Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 236. Pei Zhang Xi Mencurigai Sesuatu


__ADS_3

Sesuai yang dijanjikan oleh Pei Zhang Xi, hari ini setelah selesai sarapan ia mengantar Lu Jing Yu pergi ke kediaman Raja Wei untuk melihat keadaan Yun Ying. Namun karena ia masih memiliki urusan yang harus dilakukan, ia hanya mengantar Lu Jing Yu hingga di depan gerbang kediaman Raja Wei dan meninggalkan kereta untuknya. Sedangkan dirinya sendiri akan pergi dengan menggunakan kuda.


Kereta sudah berhenti selama beberapa menit tetapi baik Lu Jing Yu maupun Pei Zhang Xi masih belum juga keluar. Keduanya masih berada di dalam kereta. Sedangkan para pelayan dan penjaga yang mengikuti hanya diam dan menunggu.


Di dalam kereta, Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu sedang membicarakan masalah yang serius. Semalam, Pei Zhang Xi akhirnya memberi tahu Lu Jing Yu mengenai rencana pemberontakan yang telah direncanakan oleh Pei Zhong Min. Karena Lu Jing Yu dan Pei Zhi Hui akan pergi keluar istana hari itu, keamanan mereka harus sangat diperhatikan.


Sebagai orang-orang yang dicintai dan sangat diperhatikan oleh Pei Zhang Xi yang bertanggung jawab atas kasus itu, baik Lu Jing Yu maupun Pei Zhi Hui adalah sasaran empuk bagi musuh. Mereka bisa saja mengincar keduanya untuk menekan Pei Zhang Xi dan mengancamnya dengan menggunakan mereka.


"Baiklah. Aku mengerti. Aku akan mengingat kata Yang Mulia dengan baik." Lu Jing Yu tidak memiliki banyak komentar. Lagipula mengenai Pei Zhong Min yang memberontak, ia juga sudah mengetahui nya. Dan pada saat ini rencana itu masih cukup jauh dari peristiwa pemberontakan itu. Jadi, dia masih memiliki waktu untuk memikirksn cara membantu Pei Zhang Xi dan membantu menyelesaikan masalah Yun Ying terlebih dahulu. Ia yakin pasti ada sesuatu informasi di dalam novel yang dapat dia gunakan untuk membantu Pei Zhang Xi.


"Kamu sepertinya tidak terkejut sama sekali saat mendengar bahwa Kakak pertama berencana memberontak?" Pei Zhang Xi mengerutkan alisnya. Ia memandang Lu Jing Yu penasaran.


Bagaimanapun, sebagai seorang wanita, ia akan memiliki reaksi yang sama yaitu takut saat mendengar rencana pemberontakan. Lagipula semua wanita membenci dan paling banyak takut pada hal-hal berbau kekerasa. Apalagi hal ini adalah pemberontakan yang bahkan lebih kejam daripada perang yang sesungguhnya. Namun bukan hanya tidak takut, Lu Jing Yu bahkan tidak terkejut sama sekali, yang membuat Pei Zhang Xi merasa aneh.


Lu Jing Yu akhirnya menyadari sikapnya yang tidak normal. Dia berdehem untuk mencairkan situasi sebelum menjelaskan alasan yang berhasil dia termukan pada detik terakhir. "Bukankah ini tidak aneh? Raja Zhong selalu memiliki ambisi yang besar sejak awal. Superioritas nya sebagai anak laki-laki pertama membuatnya merasa bahwa dialah yang lebih pantas menjadi penerus tahta. Apalagi melihat sikapnya sebelumnya. Bukankah semuanya tampak sangat jelas di permukaan?"


Lu Jing Yu berkata sambil mengerutkan alisnya seperti sedang berpikir. Nyatanya dia memang sednag berpikir untuk menemukan alasan yang logis untuk menyembunyikan kebenaran bahwa sebenarnya dia tidak terkejut karena dia memang sudah lama mengetahuinya. Dan hanya menunggu waktu plot itu akan terjadi. Karena menurut dari pengalaman nya sejak ia menyeberang, ia menyadari bahwa setiap plot inti akan terjadi cepat atau lambat. Hanya tergantung pada bagaimana dia mengatasi situasi untuk mengubah plot itu. Lalu, plot lain akan menunggu nya di masa depan setelah semua.

__ADS_1


"Kamu benar juga." Pei Zhang Xi juga melihat bahwa alasan yang diberikan oleh Lu Jing Yu memang logis dan dapat diterima. Jadi dia mengangguk dan tidak mencari tahu lagi.


"Baiklah. Kalau begitu nikmati harimu hari ini. Ingat untuk tidak terlalu memaksakan diri." Pei Zhang Xi menangkup tangan kecil Lu Jing Yu.


"Aku tahu." Pei Zhang Xi memberikan sebuah kecupan di kening Lu Jing Yu dan Pei Zhi Hui sebelum ia keluar dan turun dari kereta dengan mendesah. Mengingatkan Mo Ting dan Quan Yuan yang mengawal Lu Jing Yu hari ini untuk lebih meningkatkan kewaspadaan mereka.


Faktanya, tanpa diminta pun, mereka berdua telah secara aktif melakukannya. Bagaimanapun, setelah mengawasi situasi dan kondisi, pada saat ini masalah yang berhubungan dengan Kekaisaran bahkan tidak lebih penting dari masalah yang berhubungan dengan Lu Jing Yu.


Pasangan itu akhirnya berpisah di depan gerbang kediaman Raja Wei. Kereta yang membawa Lu Jing Yu dan Pei Zhi Hui memasuki gerbang utama Kediaman Raja Wei, kuda yang membawa Pei Zhang Xi juga melesat dengan cepat dengan hanya ditemani Mo Han di belakangnya.


Sejak ia tinggal di dalam istana apalagi setelah gelarnya sebagai Putri Mahkota diresmikan, hampir seluruh kegiatan Lu Jing Yu selalu diatur. Bahkan ia masih harus mengikuti kelas kecakapan. Mempelajari berbagai macam seni dan keterampilan. Yang merupakan syarat untuk menjadi Ratu yang kompeten di masa depan. Karena hal inilah yang membuat Lu Jing Yu hampir tidak memiliki waktu luang. Bahkan untuk keluar dari istana, ia masih harus meminta izin. Huft! Sangat merepotkan.


Halaman Kediaman Raja Rui luas namun tertata dengan rapi. Ada sebuah taman yang berada di sisi kanan dan kiri jalan yang menuju ke aula utama yang merupakan bangunan terbesar di dalam kediaman. Karena pada dasarnya kedua pemilik utama dari kediaman ini adalah orang-orang yang berpikiran sederhana, dilihat dari jauh, aula utama dari kediaman juga terlihat tidak terlalu jauh dari kesan sang pemilik. Elegan dan sederhana. Namun saat seseorang melihat dari dekat, mereka akan mengetahui bahwa mata mereka hanya menipu mereka pada pandangan pertama. Jelas, barang-barang di dalam aula meskipun terlihat sederhana semuanya adalah barang berkualitas tinggi yang mewah. Yang tidak sembarang orang dapat memiliki nya meskipun mereka memiliki banyak uang. Pei Wu Shan menyukai Master Zhao yang merupakan seniman terkenal dengan bakat yang luar biasa. Karya-karya nya diketahui memiliki ciri khasnya sendiri. Master Zhao sangat pandai mengkombinasikan dua unsur yang sebelumnya bertentangan menjadi sebuah karya seni yang sangat indah tanpa mengurangi estetika suatu karya. Sehingga karya seninya yang berupa guci dan kaligrafi semuanya memiliki ciri khas perpaduan yang indah.


Dan beberapa aksesoris yang ada di dalam aula adalah karya dari Master Zhao yang sangat berharga, tampilan aula utama juga sangat mengesankan.


Lu Jing Yu turun dari kereta dengan Pei Zhi Hui tertidur lelap di dalam dekapannya. Kereta berhenti hanya beberapa meter dari aula utama, jadi setelah berjalan beberapa langkah, mereka sampai.

__ADS_1


Senyum Yun Ying yang manis menyapanya begitu ia memasuki aula. Meskipun kedatangan Lu Jing Yu hari ini sudah dilaporkan, Pei Wu Shan tidak berada di kediaman. Lagipula, dalam surat yang dikirim ke kediaman ini, disebutkan secara khusus kunjungan Lu Jing Yu hari ini adalah untuk mengunjungi Yun Ying. Jadi tidak perlu bagi Pei Wu Shan untuk menunda pekerjaannya dan ikut sibuk berkumpul dengan para wanita.


Melihat Yun Ying yang tersenyun seperti biasa, Lu Jing Yu sedikit lega bahwa Yun Ying tidak berada dalam kondisi terpuruk seperti yang dipikirkannya. Lu Jing Yu sangat bersyukur untuk itu.


Namun baru saja ia akan menyapa kakak iparnya, telinganya mendengar suara yang lembut dan manis seorang gadis membuatnya mengerucutkan bibirnya saat matanya menangkap sosok cantik yang berdiri di samping. Yang sejak awal tidak dia perhatikan keberadaan nya.


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_236🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉

__ADS_1


__ADS_2