Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 174


__ADS_3

Semua tamu undangan telah hadir dan menempati tempat mereka sesuai dengan status dan kualifikasi mereka. Setelah waktu berjalan, mereka telah mengganti topik. Apalagi semua orang yang hadir bukanlah orang yang bodoh atau tidak masuk akal yang tidak dapat membaca situasi.


Jika memang benar pangeran kecil yang akan diberi nama pada hari itu menghilang, tidaklah mungkin semua orang di istana akan diam dan sesantai seperti tidak ada yang terjadi meskipun itu hanyalah sandiwara. Apalagi pangeran kecil adalah cucu laki-laki pertama yang dimiliki Kekaisaran Shao setelah sekian lama hanya cucu perempuan yang lahir. Tidak akan mungkin menculik seorang bayi yang telah menyandang status yang sangat tinggi sejak ia dilahirkan dengan mudah dengan penjagaan ketat yang berlapis. Jadi sudah dapat dipastikan jika berita itu hanyalah kabar bohong yang sengaja disebarkan oleh seseorang untuk mengacaukan acara.


Atau hal itu memanglah terjadi. Namun percobaan penculikan itu gagal dan membiarkan kabar penculikan itu menyebar dengan tujuan untuk memancing seseorang yang terlibat untuk tidak curiga dan masuk ke dalam perangkap. Namun hal-hal ini tidak bisa diekspos dan menimbulkan keributan sehingga akan mengganggu jalannya acara baik acara pemberian nama ataupun penobatan Putra Mahkota.


Yah... Itu bukan urusan mereka selama mereka tidak terlibat. Kini mereka telah berganti topik dari pembicaraan masalah penculikan menjadi rencana mereka menjilat Pei Zhang Xi agar mereka mendapatkan dukungan yang dapat membantu mereka menaikkan posisi mereka.


Lu Jing Yu dan Pei Zhang Xi segera berangkat setelah semua selesai. Meskipun dengan status mereka saat ini mereka dapat berangkat lebih telah dari siapapun selain Kaisar dan Ratu, acara ini diadakan untuk mereka dan putra mereka dan Acara akan segera dimulai. Mereka tidak boleh terlambat. Apalagi Lu Jing Yu sudah merindukan putranya yang sejak ia meninggalkan paviliun Selir Su, ia belum melihatnya lagi.


Tepat ketika mereka hampir sampai di depan gerbang taman istana tempat acara, mereka bertemu dengan Kaisar Pei An Long dan Ratu Zhu yang berjalan dari arah yang berlawanan dengan mereka. Tentu saja meskipun mereka sampai terlebih dahulu, mereka masih harus berhenti untuk menyapa.


"Kami memberi hormat pada Ayah dan Ibu." Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu membungkuk dan memberi salam secara bersamaan.


"Bangunlah. Ini adalah hari baik bagi kalian. Lupakan saja formalitas." Kaisar Pei An Long melambaikan tangannya. Matanya menatap puas anak dan menantu di depannya yang keduanya tampak mengagumkan. Ekspresi nya sangat berbanding terbalik dengan ekspresi Ratu Zhu yang meskipun tampak tersenyum namun matanya jelas menyiratkan kekecewaan.


Ratu Zhu melirik hiasan rambut Phoenix dengan iri. Ia tidak menyangka pada akhirnya ia akan melihat hiasan rambut Phoenix ada di atas kepala Lu Jing Yu. Ia telah mendengar mengenai hiasan rambut Phoenix ini dari para tetua dan telah melihatnya sejak ia masih belum memasuki istana.


Bukan hanya karena betapa pentingnya hiasan rambut Phoenix itu bagi Kekaisaran Shao namun juga karena hiasan rambut Phoenix memiliki bentuk yang indah. Siapapun yang akan memakainya akan terlihat sangat mengesankan. Ia ingat betul bagaimana kesan pertama nya saat ia melihat ibu Suri untuk pertama kalinya ketika ada pesta bunga di Istana tahun itu sebelum ia memasuki istana.


Lalu saat ia pada akhirnya terpilih menjadi Putri Mahkota setelah perjuangan panjangnya yang berat, ia berharap jika hiasan rambut itu akan diwariskan pada nya sebagai istri sah Suami nya. Namun ibu Suri masih belum bersedia menyerahkan nya bahkan hingga ia memberanikan diri untuk memintanya pada Ibu Suri, mertuanya itu menolak permintaannya dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal dan terkesan dibuat-buat.


Lalu saat ini, bagaimana hiasan rambut yang selama bertahun-tahun ini ia inginkan malah berakhir di tangan Lu Jing Yu? Apa kurangnya dia yang telah membuktikan dirinya layak menjadi seorang Ratu selama bertahun-tahun ini jika dibandingkan dengan Lu Jing Yu yang memiliki banyak rumor buruk bersamanya?


"Terima kasih atas pujian Ibu. Istriku memang wanita yang paling cantik yang paling pantas dengan Hiasan rambut Phoenix emas ini. Itulah mengapa Nenek pagi ini memberikannya pada nya saat dia tahu jika hari ini adalah hari penobatan." Pei Zhang Xi sengaja menyebutkan Ibu Suri untuk membuat Ratu Zhu mengingat bahwa hiasan rambut itu tidak semua orang dapat memakainya meskipun dia adalah seorang Ratu.


"Kerja yang bagus. Kamu memang wanita yang pantas mendapatkan hiasan rambut Phoenix emas itu. Karena ibu sudah mempercayakan nya padamu, jangan membuat ibu menyesal telah menyerahkan hiasan rambut Phoenix emas yang berharga ini padamu." Kaisar Pei An Long mengetahui niat Pei Zhang Xi dan segera memotong pembicaraan sebelum Ratu Zhu yang telah mengepalkan tangannya erat tidak dapat lagi menahan amarahnya.


"Ayah Kaisar tidak perlu khawatir. Menantu ini tidak akan memberi kesempatan pada Ayah Kaisar untuk merasa kecewa. Apalagi nenek sendiri yang memberikan Hiasan rambut Phoenix emas ini, aku pasti akan menjaganya dengan sangat baik." Lu Jing Yu berkata dengan tegas.

__ADS_1


"Baiklah. Aku percaya padamu. Waktu sudah lambat. Hentikan pembicaraan ini di sini. Mari kita segera masuk dan memulai acaranya." Kaisar Pei An Long menatap Pei Zhang Xi dan Ratu Zhu bergantian dengan tatapan penuh peringatan.


Ratu Zhu mengambil napas dalam untuk membuang emosi di hatinya. Apalagi melihat hiasan rambut Phoenix emas yang terus bergerak dengan indah di atas kepala Lu Jing Yu. Sedangkan Pei Zhang Xi hanya memalingkan wajahnya dan melihat Lu Jing Yu di sampingnya.


"Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Ratu, Yang Mulia Putra Mahkota, Yang Mulia Putri Mahkota memasuki tempat acara." Suara Kasim terdengar keras membuat semua orang diam dan mengalihkan pandangan mereka pada arah gerbang dimana empat orang teratas di Kekaisaran Shao datang dengan cara yang mengesankan bersama dengan rombongan mereka yang terdiri dari para selir Kaisar, pelayan, Kasim dan penjaga.


*


*


~🍀 Permaisuri Tidak Ingin Mati_174🍀~


Terima kasih sudah mampir 😘


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 like 👍 komentar 📝 vote 🌟


Semua tamu undangan telah hadir dan menempati tempat mereka sesuai dengan status dan kualifikasi mereka. Setelah waktu berjalan, mereka telah mengganti topik. Apalagi semua orang yang hadir bukanlah orang yang bodoh atau tidak masuk akal yang tidak dapat membaca situasi.


Jika memang benar pangeran kecil yang akan diberi nama pada hari itu menghilang, tidaklah mungkin semua orang di istana akan diam dan sesantai seperti tidak ada yang terjadi meskipun itu hanyalah sandiwara. Apalagi pangeran kecil adalah cucu laki-laki pertama yang dimiliki Kekaisaran Shao setelah sekian lama hanya cucu perempuan yang lahir. Tidak akan mungkin menculik seorang bayi yang telah menyandang status yang sangat tinggi sejak ia dilahirkan dengan mudah dengan penjagaan ketat yang berlapis. Jadi sudah dapat dipastikan jika berita itu hanyalah kabar bohong yang sengaja disebarkan oleh seseorang untuk mengacaukan acara.


Atau hal itu memanglah terjadi. Namun percobaan penculikan itu gagal dan membiarkan kabar penculikan itu menyebar dengan tujuan untuk memancing seseorang yang terlibat untuk tidak curiga dan masuk ke dalam perangkap. Namun hal-hal ini tidak bisa diekspos dan menimbulkan keributan sehingga akan mengganggu jalannya acara baik acara pemberian nama ataupun penobatan Putra Mahkota.


Yah... Itu bukan urusan mereka selama mereka tidak terlibat. Kini mereka telah berganti topik dari pembicaraan masalah penculikan menjadi rencana mereka menjilat Pei Zhang Xi agar mereka mendapatkan dukungan yang dapat membantu mereka menaikkan posisi mereka.


Lu Jing Yu dan Pei Zhang Xi segera berangkat setelah semua selesai. Meskipun dengan status mereka saat ini mereka dapat berangkat lebih telah dari siapapun selain Kaisar dan Ratu, acara ini diadakan untuk mereka dan putra mereka dan Acara akan segera dimulai. Mereka tidak boleh terlambat. Apalagi Lu Jing Yu sudah merindukan putranya yang sejak ia meninggalkan paviliun Selir Su, ia belum melihatnya lagi.


Tepat ketika mereka hampir sampai di depan gerbang taman istana tempat acara, mereka bertemu dengan Kaisar Pei An Long dan Ratu Zhu yang berjalan dari arah yang berlawanan dengan mereka. Tentu saja meskipun mereka sampai terlebih dahulu, mereka masih harus berhenti untuk menyapa.


"Kami memberi hormat pada Ayah dan Ibu." Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu membungkuk dan memberi salam secara bersamaan.

__ADS_1


"Bangunlah. Ini adalah hari baik bagi kalian. Lupakan saja formalitas." Kaisar Pei An Long melambaikan tangannya. Matanya menatap puas anak dan menantu di depannya yang keduanya tampak mengagumkan. Ekspresi nya sangat berbanding terbalik dengan ekspresi Ratu Zhu yang meskipun tampak tersenyum namun matanya jelas menyiratkan kekecewaan.


Ratu Zhu melirik hiasan rambut Phoenix dengan iri. Ia tidak menyangka pada akhirnya ia akan melihat hiasan rambut Phoenix ada di atas kepala Lu Jing Yu. Ia telah mendengar mengenai hiasan rambut Phoenix ini dari para tetua dan telah melihatnya sejak ia masih belum memasuki istana.


Bukan hanya karena betapa pentingnya hiasan rambut Phoenix itu bagi Kekaisaran Shao namun juga karena hiasan rambut Phoenix memiliki bentuk yang indah. Siapapun yang akan memakainya akan terlihat sangat mengesankan. Ia ingat betul bagaimana kesan pertama nya saat ia melihat ibu Suri untuk pertama kalinya ketika ada pesta bunga di Istana tahun itu sebelum ia memasuki istana.


Lalu saat ia pada akhirnya terpilih menjadi Putri Mahkota setelah perjuangan panjangnya yang berat, ia berharap jika hiasan rambut itu akan diwariskan pada nya sebagai istri sah Suami nya. Namun ibu Suri masih belum bersedia menyerahkan nya bahkan hingga ia memberanikan diri untuk memintanya pada Ibu Suri, mertuanya itu menolak permintaannya dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal dan terkesan dibuat-buat.


Lalu saat ini, bagaimana hiasan rambut yang selama bertahun-tahun ini ia inginkan malah berakhir di tangan Lu Jing Yu? Apa kurangnya dia yang telah membuktikan dirinya layak menjadi seorang Ratu selama bertahun-tahun ini jika dibandingkan dengan Lu Jing Yu yang memiliki banyak rumor buruk bersamanya?


"Terima kasih atas pujian Ibu. Istriku memang wanita yang paling cantik yang paling pantas dengan Hiasan rambut Phoenix emas ini. Itulah mengapa Nenek pagi ini memberikannya pada nya saat dia tahu jika hari ini adalah hari penobatan." Pei Zhang Xi sengaja menyebutkan Ibu Suri untuk membuat Ratu Zhu mengingat bahwa hiasan rambut itu tidak semua orang dapat memakainya meskipun dia adalah seorang Ratu.


"Kerja yang bagus. Kamu memang wanita yang pantas mendapatkan hiasan rambut Phoenix emas itu. Karena ibu sudah mempercayakan nya padamu, jangan membuat ibu menyesal telah menyerahkan hiasan rambut Phoenix emas yang berharga ini padamu." Kaisar Pei An Long mengetahui niat Pei Zhang Xi dan segera memotong pembicaraan sebelum Ratu Zhu yang telah mengepalkan tangannya erat tidak dapat lagi menahan amarahnya.


"Ayah Kaisar tidak perlu khawatir. Menantu ini tidak akan memberi kesempatan pada Ayah Kaisar untuk merasa kecewa. Apalagi nenek sendiri yang memberikan Hiasan rambut Phoenix emas ini, aku pasti akan menjaganya dengan sangat baik." Lu Jing Yu berkata dengan tegas.


"Baiklah. Aku percaya padamu. Waktu sudah lambat. Hentikan pembicaraan ini di sini. Mari kita segera masuk dan memulai acaranya." Kaisar Pei An Long menatap Pei Zhang Xi dan Ratu Zhu bergantian dengan tatapan penuh peringatan.


Ratu Zhu mengambil napas dalam untuk membuang emosi di hatinya. Apalagi melihat hiasan rambut Phoenix emas yang terus bergerak dengan indah di atas kepala Lu Jing Yu. Sedangkan Pei Zhang Xi hanya memalingkan wajahnya dan melihat Lu Jing Yu di sampingnya.


"Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Ratu, Yang Mulia Putra Mahkota, Yang Mulia Putri Mahkota memasuki tempat acara." Suara Kasim terdengar keras membuat semua orang diam dan mengalihkan pandangan mereka pada arah gerbang dimana empat orang teratas di Kekaisaran Shao datang dengan cara yang mengesankan bersama dengan rombongan mereka yang terdiri dari para selir Kaisar, pelayan, Kasim dan penjaga.


*


*


~🍀 Permaisuri Tidak Ingin Mati_174🍀~


Terima kasih sudah mampir 😘

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 like 👍 komentar 📝 vote 🌟


__ADS_2