu.
"Terima kasih atas bantuan nenek. Sebenarnya aku juga sangat syok stelah mengalami hal ini. Aku tidak tahu siapa yang memiliki niat jahat padaku. Aku sedang mengandung bayi Yang Mulia, tidak sangka ada yang memiliki niat menjijikkan seperti itu."
"Kamu sudah cuku berusaha. Istirahatlah sebentar di sini sebelum menemui Xi'er. Suamimu itu pasti khawatir jika tidak melihatmu lama."
"Baik nenek.".
"Seseorang datang dan bawa Permaisuri Rui untuk berganti pakaian dam istirahat." Pelayan yang melayani di sisi ibu Suri semuanya memiliki sifat keibuan yang alami. Mereka lembut dan berbudi luhur. Mereka membawa Lu Jing Yu pergi dengan hati-hati.
Ibu Suri menghela napas setelah melihat punggung Lu Jing Yu yang menghilang. Pandangannya yang penuh kasih saat ini telah berubah drastis saat ia menoleh dan memberi perintah pada bibi pelayan setianya.
"Baik IBU suri."
Bibi pelayan segera melaksanakan tugasnya dengan baik. Bersama dengan beberapa kasim dan penjaga, mereka mengintai di sekitar tempat kejadian untuk menemukan siapa pelaku yang memiliki niat buruk.
Saat mereka datang ke tempat itu, mereka memang melihat pelayan yang masih pingsan di depan kamar tanpa ada orang lain di sekitar. Mereka segera bersembunyi untuk mengintai. Lalu tak lama kemudian pelayan itu tersadar dengan bingung. Setelah bangun, pelayan itu celingukan melihat keadaan. Mencari rekan pelayannya yang bekerja bersamanya, juga mencari keberadaan Lu Jing Yu.
Lalu saat ia sedang bingung, ia mendengar suara bersisik dari dalam kamar. Ia pun membuka sedikit dan mengintip dari celah pintu. Setelah melihat wanita dengan pakaian yang sama dengan Lu Jing Yu, Pelayan itu mengelus dadanya lega sebelum ia kebalik berjaga dengan perasaan was-was karena ia masih belum menemukan pelayan lainnya.
Di dalam persembunyian mereka, Mereka begitu terkejut saat melihat Zhu Man Xie datang dengan tergesa-gesa bersama dengan pelayannya. Karena jarak mereka tidak terlalu jauh, mereka mendengar apa saja yang mereka bicarakan.
Zhu Man Xie selalu memiliki citra yang baik di istana, orang mungkin tidak akan percaya jika wanita seperti Zhu MAN Xie mampu melakukan hal seperti itu jika mereka tidak melihatnya sendiri. Memikirkan hal ini, bibi pelayan memikirkan ide untuk mendapatkan bukti keterlibatan Zhu Man Xie agar wanita itu tidak bisa mengelak.
__ADS_1
Mereka melihat Zhu Man Xie masuk ke dalam kamar setelah mengusir pelayan yang berjaga di depan kamar dan pelayannya sendiri yang pergi untuk memanggil semua orang untuk datang.
"Tangkap pelayan itu hidup-hidup. Bawa ke hadapan ibu suri segera."
Mereka tidak lagi mengikuti perkembangan yang terjadi karena semua itu tidak lagi penting bagi mereka. Bibi pelayan dan semua orang yang datang bersamanya mengejar pelayan itu dan menangkapnya.
Lu Jing Yu tidak bisa beristirahat dengan tenang di tempat ibu suri karena ia terus memikirkan Pei Zhang Xi yang khawatir. Karena itulah setelah ia berganti pakaian dan mengetahui bahwa Zhu MAN Xie lah yang berada di balik semua rencana keji padanya, ia segera meminta izin untuk kembali dan menemui Pei Zhang Xi dengan segera.
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_111♡
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..
...Tolong Dibaca!...
...Author meminta maaf jika banyak kata atau kalimat yang kadang nggak nyambung. Atau tulisan Author yang sering salah ketik. Itu semua dari sisi kelemahan Author. ...
...Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini ya reader... itu karena authornya baru bisa nulis yang seringnya di malam hari setelah aktivitas luar biasa padat di siang harinya. Jadi karena kondisi fisik dan fikiran yang lelah mungkin tidak begitu mendukung untuk terus menulis....
...Tetapi menulis adalah hobi Author sejak muda dan merupakan cita-cita Author sejak kecil. Jadi Author sangat sayang untuk berhenti berkarya. Untuk itulah meskipun lelah dan sering curi2 waktu buat nulis, Author tetap usahain untuk terus berkarya dan menulis....
...Karena itu, Author benar-benar minta maaf dan berharap semoga meskipun tulisan Author kacau, masih bisa dimengerti. ...
...Terima kasih atas semua perhatian dan dukungan dari kalian. Loe You all......
...Queen_OK...
__ADS_1