Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 126


__ADS_3

Lu Jing Yu menggigit tangan Pei Zhang Xi hingga berdarah saat tiba Xue mulai menyayat perut bagian bawahnya untuk mengeluarkan bayi dari dalam kandungan Lu Jing Yu. Air mata juga mengalir dari kedua sudut matanya yang memerah menahan rasa sakit. Namun ia tidak membuat gerakan sedikitpun agar tabib Xue tidak menjadi gugup. Meskipun sebelumnya Tabib Xue memberinya ramuan untuk mati rasa, rasa sakitnya masih dapat ia rasakan. Sebenarnya ia juga bisa menggunakan jarum akupuntur untuk memberikan efek mati rasa, tetapi yang dikhawatirkan adalah jika ia tiba-tiba pingsan saat di tengah proses, kemungkinan besar dia tidak akan bisa selamat.


Pei Zhang Xi juga menangis. Tetapi bukan karena sakit di tangannya yang membuatnya menangis melainkan adalah melihat penderitaan yang dialami oleh Lu Jing Yu yang sangat menyiksanya.  


Melihat istri tercinta yang begitu menderita, ia berjanji tidak akan melepaskan Zhu Man Xie begitu saja. Orang yang bertanggung jawab atas semua ini adalah Zhu Man Xie. Meskipun di luar tersebar kabar bahwa Lu Jing Yu lah yang berniat mencelakai Zhu MAN Xie yang menyebabkan karma bahwa dirinya sendiri akhirnya dalam bahaya, Pei Zhang Xi tidak akan pernah mempercayainya. Ia yakin Lu Jing Yu tidak akan melakukan tindakan bodoh seperti itu yang bisa membahayakan dirinya.


Mengingat wajah Zhu Man Xie yang tersenyum seperti gadis polos, Pei Zhang Xi menggerakkan giginya. Betapa bodohnya ia yang dulu menganggap Zhu Man Xie adalah seorang gadis yang baik. Bahkan Pei Zhang Xi pernah berpikir jika pada akhirnya ia dianugerahi pernikahan dengan gadis itu oleh Kaisar, ia akan menerimanya meskipun ia tidak memiliki perasaan sedikitpun padanya.


"Aku mencintaimu Yu'er...." Pei Zhang Xi tidak mengatakan apapun selain kalimat "Aku mencintaimu" yang ia bisikan ke telinga Lu Jing Yu. Ia hanya ingin memberi tahu bahwa ia mencintai istrinya.


Tabib Xue bertindak secara profesional. Dengan penuh keringat yang membasahi dahinya,ia dengan hati-hati membelah perut Lu Jing Yu dengan sebuah pisau tipis yang sangat tajam yang sudah ia sterilkan sebelumnya. Tabib Fang berada di sisinya, ia yang bertugas memberikan apa yang diminta Tabib wanita itu sekaligus menyeka keringat yang terus bercucuran di keningnya yang tampak serius. Akhirnya, setelah berjuang selama lebih dari tiga puluh menit, suara tangisan bayi segera terdengar nyaring. Tabib Xue segera memberikan bayi yang masih belum dibersihkan itu kepada bidan istana setelah ia memotong tali pusatnya. Ia masih harus merawat Lu Jing Yu.

__ADS_1


Tabib Xue mengambil benang khusus yang merupakan campuran dari bahan-bahan pilihan. Tabib Xue belum pernah melakukannya sebelumnya tetapi ia sangat tertarik saat ia mendengar metode menutup luka dengan cara menjahit dan dia segera memperlajarinya. Lalu setelah ia menguasai teknik itu,ia mulai berpikir untuk menggunakan metode yang sama untuk mengeluarkan bayi tidak mungkin dikeluarkan dengan cara yang normal. Saat ini adalah pertama kalinya ia melakukannya pada manusia. Sebelumnya ia mencobanya pada binatang.


Sekali lagi, Lu Jing Yu menggigit tangan Pei Zhang Xi hingga membuat pria itu meringis kesakitan dan darah merah segar kembali mengalir dari luka yang semakin dalam. Sebagian darah itu masuk ke dalam mulut Lu Jing Yu, tetapi Lu Jing Yi sama sekali tidak memperdulikannya karena yang ia rasakan saat Tabib Xue memasukkan jarum dan benang untuk menjahit perutnya agar tertutup kembali terasa sangat sakit.


Rasa sakit yang tidak dapat ditahan akhirnya mengalahkan Lu Jing Yu. Tepat sebelum tabib Xue mengunci benang agar tidak terlepas, Lu Jing Yu kehilangan kesadarannya. Mengetahui hal itu, Pei Zhang Xi panik. Ia bahkan hampir menyerang tabib Xue jika tidak berhasil dihalangi oleh Tabib Fang.


"Tenangkan dirimu Yang Mulia. Biarkan Tabib Xue memeriksa permaisuri." TABIB Fang melihat mata Pei Zhang Xi yang memerah.


"Permaisuri kelelahan setelah proses yang panjang. Kemungkinan permaisuri juga berada dalam puncak kemampuannya menahan rasa sakit. Setelah ini kita hanya bisa berdoa agar pemulihan Permaisuri bisa berjalan lancar."


"Huh! Aku akan membunuh semua orang yang ada di sini jika sesuatu terjadi para permaisuriku."

__ADS_1


"Selamat Yang Mulia, ini seorang pangeran." Bidan istana kembali setelah ia membersihkan pangeran kecil yang baru saja dikeluarkan secara paksa dari perut Lu Jing Yu. Di dalam dekapannya, seorang bayi dengan kain selimut berwarna merah dengan sulaman naga berwarna emas tertidur dengan lucu.


Pei Zhang Xi melihat bayi itu dan memberanikan diri untuk menggendong bayi yang masih sangat kecil itu. Seumur hidup, Pei Zhang Xi belum pernah sekalipun menggendong anak manapun. Dan ini adalah bayi yang pertama yang digendongnya sendiri.


Dengan hati-hati Pei Zhang Xi membawa bayi itu di dekat Lu Jing Yu yang masih tidak sadarkan diri  "Yu'er lihatlah dia sangat kecil. Bukankah kamu selalu berkata bahwa kamu ingin segera bertemu dengan si kecil?"


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_126♡


*


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..

__ADS_1


__ADS_2