
Diskusi semua orang semakin berani dan terang-terangan setelah beberapa orang mulai mengeraskan suaranya. Lagipula memang tidak pantas bagi Lu Jing Yu untuk menertawakan kemalangan orang lain dan bahkan seorang Putri dari kekaisaran tetangga di depan semua orang yang datang dari Kekaisaran lain. Hal itu bisa membuat Kekaisaran lain mengira bahwa mereka diundang untuk dipermalukan. Dan jika mereka tidak menerimanya, mereka bisa saja menyimpan dendam dan bahkan memicu perang karena itu. Jadi dengan pertimbangan seperti itu, tidak mungkin Pei Zhang Xi akan melindungi Lu Jing Yu.
"Hormat hamba Yang Mulia." Seorang pria tua berdiri dan menangkupkan tangannya menghadap Kaisar Pei An Long. Pria itu adalah salah satu utusan dari Kekaisaran Nanjiang.
"Bangunlah tuan Zhao."
"Terima kasih banyak Yang Mulia." Pria itu kembali berdiri namun masih belum berani menegakkan tubuhnya. "Yang Mulia, kita semua di sini dan melihat bagaimana Tuan Putri Shixian terjatuh saat menari. Semua orang menyayangkan hal ini karena karena kejadian ini mengakibatkan tuan Putri Shixian terluka dan saat ini masih harus menerima perawatan dalam beberapa hari untuk menyembuhkan lukanya. Namun bukannya merasa simpati, Yang Mulia Putri Mahkota Shao justru tertawa atas kemalangan orang lain. Jika Yang Mulia Putri Mahkota Shao hari ini tidak dapat menjelaskan dirinya dan memberikan alasan untuk menenangkan kemarahan dari Kekaisaran Shixian atas hal ini, hamba khawatir masalah akan menjadi besar tanpa terkendali lagi. Jika masalah hari ini tidak diselesaikan dengan baik, takutnya di masa depan akan ada kekawatiran akan dipermalukan jika ada kejadian serupa. Untuk itu hamba meminta keadilan untuk Tuan Putri Shixian."
Laki-laki tua itu berkata dengan jelas. Ia beberapa kali melirik pada Xian Zi Xuan berharap dia bisa mendapatkan perhatian darinya karena dinilai membantunya mencari keadilan bagi Kekaisaran Shixian. Dengan begitu ia akan memperoleh dukungan darinya. Jika ia mendapatkan dukungan dari pria yang jauh lebih muda darinya itu, tidak diragukan lagi masa depannya akan terjamin meskipun ia berasal dari Kekaisaran yang berbeda. Namun nyatanya Xian Zi Xuan sepertinya tidak menganggap penting masalah itu. Ia tertangkap basah menikmati teh miliknya dengan santai.
__ADS_1
"Apa yang dikatakan tuan Zhao memang masuk akal. Menertawakan kemalangan orang lain adalah perbuatan yang sangat tidak sopan. Namun masalah ini tidak bisa diputuskan hanya dari satu pihak saja. Kita tidak bisa menyalahkan Putri mahkota hanya karena tertawa sebab kita tidak mengetahui dengan jelas apa yang sebenarnya ia tertawakan. Bisa saja Putri Mahkota hanya secara kebetulan tertawa karena masalah lainnya. Bikankah Sebelumnya juga banyak orang tertawa. Apakah tuan Zhao juga menganggap mereka semua bersalah dan meminta penjelasan pada semua orang yang tertawa itu?"
"Mohon maafkan hamba karena tergesa-gesa Yang Mulia. Hamba benar-benar tidak bermaksud seperti itu. Namun hamba hanya khawatir mengenai kemalangan Tuan Putri Shixian." Pria tua yang dipanggil tuan Zhao itu berkata dengan menundukkan kepalanya. Ia tidak menyangka jika Xian Zi Xuan akan mengabaikannya padha ia tela membantunya mencari kedilan bagi saudarinya. seharusnya meskipun antara kedua bersaudara itu tidak memiliki hubungan yang baik mereka masih harus menunjukkan kepedulian mereka satu sama lain di depan semua orang. Karena masalah sudah sampai di sini, ia harus menyelamatkam dirinya sediri.
"Sebenarnya yang dikatakan oleh tuan Zhao juga tidak salah Yang Mulia. Hamba yakin di kekaisaran manapun itu menertawakan kemalangan orang lain adalah hal yang sangat tercela dan tidak masuk akal. Jika seorang putri Mahkota terbukti melakukan hal tercela seperti itu, takutnya di masa depan tidak akan ada lagi orang yang akan bersedia hadir da bepartisipasi dalam agenda yang sama, jadi jika kami tidak mendapatkan kejelasan mengenai masalah hari ini, akan tidak baik bagi semua orang." Seorang pangeran yang merupakan utusan dari kekisaran Huajiang berdiri dan melirik tuan Zhao penuh arti. Dengan satu orang lagi yang maju mengungkapkan pikirannya, beberapa orang menyetujui hal itu dengn jelas.
Lu Jiing Yu melemparkan tatapan kesalnya pada Pei Zhang Xi sebelum berdiri menghadap Kaisar Pei An Long dan membugkuukan tubuhnya. "Salam Hormat Ayah Kaisar."
"Bangunlah anakku. Sebagai ayah mertuamu, Aku yakin jika karaktermu sangat baik, namun Hari ini karakter seluruh kekaisaran Shao sedang dipertanyakan. Untuk itu aku beraharp kamu memiliki alasan yang bagus kenapa tertawa saat Putri Shixian terjatuh."
__ADS_1
*
*
~🍀 Permaisuri Tidak Ingin Mati_191🍀~
Terima kasih sudah mampir 😘
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 like 👍 komentar 📝 vote 🌟
__ADS_1