
Acara penyambutan Jenderal Wang selesai setelah dua jam. Para prajurit juga pergi ke markas mereka. Jenderal Wang juga segera kembali ke kediamannya. Selain Wei Qian Nian, dia juga membawa empat gadis yang berhasil menarik perhatiannya selama di perjalanan dari perbatasan. Dan semuanya masih belum disentuhnya. Tangannya yang sudah lama tidak menyentuh wanita sejak ia kembali ke perbatasan dua bulan lalu sudah tidak sabar ingin menjelajahi setiap lakukan indah tubuh para gadis yang dibawanya. Belum lagi istri yang baru skala diberikan Kaisar sebagai hadiah untuknya. Memikirkannya saja sudah membuatnya tertawa bahagia.
Kediaman Jenderal Wang berada di pinggiran ibukota. Satu-satunya Kediaman besar yang ada di sana. Jika seseorang melihat dari luar, mereka akan kagum dengan segala jenis kemegahannya. Di depan gerbang, dua patung singa besar berwarna hitam berdiri dengan kokoh seperti sedang menantang. Di atas gapura, tulisan Kediaman Jenderal Wang diukir degan indah menggunakan kayu hitam yang mahal dengan tinta emas yang terlihat mewah.
Dari luar, sebuah taman yang indah dengan kolam ikan buatan menampakkan ikan-ikan koi besar yang berenang di dalamnya. Bunga teratai juga tumbuh subur dan melarang dengan sempurna.
Jika seseorang belum mengetahui siapa pemilik bangunan mewah itu, mereka akan menyangka jika itu adalah Kediaman milik seorang saudagar kaya dan akan memiliki keinginan untuk masuk dan melihat lebih dalam sementara di luar saja sudah terlihat indah, bagian dalamnya pasti jauh lebih indah.
Tetapi begitu mereka mengetahui siapa pemilik Kediaman megah itu, mereka akan lari tunggang langgang menjauh beberapa mil dari sana.
Seperti di semua kediaman yang memiliki tempat yang paling tidak ingin dilihat, di kediaman ini juga memiliki tempat seperti itu. Tempat itu berada di bagian terdalam di kediaman. Di sebuah halaman yang luas, kamar-kamar berjajar di sepanjang kiri dan kanan. Di dalam kamar-kamar itu tinggal beberapa gadis maupun waria yang merupakan gundik Jenderal Wang yang dia bawa kembali dari perbatasan.
Namun pada saat ini, dibandingkan dengan saat mereka baru dibawa masuk, mereka sudah hampir tidak bisa dikenali. Dengan rambut acak-acakan mereka yang tidak terurus, sesekali mereka akan berteriak katik melihat seseorang yang datang.
Ya. Mereka gila.
Tetapi pada saat-saat tertentu, mereka tetap akan kembali berubah menjadi cantik jika Jenderal Wang sedang bosan dengan gadis-gadis yang lembut dan ingin bermain dengan cara yang brutal. Mereka tetap akan digunakan.
Halaman ini berada paling jauh dan paling tersembunyi. Para gadis yang baru dibawa kembali tidak akan pernah mengetahui ada satu tempat kelam seperti itu. Sebab saat mereka datang, mereka akan diberi halaman yang indah dan luas yang saling berjauhan.
Para gadis yang datang dari desa dan Perbatasan yang kembali bersama Jenderal Wang bahkan sudah sampai di kediaman sebelum Wei Qian Nian dibawa kemari. Mereka saat ini ia sudah diberi pakaian yang mewah dn indah. Riasan mereka juga ditata dengan rapi dan cantik. Dilayani oleh para pelayan yang cekatan. Para gadis ini, yang berasal dari tempat yang jauh dari ibukota seperti itu tentu saja tidak pernah merasa dilayani sebaik itu sebelumnya.
Dengan pakaian bagus. Wajah yang dirias indah, makanan yang enak. Bagaimana gadis-gadis biasa yang biasanya serba kekurangan dapat menanggung godaan untuk ikut menikmati kemuliaan seperti ini?
Mereka sedang menikmati masa bahagia mereka. Dengan harapan hidup mewah tanpa harus bersusah payah. Tugas mereka hanya satu, melayani sangat Jenderal dengan baik. Selama itu, mereka akan mampu bertahan dan menikmati sekuat kemewahan itu.
__ADS_1
Hampir sama dengan para gadis Malang yang tidak tahu nasib buruk yang telah menanti di depan mereka, di dalam kamar pengantin yang serba merah, Wei Qian Nian duduk dengan menundukkan kepalanya. Ia hanya sendirian di dalam kamar sejak Meng Ran keluar dari kamar sesaat setelah ia sampai. Setelah Wei Qian Nian sampai di KEDIAMAN jenderal Wang, tugas Meng Ran untuk menjadi pelayannya juga secara otomatis selesai. Wei Qian Nian juga sudah mendapatkan pelayanan baru dari kediaman Jenderal Wang.
Wei Qian Nian tentu saja lebih menyukai pelayan barunya karena jelas lebih lembut dalam memperlakukannya dibandingkan dengan Meng Ran yang sesuka hatinya.
"Nyonya, Tuan sudah kembali. Saat ini tuan masih berada di halaman Fujing. Sebentar lagi akan sampai di sini." Seorang pelayan yang datang menundukkan kepalanya saat mengisi teko teh dengan teh yang baru.
"Aku mengerti. Kamu boleh keluar sekarang." Wei Qian Nian menggenggam erat tangannya saat ia berkata.
"Baik nyonya." Pelayan itu mundur teratur dan kamu kembali sunyi. Bahkan detak Jantung Wei Qian Nian yang yang berpadu kencang pun terdengar.
"Tunggu saja. Aku akan kembali dan membalas semua penghinaan ini." Ekspresi lembut Wei Qian Nian sudah luntur sejak awal. Saat ini wajah itu sudah dipenuhi dengan niat balas dendam yang pekat. Membayangkan wajah tampan Pei Zhang Xi yang tersenyum lembut pada Lu Jing Yu membuatnya muak. Kedua pasangan itu, ia akan membalas mereka. Tidak lama lagi.
Krieek... brak! Pintu terbuka dan tertutup memecah keheningan di dalam kamar. Degup jantung Wei Qian Nian kian terpacu. Tangannya yang menggenggam sapu tangan gemetar. Ia menggigit bibir bawah nya dengan gemas.
"Siapa namamu?" Suara maskulin yang terdengar kuat masuk melalui celah penutup merah di kepalanya. Suara yang terdengar seksi, membuat kepala Wei Qian Nian pusing.
"Menarik." Gumam Jendral Wang yang melihat Wei Qian Nian mengangkat kepalanya. Ia menuangkan anggur pernikahan kedalam dua cangkir kecil.
"Bukankah kamu adalah putri kesayangan Kaisar Chu Timur. Kenapa berakhir dengan menjadi hadiah Kaisar untukku?" Mendengar pertanyaan Jenderal Wang, Wei Qian Nian menggertakkan giginya. Jenderal Wang memasukkan bubuk halusinasi ke dalam cangkir milik Wei Qian Nian dan menggoyangkannya agar buruknya larut.
"Aku sebenarnya dikirim untuk menjadi selir bagi raja Rui. Tetapi saat ini Permaisuri Rui sedang hamil dan tidak bisa menerima seorang selir masuk ke dalam kediamannya."
"Lalu kenapa kamu setuju menikah denganku?" Jenderal Wang Menaikkan alisnya. Tentu saja dia sudah tahu apa yang terjadi. Ia juga tahu bahwa jika dikatakan dengan cara yang kasar, bisa dibilang dia adalah pembuangan bagi sang putri. Tapi apa? Setiap wanita sama di matanya. Dia akan memperlakukannya dengan 'baik' seperti yang lainnya.
"Sebagai seorang wanita sepertiku, menikah dengan pangeran atau jenderal tidak ada bedanya."
__ADS_1
Jenderal Wang mengangkat sudut bibirnya saat ia duduk. Gadis ini benar-benar munafik seperti yang dikatakan Pei Zhang Xi kepadanya tadi. Kedua cangkir berisi arak pernikahan ia letakkan di meja di samping tempat tidur saat ia duduk di depan Wei Qian Nian dan membuka penutup wajah gadis itu.
Melihat wajah Jenderal Wang yang tampan namun memiliki bekas luka yang mengerikan, Wei Qian Nian syok untuk sesaat sampai ia kembali mendapatkan ketenangannya dan menyembunyikan wajah terdistorsinya.
"Apa kamu takut?" Jenderal Wang menyeringai dan membuat luka wajahnya semakin terlihat menakutkan.
"Tidak. Untuk pejuang hebat seperti tuan, memiliki bekas luka seperti ini adalah hal lumrah."
"Hahahahahaha. Bagus. Aku suka seorang gadis yang pemberani sepertimu. Tidak perlu mengulur waktu, mari kita sempurnakan malam pernikahan kita."
Web Qian Nian menerima cangkir berisi arak. Menyalahkan tangannya dengan tangan Jenderal Wang yang besar.
"Ini adalah malam pertama untukmu. Aku akan bersikap lembut padamu." Jenderal Wang menatap gadis di depannya yang cantik. Yang tersenyum malu setelah mendengar perkataannya.
"Terima kasih Tuan." Wei Qian Nian menarik tangannya. Menenggak habis arak di cangkirnya. Terlampir beneran detik saja obat mulai berkerja. Tubuhnya panas dan mulai menggeliat tidak tahan. Ia masih mengingat dengan jelas saat jenderal Wang mulai menciumnya penuh hasrat dan tangannya yang bergerak yang membuatnya geli dan aneh. Tapi setelah itu ia tidak mengingat apa-apa lagi dan ketika ia bangun di pagi hari, ia hampir tidak bisa bergerak.
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_81♡
*
*
*
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader.