
"Apakah Putri Mahkota saat ini masih di restoran Surga Abadi?" Tanya Pei Zhang Xi segera setelah ia keluar dari kedai teh.
"Yang Mulia Putri Mahkota telah keluar beberapa saat yang lalu. Saat ini seperti nya sedang dalam pernjalanan kembali ke istana." Jawab Mo Han.
Bagaimana pun, anak buah mereka tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam ruang pribadi tempat Lu Jing Yu berada. Mereka hanya melihat Lu Jing Yu masuk dan setelah itu tidak ada pergerakan sama sekali. Bahkan sedikit suara pun tidak terdengar. Itu artinya tidak ada yang aneh yang terjadi. Jadi anak buah Pei Zhang Xi tidak mengirim kabar lagi setelah mengabarkan jika Lu Jing Yu dan yang lainnya mengunjungi Restoran Surga Abadi dan memesan sebuah ruangan pribadi di lantai dua. Lalu mereka baru melapor setelah melihat Lu Jing Yu dan yang lainnya keluar dari ruangan dan sepertinya menuju ke arah istana.
"Kembali begitu saja?" Pei Zhang Xi mengangkat alisnya. Jika penampilan dan perilaku Lu Jing Yu terlihat aneh sebelumnya, mengapa dia kembali ke istana dengan cepat?
"Ya Yang Mulia. Tetapi ada satu hal lagi yang mencurigakan." Mo Han menambahkan.
"Ada apa lagi?"
"Beberapa menteri keluar dari ruangan yang berada tepat di samping ruangan Putri Mahkota." Pei Zhang Xi yang sudah akan naik ke atas kuda berhenti dan berbalik.
"Para menteri?" Pei Zhang Xi mengerutkan alisnya sebelum ia dengan cepat naik ke atas kuda dalam sekali lompatan. "Kembali sekarang. Kita lanjutkan pembicaraan ini setelah sampai." Tanpa menunggu jawaban, Pei Zhang Xi menepuk pan-tat kudanya agar kuda itu segera berlari. Meninggalkan Mo Han yang dengan tergesa-gesa berlari menuju kudanya sendiri dan naik ke atasnya dengan cepat sebelum melakukan kudanya dengan kecepatan penuh. Berusaha untuk mengenal Pei Zhang Xi.
Lu Jing Yu yang baru saja sampai di istana langsung mencari keberadaan putranya yang sedang berusaha ditidurkan oleh bibi pengasuh setelah mandi. Mengabaikan tata Krama wanita, Lu Jing Yu berlari di sepanjang jalan agar dia cepat sampai di tempat putranya berada. Setiap kata-kata para menteri yang bersekongkol untuk memberontak itu seperti hantu yang terus menerus menghantuinya.
Ketika ia melihat putranya yang berada di atas ranjang dan baru saja tertidur, Lu Jing Yu tidak dapat menahan dirinya untuk memeluk dan menciuminya dengan sepenuh hati. Membuat bayi yang baru saja tidur itu membuka matanya dengan terkejut dsn hampir menangis sebelum dia mengenali ibunya dan berhenti menangis.
Bibi pengasuh dan Xiao Bei tidak menyangka tindakan Lu Jing Yu yang sangat aneh. Mereka semua tahu jika Lu Jing Yu sama sekali tidak suka jika tidur putranya terganggu. Bahkan Pei Zhang Xi yang tidak sengaja mengganggu ketenangan pangeran kecil mereka saja tidak luput dari kemarahan dan Omelan Lu Jing Yu sekali waktu. Namun kali ini, justru Lu Jing Yu sendiri yang melakukan....
Lu Jing Yu terus menciumi Pei Zhi Hui tanpa henti seakan dia tidak akan pernah menciumnya lagi. Membuat bayi yang awalnya tenang itu menangis karena merasa tidak nyaman.
"Yu'er, sudah cukup. Kamu membuat Hui'er menangis." Pei Zhang Xi yang baru saja tiba di istana timur juga segera mencari Lu Jing Yu dan bergegas menemui istrinya yang berada di kamar putra mereka. Namun ia tidak menyangka akan melihat istrinya memeluk dan mencium putra mereka hingga putra mereka menangis. pasti ada yang salah dengan Istrinya. Istrinya mungkin mengetahui sesuatu yang membuatnya gelisah.
__ADS_1
"Yang Mulia. Ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan mu." Lu Jing Yu menoleh begitu mendengar suara Pei Zhang Xi dan sentuhan lembut pria itu di bahunya.
"Mm." Pei Zhang Xi merasa sakit saat melihat wajah cemas Lu Jing Yu yang terlihat sangat ketakutan. Dia mengulurkan tangannya untuk mengelus pipinya.
"Bawa pangeran kembali beristirahat." Pei Zhang Xi memberikan isyarat pada Bibi pengasuh untuk mengambil alih Pei Zhi Hui dari Lu Jing Yu. Namun Lu Jing Yu enggan melepaskan Pei Zhi Hui, khawatir jika sesuatu terjadi padanya.
"Yu'er, tenangkan dirimu terlebih dahulu. Saat ini kita berada di istana. Tempat kita sendiri. Tidak akan ada yang bisa melukai putra kita di sini. Lihatlah putra kita sampai menangis ketakutan karena rasa takutmu menakutinya." Pei Zhang Xi mencoba menenangkan Lu Jing Yu. Saat mendengar perkataan Pei Zhang Xi, Lu Jing Yu seakan sadar dan menatap putranya yang menangis.
"Maafkan ibumu putra ku. Ibumu dengan bodohnya menakutimu." Lu Jing Yu menatap Pei Zhi Hui dengan rasa bersalah. Melihat Lu Jing Yu yang sedikit lebih tenang, Pei Zhang Xi kembali memberi isyarat pada Bibi pengasuh untuk mengambil Pei Zhi Hui dan kali ini Lu Jing Yu melepasnya dengan tenang setelah mencium keningnya dengan hangat.
Bibi pelayan segera membawa Pei Zhi Hui keluar dari kamar untuk ditenangkan. Lu Jing Yu memandang keduanya hingga keduanya menghilang dari balik pintu.
"Yu'er, mari kita bicara. Kita tidak boleh bertindak gegabah dalam menghadapi masalah seperti ini. Kita harus berpikir secara matang dengan hati yang tenang." Pei Zhang Xi memeluk Lu Jing Yu dan mengelus bahunya. Meyakinkan istrinya semua akan baik-baik saja. Lu Jing Yu menatap mata Pei Zhang Xi yang balas menatapnya.
Lu Jing Yu mengambil napas panjang sebelum mengangguk setuju. Pei Zhang Xi membantunya bangun dan membawanya ke dalam ruang kerja yang berada tidak jauh dari sana. Hanya ada Lu Jing Yu dan Pei Zhang Xi yang ada di dalam ruangan. Baik Pei Zhang Xi maupun Lu Jing Yu hanya diam sementara waktu saat mereka berbagi kehangatan dalam pelukan. Pei Zhang Xi mengerti jiak suasana hati istrinya ini pasti dengan tidak baik. Dia tidak akan mendesak Lu Jing Yu hingga dia mengatakan nya dengan keinginannya sendiri.
"Ada apa? Apa kamu mengetahui sesuatu?" Pei Zhang Xi mencium pucuk kepala Lu Jing Yu untuk memberinya ketenangan.
"Mm. Aku dan Chu Fei pergi ke restoran Surga Abadi setelah kami kembali dari Kediaman Raja Wei. Tapi yang aku dapatkan justru sesuatu yang sangat mengejutkan." Lu Jing Yu mengatakan garis besarnya sebagai pendahuluan. Namun Lu Jing Yu tidak mungkin mengatakan pada Pei Zhang Xi jika dia mengetahui tempat berkumpulnya para menteri itu dan dengan sengaja menguping mereka sehingga ia menghilangkan bagian itu dan hanya mengatakan jika ia hanya ingin pergi ke restoran Surga Abadi yang terkenal. Namun Pei Zhang Xi juga bukan orang yang bodoh dan tidak teliti. Dia menyadari ada beberapa bagian yang disembunyikan Lu Jing Yu secara sengaja namun dirinya tidak berniat untuk mengungkap kannya.
Setelah cerita sampai pada saat mereka berada di dalam kamar pribadi, Lu Jing Yu kembali mengubah sedikit jalan ceritanya. Dia mengatakan jika mereka mendengar sesuatu yang aneh sebelum memutuskan untuk menguping. Pei Zhang Xi tentu saja menyadari jika Lu Jing Yu berbohong. Semua orang juga tahu jika ruangan pribadi di dalam restoran kelas atas seperti Restoran Surga Abadi memiliki ruangan kedap suara yang bagus. Hampir tidak mungkin suaranya akan bocor dan hingga terdengar dari kamar yang ada di sebelahnya.
Tapi, tanpa mengetahui hal ini sebelumnya, bagaimana Lu Jing Yu mengetahui begitu banyak?
Sebenarnya Lu Jing Yu juga tidak berdaya. Bagaimana mungkin dia mengatakan yang sesungguhnya bahwa ia mengetahui masalah itu sebelumnya dari novel yang ia baca di dunia modern. Jika ia mengatakan yang sebenarnya, ia mungkin akan dianggap gila. Jadi dia hanya bisa berbohong.
__ADS_1
Sementara Pei Zhang Xi larut dalam dugaannya, Lu Jing Yu menceritakan apa yang dia dengar. Kali ini Lu Jing Yu tidak menutupi apapun dari Pei Zhang Xi.
"Yang Mulia, jika mereka berniat memberontak. Kenapa mereka menggunakan Hui'er kita sebagai sasaran mereka. Apa yang harus kita lakukan?" Lamunan Pei Zhang Xi buyar ketika ia mendengar Lu Jing Yu yang menangis setelah ia menyelesaikan ceritanya. Pei Zhang Xi masih sedikit kosong dan hanya bis menepuk punggung Lu Jing Yu untuk menghibur nya.
"Hui'er masih sangat kecil. Tapi mereka berniat menggunakannya hanya untuk memenuhi ambisi mereka. Mereka benar-benar kejam." Lanjut Lu Jing Yu.
"Yu'er, ini semua salahku yang telah menyeret kalian berdua dalam masalah. Tapi kamu harus yakin padaku, suamimu ini pasti akan berusaha melakukan apapun demi kamu Dan Hui'er. Aku tidak akan membiarkan keluarga kita berada dalam masalah selama aku masih hidup. Tapi aku mohon kamu harus tenang dulu. Hatiku sangat sakit melihatmu seperti ini Yu'er." Pei Zhang Xi berkata dengan jujur. Dibandingkan dengan meghadapi pemberontakan itu, ia masih lebih takut menghadapi Lu Jing Yu yang terluka seperti ini.
"Maafkan aku Yang Mulia. Aku tidak seharusnya selemah ini. Aku tidak boleh hanya menjadi beban. Aku harus membuktikan jika aku layak berdiri di samping Yang Mulia alih-alih terus membuat masalah dan terus merengek."
"Kamu tidak melakukannya. Kamu adalah istri yang paling hebat di dunia ini. Yu'er, jika tidak ada kamu, aku juga tidak akan bisa sekuat ini."
"Hem. Baiklah. Kalau begitu kita akan sepakat untuk saling mendukung kan? Kita akan melindungi Hui'er kita bersama-sama." Lu Jing Yu selalu bersyukur bertemu dengan Pei Zhang Xi. Dengan beberapa kata darinya saja, kepercayaan dirinya telah meningkat pesat.
"Ya. Mari kita berjanji."
*
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_246🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
__ADS_1
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉