
Saat kepala desa memanggil semua orang yang ada di desa berkumpul, Lu Jing Yu membahas rencana dengan Quan Yuan dan yang lainnya.
"Sepertinya saat di hutan tadi aku melihat banyak semak sulur berduri." Ia memicingkan matanya saat ia bertanya pada Quan Yuan.
"Benar Pe...tuan muda. Tadi kita melewati banyak semak sulur berduri. Karena semak sulur itu juga kita tadi terjebak di hutan beberapa saat karena roda kereta yang tersangkut."
"Bagus. Aku ingin kalian mengumpulkan banyak sulur berduri dan bawa kemari setelah siang. Juga kumpulkan Daun dan akar Daun gatal. Hati-hati saat mengumpulkan semuanya."
"Untuk apa Tuan Muda meminta kami mengumpulkan semua itu?" Quan Yuan bertanya dengan penasaran.
"Aku ingin membuat dinding sementara dari sulur berduri itu. Meskipun tidak kuat seperti dinding bambu, tidak ada orang yang tahan menyentuh sulur berduri apalagi jika kita oleskan cairan akar dan daun gatal. Cara ini akan efektif untuk beberapa hari. Jadi warga desa akan bisa menyelesaikan dinding mereka."
Mata Quan Yuan berbinar. Ia baru tahu jika sulur berduri bisa digunakan sebagai dinding perlindungan. "Baik Tuan Muda." Quan Yuan baru akan berbalik saat ia mengingat sesuatu yang penting. "Tapi jika kami pergi ke hutan, bagaimana dengan keselamatan anda? Jika Yang Mulia tahu, Yang Mulia pasti akan marah."
"Tidak akan terjadi apa-apa. Warga desa di sini sudah terbiasa melawan bandit gunung itu. Lagipula ini juga hanya sebentar."
"Tapi.... baiklah kalau begitu." Quan Yuan agak ragu pada awalnya, tetapi setelah melihat Lu Jing Yu yang percaya diri ia segera menghilangkan keraguannya. Lagipula ada pasukan bayangan yang menjaga Permaisuri di sini.
"Ya. Kalau begitu kalian bisa berangkat sekarang. Ingat untuk membawa cukup banyak nanti dan jangan kembali sebelum lewat siang hari. Paling tidak sampai para bandit itu datang menyerang." Quan Yuan mengiyakan dan segera pergi memimpin anak buahnya.
Kepala desa datang dengan membawa para penduduk. Kepala Desa memperkenalkan Lu Jing Yu pada penduduk desa. Mereka semua awalnya ragu. Lu Jing Yu berasal dari ibu kota dan pasti tidak terbiasa menghadapi susahnya hidup di desa tepi hutan. Belum lagi membuat dinding dengan cepat, Pemuda itu pasti tidak tahu bagaimana cara membuat dinding. Jadi dia bisa berbicara besar. Mereka hanya datang semata-mata untuk menghormati kepala desa saja.
Lu Jing Yu mengerti bahwa warga desa sudah pesimis dan tidak percaya padanya. Dia juga tidak bisa berkata lebih banyak untuk meyakinkan mereka. Yang harus dia lakukan membuktikannya dengan kenyataan. Baru merek akan percaya padanya.
"Saya memiliki beberapa rencana di sini. Bukankah bandit gunung itu biasanya datang pada siang hari?"
__ADS_1
"Ya tuan muda Yu." Hanya kepala desa yang terlihat antusias.
"Kalau begitu mereka seharusnya datang sekitar dua jam lagi. Kita bisa membuat persiapan untuk menghadapi mereka dan tidak hanya menunggu diam."
"Apa yang bisa kami lakukan? Bandit gunung itu sangat andai bersembunyi. Mereka tidak membiarkan orang lain tahu tempat persembunyian mereka. Jadi kami tidak bisa melakukan apapun selain menunggu." Tapi di saat kami diam menunggu, sebagian mereka menyerang dan sebagian lainnya menyelinap mengambil barang dan ternak saat mereka sibuk melawan yang Lainnya. Namun kalimat terakhir tidak mereka ucapkan.
"Saya tidak berkata kalau kita akan menyerang markas mereka." Lu Jing Yu berkata dengan percaya diri.
"Lalu?"
"Kita akan membuat jebakan sederhana." Semua orang mulai tampak tertarik. Mereka ingin membuat jebakan selama ini, tetapi pengetahuan mereka terbatas dan biasanya hanya membuat jebakan sederhana untuk digunakan pada binatang hutan. Untuk membuat jebakan manusia, mereka belum pernah mencobanya.
Semua orang mendengarkan penjelasan Lu Jing Yu dengan antusias sambil menganggukkan kepala mereka beberapa kali. Mereka berdecak kagum setiap Lu Jing Yu memberitahu bagaimana jebakan yang akan mereka buat dari peralatan yang sederhana.
"Bagaimana? Apa kalian sudah mengerti?" Lu Jing Yu bertanya setelah selesai menjelaskan.
"Bagus. Sekarang mari kita bekerja." Lu Jing Yu mengangkat tangannya yang terkepal di udara. Memberi mereka semangat.
Semua orang bubar. Mereka membagi tugas dalam beberapa kelompok. Menyiapkan berbagai jebakan sederhana yang dapat digunakan untuk menghalau para bandit selagi dinding mereka dapat dibangun. Lu Jing Yu dan Xiao Bei ikut membantu sedikit karena mereka tidak begitu terampil dan malah akan mengganggu pekerjaan jika terlalu banyak ikut campur. Jadi kedua orang itu lebih banyak berdiri menjadi penonton.
Setiap orang di desa yang tinggal di pinggir hutan semuanya mahir dalam kemampuan di alam. Apalagi membuat jebakan untuk binatang adalah kemampuan yang secara alami diwariskan dari generasi ke generasi dan terus disempurnakan. Dengan pengalaman mereka dan ditambah penjelasan sederhana dari Lu Jing Yu, mereka dengan cepat menyelesaikan jebakan yang mereka siapkan dan memasang mereka di beberapa titip jalan masuk di hutan.
Lu Jing Yu sudah memberitahu Quan Yuan untuk kembali setelah siang hari. Selain mencegah para bandit yang mengganggu pekerjaan mereka juga menghindari mereka masuk dalam jebakan yang disiapkan untuk bandit gunung.
Melihat semua persiapan selesai, Lu Jing Yu tersenyum puas. Dia berharap dengan cara seperti ini bandit gunung akan dapat dihadang saat datang ke desa.
__ADS_1
"Semuanya sudah selesai dibuat. Lalu apalagi yang akan kita lakukan?" Seseorang bertanya pada kepala desa. Dan kepala desa menoleh dan bertanya pada Lu Jing Yu.
"Tuan Yu?"
"Apa lagi? Semua sudah selesai. Semua orang pasti lelah sekarang. Jadi kita bisa istirahat dan menunggu. Biarkan pekerjaan kita bekerja."
Mendengar jawaban Lu Jing Yu, semua orang saling pandang.
"Tapi bagaimana jika bandit gunung datang menyerang?"
"Kalau kalian mau, kalian bisa menunggu dan melihat. Jika mereka lolos dari jebakan, kita hanya bisa menyerang." Lu Jing Yu percaya diri pada jebakan mereka. Tapi warga desa, yang gak setiap hari harus berhadapan dengan badut gunung tidak bisa melepaskan kekhawatiran mereka begitu saja.
"Baiklah. Kalau begitu untuk berjaga kita tetap akan membagi kelompok seperti biasa dan berjaga di pos penjagaan. Bagaimana dengan itu?" Kepala desa menengahi. Lu Jing Yu juga setuju. Lagipula tidak ada ruginya untuk waspasa.
Di kamp militer, Pei Zhang Xi baru saja kembali dari medan perang saat ia menerima kabar dari bibi Wu yang mengatakan bahwa Lu Jing Yu pergi ke perbatasan dan akan sampai siang harinya. Tapi saat ini sudah sore hari, rombongan Lu Jing Yu belum sampai. Akhirnya ia memimpin beberapa orang untuk mencari Lu Jing Yu.
...~○○○~...
...♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_37♡...
*
*
*
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .