
Sebuah kasus pembunuhan terjadi di sebuah kediaman Mewah di tengah ibukota. Seorang pelayan wanita mati dengan keadaan yang mengenaskan di kamarnya satu bulan yang lalu. Hanya berselang dua minggu setelah itu, mayat pelayan lain juga ditemukan di kamar mandi dengan luka gorokan di lehernya. Setelah itu tidak sampai sari minggu, dua pelayan wanita juga ditemukan tidak bernyawa di kamarnya saat keduanya sedang tidur.
Lalu, kepala rumah tangga itu, Shi Wen Hua diserang hingga mati saat ia dalam perjalanan bisnisnya di drama hutan yang masih tidak begitu jauh setelah meninggalkan ibukota. Kematian pelayan-pelayan di kediamannya sudah membuat geger seluruh ibukota. Namun, tidak ada laporan sma sekali perihal penyebab kematian pelayan-pelayan itu. Sepertinya kediaman Shi menutupi penyebab dan pelaku pembunuhan para pelayan.
Namun saat Shi Wen Hua yang akhirnya mati,nyonya Shi, Qian Yuan Yu akhirnya melaporkan hal itu ke biro Yuguang karena khawatir keselamatannya dan anak-anaknya akan terancam setelah meninggalnya sang suami. Barulah kasus ini diketahui oleh pihak istana.
Kaisar sendiri menaruh perhatian khusus pada kasus ini karena keluarga Shi adalah salah satu keluarga yang meskipun tidak terlibat dalam politik, mereka adalah salah satu keluarga yang paling berpengaruh di ibukota karena pengaruh mereka atas perekonomian di ibukota. Mereka sebagai keluarga pedagang menyumbangkan pajak paling besar diantara keluarga besar lainnya.
Pei ZHANG Xi dipanggil Kaisar secara langsung untuk memberikan instruksi agar menyelidiki kasus kematian ini sampai tuntas.
Hari ini Pei Zhang Xi pergi ke kediaman Shi untuk melakukan investigasi pertama sekaligus melihat mayat tuan Shi sebelum dikremasi tiga hari kemudian. Proses investigasi ini diperlukan untuk mengetahui penyebab kematian pria paruh baya itu. Apakah benar karena penyerangan di jalan atau sebab lainnya.
"Apa suamiku akan terluka nanti?" Tanya Qian Yuan Yu saat Pei Zhang Xi meminta izinnya untuk memeriksa kondisi mayat Shi Wen Hua.
__ADS_1
"Nyonya tenang saja. Kami selalu menghormati sesama manusia baik yang masih hidup maupun telah meninggal. Dengan melihat kondisi mayat tuan Shi, kami berharap juga dapat menentukan penyebab kematiannya secara pasti. Kami juga meminta izin untuk membongkar kuburan para pelayan yang juga mati belum lama ini." Qian Yuan Yu terkejut mendengarnya. Mayat para pelayan itu memang tidak dikremasi tetapi dikubur. Tetapi melihat waktu meninggal mereka, seharusnya mayat mereka saat ini telah membusuk kan?
"Tidak boleh! Anakku sudah menjadi mayat dan kalian masih mau membuatnya celaka! Sampai mati aku juga tidak akan mengizinkannya." Ibu kandung Shi Wen Hua begitu marah saat ia mendengar apa yang dikatakan tim forensik yang dibawa Pei Zhang Xi bersamanya.
"Nyonya kami tidak akan melakukan hal yang macam-macam. Kami hanya ingin melihatnya secara langsung. Untuk mengetahui penyebab kematian tiang Shi, investigasi menyeluruh harus diselesaikan."
"Putraku mati karena diserang oleh perampok. Mana bisa ada penyebab lain? Kalian jangan mengada-ada. Ini semua salahmu menantu. Kenapa kamu memanggil orang-orang ini datang hah? Apa kamu mau melihat orang-orang ini melakukan sesuatu yang tidak menghormati mayat suamimu sendiri hah?" Ibu kandung Shi Wen Hua menatap dengan tajam menantunya.
"Ibu, beberapa pelayan di kediaman ini meninggal dengan mengenaskan satu bulan belakangan ini. Tapi kali ini Wen Hua yang meninggal dengan tidak wajar. Aku khawatir jika kejadian ini terjadi terus, bisa saja aku atau bahkan anak-anak yang akan menjadi korban. Di kediaman ini banyak sekali orang yang harus kita pastikan keamanannya. Selain pelayan juga masih ada keluarga yang lain. Ibu, aku tahu ibu tidak akan setuju. Tapi ini semua demi kebaikan kita semua, kita harus melakukan hal ini."
"Benar nyonya. Kejadian pembunuhan beruntun seperti ini disebut dengan pembunuhan berantai. Biasanya ada satu pelaku yang terlibat dalam semua kejadian. Tapi ada juga yang pelakunya berbeda. Yang paling penting adalah bahwa pelaku akan terus membunuh sebelum apa yang diinginkannya tercapai. Padahal saat ini kita masih belum mengetahui siapa pelaku atau bahkan motif pembunuh untuk melakukan tindakan pencegahan."
"Huh! Baiklah kalau begitu. Tapi aku ingin melihat sendiri bagaimana kalian mau memeriksanya. Aku akan langsung menghentikan kalian begitu kalian berbuat macam-macam."
__ADS_1
"Kami mengerti nyonya."
Tim forensik memeriksa mayat Shi Wen Hua dengan seksama. Selain luka tusukan di dadanya yang menjadi penyebab utama kematian Shi Wen Hua, memang ada yang aneh dari mayat itu yag sangat mencurigakan.
Selain memeriksa mayat Shi Wen Hua, mayat empat pelayan yang telah dikubur juga dibongkar dan diperiksa. Para pelayan itu mati seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Tetapi lagi-lagi ada sesuatu yang aneh dari semua mayat saat tim forensik memeriksanya.
Namun meskipun begitu, pelaku atau motif pembunuh masih belum dapat ditebak. Masih harus menyelidiki lebih jauh lagi.
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_118♡
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..
__ADS_1