Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 171


__ADS_3

Saat Xian Zi Xuan dan Pei Shi Liang sedang sarapan, bawahan Xian Zi Xuan menemui Bei Yin untuk melaporkan masalah. Saat para majikan makan, para bawahan hanya memperhatikan dari jauh dan tidak berani mendekat. Hanya para pelayan yang ada di sekitar untuk melayani. Namun dilihat dari jauh saja sudah dapat ditebak apa yang terjadi dimana Xian Zi Xuan terus saja mengganggu Pei Shi Liang dari wajah kesal Pei Shi Liang yang terlihat jelas. Sangat berbeda denga. Wajah Xian Zi Xuan yang tampak tenang namun menyembunyikan sesuatu di dalam matanya yang seperti rubah menemukan mangsanya untuk ditipu.


Saat keduanya menyelesaikan makanan mereka, Bei Yin memberanikan diri untuk menghampiri Xian Zi Xuan untuk melapor.


"Hem. Aku mengerti." Xian Zi Xuan mengangguk paham setelah Bei Yin selesai membisikkan informasi yang didapat nya. Lalu menatap Pei Shi Liang yang tampak tenang di tempat duduknya.


Bei Yin baru saja melaporkan padanya bahwa ada kabar yang menyebar di istana dan ibukota yang menyebutkan jika pangeran kecil yang merupakan putra Pei Zhang Xi menghilang pagi ini. Berita itu awalnya berasal dari paviliun Kedamaian yang merupakan tempat tinggal pangeran kecil. Mereka tidak melihat atau mendengar tangisan bayi itu sepanjang malam padahal biasanya selang beberapa jam di malam hari, mereka akan mendengar suara bayi. Entah itu menangis atau tidak.


Menurut informasi yang didapat Xian Zi Xuan mengenai Pei Shi Liang, dia tahu jika gadis yang diincarnya ini sangat dekat dengan Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu. Sehingga jika terjadi sesuatu pada keponakan nya, pasti gadis ini adalah orang yang saat ini tidak akan bisa duduk dengan tenang di seberangnya.


Melihat raut wajah Xian Zi Xuan yang berubah-ubah, Pei Shi Liang mengerutkan keningnya. "Ada apa Yang Mulia Putra Mahkota Shixian melihatku seperti itu?"


"Tidak apa-apa. Acara akan segera dimulai sebentar lagi. Sebaiknya kita segera pergi ke tempat acara." Xian Zi Xuan memilih mengabaikan masalah itu. Lagipula ia pernah bertemu dengan Pei Zhang Xi secara pribadi. Ia mengenal bagaimana pria itu bekerja. Tentunya ia tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk menimpa putranya seperti diculik dengan begitu mudah oleh seseorang.


Dan gadis di depannya ini adalah adik Pei Zhang Xi yang dididik di bawahnya sendiri. Gadis ini juga tidak akan mungkin menjadi gadis yang biasa saja. Melihat betapa tenangnya dia, dia tahu sesuatu tidak akan berjalan tanpa rencana.

__ADS_1


***


Acara pertama yang akan digelar adalah acara satu bulanan yang sekaligus pemberian nama. Acara pemberian nama dilakukan di taman Kekaisaran yang sudah disulap menjadi tempat pesta taman dadakan yang indah.


Namun suasana yang bahagia dan ceria yang seharusnya ada di tempat pesta justru tidak terasa. Setiap tamu undangan yang datang, mereka membicarakan tentang pangeran kecil yang telah diculik dengan cara berbisik-bisik. Pada awalnya mereka ragu-ragu untuk tetap datang karena sebuah kabar belum tentu selalu benar. Jadi mereka memutuskan untuk tetap datang dan melihat apa yang sebenarnya.


Apalagi setelah mereka berpikir jika ayah dari bayi yang diculik adalah Pei Zhang Xi. Pei Zhang Xi memiliki penjaga sendiri yang hebat. Bahkan para tentara Kekaisaran akan kalah jika keduanya terlibat pertempuran. Penjagaan untuknya tidak mungkin tidak kuat dan membiarkan anaknya diculik dengan mudah. Namun, siapa yang dengan berani menyebarkan rumor tentang putra Pei Zhang Xi?


Sedangkan para utusan dari Kekaisaran lainnya terlihat tenang duduk di tempat mereka meskipun sebenarnya mereka juga mendengar kabar yang sama. Namun mereka tetap menjaga ketenangan mereka dan melihat apa yang akan dilakukan Kekaisaran Shao jika ada kekacauan seperti ini. Jika solusi yang diambil tidak tepat, mungkin akan menjadi bahan olok-olok an yang cukup untuk dibicarakan hingga beberapa tahun ke depan.


Bukan hanya para tamu yang membicarakan hal ini, para putri Kaisar yang duduk di tempat mereka juga membicarakan hal yang sama. Mereka menyayangkan jika penculikan itu benar-benar terjadi. Namun, sebagian besar dari mereka tidak percaya akan ada hal besar seperti itu dan Kekaisaran masih bisa terlihat tenang. Sebagian lagi tidak mempermasalahkan nya sama sekali. Mereka lebih memilih membicarakan para pangeran dari kekaisaran lain yang menjadi utusan dari Kekaisaran mereka. Para putri ini mulai melihat dan membandingkan diantara mereka.


"Yun Qi, kemana kakak pergi? Kenapa sampai saat ini belum datang?" Xian Mu Xuan melirik pelayannya dan bertanya. Seluruh tempat sudah hampir penuh namun kakaknya belum terlihat. Pagi ini ia hanya menerima pesan dari kakaknya agar ia berangkat sendiri dan tidak menunggu nya namun tidak tahu ada apa dan kenapa kakaknya memintanya untuk berangkat sendirian.


"Mohon maafkan hamba Putri. Yang Mulia Putra Mahkota tidak bilang akan kemana pagi tadi. Yang Mulia hanya memberi perintah agar Anda berangkat tanpa menunggu nya." Jawab Yun Qi.

__ADS_1


"Hah... coba Tanyakan pada penjaga. Acara sudah hampir mulai tetapi kakak belum sampai."


"Eh tuan putri, bukankah itu Yang Mulia Putra Mahkota?" Yun Qi yang hendak pergi berbalik badan dan melihat orang yang dicari Xian Mu Xuan. Xian Mu Xuan segera menengok dan benar melihat kakak yang sejak tadi dicarinya. Namun ternyata, kakaknya tidak datang sendirian. Melainkan bersama dengan seorang gadis. Dan gadis itu bukanlah gadis yang asing baginya.


"Yun Qin, bukankah itu putri ke delapan Shao yang kemarin kita lihat di taman?" Xian Mu Xuan tidak percaya apa yang dilihatnya dan bertanya untuk memastikan.


"Ini.... Ini memang benar dia Putri. Yang Mulia Putra Mahkota memang datang bersama dengan Putri ke delapan Shao. Pei Shi Liang." Jawab Yun Qin sambil terus memperhatikan raut wajah Xian Mu Xuan yang perlahan terdistorsi. Ia tahu betul jika majikannya itu tidak menyukai Pei Shi Liang yang menurutnya tidak memiliki sopan santun seperti seorang Putri yang seharusnya.


"Bagaimana bisa kakakku memilih untuk datang bersamanya dibandingkan dengan datang bersamaku?" Yun Qin tidak berani menjawab dan menundukkan kepalanya tanpa berani mengangkatnya lagi.


*


*


~🍀 Permaisuri Tidak Ingin Mati_171🍀~

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir 😘


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 like 👍 komentar 📝 vote 🌟


__ADS_2