
Semua orang menunggu kelanjutan plot yang berjalan tidak terduga. Semua yang terjadi di depan mereka sungguh sangat membingungkan. Tetapi mereka sudah lama berkecimpung dalam dunia ia politik di istana dan sedikit banyak mengerti tentang pilot yang umum terjadi di dalam harem kekaisaran. Setahun melihat perkembangan yang terjadi mereka sudah bisa menebak secara kasar apa yang terjadi.
Wajah pucat Wei Qian Nian menjadi bukti terbaik untuk membenarkan apa yang mereka sangkakan. Jika memang benar Wei Qian Nian lah dalang dari semua yang terjadi di dalam dan di luar kediaman Raja Rui. Penilaian mereka terhadap Wei Qian Nian ternyata salah seratus delapan puluh derajat.
Di usia yang begitu muda, Wei Qian Nian telah merencanakan skema untuk melenyapkan bayi yang belum lahir dalam melancarkan ambisinya. Entah sejauh mana gadis muda itu bisa lakukan saat sedikit lebih dewasa nantinya?
"Hormat kepada Yang Mulia Kaisar. Hamba bernama Chu Fei yang berasal dari kediaman Raja Rui. Hamba telah melakukan kejahatan besar dengan tergoda pada harta dan bujuk rayu pihak lain sehingga hamba berani menerima tugas untuk melenyapkan bayi di dalam kandungan Permaisuri Rui. Untung saja Permaisuri dapat selamat. Jika tidak, biarpun sepuluh ribu nyawa hamba sebagai ganti, tidak akan mampu menggantikan dosa besar ini."
"Lancang! Pengawal! Seret dan hukum pelayan rendahan ini dengan berat. Pukul dia sampai mati!" Ratu menjadi sangat emosi. Ia menunjuk tajam Chu Fei dengan jari telunjuknya yang lurus.
"Berhenti!" Pei Zhang Xi segera menghentikan para penjaga yang sudah maju untuk menangkap dan menyeret Chu Fei. Mendengar larangan Pei Zhang Xi, para penjaga berhenti di jalurnya.
"Xi'er, pelayan ini ingin melenyapkan bagimu. Tidak perlu berbelas kasih."
"Itu memang benar Ibu. Tetapi pelayan ini menyadari kesalahannya dan segera mengaku padaku. Sebab itulah aku dapat membuat jebakan untuk menemukan pelaku yang sesungguhnya." Chu Fei terkejut saat mendengar apa yang dikatakan Pei Zhang Xi. Bukankah ini sebuah kebohongan? Ia mengaku hanya setelah ia diekspos dan tidak memiliki jalan lain. Jika bukan karena Permaisuri, ia sudah kehilangan nyawanya lama.
Mo Ting berdiri di sampingnya dan mengetuk pundaknya dengan jari telunjuk saat ia akan menginterupsi. Mengisyaratkan agar ia kembali tenang dan bekerja sama. Chu Fei mengerti dan menundukkan kepalanya dalam. Ia berjanji akan memberikan semua kesetiaan bagi Raja dan Permaisuri Rui di masa depan atas semua bantuan dana pengampunan mereka.
"Benarkah itu?"
"Benar ibu. Berkat kerjasama yang dilakukan dengan baik oleh pelayan Chu, kami juga berhasil menangkap orang-orang yang bertemu langsung dengan orang yang memberikan perintah untuk melenyapkan pelayan Chu untuk menjaga rahasianya."
"Kalau begitu katakan siapa yang menyuruhmu!" Tatapan semua orang kini tertuju pada pembunuh.
"Ham-hamba tidak mengetahui namanya. Tetapi sepertinya dia adalah Seorang gadis pelayan. Dengan mata sipit dan ada ta-hi lalat di bagian bawah bibirnya. Sedikit di bagian kiri." Jawab pembunuh itu. Semua orang di dalam aula saling memandang dan berdiskusi. Sepertinya gadis pelayan dengan kriteria yang disebutkan pembunuh itu tidak asing di mata mereka.
__ADS_1
"Hei bukankah itu adalah gadis pelayan yang selalu bersama dengan putri Wei Qian Nian?" Salah satu orang akhirnya mengingatnya.
"Ah benar. Aku juga ingat."
Satu dua orang mengingatnya dan semua pandangan akhirnya mengarah kepada An Ru yang dengan panik menundukkan kepalanya. Ia benar-benar akan ketahuan sekarang.
"Benar. Itu adalah dia." Pembunuh itu juga melihat ke arah yang dilihat semua orang di aula. Lalu baru menyadari jika gadis itu juga ada di tempat itu.
"Putri Chu Timur, apakah kamu bisa meminta pelayanmu untuk maju?"
"Mohon maaf Yang Mulia. Pelayan saya tidak mungkin melakukan hal seperti itu. Saya menduga bahwa seseorang telah mencoba menjebak saya di sini. Tetapi untuk menunjukkan ketulusan saya, saya akan membiarkan pelayan An untuk datang dan memastikan semuanya." Wei Qian Nian berbicara sambil memberi isyarat pada An Ru untuk maju.
"Apakah gadis ini yang telah memerintahkanmu? Perhatikan dengan jelas dan jangan sampai salah mengenali." Pei An Long mengalihkan tataoannya pada pembunuh.
"Be-benar Yang Mulia. Dialah yang memberi saya uang untuk membunuh pelayan ini. Tetapi saya benar-benar tidak mengetahui apa sebabnya."
"Yang Mulia, pelayan saya telah mengikuti saya sejak saya masih kecil. Saya mengenalnya dengan baik bahwa dia bukanlah seseorang yang akan berbohong. Jadi saya yakin pelayan saya memang tidak bersalah. Ciri fisik yang umum sangat mudah dilihat. Jadi seseorang bisa memberitahunya tentang bagaimana pelayan saya inti menuduhnya." Wei Qian Nian harus bersikap peduli pada anak buahnya saat ini. Jadi dia bekerja keras untuk itu.
"Apa kamu menuduh Raja Rui memalsukan bukti?" Pei An Long menaikkan alisnya.
"Saya tidak berani Yang Mulia. Saya hanya khawatir seseorang membuat kita bingung dan saling mencurigai. Lagipula tidak ada bukti nyata yang menunjukkan bahwa pelayan saya telah terlibat. Bisa saja An Seorang sudah memberikan ciri-ciri pelayan saya kepada Pembunuh keji ini untuk mencari kambing hitam."
"Saya tidak berbohong. Saya mengatakan yang sebenarnya. Saya tidak akan salah mengenali orang." Pembunuh itu segera berbicara.
"Apa kamu memiliki bukti lainnya?"
__ADS_1
"Ini..." Pembunuh itu tidak memilikinya. Lagipula dia hanya membutuhkan uang. Dia tidak oernah membangkang akan terlibat dalam hal seperti ini.
"Hamba memilikinya. Hamba bertemu dengannya dua kali. Meskipun hamba tidak melihat jelas wajahnya, hamba bisa memastikan bahwa memang gadis pelayan ini orangnya. Selain itu, saat kita bertemu liontin gol pengenal milik orang itu jatuh." Chu Fei mengeluarkan liontin yang dikembalikan lagi padanya oleh Mo Han sebelum mereka tiba di istana. Kasim mengambil liontin itu dari Chu Fei dan memperhatikannya.
"Setiap orang yang masuk ke dalam istana akan melaporkan semua barang pribadi mereka dan dicatat untuk dapat dengan mudah dikenali. Jika memang benar liontin ini milik pelayan An, pasti ada catatan yang dimiliki oleh kepala pelayan. Kasim Song, segera minta orang untuk membawa kepala pelayan datang kemari."
"Baik Yang Mulia."
"Tidak perlu memastikannya lagi. Saya mengenali dan mengakui bahwa liontin ini memang milik pelayan saya An Ru." Suara Wei Qian Nian jelas dan mengagetkan semua orang. Jadi memang benar..
Setelah dikonfirmasi bahwa liontin itu memang milik An Ru, semua orang akhirnya menatap jijik dan tidak percaya. Seorang pelayan pasti bertindak sesuai dengan apa yang diperintahkan majikannya. Wei Qian Nian bagaimanapun tidak pernah mendapatkan tatapan seketika itu dan tidak tahan. Dia harus segera menyelesaikan semuanya. Nama baiknya harus diselamatkan.
Wei Qian Nian mulai menangis. Air matanya mengalir dengan mulus saat ia maju dan berjalan ke arah An Ru.
Plaaak... suara tamparan yang keras dan jernih menggema di seluruh aula. Wajah An Ru memerah dengan gambar lima jari di pipi kanannya. Di depannya, Wei Qian Nian menatapnya dengan tatapan penuh kekecewaan dan tidak percaya.
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_69♡
*
*
*
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .