Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 213


__ADS_3

Kedatangan Pei Zhang Xi sebenarnya sudah diumumkan dengan keras oleh Kasim seperti tokoh yang lainnya datang. Namun karena semua wanita yang berkumpul di sekitar api unggun sedang dalam kondisi yang kacau, mereka tidak berhasil mendengar dan tidak menyadari kedatangan rombongan Pei Zhang Xi yang secara alami akan melewati tempat mereka berkumpul dan dapat dengan mudah mendengar apa yang sedang mereka bicarakan mengingat bahwa mereka tidak menahan suara mereka sendiri.


Meskipun pada dasarnya kebanyakan wanita ini tidak mengatakan sepatah kata pun, namun kenyataan bahwa mereka berada di tempat yang sama dengan Shen Li yang dinilai menyebabkan kemarahan Pei Zhang Xi, mereka tidak bisa tidak merasa tidak takut. Mereka saling meremas tangan dan mulai mencari alasan dan pembelaan yang akan mereka sampaikan untuk menyelamatkan nasib mereka masing-masing.


Bahkan nyonya Di yang dapat dihitung tidak mengatakan kata-kata yang merendahkan Lu Jing Yu, Namun merasakan aura Pei Zhang Xi yang mendominasi membuatnya tidak bisa tenang dan merasa cemas. Bagaimana jika Pei Zhang Xi juga ikut menghitungnya karena dialah yang berbicara dengan Shen Li sejak awal? Memikirkannya membuat Nyonya Di meremas tangannya di balik lengan bajunya dan diam-diam berdoa agar ia tidak menjadi alasan bagi karir suaminya yang didapatkan dengan kerja keras dan usaha akan hancur begitu saja. jika hal ini benar-benar tejadi ini sangat tidak adil bagi suaminya yang memiliki dedikasi tinggi.


Yang paling tertekan dalam masalah ini tentu saja Shen Li. Saat ia mendengar suara Pei Zhang Xi yang rendah namun memancarkan dominasi dan menimbulkan perasaan diintimidasi, Shen Li merasa jantungnya yang awalnya dipenuhi denan semangat saat ia berusaha memuji Xian Mu Xuan di depan semua orang atau saat ia dengan berani berdebat dengan Nyonya Di tiba-tiba saja ia merasa jantungnya telah jatuh dan berhenti berdetak. Ia telah merasakan jika nyawanya berada dalam masalah besar.


Dalam kondisi yang masih linglung, tanpa sadar ia mengikuti semua orang yang memberi salam. Tubuhnya memiliki reaksi membungkuk seperti biasanya.


"salam yang Mulia Putra Mahkota. Salam Yang Mulia Putri mahkota." Secara alami mereka semua memberi salam terlepas seperti apa kacaunya suasana hati di dalam hati mereka masing-masing.


Xian Mu Xuan baru saja duduk di tempatnya yang berada di samping Xian Zi Xuan dengan ruang sempit sebagai batasnya. Ia memang tidak megetahui secara detail apa yang terjadi di tempat kejadian. Namun sebelumnya ia juga melewati tempat itu bersama dengan Xian Zi Xuan dan mendengar semua perkataan baik dan pujian semua orang terhadapnya, jadi saat ia mengetahui jika Pei Zhang Xi yang baru saja datang berhenti di sana dan melihat dari perubahan suasana yang sangat besar, ia sedikitnya bisa menebak apa yang terjadi.


Ini pasti ulah Nyonya Feng yang bodoh dan naif. Ah! Tapi karena dia yang terlalu bodoh, untuk apa memikirkannya. Orang seperti Shen Li hanya bisa dianggap sebagai orang lewat biasa. Berbeda denan Tuan Feng yang telah menemuinya secara pribadi sebelum mereka berangkat dan memuji dirinya di depan Xian Zi Xuan dengan pantas!

__ADS_1


"Semuanya bangun." Pei Zhang Xi melambaikan tangannya dan menyapukan pandangan matanya pada semua orang. Lalu menatap Shen Li dengan tajam.


"Jadi apakah sekarang nyonya Feng agaknya bisa menunjukan kualifikasinya untuk ikut campur dalam masalah istana dan menilai seorang putri Mahkota?" Pei Zhang Xi sangat mencintai istrinya dan tidak akan membiarkan istrinya dirndahkan oleh orang lain. Ia akan menghitungnya tepat di depan matanya.


Pluk! Lutut Shen Li yang hanya ditutupi oleh tiga lapis kain menabrak permukaan tanah yang tidak rata. di dalam hutan, tanah bahkan memiliki lebih banyak batuan kecil. Menginjaknya hanya akan merasakan sakit. Apalagi untuk Shen Li yang sejak kecil tinggal di kediaman mewah dan dimanjakan. Rasa sakit yang dihasilkan bahkan lebih meyiksa. Namun meskipun ia merasa sakit di lututnya dan tidak sabar untuk berlari dan menangis mengadu pada suaminya, ia bahkan tidak berani menunjukkan keluhan sedikitpun.


Yang ada di dalam pikirannya sat ini hanyalah bagaimana ia akan menyelamatkan diri beserta keluarga Feng yang mungkin akan terseret dengannya.


"Putra Mahkota, Yang Mulia Putra Mahkota. Bukan seperti itu maksud hamba. Hamba hanyalah seorang wanita yang tidak memiliki kualifikasi Apapun untuk ikut campur dalam politik. Bagaimana mungkin memiliki kualifikasi untuk menilai Yang Mulia Putri Mahkota. Hamba... Hamba juga tidak menyebutkan jika Yang Mulia Putri Mahkota tidak pantas. Hamba hanya memuji Putri Shixian dari dalam lubuk hati hamba." Ucap Shen Li dengan hati-hati. Lalu melanjutkan setelah ia yakin dengan ucapannya. "Benar. Benar seperti itu. Mohon Yang Mulia Putra Mahkota tidak salah nb paham terhadap hamba."


"Sudahlah Yang Mulia. Tidak ada manfaatnya jika Yang Mulia berbicara tidak perlu dengan orang yang tidak penting. Malam ini adalah malam terakhir sekaligus penutupan acara yang diselenggarakan oleh Ayah Kaisar. Tidak akan baik jika ditemukan ada masalah. Apalagi hanya untuk hal sepele, tidak layak mendapatkan perhatian." Lu Jing Yu menyentuh tangan Pei Zhang Xi lembut untuk menghentikannya berbicara.


Pei Zhang Xi yang mencintai istrinya tidak terima seseorang merendahkan istri tercintanya dan emosinya hampir tidak terbendung. Namun istrinya justru memilih untuk mengabaikan semuanya.


"Huh baiklah. Memang tidak ada gunanya terus berada di sini. Lagipula manusia tidak akan membuat perhitungan pada an-jing liar." Setelah berbicara, Pei Zhang Xi melanjutkan perjalanannya tanpa menoleh kembali diikuti dengan Lu Jing Yu dan Rombongan pelayan dan kasim yang mengikuti mereka.

__ADS_1


Nyonya Di menghela napas lega. Bagaimana pun harapannya untuk tidak mengacaukan karir suaminya terkabul. Ia menghela napas lega. Mengelus dadanya berulang kali.


Shen Li, meskipun ia akhirnya lepas dari bencana yang dapat menarik jatuh keluarga Feng, namun ia harus membayar mahal. Pei Zhang Xi baru saja menyamakannya dengan seekor an-jing liar di depan umum. Benar-benar sangat memalukan dan merobek harga dirinya yang tinggi.


"Huh! Anda mengerti apa? Lihatlah, bahkan Yang Mulia Putri Mahkota yang telah anda rendahkan justru menjadi penyelamat anda. Jika saya yang berasa di posisi anda saat ini, saya akan merasa sangat malu dan berharap ada lubang besar untuk mengubur diri sendiri daripada mengutuk orang lain." Nyonya Di yang melihat ekspresi jelek Shen Li tidak bisa diam dan dengan segera mengejeknya.


Shen Li pandai melihat situasi dan memilih untuk tidak meladeni Nyonya Di meskipun ia sangat ingin merobek wajahnya. Jika bukan karena konfrontasi darinya, bagaimana mungkin dia akan berbicara hal begitu sembrono. Namun saat ini, dirinya sedang menjadi pusat perhatian dan masalah yang dengan beruntung dapat ia hindari tidak mustahil akan muncul dengan lebih besar lagi. Jadi dia segera berbalik dan pergi dari kerumunan tanpa memandang Nyonya Di yang berwajah puas penuh kemenangan.


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_213🐣


Terima Kasih sudah mampir😘

__ADS_1


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi , pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


__ADS_2