Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
108. Masuk Jebakan


__ADS_3

Zhu Man Xie tersenyum licik saat ia melihat Lu Jing Yu yang masih bisa makan dengan tenang dan tidak sadar bahwa ia sedang dalam bahaya. Lu Jing Yu yang bodoh itu benar-benar bodoh. Tunggu saja ia akan segera menghancurkan wajah bahagianya yang menyebalkan itu. Dia ingin melihat wajahnya yang putus asa saat semua orang memandangnya dengan jijik.


Tak berapa lama setelah Pei Zhang Xie pergi bersama Mo Han, seorang gadis berpakaian pelayan datang menghampiri Lu Jing Yu dan mengatakan bahwa Pei Zhang Xi menyuruhnya untuk memanggil Lu Jing Yu karena Pei Zhang Xi membutuhkan bantuannya.


"Lalu dimana Yang Mulia sekarang?" Lu Jing Yu bertanya pada Pelayan itu.


"Mari Permaisuri. Hamba akan mengantar Permaisuri untuk menemui Raja Rui."


Lu Jing Yu pun segera berdiri diikuti dengan Xiao Bei dan Quan Yuan. Setiap tamu hanya bisa membawa dua pengawal dan seorang pelayan dengan mereka. Lu Jing Yu mengikuti pelayan itu di bawah tatapan penuh senyum Zhu Man Xie.


Pei Zhang Xi kembali setelah mengganti bajunya dan tidakendpaati Lu Jing Yu di meja mereka. Lalu ia bertanya pada Yun Ying. Tetapi sayangnya Yun Ying saat itu sedang tidak memperhatikan karena saat itu ia sedang keluar karena putrinya rewel dan saat ia kembali Lu Jing Yu sudah tidak ada di mejanya.


"Mungkin saja dia pergi ke kamar kecil. Dulu saat usia kandunganku memasuki usia delapan bulan juga sering merasa ingin ke kamar kecil. Tunggulah sebentar lagi di sini." Yun Ying berkata untuk menenangkan Pei Zhang Xi yang cemas. Ia mengerti kekhawatirannya karena ia juga pernah menempatkan Pei Wu Shan ke dalam posisi yang sama saat dirinya hamil tahun itu. Pada dasarnya menjadi permaisuri yang sedang hamil di saat perebutan tahta sedang terjadi hanya kan memancing masalah meskipun kita tidak berniat melakukannya.


Namun meskipun Yun Ying sudah mengatakan bahwa kemungkinan besar Lu Jing Yu sedang ke kamar mandi saat ini tidak membuatnya mengurangi perasaan cemasnya. Entah kenapa ia merasa tidak nyaman di hatinya saat tidak mendapati Lu Jing Yu ada di meja mereka. Mungkinkah Lu Jing Yu berada dalam masalah?


"Mo Han, kirim pelayan untuk mencari keberadaan Permaisuri." Pei Zhang Xi menoleh dan memberi perintah pada Mo Han untuk sedikit meredakan kekhawatirannya sebelum ia menyesap teh dengan cepat.  

__ADS_1


Di saat yang sama, Lu Jing Yu dibawa ke sebuah tempat sepi di sudut istana. Xiao Bei dan Quan Yuan sudah tidak lagi bersama mereka karena di tengah jalan tiba-tiba ada dua orang pelayan yang pingsan dan keduanya diminta membantu mereka.


Lu Jing Yu bukan orang bodoh yang tidak mengerti ada ya gak tidak beres yang terjadi. Tetapi karena mereka menyeretnya dalam masalah, ia harus bersiap.


"Sebenarnya dimana ruangan Yang Mulia? Sudah begitu lama berjalan kenapa tidak kunjung sampai?" Tempat itu sebenarnya cukup dekat dengan aula. Tetapi harus mengambil jalan memutar melewati sungai yang membelah taman untuk datang dari aula ke tempat itu.


"Sudah tidak jauh lagi Permaisuri. Yang Mulia menyukai bunga-bunga yang ada di halaman itu." Alis Lu Jing Yu terangkat. Kecurigaannya tentang masalah ini semakin besar setelah mendengarnya. Pei Zhang Xi tidak akan mungkin gini memilih tempat berdasarkan keindahan bunga dia halaman. Mengenal Pei Zhang Xi, ia mengetahui jika yang dipertimbangkan Suaminya itu adalah keefisienan tempat itu. Apalagi ia meninggalkannya sendirian.


"Oh seperti itu? Aku tidak mengetahui jika Yang Mulia secara pribadi akan memilih halaman setelah melihat bunga." Lu Jing Yu nwelirik gadis pelayan yang saat ini menegang.


Kembali ke aula, Xiao Bei dan Quan Yuan segera panik saat mereka mulai melaporkan bahwa mereka kehilangan jejak Lu Jingga Yu pada Pei Zhang Xi.


"Apa yang sebenarnya kalian lakukan? Menjaga seorang wanita hamil yang tak berdaya saja kalian bisa sampai kehilangan jejak!" Teriak Pei Zhang Xi menarik perhatian semua orang ke arahnya. Mendengar apa yang dikatakan Pei Zhang Xi dengan keras.


Semua orang menghentikan obrolan mereka demi mendengar dengan jelas apa yang sebenernya terjadi.


"Mohon ampuni kami Yang Mulia. Kami mengakui bahwa kami bersalah dalam hal ini. Kami siap menerima hukuman. Mohon berikan kami hukuman Yang Mukia"

__ADS_1


"Tidak ada gunanya menghukum kalian saat ini. Sekarang beritahu aku apa yang terjadi sebelumnya."


Xiao Bei dan Quan Yuan dengan adanya mengikuti Lu Jing Yu mengikuti Lu Jing Yu dengan patuh. Lalu di tengah jalan tanpa diketahui sebabnya seorang pelayan tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan jatuh pingsan.  


Pada awalnya Xiao Bei segera memanggil pelayan istana yang lain. Ia tidak menyangka bahwa sepanjang jalan ia masih tidak dapat menemukan pelayan untuk membantunya sehingga ia hanya bisa mengantarkan ke akademi medis untuk memeriksa pelayan itu. Saat ia akan menolak,  Lu Jing Yu menyuruhnya untuk tetap pergi.


Tak lama setelah Xiao Bei menghilang bersama Pelayan kecil lain yang membawa pergi, seorang pelayan juga tidak sengaja terjatuh saat ia membawa  nampak membawa makanan. Kakinya terkilir dan tidak bisa berjalan.


Melihatnya, Lu Jing Yu , merasa kasihan dan tanpa berpikir panjang ia meminta Quan Yuan untuk membantu pelayan itu.


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_108♡


*


*


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader.

__ADS_1


__ADS_2