
"Pangeran Putra Mahkota Zhao harap jaga kata-kata anda atau kami tidak akan mengampuni kalian dengan mudah." Quan Yuan sangat marah saat mendengar Long Wei Xuan merendahkan Lu Jing Yu seperti itu. Dia tidak bisa menahan diri untuk tetap diam meskipun ia sendiri tidak yakin bahwa ia mampu menghadapi Long Wei Xuan.
"Huh jangan banyak omong! Jadi apakah kalian tidak mau membuka gerbang dan menyerah? Datang ke sini dan aku akan memperlakukan Putri Mahkota Shao dengan lembut. Lalu biarkan Pei Zhang Xi yang sombong itu tahu bahwa aku mampu mengambil istrinya." Long Wei Xuan berkata dengan sombong. Nada bicaranya jelas merendahkan. Membuat semua orang yang mendengarnya tidak bisa tidak mendidih karena marah!
Quan Yuan semakin marah. Long Wei Xuan ini semakin berani bukan? Apakah dia begitu ingin mati?
Namun saat ia hendak berbicara, tangan Lu Jing Yu yang terangkat dan memberi nya isyarat untuk diam.
"Aku ingin melihat bagaimana Putra Mahkota Zhao bisa bermain. Daripada hanya mendengar nya saja, bukankah lebih baik melihatnya secara langsung sehingga tidak akan ada orang yang akan berkata jika Putra Mahkota Zhao tidak memiliki kemampuan apapun selain bermain dengan gadis-gadis." Lu Jing Yu berkata dengan datar. Ia memandang Long Wei Xuan dari atas sehingga secara otomatis jika dilihat dari bawah, dari arah Long Wei Xuan berada, tatapan Lu Jing Yu pada mereka adalah jenis tatapan yang merendahkan. Seketika, emosi Long Wei Xuan meledak tidak terkendali. Ia menggertakkan giginya saat ia berteriak keras memerintahkan pasukannya untuk datang menyerang.
"Semuanya dengarkan perintahku! Aku tidak peduli cara apa yang kalian gunakan. Aku menginginkan wanita tidak tahu diri yang kurang ajar itu sekarang juga! Aku tidak akan menyerah sebelum aku melihatnya berada di bawahku huh!"
Awalnya para tentara yang dibawanya sedikit bingung, sebelumnya, tidak ada yang memerintahkan mereka dengan cara seperti itu. Namun saat mereka melihat lambaian tangan Jenderal Rong, mereka segera paham dan bereaksi.
Pasukan berkuda datang terlebih dahulu. Dengan membawa tameng untuk melindungi kepala mereka. Bagaimanapun, tentara Kekaisaran Shao berada di atas gerbang dan hanya bisa menyerang mereka dari jarak jauh, jadi panah dan tombak adalah pilihan senjata mereka. Namun serangan panah maupun tombak yang mereka prediksi nyatanya tidak datang sama sekali. Mereka sedikit bingung, bukankah ada pasukan pemanah di atas gerbang? Kenapa tidak menyerang mereka? Apakah mereka terlalu bodoh atau terlalu takut untuk melakukannya?
Namun karena mereka sudah memberi mereka jalan yang mudah, mereka dengan senang hati akan melaluinya. Dengan tidak adanya serangan yang menghambat gerakan mereka, gerakan mereka menjadi lebih cepat dan dengan segera, pasukan berkuda mendekati gerbang tidak kurang dari sepuluh meter. Gerakan semua orang semakin cepat sehingga mereka tidak sempat merespon saat beberapa helai tali muncul dari tanah. Membuat kaki kuda mereka tersandung dan jatuh berguling di tanah.
Semua orang sangat terkejut dengan perkembagan yang tidak terduga. Namun belum sempat mereka meredakan keterkejutan mereka, tanah di bawah mereka entah bagaimana terbuka dan mereka masuk ke dalam lubang yang besar dan dalam.
Mereka tidak menyangka akan jatuh ke dalam lubang. Bagaimanapun, jatuh dari jarak Lim meter dari permukaan membuat mereka kesakitan, apa lagi di dalam dasar lubang ternyata sengaja diletakkan batu-batu runcing yang langsung menusuk mereka dengan sangat kejam. Belum lagi mereka adalah pasukan berkuda yang tentu saja jatuh ke dalam lubang bersama dengan kuda-kuda mereka. Yang lebih gila adalah para kuda ini. Setelah mereka terjatuh, para kuda tidak akan mungkin berpikir bagaimana majikan mereka. Sebaliknya, para kuda akan dengan segera mencoba untuk berdiri. Mereka tidak akan peduli jika bahkan majikan mereka berada di bawah kaki mereka dan mulai terinjak. Lalu saat kuku mereka menginjak batuan yang tajam, mereka akan tergelincir dan kembali jatuh. Setelah jatuh bangun lagi dan lagi. Kemungkinan besar, ketika para prajurit keluar dari lubang, jika tidak terluka parah, mereka akan mati mengenaskan. Kejam. Memang kejam. Tetapi itulah perang.
Pasukan yang tersisa tertegun beberapa saat antara bersyukur dan juga marah. Bersyukur karena bukan mereka yang masuk ke dalam lubang mematikan itu pada akhirnya dan marah karena mereka melihat bagaimana rekan seperjuangan mereka jatuh dalam keadaan yang mengenaskan dengan begitu kejam.
Sementara itu, pasukan yang dipimpin Lu Jing Yu tanpa sadar melirik sang pembuat ide ini dengan tubuh gemetar. Mereka tidak menyangka jika wanita cantik ini ternyata mampu memikirkan ide yang begitu kejam seperti ini. Bahkan Quan Yuan yang sebelumnya melihat jebakan itu dari dekat bahkan terkejut saat melihat bagaimana manusia dan kuda di dalam lubang yang sama. Putri Mahkota, apakah anda masih manusia?
__ADS_1
Lu Jing Yu juga melihat hal ini untuk pertama kali di dalam dua kehidupannya. Hampir saja ia tidak bisa menahan rasa mual yang mendorong di dalam perutnya. Ia juga merasa jika dirinya sangat kejam mengingat bahwa para tentara dan kuda-kuda itu sepenuhnya tidak bersalah. Mereka hanya mengikuti perintah majikan mereka saja. Namun jika ia bersikap lembut pada mereka, siapa yang akan menjamin mereka akan memperlakukan mereka dengan sama? Yah.... Inilah dunianya saat ini. Siapa yang kuat dialah yang bertahan. Sedangkan nasib orang dengan status rendah, salahkan nasib yang memberikannya majikan yang salah memilih musuh.
Melihat pasukannya yang banyak berkurang dengan cepat, Long Wei Xuan sangat marah. Ia menoleh dan memerintahkan jenderal Rong untuk segera berpikir.
"Apa kamu terkejut sampai bodoh hah?! Cepat lakukan sesuatu." Teriak Long Wei Xuan.
"Baik Putra Mahkota." Jenderal Rong segera memerintahkan pasukannya untuk maju. Kali ini pasukan mereka berniat untuk mendobrak gerbang dan memanjat dinding.
Sebuah batang kayu besar di bawa oleh sekelompok orang. Yang lainnya melindungi mereka dari serangan dengan tameng di atas kepala mereka. Selain itu, beberapa tangga juga dibawa. Dengan hati-hati melewati lubang besar dengan suara teriakan kesakitan yang tidak ada hentinya.
Namun sama dengan pasukan berkuda yang tidak diserang, mereka juga sama. Tidak ada satupun panah maupun tombak yang mengarah pada mereka. Namun setelah kejadian tragis yang dialami pasukan berkuda, kali ini mereka mengambil pelajaran dan bersikap waspada. Namun sampai di tembok, mereka tidak mengalami hal apapun.
Tidak membuang waktu lagi, mereka segera menaikkan tangga dan bersiap naik. Tetapi hal yang tidak mereka duga sebelumnya kembali terjadi. Pasukan di atas dinding tiba-tiba menyiram tangga dengan air. Bukan, ini bukan air melainkan minyak. Mereka berniat membakar tangga!
Benar sekali. Api membakar tangga dengan cepat. Para pasukan yang telah naik ke atas tangga sangat terkejut dan segera turun. Namun tubuh mereka telah terkena cipratan minyak, api dengan cepat menyambar tubuh mereka. Dengan api menyelimuti tubuh mereka, merek berguling-guling di tanah untuk memadamkam api.
"Yang Mulia, kita kehabisan minyak tanah." Seorang jenderal melapor pada Lu Jing Yu.
"Hmm. Aku mengerti." Lu Jing Yu mengangguk sambil menghela napas panjang.
Menyadari tidak ada lagi minyak tanah dari lawan, Long Wei Xuan memerintahkan segera menambah tangga mereka. Dengan cepat, hampir semua pasukan maju mendekati dinding.
Di tempat yang sangat jauh di perbatasan, kabar mengenai penyerangan di ibukota sampai di telinga Pei Zhang Xi. Ia menggertakkan giginya dan segera memipin sebagian pasukan untuk kembali. Sedangkan urusan di perbatasan, ia serahkan pada Jenderal Yuan dan yang lainnya. Untuk saat ini, yang lebih penting adalah kembali dan menyelamatkan ibukota dari serangan musuh. Ia sangat marah pada dirinya sendiri sehingga ia tidak menyadari bahwa semua ini adalah jebakan yang dibuat oleh musuh.
*
__ADS_1
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_297🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
***
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Keenam🍃...
...🌸Pada malam Keenam, Allah Ta'ala akan memberikan pahala seperti orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...