Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 153


__ADS_3

Pei Zhang Xi merebahkan Lu Jing Yu dengan hati-hati di atas ranjang yang ada di ruangan yang ada di samping kamar ibu Suri. Ruangan itu sebelumnya adalah ruang santai ibu Suri. Ada sebuah ranjang yang memang berada di sana. Sebuah rak buku berukuran cukup besar ada di salah satu sudut ruang. Jika tidak bermeditasi di dalam ruangan khusus, ibu suri biasanya menghabiskan waktu di ruangan ini untuk membaca atau sekedar minum teh.


"Kamu sudah bekerja keras hari ini." Pei Zhang Xi ikut berbaring miring di samping Lu Jing Yu karena ranjang di tempat itu relatif sempit dan hanya cukup untuk satu orang saja. Ia memeluk Lu Jing Yu dengan hati-hati dan memasukkan istrinya itu ke dalam pelukannya sebelum ia menciumi pucuk kepala Lu Jing Yu dengan penuh rasa sayang.


"Hem... Bagaimana dengan si kecil?" Lu Jing Yu mendongak menatap Pei Zhang Xi.


"Aku terus merasa khawatir padamu. Tapi hal yang pertama kamu tanyakan malah putra bau itu." Pei Zhang Xi memanyunkan bibirnya.


"Hahaha. Apakah yang Mulia masih saja cemburu pada putramu sendiri?" Lu Jing Yu terkikik melihat tingkah kekanakan Pei Zhang Xi.


"Tentu saja. Kamu itu milikku. Bagaimana dia bisa membuatmu begitu saja?"


"Dia itu putramu sendiri. Aku tidak pernah menyangka jika Yang Mulia cemburu." Lu Jing Yu memicingkan matanya.


"Aku juga tidak tahu. Yang aku tahu adalah kamu itu milikku. Tidak ada yang bisa mengambil dirimu dariku."


"Yang Mulia, tolong serius sedikit. Aku benar-benar khawatir tentang si kecil. Yang Mulia tahu sendiri jika si kecil tidak bisa jauh dari ku meski hanya sebentar."


"Iya. Itu sungguh membuatku jengkel." Pei Zhang Xi memicingkan matanya dengan kesal.


"Ish! Aku serius. Tadi saja saat aku kembali dari kediaman Pei Qin Yang, si kecil sudah menangis."


"Kamu tenang saja. Sebentar lagi dia juga akan sampai di sini. Aku sudah meminta Mo Han untuk menjemput nya kemari. Sekarang biarkan aku memelukmu sebentar. Aku sangat merindukanmu." Pei Zhang Xi sekali lagi menarik paksa kepala Lu Jing Yu.


Pei Zhang Xi menghela napas. Ia tidak pernah membayangkan jika ia akan berada pada posisi ini sebelumnya dimana ia akan begitu tergantung pada seseorang bahkan seorang wanita yang dulu sangat ia benci. Ia tidak tahu bagaimana tetapi ia mengerti jika cintanya akan selalu bertambah dari waktu ke waktu. Ia akan melakukan apapun untuknya. Apapun itu.


Saat Pei Zhang Xi mendengar jika Lu Jing Yu dipanggil ke istana oleh Kaisar untuk mengobati ibu Suri yang sedang dalam masa kritis, Pei Zhang Xi sangat khawatir jika terjadi sesuatu yang buruk pada ibu suri yang akan membuat Lu Jing Yu disalahkan atasnya.

__ADS_1


Pei Zhang Xi menghela napas. Ia tidak pernah membayangkan jika ia akan berada pada posisi ini sebelumnya dimana ia akan begitu tergantung pada seseorang bahkan seorang wanita yang dulu sangat ia benci. Ia tidak tahu bagaimana tetapi ia mengerti jika cintanya akan selalu bertambah dari waktu ke waktu. Ia akan melakukan apapun untuknya. Apapun itu.


Saat Pei Zhang Xi mendengar jika Lu Jing Yu dipanggil ke istana oleh Kaisar untuk mengobati ibu Suri yang sedang dalam masa kritis, Pei Zhang Xi sangat khawatir jika terjadi sesuatu yang buruk pada ibu suri yang akan membuat Lu Jing Yu disalahkan atasnya.


Di zaman ini, kematian salah satu anggota keluarga kerajaan bukan hanya kematian seseorang melainkan banyak orang yang akan terseret bersamanya apalagi jika dia meninggal karena penyakit di bawah perawatan tabib. Kematian orang itu akan dianggap sebagai kesalahan sang tabib yang dinilai gagal menjalankan tugasnya. Jadi Pei Zhang Xi begitu ketakutan dan cemas dari siapapun. Setiap menit dan detik serasa mencekam bagi Pei Zhang Xi.


Pei Zhang Xi baru saja melepaskan kekhawatirannya setelah melihat Lu Jing Yu keluar dengan mata yang masih terlihat bercahaya meskipun wajahnya terlihat sangat kelelahan. Ia tahu jika Lu Jing Yu pasti berhasil mempertahankan ibu Suri.


"Kruyuuk..." Pei Zhang Xi melihat Lu Jing Yu yang tersenyum malu dengan tangannya mengelus perut.


"Hehehe... Lapar. Aku tadi belum sempat makan siang." Ucap Lu Jing Yu. Saat ini dia harus menyusui putranya, jadi dia menjadi lebih mudah lapar dari biasanya. Apalagi pangeran kecil menjadi enggan meminum ASI bibi pengasuh sejak Lu Jing Yu bisa menyusuinya sendiri.


"Mm. Aku akan meminta pelayan menyiapkan makanan untuk mu." Pei Zhang Xi tersenyum sambil mengelus kepala Lu Jing Yu sebelum ia berdiri dan memerintahkan Xiao Bei untuk menyiapkan makanan untuk Lu Jing Yu.


Sementara itu, meskipun kondisi ibu Suri cukup stabil, tapi masih memerlukan banyak istirahat. Hanya Kaisar dan paduka kaisar yang dapat masuk ke dalam kamar untuk melihat ibu suri dari dekat. Jadi setelah mereka menunggu baik kaisar mauoun paduka Kaisar masuk dan memberitahu jik keadaan ibu Suri membaik, mereka semua segera kembali ke kediaman mereka masing-masing.


"Aku lega anak busuk itu menikahi wanita yang baik. Dia bahkan bisa menarik neneknya yang hampir masuk ke dalam jurang kematian." Kaisar Pei An Long berkata pada kasim Song setelah ia melihat ibu Suri dan kembali ke ruang kerjanya di paviliun Leng Qi.


"Yang Mulia putri Mahkota memiliki kemampuan medis yang tidak terduga. Hamba mendengar jika dia hanya menggunakan jarum dan ramuan herbal biasa untuk menyembuhkan Kondisi Ibu Suri."


"Aku juga mendengar nya. Baru kemarin Zhu Man Xie terbunuh dengan menggunakan jarum. Tapi hari ini dengan menggunakan jarum dari jenis yang sama, ibuku berhasil diselamatkan dari jurang kematian."


"Ini kemampuan yang sangat hebat Yang Mulia. Jika kemampuan ini dipelajari oleh para tabib, hamba yakin di seluruh daratan, kemampuan medis di kekaisaran kita akan menjadi yang paling unggul."


"Kamu benar. Tapi aku penasaran bagaimana Putri Mahkota mendapatkan kemampuan ini? Aku pernah mendengarnya namun itu hanya berada di dalam buku kuno dan tidak ada yang pernah mempelajarinya."


"Salam yang Mulia. Utusan ratu ada di depan untuk melapor." Seorang Kasim datang dan menyela pembicaraan kedua orang itu.

__ADS_1


"Bawa orang itu masuk."


"Salam Yang Mulia. Hamba datang kemari untuk menyampaikan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Yang Mulia Ratu." Utusan Ratu adalah seorang Kasim berpengalaman. Ia membawa kertas berisi catatan hasil penyelidikan dan diserahkan pada Kaisar Pei An Long.


Kaisar Pei An Long membaca laporan itu dengan mata yang merah padam karena marah. Apa yang dilakukan selir Yue sangat keterlaluan. Ratu Zhu memiliki kemampuan yang cakap dalam mengatasi masalah. Apalagi jika Masalah itu terjadi di dalam Harem, jika dia mau, dia dapat mengetahui apapun yang ingin ia ketahui.


Apa yang dilakukan selir Yue ternyata sudah berjalan sejak lama. Selir Yue juga secara diam-diam selalu meminum ramuan kontrasepsi setiap kali Kaisar Pei An Long bermalam dengannya agar dia tidak mengandung anak dari sang Kaisar. Ramuan itu dibuat sendiri oleh Selir Yue dengan menggunakan bahan herbal yang memang dia tanam di halaman paviliun nya.


Selain itu, selir Yue ternyata sering menyelinap dari istana dan bertemu dengan pria misterius yang dapat dipastikan jika pria itu adalah Li Zhi Jin. Dan yang paling membuat Kaisar Pei An Long sangat marah adalah bahwa sebenarnya Pei Yu Chen bukanlah putranya melainkan putra dari Li Zhi Jin berdasarkan tes yang dilakukan antara darah Pei Yu Chen dan Li Zhi Jin yang ternyata cocok.


Di akhir laporan, ibu Suri menyebutkan hukuman apa yang kam diberikan pada Selir Yue. Namun sebelum hukuman dilaksanakan, masih harus disetujui terlebih dahulu oleh Kaisar Pei An Long.


"Katakan pada Ratuku untuk melakukan eksekusi seperti apa yang dia katakan." Kaisar Pei An Long memberi perintah dengan tegas. Ia membubuhkan stempel pada kertas laporan sebagai pengesahan atas laporan tersebut sebelum memberikannya pada kasim itu untuk diberikan pada Ratu Zhu kembali.


"Baik Yang Mulia."


*


*


*


~πŸ€Permaisuri Tidak Ingin Mati_153πŸ€~


Terima kasih sudah mampir 😘


Jangan lupa tinggalkan jejak πŸ‘£ like πŸ‘ komentar πŸ“ vote 🌟

__ADS_1


__ADS_2