
Jejak keterkejutan menyala di mata Pei Zhang Xi yang hitam sebab ia mengenali baju yang dipakai wanita yang ada di dalam kamar yang robek dimana-mana. Wajah wanita itu tidak terlihat karena tertutup oleh badan pria di atasnya. Suara Napas yang memburu. Suara E-ra-ngan dan de-sa-han pria disertai dengan tangisan seorang wanita terdengar ambigu. Wanita itu terdengar mengumpat dan memaki. Sedangkan di atasnya seorang laki-laki dengan antusias menggerakkan pinggulnya.
Semua orang membeku sementara waktu ketika mereka tidak siap melihat aksi yang begitu memalukan di depan mata mereka. Beberapa gadis berteriak histeris dengan wajah memerah lalu menutup mata mereka dengan kedua tangan. Para pria serempak menelan ludah mereka saat melihat pria yang masih dengan semangat terus bergerak meskipun banyak orang sedang melihat tindakannya.
"Bukankah itu adalah baju permaisuri Rui yang dipakai hari ini?" Suara seseorang mulai terdengar.
"Benar. Aku juga mengingatnya tadi. Apakah itu memang Permaisuri Rui?"
"Tidak benar kan? Bukankah Permaisuri Rui sedang hamil besar sekarang? Bagaimana dia bisa melakukan hal memalukan seperti itu?"
"Apakah kamu tidak pernah mendengar bahwa beberapa wanita yang sedang hamil besar akan memiliki gairah yang lebih besar?"
"Jadi benar dia adalah Permaisuri Rui?"
"Jadi siapa lagi? Sejak masih muda dia sudah berperilaku buruk. Tidak sangka bahkan setelah menikah dengan Raja Rui kelakuan buruknya masih tidak berubah."
Mendengar kasak kusuk semua orang di belakang, Pei Zhang Xi mengepalkan tangannya dengan marah. Meskipun ia mengenali pakaian itu adalah pakaian yang dipakai Lu Jing Yu hari ini,ia masih bisa mengenali dengan jelas bahwa tubuh yang sedang berada di bawah tekanan pria itu bukanlah tubuh istrinya. Maka dari itu saat ia mendengar semua orang yang mencela istrinya, ia tidak terima.
"Pisahkan mereka!" Pei ZHANG Xi menggertakkan giginya.
"Yang Mulia, Tolong saya." Wanita itu menatap Pei Zhang Xi yang tampak paling menonjol di sana dengan mata penuh harap. Lagipula dari semua orang hanya Pei Zhang Xi yang baru saja berurusan dengannya. Namun yang didapat dari Pei ZHANG Xi hanyalah punggung dinginnya. Membuat tubuhnya gemetar.
Semua orang terkejut mengetahui bahwa wanita itu ternyata bukan Lu JING Yu seperti yang mereka duga sebelumnya tetapi seorang pelayan yang memakai pakaian Lu Jing Yu entah bagaimana.
"Penjaga tangkap pria itu dan interogasi dia. Dia bukan dari istana ini. Cari tahu siapa yang telah membiarkannya masuk." Penjaga segera mematuhi perintah dari Kasim Song dan mengikat pria yang hanya mereka tutup dengan selimut itu.
__ADS_1
Wanita yang terlepas dari pria itu segera menutupi tubuhnya dengan seprai di bawahnya yang berantakan dan bernoda darah perawan miliknya. Wanita itu menutup seluruh tubuhnya yang hampir telanjang dengan erat.
"Sini sayang datang pada kakak. Kakak akan lembut. Hehehe." Laki-laki itu telah kehilangan kendali atas dirinya. Dia yang diikat oleh penjaga masih berusaha melepaskan diri untuk mengejar wanita itu dan menyelesaikan urusannya.
"Tidak! Pergi kau laki-laki Ba-ji-ngan! Jangan mendekat atau Aku akan membunuhmu!" Wanita itu berteriak histeris.
Semua orang yang ada di sana mulai berbisik-bisik. Di zaman itu meskipun gadis itu tidak bersalah, tetapi gadis yang sudah kehilangan kesucian tetap dipandang rendah dan dihina sepanjang sisa hidupnya seperti seperti seorang pendosa yang melakukan dosa besar. Mereka tetap akan menjadi cemoohan tidak peduli apapun.
"Ikat laki-laki itu dengan erat. Jangan sampai dia lepas."
"Baik tuan."
"Sekarang katakan padaku apa yang terjadi sini?" Kasim Song mengalihkan pandangannya pada wanita yang menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut itu.
"Kasim Song biarkan aku yang bertanya padanya. Dia tadi adalah pelayanan yang menumpahkan air ke jubahku. Sekarang ada pria asing yang ada di sini bersamanya. Aku rasa masalah ini tidak sederhana." Pei Zhang Xi menatap tajam wanita itu.
"Katakan padaku dimana Permaisuri ku? Bagaimana kau bisa memakai bajunya?"
Wanita itu membeku seketika. Dirinya sudah ketakutan dengan apa yang dilakukan laki-laki itu padanya, sekarang Pei Zhang Xi memintanya untuk memberinya penjelasan. Ia sama sekali tidak siap untuk menyinggung siapapun. Konsekuensinya terlalu besar.
Saat wanita itu sedang frustasi, tatapan matanya bertemu dengan mata seorang wanita yang baru datang dan memberinya tatapan yang penuh ancaman. Lalu pandangannya menatap mata semua orang yang menatapnya dengan curiga, perempuan itu tanpa diduga melempar selimut yang sejak tadi digunakan untuk menutup tubuhnya dan berlari dengan kencang lalu menabrakkan kepalanya ke dinding.
Seketika, suara yang kerasa terdengar disertai teriakan kesakitan sebelum tubuh wanita itu roboh dengan luka menganga di kepala dengan darah pekat yang mengalir di kepalanya. Sekali lagi, teriakan para gadis yang melihat kematian yang tragis itu terdengar. Mereka sontak kembali menutup matanya yang baru mereka buka beberapa saat yang lalu.
"Wanita ini telah tiada tuan." Penjaga segera maju fana memeriksa napas dan denyut nadinya.
__ADS_1
"Sayang sekali dia lebih memilih mengakhiri hidupnya daripada memberi tahu siapa yang menyuruhnya melakukan tindakan ini." Kasim Song menggelengkan kepalanya saat melihat tanpa ekspresi mayat wanita yang tergeletak di lantai.
"Apa yang terjadi di sini?" Suara wanita terdengar dari arah belakang dan mengalihkan perhatian semua orang. Di bawah tatapan semua orang, wanita itu berjalan ke depan dan berhenti di samping Pei Qin Yang.
Zhu Man Xie pergi setelah melihat wanita yang memakai pakaian Lu Jing Yu sedang ditekan di dinding. Lalu dia pergi untuk bersembunyi setelah itu. Dan secara kebetulan seorang nona muda kenalannya melihatnya dan mereka berdua mencari tempat untuk mengobrol ia baru selesai dan baru kembali saat semua nya telah selesai. Jadi dia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi setelah dia meninggalkan tempat itu.
"Astaga! Bukankah itu Permaisuri Rui? Apa yang terjadi padanya?" Pekik Zhu Man Xie kaget setelah melihat mayat pelayan yang sudah ditutupi kain. Ia mengira bahwa itu adalah mayat Lu Jing Yu.
"Apa? Apa yang terjadi padaku?"
Semua orang kembali menoleh ke belakang dan melihat seorang wanita yang sedang hamil besar berjalan dengan dibantu Xiao Bei membelah kerumunan.
"Permaisuri Xuan? Apa yang terjadi padaku? Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku?" Lu Jing Yu bertanya kembali saat ia sudah berdiri dengan tegak setelah ia ditopang oleh Pei Zhang Xi.
"Tidak apa-apa Permaisuri Rui. Aku pikir sesuatu terjadi padamu karena mayat wanita itu memakai pakaianmu."
"Mayat? Pakaianku?" Lu Jing Yu baru akan melihat Mayat wanita itu sebelum Pei Zhang Xi menutup matanya dengan tangannya yang besar dan menarik kepalanya ke dalam pelukannya yang hangat.
"Jangan dilihat. Dia tidak ada hubungannya dengan kita."
"Kenapa permaisuri Xuan sepertinya sangat terkejut melihat Permaisuri ku yang baik-baik saja? apa mungkin mengenai semua yang terjadi di sini, permaisuri Xuan mengetahui sesuatu?"
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_110♡
*
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..