Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 247. Rencana Pei Zhang Xi


__ADS_3

"Hari ini pasti sangat berat untukmu kan? Aku akan mengantarmu ke kamar. Kamu sudah berada di luar seharian. Kamu harus mandi agar badanmu segar agar bisa istirahat dengan baik. Kamu sudah melakukan bagianmu dengan baik. Sisanya percayakan padaku untuk mengaturnya." Pei Zhang Xi menggenggam tangan Lu Jing Yu ketika ia membantu istrinya itu berdiri. Mereka saat ini masih berada di kamar Pei Zhi Hui.


"Baiklah. Tapi Yang Mulia, tolong segera beritahu aku jika ada sesuatu."


"Pasti."


***


Dengan semua bukti yang ada di tangannya, Pei Zhang Xi pergi menghadap Kaisar Pei An Long di ruang belajarnya secara pribadi. Bukti-bukti mengenai semua orang yang terlibat dalam rencana pemberontakan terungkap di depan Kaisar Pei An Long dan membuat pria itu sangat marah.


"Laporan hari ini dari tim yang bertugas menyusuri hutan bulan gelap, mereka telah menemukan beberapa tenda yang mencurigakan berada di tengah hutan. Namun saat mereka sampai di sana, sudah tidak ada orang yang tertinggal. Namun banyak peralatan yang tertinggal disana merupakan alat untuk melatih sebuah pasukan. Mereka pasti mengetahui bahwa kita sedang menyisir hutan dan segera pergi." Ucap Pei Zhang Xi ketika melihat Kaisar Pei An Long selesai melihat semua bukti di depannya itu.


"Lalu, apakah ada petunjuk dimana mereka memindahkan markas mereka?" Kaisar Pei An Long bertanya sambil memijit pelipisnya.


"Tidak." Pei Zhang Xi menggelengkan kepalanya. "Tapi aku rasa mereka tidak akan kembali bersembunyi. Lagipula masalah ini sudah cukup lama tersembunyi dan bisa diperkirakan jika mereka telah selesai menghimpun pasukan dan siap melancarkan aksinya. Jadi aku yakin mereka tidak akan membuang waktu lagi dan menyerang dalam waktu dekat." Jawab Pei Zhang Xi menunjukkan beberapa catatan yang menunjukkan kepada siapa saja dan kapan Pei Zhong Min mencari bantuan.


"Lalu tunggu apa lagi? Kenapa masih tidak bergerak mengatur pasukan untuk memperkuat pertahanan?!" Kaisar Pei An Long marah dan menggebrak meja. Namun Pei Zhang Xi masih bisa tenang. Duduk di depan meja seperti tidak terganggu sama sekali.


"Apakah ayah kaisar melupakan sesuatu? Aku hanya bertugas untuk memimpin pasukan untuk menyisir hutan Bulan Gelap untuk mengetahui penyebab hilangnya beberapa warga. Dan saat ini aku telah berhasil menemukan alasannya yaitu mereka diculik oleh pasukan pemberontak untuk dijadikan pasukan geratis mereka. bukankah seharusnya Tugasku selesai sampai di sini? Sebagai tindakan tindak lanjut, Ayah Kaisar harus menunjuk orang lagi yang dapat melakukan tugas ini. Jika tiba-tiba aku keluar dan mengatur pasukan di barisan depan, orang akan berpikir jika aku seorang yang sembrono dan menyalah gunakan kekuasaan padahal aku tidak memiliki hak untuk itu." Pei Zhang Xi mengetuk meja di depannya dengan irama yang teratur saat ia berbicara sehingg menimbulkan efek suara pengiring yang indah.


Kaisar Pei An Long yang dihadapkan dengan fakta tersebut tidak bisa mengelak. Menggerakkan pasukan tidak semudah yang dibayangkan.

__ADS_1


Setiap pasukan di dalam tentara kekaisaran selalu memiliki pemimpin mereka di setiap kelompok. Dan tidak semua pasukan ini berada di bawah kepemimpinan Istana. Bahkan lebih banyak dari mereka dibawah kepemimpinan menteri Pertahanan dan juga beberapa pangeran.


Pasukan-pasukan itu pada dasarnya dibagi menjadi lima kelompok di bawah kepemimpinan orang yang berbeda. Pei Zhang Xi misalnya yang memiliki lebih dari dua ribu lima ratus pasukan di bawah kepemimpinannya. Tiga ribu pasukan di bawah kepemimpinan menteri Pertahanan. Sedangkan Raja Wei dan raja yang lainnya masing-masing memiliki lima ratus pasukan di bawah kepemimpinan mereka. Kecuali raja Yuan dan Raja Nan. Pasukan mereka berdua telah diambil kembali oleh Kaisar Pei An Long dan bergabung dengan pasukan Istana yang dipimpin oleh Raja Nan, yang menjadikannya orang yang memimpin pasukan paling banyak yaitu hampir lima ribu pasukan.


Tujuan dari pembagian kekuasaan seperti itu adalah untuk membagi kekuatan agar memperkecil kesempatan salah satu dari mereka memberontak dengan pasukan mereka.


"Huh! Bukannya kamu juga memiliki pasukanmu sendiri? Untuk masalah pemberontakan seperti ini, bukankah tidak harus menggunakan semua pasukan yang ada. Kamu sendiri memiliki lebih dari dua ribu pasukan. Apakah mereka akan kalah dengan para pemberontak itu? Apa kemampuan Raja Rui dalam memimpin pasukan menjadi sangat lemah akhir-akhir ini setelah dia sibuk mengurus istri dan anaknya?" Kaisar Pei An Long mencibir. Melihat Pei Zhang Xi yang sepertinya selalu ingin melawannya setiap saat.


"Pasukan ku tentu saja tidak memiliki masalah untuk itu. Namun, pemberontakan kali ini tidak bisa disepelekan kali ini. Kakak keduaku yang tercinta telah berhasil mendapatkan bantuan dari kekaisaran tetangga yang telah lama menjadi musuh Kekaisaran Shao. Meskipun otak kakak keduaku itu biasanya kecil, dnegan bantuan dari luar, bukannya tidak mungkin menjadi cambuk baginya untuk berkembang."


"Lalu maumu apa?" Kaisar Pei An Long memijit keningnya yang terasa berat.


"Aku ingin menggerakkan tentara kekaisaran."


"Tidak mungkin! Pasukan itu ada di bawah kepemimpinan Raja Nan dan tidak akan berubah. Kamu atau siapapun tidak ada yang boleh berniat bahkan berpikir untuk merebutnya!" Raja Nan adalah adiknya satu-satunya. Mereka dilahirkan dari rahim yang sama dan telah berbagi kasih sayang sejak mereka kecil. Tumbuh bersama sejak kecil, Kaisar Pei An Long sangat mengenal adiknya yang sama sekali tidak memiliki niat untuk merebut tahta.


"Kapan aku berbicara jika aku akan merebut pasukan itu dari paman?" Pei Zhang Xi memutar matanya. Ayahnya ini akan selalu emosional jika menyangkut masalah Pamannya ini.


"Bukankah kamu berkata jika kamu ingin mengerakkan pasukannya? Jika tidak menjadi pemimpin, bagaimana bisa menggerakkan pasukan itu?" Kaisar Pei An Long bertanya sambil mengerutkan alisnya.


"Yah memang. Tapi aku juga tidak bilang jika aku menjadi pemimpin nya. Juga Bukannya tidak mungkin jika aku dan paman berkerja sama dalam hal ini. Dengan dua orang uang bekerja bersama, situasi akan dapat dengan mudah diselesaikan."

__ADS_1


"Baiklah. Jika memang seperti itu, aku benar-benar setuju. Bawa surat ini padanya dan dia akan mengerti apa yang harus dilakukan.


Pei Zhang Xi tidak membuang waktu lama. Setelah mendapatkan surat perintah, ia pergi menemui Raja Nan untuk membahas masalah ini dengan nya. Pei Zhang Xi khawatir jika menunggu pagi tiba, pasukan Pei Zhong Min telah bergerak di segala tempat.


Tetapi apa yang ditakutkan Pei Zhang Xi juga bukan omong kosong. Pada saat Pei Zhang Xi dan Raja Nan sedang sibuk membicarakan rencana dan memikirkan solusi, pasukan besar yang dipimpin oleh Pei Zhong Min telah mulai bersiap menyerang. Mereka telah keluar dari hutan bulan gelap menuju keluar istana. Mereka bersembunyi di dalam beberapa gua yang berada di sebuah tebing curam yang tidak dapat dilihat dari manapun. Menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.


Sebagai seorang ibu, Lu Jing Yu tidak bisa melepaskan kekawatiran nya begitu saja terhadap Pei Zhi Hui. Apalagi dia mengetahui jika para pemberontak itu berencana untuk menculik Pei Zhi Hui dan menggunakannya untuk mengancam Pei Zhang Xi karena mereka tahu kekuatan Pei Zhang Xi adalah yang paling besar di antara pasukan lainnya.


Tepat setelah Pei Zhang Xi keluar dari kamar setelah melihat Lu Jing Yu tidur, dia terbangun dnegan sendirinya dan tidak bisa tidur setelah itu. Pikirannya sibuk bagaimana caranya menyelamatkan putranya karena dalam novel, Pei Zhi Hui tidak pernah ada. Jadi Lu Jing Yu Tidak tahu bagaimana Para penculik itu akan bekerja sehingga ia tidak bisa mempersiapkan segalanya untuk menghindari penculikan tersebut. Saat Pei Zhang Xi kembali, pemandangan dimana Lu Jing Yu yang duduk termenung di dalam ruangan menyambutnya.


*


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_247🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏

__ADS_1


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


__ADS_2