
Wajah ibu suri yang biasanya terlihat teduh hari ini menatap seorang wanita cantik dengan tatapan amarah. Ia sudah melihat banyak sekali wanita cantik dengan berbagai sifat. Dan yang paling dibencinya adalah seorang wanita yang menyebarkan berita bohong untuk merusak reputasi wanita lainnya. Apalagi kali ini berita bohong itu menyangkut kemurnian cucu buyut dari cucu kesayangannya. Tentu saja kemarahannya ini berkali lipat dari biasanya.
Zhu Man Xie duduk dengan menundukkan kepalanya. Air matanya mengalir deras dengan isak tangis yang tidak tertahankan. Mendengarnya saja membuat seseorang akan merasa kasihan dia ingin segera membantunya untuk menghilangkan kesediaannya. Namun sebaliknya, Ibu Suri memandangnya dengan jijik dan mencibirnya. Ia sudah melihat banyak trik kecil seperti ini.
"Hentikan airatamu itu atau itu akan mengotori kediamanku."
"Mohon maaf ibu suri. Saya hanya tidak percaya bahwa pelayan hamba akan melakukan perbuatan tercela seperti itu. Meskipun dia melakukannya demi saya, saya juga masih tetap tidak bisa menerimanya."
Ya, Zhu Man Xie akhirnya melimpahkan semua kesalahan pada pelayannya. Tidak ada bukti yang bisa membuktikan bahwa dia lah yang menjadi pelaku yang sebenarnya, dia juga telah menggenggam kelemahan pelayannya ini untuk memaksanya mengaku atas namanya. Dengan begitu ia akan memiliki kambing hitam untuk menyelamatkannya dari kesalahan ini.
Pelayan itu akan dijatuhi hukuman cambuk sampai mati. Tetapi jika dia yang dinyatakan bersalah, seumur hidup dia tidak akan bisa lepas dari noda ini yang akan mempengaruhi jalan karirnya untuk menjadi seorang ratu. Untuk hasil seperti itu, hilangnya nyawa seorang pelayan kecil yang tidak berguna tidak akan menjadi jadi masalah.
Ibu suri tentu saja mengetahui kebenaran ini. Tapi ia juga tidak berkeras untuk memaksa Zhu Man Xie untuk mengaku. Tidak adanya bukti menjadi satu menghambat.
"Saya akui saya bersalah telah gagal mendidik pelayan di kediaman Raja Yuan. Saya akan menghukum diri saya sendiri dengan berlutut di aula leluhur dan berdoa untuk perdamaian kerajaan ini."
"Bagus jika kamu tahu salah. Karena kamu menyadari bahwa kamu tidak dapat mendidik pelayan di kediaman Raja Yuan, aku akan mengirim beberapa selir ke kediaman raja Yuan untuk membantumu." Ibu Suri melirik Zhu Man Xie dengan sinis.
Zhu Man Xie mengepalkan tangannya saat ia mendengar hal ini. Dia sudah hampir dua bulan menikah dengan Pei Qin Yang tetapi masih belum ada tanda-tanda kabar baik dari perutnya. Tetapi sekarang sudah ada ancaman dari beberapa Selir yang akan datang. Dia juga tidak bisa menolak hal ini. Pei Qin Yang memang mencintai dan menyayanginya, ia juga memperlakukannya dengan sangat baik, tetapi ia tidak akan dapat melakukan hal SEPERTI Pei Zhang Xi dengan tegas seperti menolak para Selir ini. Selain itu, jika dia menolak, kesalahannya ini mungkin akan segera tersebar.
Tidak ada yang bisa dilakukan Zhu Man Xie selain menerima dan harus mengatur tempat dan jadwal bagi para Selir kedepannya. Membayangkan suaminya tidur bersama wanita lain membuatnya sangat marah. Jika ia tidak ingat bahwa ia masih ada di halaman ibu suri, ia sudah pasti akan berteriak marah sambil membuang barang-barang untuk melampiaskan amarahnya.
__ADS_1
Zhu Man Xie berpapasan dengan kereta Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu yang akan pergi ke bungalou Heaven Lake untuk melihat-lihat. Semalam Lu Jing Yu tiba-tiba mengingat hadiah dari Kaisar yang belum pernah ia datangi padahal setiap bulannya ia sudah menerima banyak uang yang didapat dari penjualan arah dan anggur dari sana.
Hari ini Pei Zhang Xi sengaja untuk meminta libur selama satu hari untuk mengantar Lu Jing Yu pergi kesana. Keduanya membuka jendela kereta dengan sengaja karena Lu Jing Yu merasa di dalam kereta terasa sesak. Namun sebenarnya itu hanyalah alasan lu Jing Yu agar Pei Zhang Xi tidak terus menempel padanya dan membuatnya risih.
Namun saat mereka berpapasan dengan kereta Zhu Man Xie, secara kebetulan Pei Zhang Xi sedang menyuapi Lu Jing Yu dengan buah jeruk yang sudah dikupaskannya. Saat Zhu Man Xie melihatnya, Pei Zhang Xi sedang mengelap sudut bibir Lu Jing Yu dengan ibu jarinya dengan senyum lembut yang memasuki matanya. Terlihat jelas bahwa pria itu sangat mencintai wanitanya.
Zhu Man Xie merasa hatinya bagaikan terbakar. Kenapa bahkan Lu Jing Yu yang bodoh dan tidak berpendidikan itu memiliki suami yang sangat menyayanginya. Nasib seakan berpihak padanya. Kenapa bukan dia?
Lu Jing Yu dan Pei Zhang Xi bahkan tidak menyadari bahwa mereka menjadi sasaran keirian seseorang. Mereka seperti dua orang remaja yang baru merasakan cinta dan sekarang sedang dimasukkan cinta.
"Yu'er tutup saja jendelanya ya?" Pei Zhang Xi membujuk untuk kesekaian kalinya.
"Tidak Yang Mulia. Aku merasa sesak di dalam kereta yang tertutup." Tolak Lu Jing Yu tanpa daya. Ia sudah tahu apa yang akan dilakukan suaminya ini jika berdua dengannya di tempat yang tertutup.
"Ini bukan masalah tempatnya. Mungkin karena Yang Mulia sangat dekat dan menempel padaku membuat nafasku sesak. Bagaimana jika Yang Mulia agak menjauh dan kita bisa menutup jendela nya?"
"Tidak-tidak. Biarkan saja seperti ini. Aku akan tetap di sini dan buka saja jendelanya." Pei Zhang Xi yang hampir diusir kembali merapatkan dirinya. Kali ini dia bahkan menarik tubuh Lu Jing Yu ke dalam pelukannya dan membuatnya didorong dengan keras hingga terjungkal.
"Yu'er kenapa mendorong?" Pei Zhang Xi segera bangun dan mendekat tetapi Lu Jing Yu kembali mendorongnya.
"Kita sedang di jalan. Jangan macam-macam dan duduk disana dengan tenang. Kalau tidak aku akan benar-benar mengusir Yang Mulia keluar dari kereta dan pergi ke bungalao dengan Quan Yuan." Ucap Lu Jing Yu dengan tatapan mengancam. Membuat Pei Zhang Xi mau tidak mau menurut dan duduk diam dengan enggan.
__ADS_1
Pembicaraan di dalam kereta dapat didengar oleh orang yang duduk di depan kereta meskipun tidak begitu jelas. Duduk di depan kereta adalah Quan Yuan sebagai kusir dan juga Mo Ting. Sedangkan Xiao Bei dan Chu Fei berada di kereta di belakangnya.
"Quan Yuan, apakah kamu merasa Yang Mulia sangat lemah sebagai seorang pria?" Ucap Mo Ting dengan suara rendah. Quan Yuan menaikkan alisnya saat mendengarnya.
"Lihat saja. Yang Mulia tidak akan melawan jika Permaisuri memarahinya. Bukankah itu menunjukkan jika Yang Mulia kalah dari Permaisuri? Apalagi saat permaisuri masih sering muntah-muntah dulu. Aku pernah melihat Yang Mulia menetaskan air matanya."
"Jaga baik-baik mulutmu itu. Jika kamu masih berbicara sembarangan seperti ini, kamu akan segera kehilangan lidahmu yang licin itu."
Mo Ting menutup mulutnya dengan segera. Tetapi dia masih berbicara setelah menutup mulutnya.
"Tapi itu benar. Apa kamu merasa jika sejak ada Permaisuri di kediaman raja Rui, orang yang paking berkuasa bukan lagi Yang Mulia. Tetapi permaisuri."
"Jika kamu benar-benar penasaran kamu bisa mencobanya apakah Yang Mulia masih berkuasa apa tidak." Quan Yuan melirik Mo Ting dengan kesal.
"Tidak-tidak. Aku percaya Yang Mulia adalah laki-laki yang kuat."
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_88♡
*
__ADS_1
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..