
Sementara Pei Zhong Min dan para pemberontak telah dibawa ke dalam penjara bawah tanah untuk menunggu eksekusi mereka, para tentara bekerja dengan cepat. Dengan perintah dari Kaisar Pei An Long, mereka pergi mendatangi kediaman para menteri pengkhianat. Hukuman yang paling berat adalah hukuman untuk seorang pemberontak. Bukan hanya pelaku nya yang akan dihukum secara langsung, melainkan ia juga menyeret seluruh anggota keluarganya jatuh ke dalam jurang kematian.
Tidak adil memang, namun aturan itu telah berlaku sejak zaman dahulu dan telah dilaksanakan secara turun temurun. Hal ini bertujuan untuk menjadi contoh bagi yang lainnya. Selain itu, dengan membunuh seluruh anggota keluarga para pemberontak ini bahkan bayi yang baru lahir pun tidak luput dari hukuman yang sama, akan menghilangkan ancaman balas dendam dari anggota keluarga yang tersisa di masa depan. Semua orang tahu bahwa balas dendam memiliki kekuatan tempur yang beberapa tingkat lebih tinggi karena Mereke cenderung akan mempertaruhkan segalanya demi mencapai tujuan mereka untuk membalas dendam.
Namun pada saat Lu Jing Yu mendengar hal ini, ia masih tidak dapat menerimanya. Jadi ia menghadap Kaisar untuk membuat negoisasi dengan ayah mertuanya itu setelah Kaisar Pei An Long melihat mayat ibu Suri.
"Heh! Kamu sungguh berani." Kaisar Pei An Long mencibir. Ia melirik Lu Jing Yu dengan tidak suka.
"Mohon maafkan menantu ini Ayah Kaisar. Bukan maksud menantu ini untuk ikut campur masalah ini, namun menantu ini ingin memberikan pilihan yang lebih baik." Lu Jing Yu merasa tertekan melihat lirikan Kaisar Pei An Long yang seperti sedang menatapnya tajam. Namun saat ia mengingat nasib anak-anak yang tidak bersalah yang akan mati tanpa mengetahui apa salah mereka, Lu Jing Yu mencoba memberanikan diri.
Pei Zhang Xi yang menemani Lu Jing Yu menghadap ayahnya menghela napas. Meskipun ia setuju dengan usulan Lu Jing Yu untuk mengampuni anak-anak dan anggota keluarga para pemberontak yang bersedia bersumpah setia, namun ia masih merasa ragu apakah cara seperti itu bisa dilaksanakan dan juga diterapkan. Meskipun sifat manusia sering berubah-ubah, namun harga diri akan dibawa sampai mati. Ia juga sudah menjelaskan hal ini pada Lu Jing Yu, namun istrinya ini mengatakan bahwa ia memiliki cara yang dapat membuat hal ini dapat tercapai. Jadi meskipun ia tidak tahu cara macam apakah yang akan digunakan oleh Lu Jing Yu untuk menjalankan rencananya itu, ia masih setuju untuk membiarkan Lu Jing Yu menghadap Kaisar dan menyampaikan idenya. Tapi dengan syarat ia akan menemaninya menemui ayahnya itu.
"Huh! Ibuku sepertinya terlalu menyayangimu hingga keberanianmu setiap hari semakin meningkat. Katakan! Apa yang kamu miliki untuk membuatku puas dengan usulanku hingga kamu begitu percaya jika aku akan mengabulkannya untukmu padahal hukuman mati bagi seluruh keluarga para pemberontak ini adalah hukuman yang memang sudah pantas mereka dapatkan?!" Ucap Kaisar Pei An Long dengan sinis.
"Ayah, tidak semua orang di dalam keluarga para menteri ini yang mengetahui mengenai penghianatan yang dilakukan oleh anggota keluarga mereka. Lalu banyak di antara mereka yang masih bayi dan berada di bawah umur. Mereka semua tidak bersalah atas apapun, mereka hanya tidak beruntung menjadi keluarga para penghianat ini. Kita tidak pernah mengetahui mungkin di antara anak-anak ini adalah bibit yang unggul yang di masa depan kemungkinan akan berhasil mengguncang dunia dengan prestasinya. Jika kita bisa menampung dan membimbing mereka, bukankah hal ini akan lebih menguntungkan?" Jelas Lu Jing Yu dengan mata cerah.
"Jadi maksudmu adalah menampung mereka?"
"Benar ayah. Kita bisa mendirikan sekolah dan mendidik mereka. Dengan begitu, mereka akan mendapatkan kemampuan tetapi masih bisa kita kendalikan dan kita awasi." Lu Jing Yu menganggukkan kepalanya.
"Mereka mungkin masih kecil. Tapi apa kamu bisa menjamin jika mereka tidak akan memberontak saat mereka dewasa nanti? Apalagi saat mereka mengetahui jika anghota keluarga mereka dihiim mati oleh istana."
"Itulah mengapa mereka akan ditempatkan di tempat khusus. Mungkin semacam perguruan. Mereka akan dididik sejak kecil di sana. Dengan begitu mereka akan bisa diawasi. Lagipula selama mereka tidak mendapatkan provokasi dari pihak luar yang ingin memanfaatkan mereka, saya yakin mereka tidak akan bertindak macam-macam ketika mereka sejak kecil dididik untuk mencintai negaranya." Lu Jing Yu menjelaskan lebih lanjut.
__ADS_1
Kaisar Pei An Long mendengarkan dengan seksama. Memang benar apa yang dikatakan oleh Lu Jing Yu. Ia sudah pernah melihat eksekusi mati satu keluarga saat ia masih kecil. Saat itu, sahabat karibnya saat berada di perguruan juga ikut menjadi korban dalam eksekusi mati ini. Padahal teman karibnya itu sama sekali tidak mengetahui apapun mengenai hal ini. Sejak saat itu, kaisar Pei An Long kecil selalu memikirkan masalah ini. Namun masalah ini lambat laun telah dimakan waktu dan akhirnya perlahan-lahan dilupakan.
"Baiklah. Solusi ini mungkin akan bekerja pada anak kecil. Lalu bagaimana dengan yang lainnya? Mereka sudah dewasa dan mengetahui apa yang terjadi. Bagaimana rencanamu untuk mereka?"
"He he... Untuk ini saya memerlukan relawan untuk menjadi contoh karena akan sulit jika hanya menjelaskannya saja." Lu Jing Yu tersenyum jahil saat ia melirik Pei Zhang Xi yang ada di sampingnya. Melihat arah tatapan Lu Jing Yu, Kaisar Pei An Long segera paham. Menantu nya yang kurang ajar ini ingin menjadikan putranya yang tak kalah kurang ajarnya sebagai kelinci percobaan. Mengetahui hal ini, tiba-tiba ia merasa tidak sabar untuk melihatnya. Apa yang akan dilakukan oleh menantunya yang kurang ajar ini?
"Kenapa melihatku seperti itu?" Pei Zhang Xi merasa punggungnya nb dingin melihat bagaimana kedua orang itu memandangnya dengan senyum mereka yang misterius dan mencurigakan.
"Yang Mulia, apa Yang Mulia percaya pada ku?" Tanya Lu Jing Yu tiba-tiba.
"Tentu saja. Kenapa tiba-tiba menanyakan hal ini?"
"Kalau begitu, yang Mulia pasti Tidak akan khawatir jika aku melakukan sesuatu pada mu kan?" Lu Jing Yu bertanya serius.
"Yah baiklah. Seperti ini, aku akan menggunakan beberapa teknik dengan jarum akupuntur." Jawab Lu Jing Yu membuat Pei Zhang Xi terkejut.
"Itu jarum seperti kamu gunakan untuk menyembuhkan ku?" Pei Zhang Xi pernah disembuhkan oleh Lu Jing Yu dengan menggunakan teknik jarum yang sama. Dan itu rasanya cukup sakit. Namun harus diakui jika teknik itu memang ampuh.
"Ya. Jarum yang itu."
"Apa yang akan kamu lakukan dengan menggunakan jarum itu?"
"Bukan sesuatu yang penting. Yang Mulia, tolong bersedia ya?" Setelah selesai berbicara, Lu Jing Yu menarik ujung jubah Pei Zhang Xi dan membisikkan beberapa kata padanya. Lalu, Pei Zhang Xi juga mengatakan sesuatu secara berbisik-bisik. Secara otomatis, ada seorang Kaisar yang sedang diabaikan oleh keduanya.
__ADS_1
"Apa yang kalian bicarakan di belakangku?" Kaisar Pei An Long bertanya dengan marah. Tapi kedua orang itu mengabaikannya karena mereka sedang saling tawar menawar dengan cara mereka sendiri.
"Ya sudah, kalau begitu aku bersedia." Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu akhirnya selesai berunding dengan Pei Zhang Xi yang akhirnya menyetujui untuk menjadi kelinci percobaan Lu Jing Yu.
Setelah hidup selama hampir lima puluh tahun ini, Kaisar Pei An Long sama sekali tidak pernah merasa jika dia berada di tempat yang salah. Tetapi hari ini, untuk pertama kalinya ia merasa jika ia sepertinya berada di tempat dan situasi yang salah. Apa dia tanpa sengaja telah menjadi obat nyamuk saat ini?
***
Kabar kematian Ibu Suri telah menyebar di seluruh Istana. Ratu Zhu dan para selir juga telah datang dengan mengenakan pakaian serba putih dan tanpa menggunakan riasan tebal sepeti biasanya. Air mata tampak mengalir dari mata mereka. Entah hanya berpura-pura atau mereka memang benar-benar bersedih, tidak ada yang tahu. Yang jelas, saat mereka datang ke istana temoat ibu Suri menghembuskan napas terakhirnya, penampilan mereka tampak sedih. Pantas menjadi menantu yang baik.
Selir Qiao masih berada di sana meskipun ia telah dibawa keluar dan dipaksa berlutut di depan Kamar. Penampilannya yang berantakan serta suaranya yang sangat jelas menjadi pusat perhatian setiap orang yang datang. Ketika seseorang datang, Selir Qiao akan mengucapkan beberapa kalimat untuk memprovokasi orang tersebut. Namun sampai saat ini, tidak ada yang akan merespon nya. Mereka menganggap Selir Qiao seperti orang gila yang ucaoannya tidak layak didengarkan.
*
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_260🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
__ADS_1
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉