
"Ha-ha-ha-ha! Putri Mahkota Shao! Cepat keluar! Aku datang untuk bermain denganmu." Long Wei Xuan menemukan celah dan segera naik ke atas gerbang kota. Anak buahnya mengikutinya dan melawan semua orang yang mencoba menyerang nya. Mereka membuat jalan Long Wei Xuan menjadi lancar.
"Yang Mulia, tetaplah di dalam. Hamba akan keluar dan mengalihkan perhatian mereka. Saat waktu nya tepat, anda harus segera mencari jalan keluar dan pergi sejauh mungkin." Quan Yuan berkata dengan tegas sambil menarik pedang di pinggangnya saat ia mendengar suara Long Wei Xuan dari kejauhan.
"Tidak Quan Yuan. Aku adalah nahkoda kapal ini. Jika aku pergi dan meninggalkan kapalku tenggelam, aku tidak akan dapat menghadapi dunia di sisa umurku." Jawab Lu Jing Yu datar. Ia menatap ke arah datangnya suara Long Wei Xuan.
"Yang Mulia, hamba mohon. Jika terjadi sesuatu pada Yang Mulia, hamba tidak akan bisa menanggung dosa itu."
"Semuanya bukan salahmu. Untuk apa kamu menanggung dosa."
"Yang Mulia...." Quan Yuan tidak tahu harus menanggapi seperti apa. Ia menggantungkan kalimatnya di ujung bibirnya.
Pertempuran sengit di bawah sangat kacau. Banyak korban berjatuhan. Aroma amis darah menguat di udara. Membuat suasana mencekam bahkan langit sepertinya terlihat begitu gelap dan suram meskipun pada kenyataannya terang benderang. Tubuh manusia tergeletak tidak bernyawa di sembarang tempat. Darah merah mengalir seperti sungai di sekitar. Suara jeritan dan pekikan terdengar di mana-mana.
Di bawah tatapan tidak berdaya Quan Yuan, Lu Jing Yu menarik pedang panjang yang sejak awal tergantung di pinggangnya yang ramping. Meskipun Lu Jing Yu hampir tidak pernah memegang pedang setelah ia menyeberang, di dunia asalnya, ia telah mempelajari anggar. Sepertinya pedang tidak beda jauh dari anggar. Jadi dia pasti bisa.
"Yang Mulia..."
"Tidak apa. Aku lebih memilih mati daripada harus kehilangan harga diri. Jadi pada saat ini, aku akan berjuang dengan sekuat tenaga daripada menyerah begitu saja." Ucap Lu Jing Yu dengan yakin. Ia memantapkan genggaman tangannya.
Setelah selesai mengatakan kalimat nya, Lu Jing Yu berjalan ke pintu dan membuka pintu dengan tegas. Quan Yuan berjalan di belakangnya dengan pedang yang juga dalam keadaan siap menyerang.
Hanya ada sedikit ruang di Gerbang kota, jadi tidak ada gunanya bersembunyi lebih lama lagi. Jadi daripada terus menunggu tanpa kepastian, lebih baik Lu Jing Yu keluar dan menghadapinya. Long Wei Xuan langsung dapat melihat targetnya begitu Lu Jing Yu keluar.
"Heh! Melihat dari jauh sudah cantik. Aku tidak menyangka melihatnya dari dekat bahkan lebih cantik lagi. Aku tidak percaya keberuntungan Pei Zhang Xi ini begitu baik. Bahkan dia seperti balok kayu memiliki istri yang begitu cantik, heh wanita. Aku aka memberimu pilihan karena kamu sangat cantik dan aku menyukainya. Kembalilah bersama ku ke Kekaisaran Zhao. Meskipun kamu tidak bisa menjadi Seorang Putri Mahkota lagi, aku jamin jika kamu akan menjadi selir kesayanganku nanti." Long Wei Xuan berbicara dengan main-main.
"Huh!" Lu Jing Yu mendengus jijik. Ia sangat membenci tatapan Long Wei Xuan menatapnya dengan penuh gairah.
"Hei. Aku akan memperlakukan mu dengan baik. Sungguh sia-sia seorang wanita cantik seperti mu menjadi istri Pei Zhang Xi yang kaku itu. Lebih baik menjadi selirku saja." Long Wei Xuan jelas melihat penolakan Lu Jing Yu. Namun ia tidak marah dan justru ia semakin bersemangat. Ia telah memiliki banyak wanita yang penurut. Memiliki wanita yang sedikit liar mungkin akan menyenangkan. Memikirkannya saja membuat nya tidak sabar sekaligus bersemangat. Namun jawaban yang diberikan Lu Jing Yu membuatnya sangat terkejut sekaligus senang.
"Dalam mimpimu!" Lu Jing Yu menghunus pedangnya ke arah Long Wei Xuan. Yang membuat laki-laki itu tertawa bahagia.
"Ha-ha-ha-ha. Sungguh menarik. Aku sangat menyukai nya. Sebuah pemanasan kecil akan membaut kita bersemangat nanti. Sungguh ide yang brilian. Kalau begitu, aku tidak akan membuang-buang waktu lagi." Long Wei Xuan juga menghunus pedangnya. Ia mengarahkannya pada Lu Jing Yu. Harus ia akui, wanita ini memang memiliki kemampuan. Lihatlah caranya memegang pedang itu. Dia benar-benar terlihat seperti seorang ahli. Lu Jing Yu bahkan bisa menyerangnya dengan cukup ganas.
__ADS_1
"Ah!" Pekik Lu Jing Yu saat mata pedang berhasil menggores tangannya. Darah merah segar mengalir di kulitnya yang putih bersih. Menampakkan kontras yang sangat jauh.
"Yang Mulia!" Quan Yuan berteriak dengan panik. Dia hendak menghampiri dan membantu Lu Jing Yu namun segera dihalangi oleh anak buah Long Wei Xuan yang memblokir jalannya.
"Wah sayang sekali. Lihatlah tangan mu yang indah itu sudah terluka. Sudah aku katakan sebelumnya jika antara wanita cantik dan pedang selamanya tidak akan pernah menjadi teman baik. Aku sudah berbaik hati memperingatkanmu tetapi kamu malah tidak mau mendengarkan saran ku dan bahkan memilih untuk melawanku." Long Wei Xuan memandang Lu Jing Yu yang jatuh ke lantai dengan tatapan merendahkan. Berjalan perlahan mendekati nya.
Lu Jing Yu segera berdiri kembali meskipun ia meringis kesakitan. Mengangkat pedangnya sekali lagi. Dan mengacungkannya pada Long Wei Xuan. "Telan kembali omong kosong mu itu dan lawan aku." Lu Jing Yu meludah.
"Ha-ha-ha-ha. Aku suka semangatmu itu. Heh baiklah kalau kamu bersikeras untuk bermain. Aku akan dengan senang hati menamanimu." Long Wei Xuan bukannya marah dan semakin senang.
Kemampuan Lu Jing Yu memang cukup baik. Lu Jing Yu bergerak dengan lincah dan juga gerakannya aneh tetapi sepertinya teratur. Secara mengejutkan dia berhasil pipi kanan Long Wei Xuan.
"Ish!" Long Wei Xuan menyeka darah yang keluar dari luka di pipinya. Saat ini katanya menatap tajam Lu Jing Yu, tersangka yang telah melukai pipinya.
Bagi Long Wei Xuan, wajahnya adalah hal terpenting. Wajahnya yang di atas rata-rata membuatnya sangat bangga. Ia selalu merasa berharga dengan menggandalkan wajahnya. Bahkan jika dia tidak sengaja melukai wajahnya, ia akan menghukum semua orang yang menurutnya harus bertanggung jawab untuk itu dengan sangat berat. Tetapi saat ini, Lu Jing Yu telah melukai wajahnya yang berharga dengan sangat parah. Luka di pipinya akan merusak penampilan nya yang sempurna. Bagaimana bisa ia akan membiarkannya lolos begitu saja?
"Wajahku! Berani-beraninya kamu wanita ja-lang melukai wajahku yang sempurna hah? Aku tidak akan mengampuni mu!" Teriak Long Wei Xuan dengan sangat marah. Matanya menatap Lu Jing Yu dengan penuh dendam dan permusuhan.
"Apa yang kamu lakukan! Jangan kemari! Jangan mendekat! Pergi! Pergi!" Teriak Lu Jing Yu ketakutan sambil terus bergerak mundur dengan perlahan. Ia masih memegang pedang di tangannya. Menatap ketakutan pada Long Wei Xuan yang menatapnya dengan tajam.
"Klang!" Dengan sekali gerakan, pedang di tangan Lu Jing Yu terlempar jauh oleh Long Wei Xuan. Membuat Lu Jing Yu semakin ketakutan.
"Yang Mulia!" Quan Yuan yang sedang melawan orang lain agak jauh dari Lu Jing Yu melihat hal ini dan segera berteriak panik. Ingin segera menolong Lu Jing Yu, Quan Yuan melawan musuhnya dengan keras.
"Ah!" Lu Jing Yu tidak bisa bergerak lagi. Ia terpojok di antara dinding dan Long Wei Xuan. Ia semakin panik dan takut.
"Aku sudah memberimu pilihan sebelumnya tetapi kamu maish keras kepala dan bahkan melukai wajahku. Apa kamu tahu apa hukuman bagi orang yang menggores wajahku sedikit saja?!" Long Wei Xuan memainkan ujung pedangnya di pipi Lu Jing Yu. Sedikit tekanan saja, ujung pedang itu akan merobek kulit Lu Jing Yu. Lu Jing Yu dengan takut melihat ujung pedang yabg bergerak tanpa arah di pipinya.
"Takut hah?" Long Wei Xuan mencibir. Lu Jing Yu tidak punya waktu untuk menjawab. Mata dan perhatiannya hanya tertuju pada ujung pedang yang sangat menakutkan.
"Kamu sudah melukai wajah ku dengan sangat parah. Aku akan membuatmu merasakan hal yang sama." Setelah selesai berbicara, Long Wei Xuan menambah kekuatannya pada pedang. Membuat ujung itu dengan kejam membuat garis tipis sekitar tiga senti di pipi kanan Lu Jing Yu.
"Ah!" Lu Jing Yu berteriak kesakitan.
__ADS_1
"Ha-ha-ha-ha. Itu hanya luka goresan tipis yang tidak sebanding dengan luka yang telah kamu buat di wajahku. Kamu sudah berteriak histeris seperti itu?!" Long Wei Xuan berteriak marah.
"Sekarang aku akan membuat kamu membayar apa yang telah kamu lakukan!" Long Wei Xuan menarik pedangnya tinggi. Mengayunkannya dengan cepat ke arah wajah Lu Jing Yu. Pedang itu, jika sampai mengenai Lu Jing Yu akan membuat garis miring dari atas kanan ke sebelah kiri bawah. Yang akan secara otomatis membuat luka yang sangat mengerikan.
*
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_300🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
***
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ketujuh🍃...
...🌸Pada malam Ketujuh, Seolah-olah ia telah mencapai derajat Nabi Musa AS dan kemenangan Beliau atas Fir'aun dan Haman🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...
__ADS_1