Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
99. Keputusan Ada Di Tanganmu


__ADS_3

Pei Zhang Xi melaporkan hasil penyelidikan pada Kaisar. Setelah memeriksa semua orang di kediaman Jenderal Wang, pelayan yang telah sengaja meninggalkan gunting di taman yang akhirnya digunakan oleh Wei Qian Nian untuk membunuh Jenderal Wang akhirnya ditemukan. Awalnya tentu saja ia tidak mengakui jika dia sengaja. Melainkan ia tidak sengaja meninggalkannya karena ia sedang terburu-buru ke kamar mandi dan setelah ia kembali, ia tidak menemukan gunting itu. Namun ia beralasan bahwa ia mengira bahwa gunting telah dibereskan dan dibawa masuk oleh pelayan lainnya.


Namun setelah dia diancam akan dibunuh jika tidak mengaku, pelayan itu segera mengaku bahwa ia memang sengaja meninggalkan gunting itu atas perintah seseorang yang tidak dia ketahui siapa. Ia juga tidak mengetahui apa alasan orang itu memintanya untuk meninggalkan gunting di taman yang dekat dengan  halaman Wei Qian Nian. Jika dia tahu bahwa gunting itu akan digunakan untuk membunuh Jenderal Wei, ia tidak akan pernah menuruti apa yang diperintahkan orang itu.


Selain pelayan yang meninggalkan gunting, Pei Zhang Xi juga berhasil menemukan penjaga yang bertugas untuk membuat jalan bagi Wei Qian Nian melarikan diri. Dia degan sengaja menyingkirkan setiap penjaga yang ada di jalurnya sehingga Wei Qian Nian dengan mudah bisa lolos dari kediaman Jenderal Wang yang ketat.


Sama dengan pelayan yang meninggalkan gunting. Penjaga itu juga tidak mengetahui siapa orang yang memerintahkannya. Ia juga tidak mengetahui bahwa Wei Qian Nian rrnyata kabur setelah membunuh Jenderal Wang. Baru setelah mayat Jenderal Wang ditemukan, ia batu mengetahui alasan orang itu. Tetapi semau sudah terlambat. Ia juga tidak bisa mengekspos dirinya membantu Wei Qian Nian melarikan diri.


Saat ini kedua orang itu sudah berada di penjara biro Yunguang untuk kepentingan penyelidikan. Dari mereka berdua, sketsa wajah orang yang menyuruh mereka sudah berhasil didapatkan untuk memudahkan menangkap orang itu.


"Selesaikan masalah ini dengan tuntas. Kamu pasti tahu kekuatan di bawah JENDERAL Wang sangat besar. Jika mereka tidak mendapatkan penjelasan yang baik, takutnya mereka akan memberontak. Sebaliknya, jika kamu dapat mendapatkan kepercayaan mereka. Dukungan untukmu juga akan bertambah." Pei An Long berbicara dengan serius. Matanya yang tajam menatap Pei Zhang Xi yag berdiri di depannya.


"Tapi ayah Kaisar juga tahu bahwa aku tidak menginginkan posisi ini. Aku tidak suka terlibat dengan masalah kerajaan. Biarkan saja pangeran yang lain yang maju."


"Suka tidak suka bukan kamu yang menentukan posisi ini. Bukankah semua ini sudah jelas? Meskipun kamu mengatakan kamu tidak berminat, kamu tidak bisa menghentikan mereka untuk terus menargetkanmu." Pei An Long menyipitkan matanya.  


"Hah.... kenapa harus aku?"


"Salahkan saja kenapa diantara semua putraku kamulah yang paling memiliki kemampuan. Bukankah ini sama seperti sekali langkah dua tujuan tercapai?"


"Huh!" Pei Zhang Xi mendengus saat ia memalingkan wajahnya.


"Bukankah kamu sangat mencintai permaisuri mu? Jika kamu tidak mendapatkan posisi ini, kamu tidak akan bisa menjamin keselamatan permaisuri mu. Selama posisi ini masih kosong dan menjadi incaran semua orang, permaisurimu juga akan tetap menjadi incaran."

__ADS_1


"Pria licik. Hanya bisa mengancam orang menggunakan menanti dan bahkan calon cucunya uang masih belum lahir untuk memaksakan kehendaknya." Sinis Pei Zhang Xi.


"Ini bukan licik. Melainkan taktik politik. Di dalam politik tidak mengenal istilah keluarga dan hanya bisa melebarkan tangan untuk menggapai apa saja di bawah tangannya."


"Apakah Ayah Kaisar tidak malu mengatakan hal ini di depan putramu sendiri?"


"Kamu bukan lagi anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Semua ini juga adalah pelajaran agar kamu mengerti bagaimana cara politik bekerja. Jika aku menuruti egoku, kerajaan ini sudah lama akan hancur."


"Huh!"


"Bagaimana masa depanmu dan permaisurimu tergantung apa yang akan kamu pilih. Kembalilah dan pikirkan baik-baik masalah ini."


Pei Zhang Xi keluar dari ruang kerja Kaisar dengan wajah yang keruh. Ia tidak berminat untuk naik tahta sejak awal. Itulah sebabnya ia pergi ke perbatasan untuk berlatih miliar di sana selama bertahun-tahun untuk menghindari perebutan tahta di antara para saudaranya. Ia ingin menjalani hidup seperti orang biasa yang bebas yang tidak terpaku pada aturan-aturan yang mengekangnya. Tetapi tiga tahun yang lalu ibu suri mendadak sakit parah dan memanggilnya kembali. Lalu melarangnya untuk kembali ke perbatasan. Sejak itulah kehidupan dimainkan yang bebas berakhir.


"Baiklah. Aku akan menemuinya." Kepala Pei Zhang Xi terasa semakin berat. Apa yang dikatakan Pei An Long padanya memang kenyataan yang sangat ingin ia lupakan. Jika bisa ia ingin membawa pergi Lu Jing Yu jauh dari pusaran kejam trik licik di istana. Tetapi bagaimanapun ia adalah seorang pangeran yang ditakdirkan untuk mengambil dikantor diri pada kekaisaran. Pada akhirnya ia tetap tidak bisa menghindar lagi.


Dari jauh sudah terdengar suara pensiunan Kaisar yang sedang berbicara dengan seseorang. "Kakek sedang ada tamu." Pei Zhang Xi menghentikan kakinya di depan paviliun dan menoleh pada Kasim Sun.


"Ada Perdana Menteri Lu di dalam. Paduka Kaisar meminta Yang Mulia untuk segera masuk setelah sampai."


Mendengar jawaban Kasim Sun, Pei Zhang Xi melanjutkan langkahnya dan membuka pintu dengan perlahan. Di dalam ia disambut oleh wajah tegang Perdana Menteri Lu.


"Salam Kakek."

__ADS_1


"Bangunlah."


"Salam Raja Rui."


"Ayah Mertua tidak perlu begitu formal. Bagaimanapun anda adalah mertua saya."


"Meskipun begitu kita tidak boleh menghilangkan penghormatan. Saat ini kita sedang berada di istana. Jadi status Raja Rui masih tetap jauh di atas hamba."


"Baiklah jika memang seperti itu. Aku sebagai generasi muda hanya bisa menurut."


"Cukup basa basinya! Dimana istrimu?" Pensiunan Kaisar berkata dengan sinis.


"Yu'er berada di tempat yang aman. Jadi kakek dan ayah mertua tidak perlu khawatir."


"Masih mau menyimpan rahasia. Katakan dengan jelas. Apa kamu tidak tahu situasi genting apa sekarang?"


"Terima kasih atas perhatian kakek. Tetapi kakek bisa tenang sekarang. Situasi sudah dalam kendali." Alis Pensiunan Kaisar terangkat. Cucunya ini terlalu sombong kan?


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_99♡


*


*

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..


__ADS_2