Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 146


__ADS_3

Semua orang kini menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Kasus pembunuhan ini sangat menarik perhatian. Bukan saja yang menjadi korban bukan orang biasa melainkan orang yang benar-benar memiliki status dan latar belakang yang tidak dapat dianggap remeh sama sekali, tetapi siapa yang telah membunuhnya bahkan lebih menjadi misterius.


Pei Zhang Xi menoleh pada Pei Qin Yang yang duduk di salah satu kursi dengan Pei Yu Chen dan mengambil napas dalam.


"Mo Han, bawa orang itu masuk." Pei Zhang Xi menoleh dan memberi perintah pada Mo Han dengan tegas. Mo Han mengangguk lalu segera keluar untuk membawa masuk seorang pria paruh baya dengan kulit gelap dengan mata yang tajam.


"Perkenalkan dirimu." Pei Zhang Xi menatap pria itu yang telah datang dengan menundukkan kepalanya karena gugup. Ia belum pernah menjadi pusat perhatian sebelumnya apalagi oleh semua orang yang memiliki status tinggi seperti semua orang yang ada di dalam kediaman itu.


"Hamba bernama Feng Guan. Hamba adalah seorang pandai besi dari daerah Wen Timur. keluarga Feng hamba sudah menjadi pengrajin besi sejak nenek moyang kami dan telah berjalan hingga saat ini. Beberapa tahun yang lalu kami mendapat kan satu set jarum dari bahan perak dengan ukuran yang disesuaikan. Lalu pada bulan berikutnya kami mendapatkan pesanan yang sama untuk seratus set dari orang yang sama. Namun karena bahan yang digunakan dan ukurannya yang harus sangat teliti, butuh satu bulan lebih untuk menyelesaikan pesanan tersebut."


"Apakah kamu mengetahui siapa yang memesan set jarum itu padamu?"


"Hamba mengenalnya dengan baik Yang Mulia. Dia adalah seorang pria bernama Li Zhi Jin yang merupakan masyarakat dari desa hamba yang memiliki kemampuan medis yang paling unggul. Namun setelah semua pesanan selesai, Li Zhi Jin menghilang pada suatu hari tanpa diketahui siapa pun."


"Apa kamu yakin mengenai hal ini?"


"Hamba, Feng Guan berani bersumpah Yang Mulia." Feng Guan menurunkan tubuhnya dan berlutut memberi kesaksian.


"Apakah kamu memiliki bukti?"

__ADS_1


Feng Guan merogoh sakunya dan mengambil sebuah hiasan rambut giok berwarna biru yang sangat indah. Dari penampilannya saja sudah terlihat jika hiasan giok itu adalah barang mahal yang tidak dapat dimiliki oleh sembarang orang. Tentu saja, karena giok itu adalah milih selir Yue yang dikabarkan dicuri pelayannya beberapa tahun yang lalu yang menyebabkan pelayannya itu tidak dihukum cambuk empat puluh kali lalu diusir dari istana. Selir Yue langsung mengenali hiasan itu dan menggertakkan giginya.


"Hiasan giok ini adalah bayaran dari pesanan itu, tetapi karena kami melihat bahwa giok itu bukan barang biasa, kami menyimpannya untuk harta Karun keluarga kami. Lagipula tidak akan mudah menjual giok ini di daerah kami waktu itu."


"Aku rasa, anda tidak akan semudah itu melupakan hiasan giok itu selir Yue?" Pei Zhang Xi menyipitkan matanya menatap selir Yue. Mencoba mencari tahu apa yang akan disembunyikan oleh wanita itu.


"Tentu saja. Hiasan giok itu adalah hadiah dari Yang Mulia saat kelahiran Chen'er. Tetapi itu hilang beberapa tahun sejak dicuri oleh pelayan kurang ajar. Aku tidak percaya aku akan menemukannya sekarang." Selir Yue menjeda sebelum melanjutkan. "Tuang Feng, bolehkah aku membeli hiasan giok itu? Hiasan rambut giok itu sangat berarti untukku. Aku snahat bersedih saat aku kehilangannya saat itu." Selir Yue mengulurkan tangannya untuk mengambil hiasan giok itu.


"Tunggu dulu selir Yue. Hiasan giok ini adalah bukti dari sebuah kejahatan. Anda tidak bisa mengambilnya." Pei Zhang Xi memblokir selir Yue. Membuat wanita itu segera mundur beberapa langkah darinya dengan takut.


"Ten..tentu saja yang Mulia. Tapi aku mohon untuk membiarkanku mendapatkannya setelah itu." Selir Yue menyatukan tangannya di depan dada dan kembali mundur. Menviba menyembunyikan dirinya di belakang kerumunan.


"Tentu saja Yang Mulia. Meskipun hamba sudah tidak melihatnya lagi setelah beberpa tahun, hamba masih dapat mengenalinya dengan jelas."


"Kalau begitu, Mo Han biarkan dia masuk."


Mo Han kembali masuk dengan seorang pria di tangannya yang terus menerus memberontak meminta dilepaskan. Pria itu memakai pakaian khas seorang tabib berwarna biru cerah yang dipadukan dengan putih. Lalu rambutnya diikat rapi di atas kepalanya. Wajahnya tampak mencolok dari pada masyarakat biasa pada umumnya. Melihatnya, selir Yue mengungkapkan keterkejutan di matanya.


"Tuan Feng, lihat betul-betul orang ini. Apakah ini adalah orang yang kamu maksudkan?" Pei Zhang Xi menatap Feng Guan dan Feng Guan menoleh untuk memperhatikan pria itu untuk memastikan dia benar Li Zhi Jin atau bukan.

__ADS_1


Karena penampilannya yang mencolok, Feng Guan langsung dapat mengenalinya dalam sekali lihat. Baik wajah maupun penampilan orang ini tetap sama dapat dikenali dalam sekali lihat meski pun ia sudah tidak melihatnya selama bertahun-tahun.


"Benar Yang Mulia. Dia adalah Li Zhi Jin. Hamba mengenalinya dengan baik karena dia adalah seorang tabib di daerah hamba."


"Baiklah. Kalau begitu kamu boleh keluar." Pei Zhang Xi menganggukkan kepalanya lalu melambaikan tangan mempersembahkan Feng Guan untuk pergi. Feng Guan menangkupkan tangannya dan membungkukkan tubuhnya sebelum ia pergi dengan seorang penjaga yang mengantarnya.


"Li Zhi Jin. Apakah benar kamu adalah orang yang telah memesan jarum perak pada Feng Guan?"


"Ya. Itu benar." Li Zhi Jin memalingkan wajahnya. Menghindari tatapan matanya. Semua orang terkejut mendengar pengakuan langsung nya. Bahkan Pei Zhang Xi juga terkejut.


"Baik. Karena kamu mengakui bahwa kamulah orang yang memesan set-set jarum perak itu, apa kamu juga mengakui bahwa kamulah yang telah menyelinap di kediaman Pangeran kelima hari itu dan kamulah yang membunuh nona Zhu?"


"Ya. Aku mengakuinya." Li Zhi Jin menjawab dengan tenang. Semua orang terkejut. Selama ini hampir tidak ada pembunuh yang akan langsung mengakui kesalahannya tanpa melawan. Ini artinya dia tidak memiliki penyesalan telah melakukan pembunuhan itu. Kemungkinan lainnya adalah karena dia sudah putus asa dan berusaha segera mengakhiri semua itu.


*


*


~#Permaisuri Tidak Ingin Mati_146#~

__ADS_1


Please like, share, vote and comment 😊


__ADS_2