Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 281. Mencurigai Lu Jing Yu


__ADS_3

Pei Wu Shan memandang Lu Jing Yu dengan curiga. Apakah istri adik nya ini melakukan kesalahan saat memeriksanya? Atau apakah dia memang sengaja melakukannya untuk merusak hubungan baik antara Yun Ying dan Ke Mei Jia? Semua orang tahu jika dia tidak menyukai selir, apakah Dia memang berniat untuk merusak nama baik Selirnya?


Sampai pada kesimpulan itu, saat ini tatapan Pei Wu Shan saat memandang Lu Jing Yu menjadi tidak bersahabat. Dia juga bertanya dengan sinis padanya, "Putri Mahkota, tolong bicara dengan jelas di sini. Tolong jangan membuat keretakan dengan menaburkan benih perselisihan di keluarga kami."


Lu Jing Yu tidak percaya dengan reaksi Pei Wu Shan. Ia menatap tidak percaya kakak iparnya ini. Dia dulunya sangat lembut dan ramah. Bagaimana bisa dia berubah seperti ini sekarang?


"Kakak kedua apa maksudmu dengan menuduh Yu'er mencoba meretakkan hubungan keluarga kalian?" Pei Zhang Xi yang melihat jika Lu Jing Yu dituduh dengan kejam tidak terima.


"Putra mahkota, aku tahu jika kamu sangat mencintai istrimu. Tapi tolong jangan lindungi dia saat ia melakukan kesalahan atau dia akan menjadi kurang ajar!" Pei Wu Shan yang sudah tersulut emosi menatap Pei Zhang Xi dengan marah. Pei Zhang Xi mendengar perkataan Pei Wu Shan yang semakin tidak enak didengar dan mengepalkan tangannya. Ia menatap Pei Wu Shan dengan marah.


"Kalian berdua diam!" Lu Jing Yu menggertakkan giginya dengan marah. Kedua laki-laki ini justru sibuk bertengkar satu sama lain dan mengabaikan kondisi Yun Ying. Pada saat ini, apa yang lebih penting dari Yun Ying?


Pei Wu Shan dan Pei Zhang Xi berhenti berdebat setelah mendengar perkataan Lu Jing Yu. Mereka mendapati Lu Jing Yu yang tampak marah.


"Raja Wei tolong dengarkan penjelasan saya sebelum anda menuduh saya dengan buruk, bisa?" Lu Jing Yu menatap Pei Wu Shan dengan tajam.


"Baiklah. Saya harap Putri Mahkota memberikan saya penjelasan yang bagus agar rasa hormat saya tidak berubah." Jawab Pei Wu Shan dengan sinis.

__ADS_1


Ke Mei Jia memperhatikan di samping. Ia masih menangis seperti terakhir kali. Wajahnya terlihat menyedihkan. Polos dan teraniaya. Namun jika seseorang memperhatikan tangannya yang berada di balik lengan bajunya, kukunya yang cantik hampir merobek kulit putihnya karena ia menggenggamnya dengan terlalu erat.


Yang berada di dalam hati nya bahkan tidak ada yang mengetahuinya. Memang benar Ke Mei Jia sengaja memberikan kantung wangi itu pada Yun Ying karena ia tahu bahwa Yun Ying selalu menyalakan dupa aroma terapi yang terbuat dari campuran dari kayu putih. Ke Mei Jia telah menyukai tentang media sejak masih muda. Ia sangat menyukai bacaan yang berisi tentang ilmu medis. Dari sekian bacaan yang pernah ia baca, ia mengetahui jika aroma yang dimiliki kayu putih akan menjadi berbahaya bagi seorang wanita khususnya wanita yang sedang hamil muda jika dicampur dengan aroma kesturi. Kesturi sendiri adalah bahan untuk menggugurkan kandungan. Jika ditambah dengan kayu putih efeknya akan lebih menakutkan. Namun sayangnya sangat jarang orang yang mengetahui hal itu.


Ke Mei Jia sudah sejak awal mengetahui jika Yun Ying menyukai aroma dupa kayu putih dan pada saat ia mengetahui jika Yun Ying tengah hamil muda saat itu, ia langsung memiliki rencana untuk memberikan kesturi padanya. Ke Mei Jia pun memutuskan untuk mencampurkan Kesturi pada kantong wangi yang akan diberikan pada Yun Ying. Ia adalah seorang gadis yang pandai, ia mengerti jika di mata Selir Yao sangat menghargai cucunya. Jadi dia tahu jika Bibi Niang yang berkerja untuknya pasti juga sama. Pelayan itu pasti akan memeriksa apapun yang akan diberikan pada Yun Ying.


Tetapi, tidak ada yang akan curiga dengan kesturi di dalam kantung wangi. Jadi saat Bibi Niang mengatakan jika ia akan membawanya ke kuil untuk didoakan, ia membiarkan nya saja meskipun ia tahu jika sebenarnya Bibi Niang membawa kantung wangi buatannya untuk diperiksa kepasa tabib.


Kantong wangi itu akhirnya kembali ke tangannya menunjukkan jika tabib itu tidak mengetahui jika Kesturi adalah bahan yang berbahaya bagi wanita hamil. Jika tabib itu tidak tahu, bagaimana bisa dia tahu? Dengan mengandalkan hal ini, ia bisa lepas dari tuduhan meskipun pada akhirnya akan ketahuan jika kantung wangi nya lah yang menyebabkan Yun Ying keguguran.


Selama ia tidak mengakuinya, ia tidak bisa disalahkan. Selama ia mengaku jika ia tidak mengetahuinya, ia akan bebas dari tuduhan begitu saja. Memegang teguh kepercayaan ini, Ke Mei Jia semkain percaya diri.


"Mohon maafkan hamba Yang Mulia. Yang dikatakan Yang Mulia Putri Mahkota benar adanya Yang Mulia." Tabib itu mengangguk dengan yakin.


"Tidak mungkin. Bukankah itu hanya sebuah wewangian saja. Bagaimana mungkin bisa melenyapkan seseorang?" Ke Mei Jia menangis histeris saat mendengar pernyataan Tabib. Wajahnya terlihat sangat terkejut sekaligus tidak percaya. Sesuai dengan ucapannya yang menyebutkan jika dirinya tidak mengetahui nya. Selama ia mengakui tidak mengerti, Pei Wu Shan tidak akan menyalahkannya.


"Yang Mulia, tolong percaya pada hamba. Hamba tidak pernah bermasalah dengan kakak dan selaku memiliki hubungan yang baik dengan kakak. Hamba tidak memiliki alasan untuk mencelakai kakak apalagi mencelakai calon keturunan Yang Mulia. Bahkan hamba sangat senang saat mendengar jika kakak hamil dan segera membuat kantong wangi untuk kakak. Hamba hanya ingin membuat kakak lebih relaks dengan aroma kantong wangi buatan hamba yang banyak dipuji oleh orang-orang. Hamba benar-benar tidak mengetahui jika Kesturi yang merupakan salah satu dari bahan yang hamba masukkan ke dalam kantong wangi dapat membahayakan wanita hamil. Hiks hiks. Hamba benar-benar tidak mengetahuinya Yang Mulia." Ke Mei Jia menjelaskan ketidakbersalahan dirinya.

__ADS_1


Pei Wu Shan melihat Ke Mei Jia yang menangis tersedu-sedu sehingga ia merasa tidak tega. Hatinya memamg sudah lembut sejak awal sehingga saat ia melihat Ke Mei Jia yang menangis dengan sangat sedih menjadi mudah tersentuh. "Sudah lah jangan menangis lagi. Aku tahu kamu adalah wanita yang baik. Hubungan kalian berdua juga sangat baik. Aku yakin kamu memang tidak sengaja melakukannya. Tidak apa-apa. Aku dan Ying'er..." Ucap Pei Wu Shan terpotong oleh interupsi yang dilakukan oleh Yun Ying.


"Yang Mulia! Aku tidak percaya Yang Mulia akan dengan mudah terpengaruh dan memaafkannya begitu saja! Aku tidak terima. Aku tidak terima ketidakadilan ini. Aku ingin masalah ini diperiksa dengan baik." Yun Ying mengepalkan tangannya. Matanya yang menatap tajam Pei Wu Shan telah menggenang air mata yang siap jatuh kapan saja.


"Ying'er, masalah ini sudah terjadi. Lagipula Jia'er tidak mengetahui jika apa yang diberikan pada mu sebenarnya berbahaya. Dia hanya berniat baik padamu. Apa kamu tega menyalahkannya atas ketidak sengajaannya?" Pei Wu Shan memandang Yun Ying dengan tidak percaya. Dia mengenal Yun Ying selama ini adalah seorang wanita yang baik haru dan mudah memberikan maaf pada orang. Bagaimana dia bisa berubah sampai sejauh itu?


Yang tidak diketahui oleh Pei Wu Shan adalah seorang wanita yang telah menjadi seorang ibu akan berubah menjadi seperti seekor singa betina yang sedang melindungi anaknya. Tidak peduli seberapa lembutnya wanita itu sebelumnya, ia tetap akan menjadi singa garang saat menghadapi sesuatu yang nb mengancam keselamatan anak mereka.


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_281🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏

__ADS_1


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


***


__ADS_2