
Di dalam istana, yang paling diperbincangkan setelah semuanya bukanlah kondisi ibu suri ataupun berita kematian Selir Yue dengan cara yang tragis, melainkan nasib Pei Yu Chen yang akhirnya diketahui sebagai anak dari seorang peselingkuh. Meskipun kabar perselingkuhan ini ditutupi bagaimanapun caranya di luar istana, di dalam istana kabar ini menyebar dengan cepat di antara para pelayan dan penjaga Kekaisaran.
Akan mudah menangani selir Yue dan juga pelayannya. Yang menjadi masalah adalah bagaimana memperlakukan Pei Yu Chen pada akhirnya. Tidak mungkin untuk menjatuhi hukuman padanya seperti pada kedua orang tua nya.
Bukan karena kasihan sehingga nyawa Pei Yu Chen dipertahankan karena tidak ada rasa kasihan di dalam istana yang kejam. Melainkan jika Pei Yu Chen dihukum mati seperti seharusnya yang diterima oleh penghianat, para rakyat akan curiga bagaimanapun. Akan sangat aneh jika banyak kematian yang terjadi di waktu yang sama.
Namun jika Pei Yu Chen akhirnya dibiarkan hidup, kekhawatiran lainnya akan muncul seperti ketakutan akan ancaman balas dendam anak kecil itu untuk menuntut kematian kedua orang tuanya.
"Yang Mulia, bagaimana dengan nasib Yu Chen?" Lu Jing Yu yang mendengar kabar dieksekusi nya selir Yue bertanya pada Pei Zhang Xi di dalam ruangan setelah ia menidurkan pangeran kecil. Mereka akan tinggal sementara di istana, lebih tepatnya di samping kamar Ibu Suri hingga kondisi ibu Suri akan cukup stabil. Sedangkan rencana penobatan resmi dengan paksa akhirny diundur karena banyaknya hal yang terjadi belakangan ini.
"Ayah akan menangani ini. Kau tahu, yang paling sulit adalah menempatkan Yu Chen pada akhirnya. Yu Chen masih terlalu kecil untuk menanggung semuanya." Pei Zhang Xi mengerti kekawatiran Lu Jing Yu dan menarik Lu Jing Yu dalam pelukannya untuk memberinya ketenangan.
Setelah semuanya, disinilah Kaisar berada. Di sebuah halaman di dalam istana. Ia melepaskan jubah Kekaisaran nya dan duduk dengan santai menikmati teh dan bermain catur.
"Kehidupan di istana selalu berjalan seperti sebuah permainan catur. Setiap bagian dari mereka akan membuat langkah untuk menjatuhkan yang lainnya. Ayah tahu kamu masih muda, tapi dengan kecerdasan mu yang lebih dari seorang anak seusiamu, ayah yakin kamu pasti sudah memahami yang terjadi." Kaisar Pei An Long saat ini menanggalkan gelarnya sebagai seorang Kaisar dan berperan sebagai seorang ayah yang baik yang akan membantu putranya dalam menyelesaikan masalahnya.
Mungkin, seseorang yang paling berpengaruh dengan kematian selir Yue adalah Pei Yu Chen yang merupakan satu-satunya putra selir Yue. Pei Yu Chen tidak diperkenankan masuk ke dlsam ruangan saat hukuman dilaksakan pada ibunya. Ia hanya melihat ibunya sekilas saat ibunya di masukkan ke dalam peti mati sebelum dibawa ke makam yang ada di belakang istana bersama dengan para selir yang bersalah maupun pelayan dan penjaga karena dia tidak berhak dikuburkan di dalam makam kekaisaran.
Seperti kata 'ayahnya', meskipun Pei Yu Chen saat ini masih terbilang belum dewasa, setelah dua belas tahun hidup dan tumbuh di istana, ia sangat menyadari hal ini.
Di istana hampir tidak ada yang namanya kasih sayang yang tulus yang menggunakan hati, bahkan atas hubungan ibu dan anak. Sadar atau tidak, niat untuk menggunakan orang di sekitarnya demi kepentingannya akan tumbuh dari waktu ke waktu. Seorang ibu yang dikatakan memiliki kasih sayang tanpa batas terhadap anak-anak mereka, hampir tidak akan ditemui hal semacam itu di dalam Harem istana. Seorang ibu akan menggunakan anak-anak mereka sebagai alat untuk memanjat posisi yang lebih tinggi sadar atau tidak.
__ADS_1
Hal semacam ini sudah biasa terjadi di istana. Sama halnya dengan bagaimana para wanita ini masuk ke dalam istana. Mereka dikirim oleh keluarga mereka atas nama keluarga. Suka atau tidak suka. Mau atau tidak mau. Para wanita ini tidak memiliki pilihan lain selain menuruti perintah dari para tetua. Mereka dikirim dengan beban satu keluarga di pundaknya. Mereka akan berlomba memperebutkan kasih sayang dan perhatian Kaisar untuk menentukan posisi keluarga mereka.
Mungkin karena inilah mereka juga melakukan hal yang sama terhadap anak-anak mereka.
Mungkin mereka melakukan hal ini untuk meringankan beban mereka.
Atau mungkin karena ambisinya yang lama kelamaan bertumbuh seiring berjalannya waktu.
Begitulah seorang anak tumbuh di dalam istana. Mereka mengerti hal ini bahkan ketika mereka belum bisa berjalan dengan lancar. Seperti itu jugalah Pei Yu Chen tumbuh. Meskipun ia mengetahui jika ibunya menyayanginya, ia selalu merasa jika selalu ada jarak antara dia dan ibunya. Apalagi pria yang sejak ia lahir ia panggil ayah. Seorang Kaisar yang memiliki banyak anak lainnya selain dirinya. Dia bahkan tidak dapat melihatnya dengan bebas.
Itulah mengapa Setelah kebenaran tentang asal usulnya terungkap, Pei Yu Chen bahkan seperti kehilangan dirinya. Sejak awal ia sudah merasa rendah karena ia berbeda dari putra kaisar lainnya dengan wajahnya yang hampir sekali tidak memiliki kemiripan dengan mereka semakin merasa bahwa ia tidak berguna.
"Yang Mulia, Anda sudah mengetahui jika hamba bukanlah darah daging anda. Apa anda tidak keberatan jika hamba memanggil anda Ayah?" Pei Yu Chen menatap Kaisar Pei An Long dengan penuh rasa tanya.
"Yah.... Fakta itu memang tidak bisa dibantah bagaimanapun. Tetapi apakah kau tahu, sebenarnya ikatan hubungan ayah dan anak tidak terbatas dengan hubungan darah dan daging. Diantara kita telah terjalin hubungan yang lebih dari itu." Kaisar Pei An Long menatap Pei Yu Chen.
"Akulah yang memberimu nama. Aku memikirkan nama sepanjang malam sebelum aku menemukan nama yang sesuai untukmu karena aku bahagia atas kehadiranmu setelah tidak ada bayi laki-laki yang lahir lebih dari lima tahun lamanya."
"Lagipula sejak kau bisa mengucapkan kata ayah, akulah yang kau panggil ayah sejak saat itu. Aku sudah terbiasa mendengarmu memanggilku ayah dan akan sangat tidak nyaman mendengarmu memangilku dengan panggilan yang formal seperti itu."
"Tapi.... hamba masih tidak merasa nyaman. Orang tuaku melakukan kesalahan besar terhadap Yang Mulia. Hamba akan merasa bersalah jika masih menikmati kenyamanan yang Yang Mulia berikan."
__ADS_1
"Hah... Orang tuamu memang melakukan hal yang keterlaluan. Tidak mengapa memiliki kisah cinta mereka. Tetapi setelah masuk ke dalam Harem, mereka sudah seharusnya mengetahui jika diri mereka bukan lagi milik mereka. Namun kesalahan mereka tidak ada hubungannya denganmu. Kamu selamanya adalah putraku. Dan aku selamanya adalah ayahmu. Itulah yang diketahui semua orang dan biarkan seperti itu. Lagipula mereka telah tiada sehingga tidak ada pilihan lain selain kau harus memanggilku ayah."
"..." Pei Yu Chen menatap kaisar Pei An Long tidak percaya.
"Tunggu apa lagi? Jika kau tidak juga memanggil ku ayah, aku akan memberikan hukuman mati sesuai dengan hukuman bagi keluarga penghianat padamu. Apa kamu akan membiarkan aku menjadi seorang ayah yang akan menjatuhi hukuman mati pada putranya sendiri yang tak berasal?" Kaisar Pei An Long membuka tangannya menyambut Pei Yu Chen.
"Ayah." Pei Yu Chen tanpa ragu memeluk Kaisar Pei An Long.
"Terima kasih atas kasih sayang yang telah ayah berikan. Ayah benar. Sampai kapanpun kaulah ayahku. Tidak ada yang lain terlepas apa yang mereka katakan. Aku berjanji aku akan melakukan yang terbaik untuk membantu ayah menjaga kekaisaran ini. Tolong kirim aku ke perbatasan."
"Ternyata kau sudah tumbuh lebih dewasa sekarang." Kaisar Pei An Long menepuk pundak Pei Yu Chen.
*
*
~πPermaisuri Tidak Ingin Mati_155π~
Terima kasih sudah mampir π
Jangan lupa tinggalkan jejak π£ like π komentar π vote π
__ADS_1