Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 293. Rencana Lu Jing Yu 2


__ADS_3

"Ha-ha-ha-ha... Mari kita berangkat. Aku sudah tidak sabar menginjak Pei Zhang Xi yang sombong itu di bawah kakiku ini. Ha-ha-ha-ha...." Seorang pria muda dua puluh tahunan yang duduk di samping Jenderal Rong tertawa bahagia. Laki-laki muda ini adalah Long Wei Xuan. Pengeran Putra Mahkota Kekaisaran Zhao.


Sejak dulu, ia snagat tidak menyukai Pei Zhang Xi karena sikapnya yang menurutnya terlalu kaku. Memang, jika dibandingkan dengan dirinya yang memang suka bersenang-senang sangatlah berbanding terbalik. Apalagi dua tahun yang lalu Pei Zhang Xi pernah mempermalukan dirinya di depan umum. Sudah lama ia ingin membalas dendam pada Pei Zhang Xi karena hal ini. Sekarang kemenangan ada di depan matanya. Ia sudah tidak sabar untuk melampiaskan dendamnya.


"Ha-ha-ha-ha... Aku masih tidak bisa melupakan bagaimana Dia telah memperlakukanku dua tahun yang lalu. Bukannya dia berkata bahwa aku hanya tahu bagaimana cara bermain dengan bagian bawah. Aku akan menunjukkan padanya bagaimana aku akan bermain dengan istrinya nanti dan bairkan dia belajar bagaimana cara ku melakukannya. Ha-ha-ha-ha. Cepat-cepat. Jangan tunda hal baikku. Ayo cepat kita pergi." Long Wei Xuan dengan tidak sabar berdiri.


"Tunggu sebentar Yang Mulia Putra Mahkota. Meskipun Putra Mahkota Shao telah berangkat ke perbatasan, mereka masih belum pergi terlalu jauh. Jika pada saat ini mereka mendnegar berita penyerangan di ibukota, mereka akan dengan cepat sampai. Jadi sebaiknya kita menunggu beberapa waktu lagi."


Long Wei Xuan awalnya tidak terima, namun setelah ia berpikir sebentar ia pun setuju. "Hemp! Baiklah kalau begitu. Aku setuju untuk menunggu sebentar lagi."


Jenderal Rong menghela napas lega karena Long Wei Xuan akhirnya setuju. Ia khawatir jika laki-laki muda itu tetap keras kepala dan tetap meminta mereka bergerak sekarang. Jika tidak, meskipun ia adalah jenderal yang memimpin perang ini pada kenyataannya, pangeran putra Mahkota masih memiliki hasil keputusan terakhir. Jika laki-laki itu memerintahkan untuk berangkat saat ini, ia tidak memiliki kekuasaan sama sekali untuk menahannya.


"Perintahkan pada semua orang untuk bersiap. Setelah tuga dupa dari sekarang, kita akan segera keluar dari persembunyian dan berangkat ke ibukota." Jenderal Rong memerintahkan pada anak buahnya yang menunggu di samping.


"Baik Jenderal."


Di sisi lain, pihak Lu Jing Yu masih sibuk dengan semua persiapan mereka. Namun karena mereka tidak mungkin terus menyembunyikan persiapan mereka karena rencana mereka selanjutnya merupakan tindakan yang akan dapat dilihat dengan mudah. Apalagi oleh para bawahan Kaisar Pei An Long. Jadi Lu Jing Yu akhirnya memutuskan untuk memberitahu Kaisar Pei An Long setelah menemukan alasan yang mudah diterima. Dengan ditemai Quan Yuan dan Chu Fei, Lu Jing Yu pergi menemui Kaisar Pei An Long, yang merupakan mertuanya sendiri untuk pertama kalinya dengan inisiatif darinya.


Kaisar Pei An Long yang mendengar laporan dari Kasim Song bahwa Lu Jing Yu meminta untuk bertemu tidak bisa tidak terkejut. Menantunya ini biasanya seperti menjaga jarak darinya, bagaimana sekarang dia datang tanpa diminta bahkan saat Pei Zhang Xi tidak berada di tempat? Jika tidak ada hal oenring yang mendesak, seorang Lu Jing Yu, menantunya yang tidak baik ini tidak akan mungkin menemuinya. Jadi meskipun ia tidak tahu apa alasan Lu Jing Yu meminta pertemuan dengan nya, ia tidak mempersulit nya dan segera meminta Kasim Song untuk membiarkannya masuk.


"Menantu ini memberi hormat kepada Ayah Kaisar." Lu Jing Yu membungkuk dan memberi hormat begitu ia sampai di depan meja Kaisar Pei An Long.


"Bangunlah. Jangan basa basi. Katakan apa yang kamu inginkan." Kaisar Pei An Long melambaikan tangannya. Ia menatap Lu Jing Yu curiga. Meskipun menantunya ini baik, namun biasanya pemikirannya tidak dapat ditebak. Rupanya, sifat Lu Jing Yu saat ia masih mengandung Pei Zhi Hui menimbulkan trauma tersendiri bagi Kaisar Pei An Long. Bagaimana tidak, karena menantunya inilah ia dipaksa untuk memanjat pohon buah persik untuk memetik buah secara pribadi untuk menantunya ini saat ia hamil. Namun karena itu masih cukup pagi dan batang pohon masih basah, ia berakhir terpeleset dan jatuh dengan memalukan dari atas pohon. Selir Su bahkan tidak berhenti tertawa setelah tiga hari kejadian itu berlalu setiap kali mereka bertemu. Sungguh! kaisar Pei An Long tidak akan pernah melupakan kejadian tersebut.


Lu Jing Yu sebagai tersangka juga mengetahui hal ini. Ia tahu bahwa ayah mertuanya ini masih menyimpan dendam padanya setelah kejadian itu, jadi dia mengerucutkan bibirnya. Ia tidak bisa tidak melepaskan kekhawatirannya jika suatu saat ayah mertuanya ini akan memberinya pelajaran yang pantas. Itulah mengapa ia telah tinggal di istana sejak lama, ia tidak pernah berinisiatif menemui ayah mertuanya ini secara pribadi. Namun karena saat ini ia sedang dalam misi yang mendesak, Lu Jing Yu dengan memberanikan diri mengangkat kepalanya sama tersenyum lebar menatap Kaisar Pei An Long.


"Ayah Kaisar, seorang anak mengunjungi ayahnya adalah hal yang seharusnya, meskipun hanyalah seorang menantu juga termasuk anak." Ucap Lu Jing Yu basa basi. Senyumnya yang lebar membuatnya tampak aneh.


"Heh! Jika kamu memang merasa kamu adalah anakku, kemana saja selama ini?" Kaisar Pei An Long bertanya dengan sinis.


"Ini karena menantu ini sedikit sibuk dengan berbagai hal yang harus di lalui. Namun ayah kaisar adalah tetua yang bijaksana, menantu ini yakin jika ayah kaisar tidak akan mengambil hati masalah yang telah lalu." Lu Jing Yu bertanya dengan mata berbinar. Ia mengedipkan matanya dua kali seperti seorang anak kecil yang sedang merayu orang tuanya untuk dibelikan permen.


"Sudahlah. Sekarang katakan ada apa? Aku yakin kamu tidak akan datang menemui ku di sini tanpa alasan. Katakan dengan cepat. Aku masih memiliki banyak perkerjaan yang harus aku selesaikan." Kaisar Pei An Long sedikit tidak sabar.


"Ini mengenai keamanan istana selama Yang Mulia pergi ke perbatasan. Maksud saya, bagaimana jika ada orang yang memanfaatkan kekacauan ini dan menyerang ibukota? Jika musuh berhasil memasuki ibukota, bukankah Kekaisaran Shao ini akan lumpuh?" Lu Jing Yu menjelaskan alasannya terlebih dahulu. Kaisar Pei An Long bukanlah orang yang bodoh yang tidak akan mengerti apa yang dimaksudkan.


"Jadi bagaimana menurutmu?"


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_292🐣

__ADS_1


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


***


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Kelima🍃...


...🌸Pada malam kelima, pertama Allah Ta'ala memberikan pahala seperti pahala orang yang sholat di Masjidil Haram 🥰...


...Masjid Madinah (Nabawi) dan Masjidil Aqsha...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


"Ha-ha-ha-ha... Mari kita berangkat. Aku sudah tidak sabar menginjak Pei Zhang Xi yang sombong itu di bawah kakiku ini. Ha-ha-ha-ha...." Seorang pria muda dua puluh tahunan yang duduk di samping Jenderal Rong tertawa bahagia. Laki-laki muda ini adalah Long Wei Xuan. Pengeran Putra Mahkota Kekaisaran Zhao.


Sejak dulu, ia snagat tidak menyukai Pei Zhang Xi karena sikapnya yang menurutnya terlalu kaku. Memang, jika dibandingkan dengan dirinya yang memang suka bersenang-senang sangatlah berbanding terbalik. Apalagi dua tahun yang lalu Pei Zhang Xi pernah mempermalukan dirinya di depan umum. Sudah lama ia ingin membalas dendam pada Pei Zhang Xi karena hal ini. Sekarang kemenangan ada di depan matanya. Ia sudah tidak sabar untuk melampiaskan dendamnya.


"Ha-ha-ha-ha... Aku masih tidak bisa melupakan bagaimana Dia telah memperlakukanku dua tahun yang lalu. Bukannya dia berkata bahwa aku hanya tahu bagaimana cara bermain dengan bagian bawah. Aku akan menunjukkan padanya bagaimana aku akan bermain dengan istrinya nanti dan bairkan dia belajar bagaimana cara ku melakukannya. Ha-ha-ha-ha. Cepat-cepat. Jangan tunda hal baikku. Ayo cepat kita pergi." Long Wei Xuan dengan tidak sabar berdiri.


"Tunggu sebentar Yang Mulia Putra Mahkota. Meskipun Putra Mahkota Shao telah berangkat ke perbatasan, mereka masih belum pergi terlalu jauh. Jika pada saat ini mereka mendnegar berita penyerangan di ibukota, mereka akan dengan cepat sampai. Jadi sebaiknya kita menunggu beberapa waktu lagi."


Long Wei Xuan awalnya tidak terima, namun setelah ia berpikir sebentar ia pun setuju. "Hemp! Baiklah kalau begitu. Aku setuju untuk menunggu sebentar lagi."


Jenderal Rong menghela napas lega karena Long Wei Xuan akhirnya setuju. Ia khawatir jika laki-laki muda itu tetap keras kepala dan tetap meminta mereka bergerak sekarang. Jika tidak, meskipun ia adalah jenderal yang memimpin perang ini pada kenyataannya, pangeran putra Mahkota masih memiliki hasil keputusan terakhir. Jika laki-laki itu memerintahkan untuk berangkat saat ini, ia tidak memiliki kekuasaan sama sekali untuk menahannya.


"Perintahkan pada semua orang untuk bersiap. Setelah tuga dupa dari sekarang, kita akan segera keluar dari persembunyian dan berangkat ke ibukota." Jenderal Rong memerintahkan pada anak buahnya yang menunggu di samping.


"Baik Jenderal."


Di sisi lain, pihak Lu Jing Yu masih sibuk dengan semua persiapan mereka. Namun karena mereka tidak mungkin terus menyembunyikan persiapan mereka karena rencana mereka selanjutnya merupakan tindakan yang akan dapat dilihat dengan mudah. Apalagi oleh para bawahan Kaisar Pei An Long. Jadi Lu Jing Yu akhirnya memutuskan untuk memberitahu Kaisar Pei An Long setelah menemukan alasan yang mudah diterima. Dengan ditemai Quan Yuan dan Chu Fei, Lu Jing Yu pergi menemui Kaisar Pei An Long, yang merupakan mertuanya sendiri untuk pertama kalinya dengan inisiatif darinya.


Kaisar Pei An Long yang mendengar laporan dari Kasim Song bahwa Lu Jing Yu meminta untuk bertemu tidak bisa tidak terkejut. Menantunya ini biasanya seperti menjaga jarak darinya, bagaimana sekarang dia datang tanpa diminta bahkan saat Pei Zhang Xi tidak berada di tempat? Jika tidak ada hal oenring yang mendesak, seorang Lu Jing Yu, menantunya yang tidak baik ini tidak akan mungkin menemuinya. Jadi meskipun ia tidak tahu apa alasan Lu Jing Yu meminta pertemuan dengan nya, ia tidak mempersulit nya dan segera meminta Kasim Song untuk membiarkannya masuk.


"Menantu ini memberi hormat kepada Ayah Kaisar." Lu Jing Yu membungkuk dan memberi hormat begitu ia sampai di depan meja Kaisar Pei An Long.

__ADS_1


"Bangunlah. Jangan basa basi. Katakan apa yang kamu inginkan." Kaisar Pei An Long melambaikan tangannya. Ia menatap Lu Jing Yu curiga. Meskipun menantunya ini baik, namun biasanya pemikirannya tidak dapat ditebak. Rupanya, sifat Lu Jing Yu saat ia masih mengandung Pei Zhi Hui menimbulkan trauma tersendiri bagi Kaisar Pei An Long. Bagaimana tidak, karena menantunya inilah ia dipaksa untuk memanjat pohon buah persik untuk memetik buah secara pribadi untuk menantunya ini saat ia hamil. Namun karena itu masih cukup pagi dan batang pohon masih basah, ia berakhir terpeleset dan jatuh dengan memalukan dari atas pohon. Selir Su bahkan tidak berhenti tertawa setelah tiga hari kejadian itu berlalu setiap kali mereka bertemu. Sungguh! kaisar Pei An Long tidak akan pernah melupakan kejadian tersebut.


Lu Jing Yu sebagai tersangka juga mengetahui hal ini. Ia tahu bahwa ayah mertuanya ini masih menyimpan dendam padanya setelah kejadian itu, jadi dia mengerucutkan bibirnya. Ia tidak bisa tidak melepaskan kekhawatirannya jika suatu saat ayah mertuanya ini akan memberinya pelajaran yang pantas. Itulah mengapa ia telah tinggal di istana sejak lama, ia tidak pernah berinisiatif menemui ayah mertuanya ini secara pribadi. Namun karena saat ini ia sedang dalam misi yang mendesak, Lu Jing Yu dengan memberanikan diri mengangkat kepalanya sama tersenyum lebar menatap Kaisar Pei An Long.


"Ayah Kaisar, seorang anak mengunjungi ayahnya adalah hal yang seharusnya, meskipun hanyalah seorang menantu juga termasuk anak." Ucap Lu Jing Yu basa basi. Senyumnya yang lebar membuatnya tampak aneh.


"Heh! Jika kamu memang merasa kamu adalah anakku, kemana saja selama ini?" Kaisar Pei An Long bertanya dengan sinis.


"Ini karena menantu ini sedikit sibuk dengan berbagai hal yang harus di lalui. Namun ayah kaisar adalah tetua yang bijaksana, menantu ini yakin jika ayah kaisar tidak akan mengambil hati masalah yang telah lalu." Lu Jing Yu bertanya dengan mata berbinar. Ia mengedipkan matanya dua kali seperti seorang anak kecil yang sedang merayu orang tuanya untuk dibelikan permen.


"Sudahlah. Sekarang katakan ada apa? Aku yakin kamu tidak akan datang menemui ku di sini tanpa alasan. Katakan dengan cepat. Aku masih memiliki banyak perkerjaan yang harus aku selesaikan." Kaisar Pei An Long sedikit tidak sabar.


"Ini mengenai keamanan istana selama Yang Mulia pergi ke perbatasan. Maksud saya, bagaimana jika ada orang yang memanfaatkan kekacauan ini dan menyerang ibukota? Jika musuh berhasil memasuki ibukota, bukankah Kekaisaran Shao ini akan lumpuh?" Lu Jing Yu menjelaskan alasannya terlebih dahulu. Kaisar Pei An Long bukanlah orang yang bodoh yang tidak akan mengerti apa yang dimaksudkan.


"Jadi bagaimana menurutmu?"


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_292🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


***


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Kelima🍃...


...🌸Pada malam kelima, pertama Allah Ta'ala memberikan pahala seperti pahala orang yang sholat di Masjidil Haram 🥰...


...Masjid Madinah (Nabawi) dan Masjidil Aqsha...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2