Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 131


__ADS_3

Pei Zhang Xi awalnya tidak begitu menyadari keanehan saat Lu Jing Yu terbangun pertama kali. Ia hanya berpikir jika istrinya merindukan ayah dan ibunya. Tetapi setelah ia melihat istrinya yang sedang bermain dengan putra mereka dengan harmonis, ia baru menyadari jika ada sesuatu yang tidak beres.


Tidak ada yang aneh jika seorang putri yang merindukan ayah dan ibunya. Tetapi akan aneh jika itu Lu Jing Yu. Jika merindukan Lu Qin Hao tidak masalah, tetapi Lu Jing Yu yang saat ini sedang tidak akur dengan Du Mei barulah aneh. Sedangkan untuk merindukan ibu kandungnya, Lu Jing Yu tidak memiliki kesan terhadap ibunya sama sekali. Bahkan ia tidak pernah melihat wajah ibunya sama sekali. Lalu ibu mana yang sebenarnya ia rindukan?


Pei Zhang Xi menatap Lu Jing Yu dengan terus memikirkan hal ini. Sudah sejak lama sejak ia merasa jika istri yang ia nikahi memiliki kepribadian yang sangat berbeda dengan gadis yang dulu ia kenal. Meskipun ia hanya beberapa kali melihat Lu Jing Yu di masa lalu, sepertinya keduanya adalah dua orang yang berbeda dilihat dari auranya. Lagipula ia pernah berhadapan langsung dengan Lu Jing Yu saat gadis itu menjebaknya dulu. Gadis itu sangat berbeda dengan wanita yang menjadi istrinya saat ini.


Lalu, semua informasi yang dia dapatkan sebelumnya yang sangat berbeda dengan kenyataan. Semua orang yang pernah berhadapan dengan Lu Jing Yu di masa lalu sebagian besar akan mengatkan hal yang sama dengan apa yang didapatkan dari informasi yang berhasil didapatkan Mo Han, yang sangat bertolak belakang dari kenyataan yang dia temui.


Pei Zhang Xi berpikir dengan keras. Lalu ia menggelengkan kepalanya saat kesimpulan yang didapatkan nya sangat jauh dari yang dia yakini.


Sejak dulu Pei Zhang Xi tidak percaya pada sesuatu yang berkaitan dengan hal gaib. Hantu, reinkarnasi. Bahkan ia juga tidak mempercayai dewa. Tetapi saat ini ia dihadapkan dengan kondisi spesial yang dialami Lu Jing Yu. Tidak mungkin seseorang akan berubah dalam waktu yang sangat singkat menjadi pribadi yang lain. Mungkin akan lebih tepat jika orang itu telah bertukar. Tapi apakah itu mungkin?


Ia tidak boleh memiliki kecurigaan terhadap istrinya. Tapi dia masih harus memastikan kebenaran yang sesungguhnya. Namun apapun hasilnya, ia tidak akan memperlakukan Lu Jing Yu dengan cara yang berbeda. Ia akan tetap menjadi suami yang mencintai istrinya itu.


Untuk saat ini yang menjadi prioritas nya adalah kesembuhan Lu Jing Yu. Dan... menghukum wanita jahat itu dengan hukuman yang tidak akan pernah ia bayangkan sebelumnya.


Memikirkan wanita jahat itu aura kemarahan yang kuat menguar dari tubuh Pei Zhang Xi. Namun dengan segera niat membunuh yang kuat itu menguap begitu saja dan berganti menjadi penuh kasih yang lembut saat ia memandang Lu Jing Yu yang terlihat sangat cantik di matanya. Perlahan-lahan, dia akan mencari tahu kebenaran dari istrinya. Dengan begitu ia akan mencari cara agar istrinya selalu berada di sisinya...

__ADS_1


"Yu'er, kamu baru saja bangun. Jangan sampai bermain dengan si kecil hingga membuatmu kelelahan." Pei Zhang Xi mengambil napas dalam sebelum ia menghampiri pasangan ibu dan anak yang sama-sama berbaring di atas ranjang.


Bayi kecil itu sepertinya sangat merindukan ibunya dan berkelakuan baik sejak awal ia dibawa masuk untuk bertemu dengan ibunya. Bayi tampan itu selalu tersenyum dengan lucu dengan mata yang bersinar penuh minat saat ia memandang Lu Jing Yu. Bibi pengasuh yang menunggu tidak jauh dari mereka juga merasa takjub melihat hal ini. Pangeran kecil meskipun biasanya memang jarang rewel, tapi sangat sulit membuatnya tersenyum seperti saat ini.


"Tidak apa-apa yang Mulia. Biarkan aku bermain dengannya sebentar lagi." Lu Jing Yu memandang Pei Zhang Xi penuh harap.


"Apa kamu tidak mengingat pesan tabib Fang yang menyuruhmu istirahat dengan baik. Bayi ini juga perlu makan. Biarkan dia dibawa keluar bibi pengasuh dulu. Nanti setelah semuanya, aku akan meminta bibi pengasuh membawanya lagi kemari, hem?" Pei Zhang Xi dengan lembut mengelus pipi Lu Jing Yu untuk membujuknya.


"Baiklah kalau begitu." Lu Jing Yu menghela nafas.


Pei Zhang Xi memberi isyarat pada bibi pengasuh untuk membawa bayinya keluar. Lu Jing Yu butuh lebih banyak istirahat untuk memulihkan diri. Lagipula luka di perut Lu Jing Yu masih belum kering dengan sempurna yang masih rentan terbuka kembali.


Kaisar Pei An Long menatap Pei Zhang Xi dengan penuh amarah. Ia telah mendengar apa yang terjadi pada Zhu Man Xie dua hari terakhir. Ia sudah menebak siapa yang membuat kondisi seperti itu pada Permaisuri Yuan itu. Yang membuat Kaisar marah bukanlah Pei Zhang Xi yang membuat kondisi Zhu Man Xie menjadi seperti itu, tetapi semua citra baik yang dengan susah payah mengenai putranya ini akan hancur jika ada yang mengetahui penyebab Zhu Man Xie sakit adalah Pei Zhang Xi.


Namun putranya yang bau ini masih memiliki keberanian untuk datang menemuinya sore ini. Dan masih memiliki wajah yang menjengkelkan.


"Ada apa kau datang kemari? Apa sudah puas mempermainkan seseorang?" Cibir Pei An Long.

__ADS_1


"Seperti biasanya Ayah Kaisar memang seseorang yang sangat teliti."


"Tidak sulit menebak siapa yang berani membuat ulah terhadap Permaisuri Yuan. Siapapun di kekaisaran ini tidak akan berani membuat plot pada keluarga Zhu jika tidak ingin berhadapan dengan Tuan Tua Zhu. Kamu kira kamu sudah pandai membuat plot seperti itu?"


"Tapi Aku tidak berniat membuat plot, melainkan memberi peringatan pada semua orang yang berani menyentuh garis bawahku bahwa aku tidak takut menyinggung siapapun untuk menghitung hutang."


"Haah. .. kamu masih terlalu muda. Masih tidak bisa berpikir jernih. Kamu adalah kandidat yang paling kuat dalam perebutan tahta saat ini. Jika kabar bahwa kamu membuat Permaisuri Yuan sakit tanpa bukti, semua yang dibangun dari awal tidak akan ada gunanya."


Pei Zhang Xi menatap Kaisar Pei An Long dengan wajah terangkat. Senyum mengejek di bibirnya membuat Kaisar Hampir tidak dapat menahan diri untuk tidak memukulnya


"Siapa bilang aku tidak memiliki bukti? Aku sudah memiliki bukti sejak awal. Hanya saja jika aku menyerahkan hukuman pada hukum kerajaan, aku masih belum merasa lega. Hanya jika aku memberikan mata ganti mata, aku akan merasa lebih baik."


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_131♡


*


*

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..


__ADS_2