Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 203


__ADS_3

Saat Pei SHI Liang sampai di hutan kerajaan, semua rombongan telah sampai di sana. Banyak orang yang berada di luar dan berkumpul bersama yang lainnya. Terutama para generasi muda yang langsung berbaur dengan rekan yang seumuran dengan mereka. Jadi sekali lagi, saat Pei Shi Liang turun dari kereta Xian Zi Xuan, ia langsung menjadi pusat perhatian. Banyak gadis yang mengutuknya beberapa kali dan menyebut Pei Shi Liang adalah gadis genit yang menyebalkan.


Suara mereka juga tidak termasuk pelan, baik Pei Shi Liang maupun Xian Zi Xuan yang mendengarnya dengan jelas. Namun karena Pei Shi Liang sudah terbiasa dengan omongan orang lain yang buruk tentangnya, ia hanya mendengus dan mengabaikan mereka semua.


"Yang Mulia, acara perburuan akan segera dimulai, Kaisar Shao telah memanggil semua orang untuk berkumpul di lapangan." Bei Yin segera melapor saat mereka baru saja turun.


"Aku mengerti." Xian Zi Xuan mengangguk. Ia segera menoleh pada Pei Shi Liang yang sudah memanggil pelayan untuk membantu membawakan barang bawaannya.


"Terima kasih atas bantuan Yang Mulia Putra Mahkota Shixian. Karena Yang Mulia sepertinya memiliki urusan yang harus dikerjakan, saya tidak akan mengganggu lagi."


"Tidak masalah. Kamu juga harus segera menyerahkan semua ini pada kakak ipar." Xian Zi Xuan tersenyum jahil. Pei Shi Liang meliriknya tajam saat mendengar panggilan Xian Zi Xuan pada Lu Jing Yu.


"Huh!"


"Jangan lupa, aku menunggu undangan tuan putri ke delapan Shao untuk ucapan terima kasihnya. Tidak mungkin kan bagi seorang putri Kekaisaran Shao untuk tidak berterima kasih dengan tulus?" Ucap Xian Zi Xuan sebelum ia berbalik dan pergi dengan Bei Yin tanpa menunggu tanggapan Pei Shi Liang.


"Ayo pergi." Pei Shi Liang melirik pelayan yang telah membawakan pesanan Lu Jing Yu di belakangnya dan mengisyaratkan untuk segera mengikutinya.


Pei Shi Liang langsung menuju tenda yang dipersiapkan untuk Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu. Tenda itu berada di sebelah kiri tenda Kaisar.

__ADS_1


Saat ia sampai, Pei Zhang Xi sudah tidak berasa di sana lagi. Ia sudah harus mengikuti upacara pembukaan di lapangan bersama dengan para pria lainnya. Tentu saja Pei Shi Liang sebenarnya juga berniat untuk mengikutinya. Biasanya ia juga mengikuti perburuan bersam dengan Pei Zhang Xi setiap tahunnya.


Lu Jing Yu menerima kotak makanannya dengan senang hati. Namun matanya itu memandang Pei Shi Liang dengan tatapan menyelidik. Matanya dipenuhi dengan jiwa keingintahuan akan gosip yang sangat jelas terlihat. Ia ingin mengetahui apakah rencananya untuk menciptakan kesempatan bagi Xian Zi Xuan berhasil?


"Kenapa kakak ipar memandangku seperti itu?" Pei Shi Liang jelas tidak mengetahui apa yang ada di dalam pikiran kakak iparnya. Jika dia tahu, dia akan mengatakan bahwa di masa depan ia akan menolak jika ia diminta untuk melakukan sesuatu yang tidak normal.


"Apa tidak ada yang menarik di perjalanan?" Tanya Lu Jing Yu penasaran. Ia mengedipkan matanya dua kali dengan cahaya yang aneh terlihat di matanya.


"Tidak." Pei Shi Liang menggeleng sambil mengerutkan keningnya. ia benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi dengan kakak iparnya yang terlihat seperti seorang anak kecil yang sangat ingin mengetahui banyak hal di sekitarnya.


"Sepertinya memang tidak ada ya.." gumam Lu Jing Yu sambil menganggukkan kepalanya. Jejak kekecewaan terlihat di matanya saat matanya terlihat menurun. Pei Shi Liang bahkan membayangkan ada telinga an-jing yang terkulai ke bawah yang tumbuh di kepala Lu Jing Yu. Membayangkan hal itu membuat Pei Shi Liang menggaruk keplanya yang tidak gatal.


Namun niat Lu Jing Yu untuk segera tidur setelah Pei Shi Liang keluar dari tendanya segera diurungkan ketika hidungnya mencium bau harum yang sedikit familiar baginya yang beasal dari kotak yang dibawakan oleh Pei Shi Liang untuknya yang tadi ia abaikan sejak ia menerimanya.


Untuk meyakinkan dugaannya, Lu Jing Yu pun segera mengambil kotak itu dan mengendusnya lebih dekat. Dan saat ia akhirnya meyakini aroma familiar yang tadi ia ciumnya, ia pun dengan segera membuka kain yang menutup kotak itu. Lalu saat ia melihat apa yang ada di dalam kotak, matanya memperlihatkn jejak keterkejutan namun juga penuh dengan emosi yang bercampur aduk dan tidak terkatakan.


***


Namun ternyata bukan hanya Pei Shi Liang yang, wanita yang mengikuti acara perburuan hari ini. Xian Mu Xuan bahkan telah lebih dulu bersiap dan bergabung di lapangan untuk mengikuti upacara pembukaan. Pakaian yang dikenakannya hari ini juga sangat berbeda dari pakaian yang biasanya ia gunakan.

__ADS_1


Hanfu pria berwarna merah cerah membuat peampilannya hari ini sangat menonjol. Terlihat semakin cantik dan penuh semangat. Karena penampilannya inilah membuatnya menjadi pusat perhatian di sepanjang jalan karena ia juga mengendarai kuda, seperti Pei Shi Liang.


Saat ini ia berdiri di tepi lapangan dengan seorang pelayan wanita yang juga berpenampilan seperti pahlawan wanita, terlihat mencolok di antara semua orang.


Xian Mu Xuan memiliki kemampuan berburu yang cukup bagus. Sejak kecil ia telah diajari keterampilan seperti memanah dan juga menunggang kuda meskipun ia tidak menyukainya. Namun karena ia ingin tampil mencolok dibandingkan dengan para putri yang lain dan tetap menjadikannya putri kesayangan ayahnya, ia pun dengan paksa mempelajarinya.


Ia benar-bnar tidak menyangka jika keterampilan yang dengan paksa ia pelajari akhirnya akan ia gunakan hari ini. Ia akan menunjukan kemampuannya di sini dan menunjukkkan pada semua orang bahwa ia lebih unggul dari gadis kebanyakan. Mengingat hal ini, ia tersenyum semakin bangga saat ia membudungkan dadanya.


*


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_203🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi cerita, pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏

__ADS_1


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


__ADS_2